| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian, Dia membangunkan kamu padanya (siang hari) untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan Dia-lah yang mematikan (menidurkan) kamu di malam (hari), sedangkan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang (hari); kemudian Dia membangkitkan (membangunkan) kamu pada siang itu untuk disempurnakan ajal (batas akhir umur kamu) yang telah ditentukan. Kemudian, kepada-Nya-lah tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepada kamu apa yang dahulu kamu kerjakan. |
| HAMKA : Dan Dialah yang memegang (nyawamu) pada waktu malam dan yang mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari kemudian itu akan dibangkitkan-Nya kamu kepada-Nya supaya disempurnakan waktu yang telah ditentukan. Kemudian, kepada-Nyalah kamu akan kembali. Kemudian Dia akan mengabarkan kepada kamu apa yang kamu kerjakan. |
| 3. Tafsir وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُسَمًّى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Dialah Penguasa mutlak di atas semua hamba-Nya, dan Dia mengutus kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan Dia-lah Penguasa di atas para hamba-Nya. Dan Dia mengutus kepada kamu (para malaikat yang bertugas sebagai) para penjaga, sampai apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, dia diwafatkan oleh para rasul Kami (para malaikat maut), sedangkan mereka tidak melalaikan (kewajibannya). |
| HAMKA : Dan Dialah yang sangat Perkasa atas hamba-hamba-Nya dan Dia kirimkan kepada kamu pemelihara sehingga apabila datang kepada seseorang kamu kematian, diambillah akan dia oleh utusan-utusan Kami, dan tidaklah mereka itu leter (terlalai). |
| 3. Tafsir وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) hanya milik-Nya, Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat. |
| Prof. Quraish Shihab : Kemudian, mereka dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang hak (benar). Ketahuilah bahwa hanya bagi-Nya segala hukum. Dan Dia-lah Pembuat perhitungan yang paling cepat. |
| HAMKA : Kemudian itu, dikembalikanlah mereka itu kepada Allah, yang dipertuhan mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa kepunyaan-Nya lah segala hukum dan Dia adalah secepat-cepat Penghitung. |
| 3. Tafsir ثُمَّ رُدُّوا إِلَى اللَّهِ مَوْلَاهُمُ الْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ الْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ الْحَاسِبِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang dapat menyelamatkanmu dari berbagai kegelapan (bencana) di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut (dengan berkata), ‘Sungguh, jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.’” |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Siapakah yang (dapat) menyelamatkan kamu dari aneka kegelapan (bencana yang terjadi) di darat dan di laut, yang (saat terjadinya bencana itu) kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri serta dengan merahasiakan (suaramu sambil berkata), ‘Jika Dia benar-benar telah menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.’” |
| HAMKA : Katakanlah, “Siapakah yang akan menyelamatkan kamu dari bencana-bencana darat dan laut tatkala kamu memohon kepada-Nya dengan kerendahan dan bersunyi. Jika Dia selamatkan kami dari ini, niscaya jadilah kami daripada orang-orang yang bersyukur.” |
| 3. Tafsir قُلْ مَنْ يُنَجِّيكُمْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ تَدْعُونَهُ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً لَئِنْ أَنْجَانَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Allah yang menyelamatkanmu darinya (bencana itu) dan dari segala macam kesusahan. Kemudian, kamu (kembali) mempersekutukan-Nya.” |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Allah menyelamatkan kamu darinya dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu (kembali) mempersekutukan-Nya.” |
| HAMKA : Katakanlah, “Allah-lah yang menyelamatkan kamu daripada itu, dan daripada tiap-tiap kesusahan, kemudian kamu mempersekutukan-Nya.” |
| 3. Tafsir قُلِ اللَّهُ يُنَجِّيكُمْ مِنْهَا وَمِنْ كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ أَنْتُمْ تُشْرِكُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Yang Maha Kuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu ) atau Dia memecah belah kamu menjadi golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(-nya). ) |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Dia Maha Kuasa untuk mengirimkan kepada kamu siksa dari atas kamu (seperti guntur, kilat, atau angin ribut) atau dari bawah kaki kamu (seperti gempa dan banjir), atau Dia memecah-belah kamu menjadi golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan menjadikan sebagian kamu merasakan keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali menjelaskan tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Kami) supaya mereka memahami. |
| HAMKA : Katakanlah, “Dialah Yang Mahakuasa atas membangkitkan azab kepada kamu, dari atas kamu dan dari bawah kaki kamu atau menjadikan kamu bergolong-golongan dan merasakan akan sebagian kamu benci yang sebagian. Pandanglah betapa Kami menerangkan ayat-ayat supaya mereka mengerti.” |
| 3. Tafsir قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Kaummu mendustakannya (azab) ) padahal (azab) itu benar adanya. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku ini bukanlah penanggung jawab kamu.” |
| Prof. Quraish Shihab : Sedangkan kaummu mendustakannya, padahal ia (azab atau al-Qur’an) benar adanya. Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Aku bukanlah seorang wakil atas kamu (pembela yang diserahi urusan kamu).” |
| HAMKA : Dan telah mendustakan akan Dia kaum engkau, padahal Dia itu adalah kebenaran. Katakanlah, “Bukanlah aku ini berkuasa atas kamu.” |
| 3. Tafsir وَكَذَّبَ بِهِ قَوْمُكَ وَهُوَ الْحَقُّ ۚ قُلْ لَسْتُ عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Setiap berita (yang dibawa oleh rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui. |
| Prof. Quraish Shihab : Untuk setiap berita ada waktu (terjadinya), dan kamu akan mengetahuinya. |
| HAMKA : Bagi tiap-tiap berita ada masa ketentuannya, dan kamu pun akan tahu sendiri kelak. |
| 3. Tafsir لِكُلِّ نَبَإٍ مُسْتَقَرٌّ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Apabila engkau (Nabi Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama kaum yang zalim. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan apabila engkau (Nabi Muhammad saw.) melihat orang-orang yang membicarakan (ayat-ayat Kami atas dorongan hawa nafsu dengan maksud memperolok-olokkan), maka tinggalkanlah mereka sampai mereka membicarakan pembicaraan selainnya. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), maka setelah teringat kembali, janganlah engkau duduk bersama kaum yang zalim. |
| HAMKA : Dan apabila engkau lihat orang-orang yang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami maka berpalinglah dari mereka sehingga mereka pindah mempercakapkan yang lain. Dan jika engkau dijadikan lupa oleh setan maka janganlah duduk sesudah engkau ingat, bersama kaum yang zalim itu. |
| 3. Tafsir وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ |