| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Mereka ingin keluar dari neraka, tetapi tidak akan dapat keluar dari sana. Bagi mereka azab yang kekal. |
| Prof. Quraish Shihab : Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar darinya, dan mereka memperoleh azab yang kekal. |
| HAMKA : Mereka ingin bahwa keluar dari neraka, padahal tidak mereka akan keluar dari dalamnya, sedang bagi mereka adalah siksaan yang tetap. |
| 3. Tafsir يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Laki-laki maupun perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya sebagai balasan atas perbuatan yang mereka lakukan dan sebagai siksaan dari Allah. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. |
| Prof. Quraish Shihab : Pencuri laki-laki dan pencuri perempuan, maka potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan bagi apa yang mereka berdua perbuat dan (sebagai) siksa dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana. |
| HAMKA : Dan laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, maka hendaklah kamu potong tangan mereka sebagai balasan atas apa yang telah mereka perbuat itu, sebagai contoh menakutkan dari Allah. Dan Allah adalah Mahagagah, lagi Bijaksana. |
| 3. Tafsir وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Maka, siapa yang bertobat setelah melakukan kezaliman dan memperbaiki diri, sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. |
| Prof. Quraish Shihab : Maka, barang siapa bertaubat sesudah melakukan penganiayaannya (pencurian itu) dan memperbaiki (diri), maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. |
| HAMKA : Maka barangsiapa yang tobat sesudah kezalimannya, dan berbuat perbaikan, maka sesungguhnya Allah akan memberi tobat atasnya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang. |
| 3. Tafsir فَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Tidakkah engkau tahu bahwa sesungguhnya milik Allahlah kerajaan langit dan bumi? Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki dan mengampuni siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. |
| Prof. Quraish Shihab : Tidakkah engkau mengetahui, sesungguhnya Allah Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, Dia menyiksa siapa yang dikehendaki- Nya dan mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan kemauan dan kecenderungan masing- masing). Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. |
| HAMKA : Apakah tidak engkau ketahui bahwasanya Allah, bagi-Nyalah kerajaan semua langit dan bumi? bumi. Dia akan menyiksa barangsiapa yang Dia kehendaki dan akan memberi ampun barang siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa. |
| 3. Tafsir أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Wahai Rasul (Muhammad), janganlah engkau disedihkan oleh orang-orang yang bersegera dalam kekufuran, yaitu orang-orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka, “Kami telah beriman,” padahal hati mereka belum beriman, dan juga orang-orang Yahudi. (Mereka adalah) orang-orang yang sangat suka mendengar (berita-berita) bohong lagi sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) orang lain yang belum pernah datang kepadamu. Mereka mengubah firman-firman (Allah) setelah berada di tempat-tempat yang (sebenar)-nya. Mereka mengatakan, “Jika ini yang diberikan kepada kamu, terimalah. Jika kamu diberi yang bukan ini, hati-hatilah.” Siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, maka sekali-kali engkau tidak akan mampu menolak sesuatu pun dari Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Di dunia mereka mendapat kehinaan dan di akhirat akan mendapat azab yang sangat berat. |
| Prof. Quraish Shihab : Wahai Rasul (Nabi Muhammad saw.)! Hendaknya engkau jangan disedihkan oleh orang-orang yang bersegera dalam kekafiran, yaitu (di antara) orang-orang yang mengatakan dengan mulut-mulut mereka: “Kami telah beriman,” padahal hati mereka belum beriman; dan di antara orang-orang Yahudi, mereka sangat suka mendengar kebohongan dan sangat suka mendengar (perkataan-perkataan) kaum lain yang belum pernah datang kepadamu (Nabi Muhammad saw.); mereka mengubah perkataan-perkataan (Allah swt.) setelah (mantap berada) di tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah.” Barang siapa Allah menghendaki kesesatannya (karena enggan beriman), maka sekali-kali engkau tidak akan mampu menolak sesuatu (pun) dari Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak menyucikan hati mereka. Mereka di dunia mendapat kehinaan dan bagi mereka di akhirat azab yang sangat besar. |
| HAMKA : Wahai Rasul! Janganlah mendukacitakan engkau orang-orang yang berlomba dalam ke kufuran dari antara orang-orang yang berkata dengan mulut mereka, “Kami telah beriman,” padahal tidaklah beriman hati mereka, dan dari antara orang-orang Yahudi. Mereka mendengar untuk berdusta. Mereka mendengar untuk sua tu kaum yang lain yang tidak datang kepada engkau. Mereka mengubah kalimat-kalimat dari sesudah (teratur) tempat-tempatnya. Mereka berkata, “Jika didatangkan kepada kamu (hu kum) begini, maka terimalah dia, dan jika tidak didatangkannya kepada kamu, maka hendaklah kamu berjaga diri.” Dan barangsiapa yang dike hendaki Allah akan mengujinya, maka sekali-kali tidaklah engkau berkuasa (menolaknya) daripada Allah sesuatu pun. Itulah orang-orang yang tidak dikehendaki (lagi) oleh Allah bahwa akan membersihkan hati mereka. Bagi mereka di dunia ini kehinaan dan bagi mereka di akhirat adzab yang besar. |
| 3. Tafsir يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ ۛ وَمِنَ الَّذِينَ هَادُوا ۛ سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ ۖ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَٰذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا ۚ وَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ |