| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka, tetapi (berkewajiban memberi) peringatan agar mereka (juga) bertakwa. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan tidak ada sedikit pun pertanggungjawaban atas orang-orang yang bertakwa terhadap (dosa-dosa) mereka (orang-orang yang durhaka), tetapi (orang-orang yang bertakwa berkewajiban memberi) peringatan supaya mereka (orang-orang durhaka itu) bertakwa. |
| HAMKA : Dan tidaklah atas orang-orang yang bertakwa dari satu pun perhitungan pun dengan orang itu, tetapi hanya peringatan supaya mereka terpelihara. |
| 3. Tafsir وَمَا عَلَى الَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَلَٰكِنْ ذِكْرَىٰ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengannya (Al-Qur’an) agar seseorang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi syafaat (pertolongan) selain Allah. Jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), karena perbuatan mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan azab yang pedih karena mereka selalu kufur. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan kelengahan, dan mereka telah terpedaya oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah dengan (al-Qur’an) itu supaya seseorang tidak terhalangi (dari rahmat Allah) karena perbuatannya. Tidak ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafaat selain Allah. Dan betapapun dia menebus dengan segala tebusan, tentu tidak akan diterima darinya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka) disebabkan perbuatan mereka. Bagi mereka minuman dari air yang mendidih dan azab yang sangat pedih disebabkan karena mereka dahulu (di dunia) terus-menerus melakukan kekufuran. |
| HAMKA : Dan biarkanlah orang-orang yang telah mengambil agama mereka menjadi permainan dan kelalaian dan telah ditipu mereka oleh kehidupan dunia. Maka peringatkanlah dengan dia (Al-Qur’an) agar terpelihara suatu diri dari terjerumus karena usahanya tidak ada baginya lain daripada Allah seorang pelindung pun dan tidak pula yang akan melepaskan. Dan jika dia hendak menebus pun dengan segala penebusan, tidaklah akan diterima daripadanya. Mereka itulah orang yang dijerumuskan dengan sebab apa yang mereka kerjakan sendiri. Adalah bagi mereka minuman dari air yang mendidih dan adzab yang pedih dari sebab mereka kufur. |
| 3. Tafsir وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kita akan memohon pada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang (kufur dan sesat), setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan,” sedangkan dia mempunyai kawan-kawan yang selalu mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), ‘Ikutilah kami.’?” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan semesta alam, |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Apakah kami akan menyeru selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat kepada kami dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kami, dan (apakah) kami akan dikembalikan ke belakang (murtad dan sesat) sesudah Allah memberi petunjuk kepada kami, seperti orang yang diajak oleh setan-setan meluncur jatuh ke dalam bumi (jurang) dalam keadaan bingung, sedangkan dia mempunyai kawan-kawan (orang-orang beriman) yang memanggilnya kepada petunjuk dengan mengatakan, ‘Marilah datang kepada kami.’” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk, dan kami diperintah supaya berserah diri kepada Tuhan Pemelihara seluruh alam. |
| HAMKA : Katakanlah, “Apakah akan kita seru selain daripada Allah, barang yang tidak bermanafaat buat kita dan tidak memberi mudarat buat kita dan dikembalikan kita atas tumit kita sesudah kita diberi petunjuk oleh Allah? Sebagai orang yang diharu oleh setan-setan di bumi, dalam keadaan bingung, padahal dia ada mempunyai kawan-kawan yang menyeru dia ke jalan yang benar (dengan berkata), ‘Marilah kepada kami’.” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk. Dan disuruh kami supaya menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.” |
| 3. Tafsir قُلْ أَنَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلَىٰ أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَانَا اللَّهُ كَالَّذِي اسْتَهْوَتْهُ الشَّيَاطِينُ فِي الْأَرْضِ حَيْرَانَ لَهُ أَصْحَابٌ يَدْعُونَهُ إِلَى الْهُدَى ائْتِنَا ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۖ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : dan agar melaksanakan salat serta bertakwa kepada-Nya.” Dialah Tuhan yang hanya kepada-Nya kamu semua akan dihimpun. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan laksanakanlah shalat dengan sempurna dan bertakwalah kepada-Nya. Dia-lah Yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.” |
| HAMKA : Dan bahwa hendaklah kamu mendirikan shalat dan bertakwa kamu kepada-Nya dan kepada-Nyalah kamu sekali-kali akan dikumpulkan. |
| 3. Tafsir وَأَنْ أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَاتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar). (Sungguh benar ketetapan-Nya) pada hari (ketika) Dia berkata, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar, dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Teliti. |
| Prof. Quraish Shihab : Dia-lah Yang menciptakan langit dan bumi dengan (cara dan tujuan yang) hak (benar). Dan (sungguh benar ketetapan-Nya) pada hari ketika Dia berfirman, “Jadilah!” Maka, jadilah ia. Firman-Nya adalah hak (mantap, tidak mengalami perubahan dan tidak diragukan). Dan milik-Nya segala kekuasaan pada hari (ketika) sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dan Dia-lah Yang Mahabijaksana, lagi Mahateliti. |
| HAMKA : Dan Dialah yang telah menjadikan semesta langit dan bumi dengan benar dan hari yang akan berkata Dia, “Jadilah!” Maka dia pun terjadilah. Kata-kata-Nya adalah benar, bagi-Nya-lah kerajaan pada hari akan ditiup sangkakala. Dan mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata. Dan Dia adalah Mahabijaksana lagi amat Mengetahui. |
| 3. Tafsir وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُنْ فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ الْحَقُّ ۚ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ ۚ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۚ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ |