| ◀ | Jilid : 15 Juz : 8 | Al-A'raf : 1 | ▶ |
المص
Kemenag RI 2019: Alif Laam Miim.| TAFSIR AL-MAHFUZH | REFERENSI KITAB TAFSIR |
...
§ Huruf Alif (أ) dibaca Alif, tanpa mad
§ Huruf Laam (ل) dibaca Laam, mad 6 harakat
§ Huruf Miim (م) dibaca Miim, mad 6 harakat (bukan 2 harakat)
§ Huruf Shaad (ص) dibaca Shaad, mad 6 harakat
Meski hanya berupa huruf-huruf yang terpotong, namun membacanya tetap mendapatkan pahala, bahkan nilainya dilipat-gandakan sepuluh kali, berdasarkan hadits berikut :
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى فَلَهُ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، لَكِنْ أَلْفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْف
Siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah, dia mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan itu digandakan menjadi sepuluh. Aku tidak katakan alif lam mim itu satu huruf, namun alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf. (HR. Tirmizy)
Huruf-huruf semacam ini tidak ditemukan di dalam Al-Quran kecuali hanya pada awal-awal surat saja, kadang juga menjadi nama dari surat itu, meskipun tidak selalu jadi nama surat. Jumlah totalnya ada 14 huruf hijaiyah. Lalu biar mudah menghafalnya, ada ulama yang membuat singkatannya menjadi (نص حكيم قاطع له سر).[1]
Keberadaan huruf-huruf itu ada yang hanya terdiri dari 1 huruf, 2 huruf, 3 huruf, 4 huruf dan 5 huruf.
§ Satu (1) Huruf : Yang hanya berupa satu huruf ada tiga yaitu, yaitu huruf shaad (ص), huruf qaaf (ق) dan huruf nuun (ن). Huruf shaad (ص) terdapat di awal surat ke-38 sebagai ayat pertama dan surat itu pun diberi nama surat Shad. Huruf qaf (ق) terdapat di awal surat ke-50 sebagai ayat pertama dan surat itu juga diberi nama surat Qaf. Sedangkan huruf nun (ن) terdapat pada awal surat ke-68, namun jadi satu dengan lafazh lainnya. Ayat pertama selengkapnya adalah : (ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ). Oleh karena itu surat itu tidak diberi nama surat Nun melainkan diberi nama surat Al-Qalam.
§ Dua (2) Huruf : Yang terdiri dari dua huruf adalah (طه - طس– يس - حم). Huruf haamiim (حم) terdapat di tujuh surat yang berbeda, yaitu surat ke-40 (Al-Mu’min), surat ke-41 (Fushshilat), surat ke 42 (Syura), surat ke 43 (Az-Zukhruf), surat ke-44 (Ad-Dukhan), surat ke-45 (Al-Jatsiyah), dan surat ke-46 (Al-Ahqaf). Tak satupun dari ketujuh surat itu diberinama haamiim (حم).
§ Tiga (3) Huruf : Yang terdiri dari tiga huruf adalah (ألم – ألر - طسم). Alif-laam-miim (ألم) terdapat pada surat ke-2 (Al-Baqarah), surat ke-3 (Ali Imran), surat ke-29 (Al-Ankabut), surat ke-30 (Ar-Ruum), surat ke-31 (Luqman) dan surat ke-32 (As-Sajdah).
§ Empat (4) Huruf : Yang terdiri dari empat huruf hanya ada satu yaitu (ألمص) dan terdapat pada surat ke-7 yaitu Surat Al-A’raf.
§ Lima (5) Huruf : Yang terdiri dari lima huruf juga hanya ada satu, yaitu (كهيعص) dan terdapat pada surat ke-19 yaitu surat Maryam.
Ke-14 huruf itu kalau kita periksa tersebar di 29 surat yang berbeda Berikut rinciannya :
[2] al-Baqarah (الم)
[20] Thaha (طه),
[40] al-Mu’min (حم)
[3] Ali Imran (الم)
[26] as-Syu’ara (طسم)
[41] Fushshilat (حم)
[7] Al-A’raf (المص)
[27] an-Naml (طس)
[42] Syura (حم)
[10] Yunus (آلر)
[28] al-Qashash (طسم)
[43] Az-Zukhruf (حم)
[11] Hud (آلر)
[29] al-Ankabut (آلم),
[44] Ad-Dukhan (حم)
[12] Yusuf (آلر)
[30] ar-Rum (آلم)
[45] Al-Jatsiyah (حم)
[13] Ar-Ra’d (آلر),
[31] Luqman (آلم)
[46] Al-Ahqaf (حم)
[14] Ibrahim (آلر),
[32] As-Sajdah (ألم)
[50] Qaf (ق)
[15] Al-Hijr (آلر)
[36] Yasin (يس)
[68] al-Qalam (ن)
[19] Maryam (كهيعص)
[38] Shaad (ص)
Apakah Huruf-huruf Ini Punya Makna?
Para ulama ahli tafsir terpecah dua dalam hal apakah huruf-huruf ini punya makna atau tidak. Sebagian dari mereka mengatakan keberadaan huruf-huruf ini tidak ada maknanya, atau dalam kata lain yang tahu maknanya hanya Allah SWT semata. Bahkan seorang Nabi Muhammad SAW pun juga tidak tahu. Namun sebagian lain mengatakan semua huruf ini ada maknanya, meski tidak semua oran tahu.
1. Tidak Punya Makna
Sebagian mufassir seperti Sufyan At-Tsauri dan Asy-Sya’bi menggolongkan huruf-huruf di awal-awal surat sebagai huruf yang tidak diketahui maknanya dan hanya Allah SWT yang tahu maknanya. Diriwayatkan bahwa pendapat ini bersumber dari Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahuanhuma. Abu Bakar mengatakan : [2]
لِلَّهِ فِي كُلِّ كِتَابٍ سِرٌّ وَسِرُّهُ فِي الْقُرْآنِ أَوَائِلُ السُّوَرِ
Pada setiap kitab Allah SWT punya rahasia dan rahasia di dalam Al-Quran adalah pada huruf awal-awal surat.
Ali bin Abi Thalib radhiyallahuanhu juga mengemukakan hal serupa dalam pernyataannya :
إِنَّ لِكُلِّ كِتَابٍ صَفْوَةٌ وَصَفْوَةُ هَذَا الْكِتَابِ حُرُوفُ التَّهَجِّي
Setiap kitab memiliki shafwah. Shafwah kitab ini (Al-Quran) adalah huruf hijaiyah.
Asy-Sya’bi menyebutkan bahwa huruf-huruf itu adalah rahasia maka tidak usah dipertanyakan maknanya. Abu Zhabyan meriwayatkan dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa para ulama tidak mampu memahaminya. Al-Husein bin Fadhl berkata bahwa huruf-huruf ini merupakan ayat musytabihat.
2. Punya Makna
Namun ada juga yang mengatakan bahwa huruf-huruf ini punya makna dengan berbagai dalil baik dari Al-Quran, Sunah atau dalil-dalil lainnya.
Dalil secara ayat Al-Quran bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk melakukan tadabbur Al-Quran, bila ternyata ada ayat-ayat yang tidak ada maknanya, lalu buat apa perintah tadabbur itu.
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS. An-Nisa : 82)
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci? (QS. Muhammad : 24)
Selain itu Allah SWT memerintahkan kita memberi peringatan kepada manusia dengan Al-Quran. Kalau Al-Qurannya sendiri tidak bisa dipahami, lalu buat apa perintah itu?
وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ
Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), . ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan (QS. Asy-Syu’ara’ : 193-195)
Selain itu dalam Al-Quran juga disebutkan tentang keberadaan orang yang ahli istimbath yang mengetahui makna ayat-ayat Al-Quran, sehingga tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk melakukannya.
وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri (QS. An-Nisa : 83)
Lalu disebutkan juga bahwa Al-Quran merupakan kitab petunjuk, maka bila ada ayat yang tidak bisa dipahami, lalu buat apa disebut sebagai petunjuk?.
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang yang bertakwa, (QS. Al-Baqarah : 2)
Dan masih banyak lagi dalil dari ayat Quran lainnya, Imam Ar-Razi menuliskan sampai 14 dali Quran tentang masalah ini.[3]
Namun kelompok pertama juga memberi bantahan. Mereka sebutkan bahwa Allah SWT sendiri yang menyebutkan adanya mutasyabihat di dalam Al-Quran, misalnya huruf-huruf di awal-awal surat. Dan mereka yang mempertanyakan ayat-ayat mutashabihat disebut sebagai orang yang sesat.
هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ
Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur´an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta´wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta´wilnya melainkan Allah. (QS. Ali Imran : 7)
Makna Huruf
Meski para pendukungnya sama-sama meyakini bahwa setiap huruf di awal surat itu punya makna yang jadi misteri, namun mereka tidak sepakat dan punya pendapat yang berbeda-beda. Rinciannya sebagai berikut :
[1] Prof. Dr. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah : pesan, kesan dan keserasian Al-Quran (Tangerang, PT. Lentera Hati, 2017), Cet 1 Edisi 2017 Vol 1 h. 105
[2] Fakhruddin Ar-Razi (w. 606 H), Mafatih Al-Ghaib, (Beirut, Daru Ihya’ At-Turats Al-Arabi, Cet. 3, 1420 H), jilid 2 hal. 250
[3] Fakhruddin Ar-Razi (w. 606 H), Mafatih Al-Ghaib, (Beirut, Daru Ihya’ At-Turats Al-Arabi, Cet. 3, 1420 H), jilid 2 hal. 250-251
[4] Ibnu Jarir Ath-Thabari (w 310 H), Jami Al-Bayan fi Ta’wil Al-Quran fi Ta’wil Al-Quran (Muassasah Ar-Risalah, 2000 M), jilid 1 hal. 206
[5] Ibnu Jarir Ath-Thabari (w 310 H), Jami Al-Bayan fi Ta’wil Al-Quran fi Ta’wil Al-Quran (Muassasah Ar-Risalah, 2000 M),jilid 1 hal. 205
[6] Fakhruddin Ar-Razi (w. 606 H), Mafatih Al-Ghaib, (Beirut, Daru Ihya’ At-Turats Al-Arabi, Cet. 3, 1420 H), jilid 2 hal. 253