| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Mereka (Bani Israil) tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata, “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang menurunkan kitab suci (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia? Kamu (Bani Israil) menjadikannya lembaran-lembaran lepas. Kamu memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kamu sembunyikan, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang tidak diketahui baik olehmu maupun oleh nenek moyangmu.” Katakanlah, “Allah.” Kemudian, biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya. ) |
| Prof. Quraish Shihab : Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya ketika mereka berkata, “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.), “Siapakah yang menurunkan Kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia? Kamu menjadikannya lembaran-lembaran kertas (yang bercerai-berai); sebagian kamu perlihatkan, dan banyak yang kamu sembunyikan. Dan telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan nenek moyangmu tidak mengetahuinya.” Katakanlah, “Allah (yang menurunkannya).” Kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatan mereka. |
| HAMKA : Dan tidaklah mereka menilai Allah dengan sebenar-benar penilaian ketika mereka berkata, "Tidakkah Allah menurunkan sesuatu kepada manusia." Katakanlah, "Siapakah yang telah menurunkan kitab yang telah dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia yang kamu jadikan kertas-kertas, kamu terangkan akan dia dan kamu sembunyikan yang lebih banyak dan telah diajarkan kepada kamu apa yang tidak kamu ketahui, dan tidak pun (diketahui) oleh bapak-bapak kamu." Kata kanlah, "Allah!" Kemudian itu biarkanlah mereka itu bermain-main dalam kesesatan mereka. |
| 3. Tafsir وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِذْ قَالُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنْزَلَ الْكِتَابَ الَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَىٰ نُورًا وَهُدًى لِلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُمْ مَا لَمْ تَعْلَمُوا أَنْتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Ini (Al-Qur’an) adalah kitab suci yang telah Kami turunkan lagi diberkahi yang membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman pada (kehidupan) akhirat (tentu) beriman padanya (Al-Qur’an) dan mereka selalu memelihara salatnya. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan ini adalah Kitab (al-Qur’an) yang telah Kami turunkan, Kitab yang diberkahi, yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya, agar engkau (Nabi Muhammad saw.) memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (al-Qur’an), dan mereka selalu memelihara salat mereka. |
| HAMKA : Dan inilah Kitab yang Kami turunkan itu yang bahagia, yang membenarkan apa yang ada sebelumnya untuk memberi peringatan kepada Ummul Qura dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Dan orang-orang yang beriman dengan akhirat, akan beriman dengan dia dan mereka itu terhadap kepada shalat mereka adalah memelihara. |
| 3. Tafsir وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau yang berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya dan orang yang berkata, “Aku akan mendatangkan seperti yang diturunkan Allah.” Seandainya saja engkau melihat pada waktu orang-orang zalim itu (berada) dalam kesakitan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sembari berkata), “Keluarkanlah nyawamu!” Pada hari ini kamu akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena kamu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau berkata, “Telah diwahyukan kepadaku,” padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya; dan orang yang berkata, “Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” Dan jika (seandainya) engkau (Nabi Muhammad saw.) melihat ketika orang-orang zalim dalam tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat membuka tangan mereka (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawa kalian! Pada hari ini kalian dibalas dengan azab yang sangat menghinakan karena apa yang selalu kalian katakan terhadap Allah tanpa kebenaran, dan karena kalian menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” |
| HAMKA : Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta atas nama Allah atau dia berkata, "Telah diwahyukan kepadaku." Padahal, tidaklah diwahyukan kepadanya sebuah pun. Dan orang yang berkata, "Akan aku turunkan seperti apa yang diturunkan oleh Allah." Dan alangkah ngerinya kalau engkau melihat orang-orang yang zalim itu dalam sakaratul maut, sedangkan malaikat mengulurkan tangan mereka. Keluarkanlah nyawa-nyawa kamu! Di hari inilah kamu akan dibalas dengan adzab yang hina dari sebab apa yang telah pernah kamu kata-katakan atas nama Allah hal yang tidak benar dan adalah kamu dari ayat-ayat-Nya berlaku sombong. |
| 3. Tafsir وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَنْ قَالَ سَأُنْزِلُ مِثْلَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : (Kini) kamu benar-benar datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya. Kamu sudah meninggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu. Kami tidak melihat bersamamu para pemberi syafaat (pertolongan) yang kamu anggap bagi dirimu sebagai sekutu-sekutu(-Ku). Sungguh, telah terputus (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah). |
| Prof. Quraish Shihab : Dan sungguh, kamu (setelah dicabut ruhmu dan setelah sekian lama berada di alam barzakh) benar-benar akan datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami menciptakan kamu pertama kali, dan kamu tinggalkan di belakangmu apa yang telah Kami karuniakan kepadamu. Dan Kami tidak melihat besertamu pemberi syafaat yang dahulu kamu anggap sebagai sekutu-sekutu Allah di antara kamu. Sungguh, telah terputuslah pertalian antara kamu dengan mereka, dan lenyaplah dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah swt.). |
| HAMKA : Dan sesungguhnya kamu akan datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana telah Kami jadikan kamu pertama kali dan telah kamu tinggalkan apa yang telah Kami berikan kepada kamu di belakang punggungmu dan tidak Kami melihat ada beserta kamu orang-orang yang kamu (menyelisihkan) kamu yang kamu anggap sebagai sekutu-sekutu Allah. Sesungguhnya telah terputuslah di antara kamu dan telah menyertakan kamu apa yang kamu anggap itu. |
| 3. Tafsir وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَىٰ كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُمْ مَا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ ۚ لَقَدْ تَقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنْكُمْ مَا كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ |