Kata ya ayyuha (يَا أَيُّهَا) artinya : wahai. Huruf ya (يا) disebut dengan harfun-nida yaitu huruf hijaiyah dalam bahasa Arab gunanya untuk menyapa orang yang posisinya agak jauh. Sedangkan kata ayyuha terdiri dari ayyu dan ha, dimana ayyu (أي) adalah ism munada dan ha (ها) berfungsi sebagai tanbih : memberi perhatian. Secara keseluruhan sulit untuk bisa dicarikan padanan kata yang pas dan presisi karena keterbatasan bahasa, sehingga para penerjemah sering ambil jalan pintas dengan menerjemahkannya dengan sederhana menjadi : Wahai.
Kata alladzina amanu (الَّذِينَ آمَنُوا) artinya : orang-orang yang beriman. Kata alladzina (الَّذِينَ) dimaknai menjadi ‘yang’ atau lengkapnya : “orang-orang yang”. Dan lafazh aamanu (آمَنُوا) merupakan kara kerja yang bentuknya lampau alias fi’il madhi yaitu dari asal (آمَنَ - يُؤْمِنً). Makna kata kerja itu adalah : “melakukan perbuatan iman”. Namun sudah jadi kebiasaan dalam penerjemahan disederhanakan menjadi : “orang-orang yang beriman”. Padahal kalau “orang yang beriman”, secara baku dalam bahasa Arab itu disebut mu’min (مُؤْمِن) dan bukan alladzina amanu.
Sapaan yang menjadi pembuka ayat ini menunjukkan siapa yang diajak bicara atau mukhathab oleh Allah SWT, yaitu orang-orang yang beriman, yang di masa turunnya ayat itu tidak lain adalah para shahabat nabi ridhwanullahi ‘alaihim.
Para ulama menyebutkan biasanya kalau Allah SWT menyapa dengan sapaan (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا), maka itu adalah ciri ayat yang mengandung hukum dan kebanyakannya turun di era pasca hijrah Sering disebut dengan ayat-ayat Madaniyah. Bila kita kita hitung, ayat yang menyapa dengan sapaan sapaan (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا) ada 89 kali Allah SWT.
Sebaliknya, ayat yang menyapa dengan ya ayyuhannasu (يَا أَيُّهَا النَّاسُ) umumnya turun di masa Nabi SAW masihi tinggal di Mekkah sebelum hijryah ke Madinah. Makanya disebut ayat-ayat Makkiyah. Jumlahnya dalam Al-Quran hanya ada 21 kali terulang.
Kata ya ayyuha (يَا أَيُّهَا) artinya : wahai. Huruf ya (يا) disebut dengan harfun-nida yaitu huruf hijaiyah dalam bahasa Arab gunanya untuk menyapa orang yang posisinya agak jauh. Sedangkan kata ayyuha terdiri dari ayyu dan ha, dimana ayyu (أي) adalah ism munada dan ha (ها) berfungsi sebagai tanbih : memberi perhatian. Secara keseluruhan sulit untuk bisa dicarikan padanan kata yang pas dan presisi karena keterbatasan bahasa, sehingga para penerjemah sering ambil jalan pintas dengan menerjemahkannya dengan sederhana menjadi : Wahai.
Kata alladzina amanu (الَّذِينَ آمَنُوا) artinya : orang-orang yang beriman. Kata alladzina (الَّذِينَ) dimaknai menjadi ‘yang’ atau lengkapnya : “orang-orang yang”. Dan lafazh aamanu (آمَنُوا) merupakan kara kerja yang bentuknya lampau alias fi’il madhi yaitu dari asal (آمَنَ - يُؤْمِنً). Makna kata kerja itu adalah : “melakukan perbuatan iman”.
Namun sudah jadi kebiasaan dalam penerjemahan disederhanakan menjadi : “orang-orang yang beriman”. Padahal kalau “orang yang beriman”, secara baku dalam bahasa Arab itu disebut mu’min (مُؤْمِن) dan bukan alladzina amanu.
Sapaan yang menjadi pembuka ayat ini menunjukkan siapa yang diajak bicara atau mukhathab oleh Allah SWT, yaitu orang-orang yang beriman, yang di masa turunnya ayat itu tidak lain adalah para shahabat nabi ridhwanullahi ‘alaihim.
Para ulama menyebutkan biasanya kalau Allah SWT menyapa dengan sapaan (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا), maka itu adalah ciri ayat yang mengandung hukum dan kebanyakannya turun di era pasca hijrah Sering disebut dengan ayat-ayat Madaniyah. Bila kita kita hitung, ayat yang menyapa dengan sapaan sapaan (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا) ada 89 kali Allah SWT.
Sebaliknya, ayat yang menyapa dengan ya ayyuhannasu (يَا أَيُّهَا النَّاسُ) umumnya turun di masa Nabi SAW masihi tinggal di Mekkah sebelum hijryah ke Madinah. Makanya disebut ayat-ayat Makkiyah. Jumlahnya dalam Al-Quran hanya ada 21 kali terulang.