Kemenag RI 2019:Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa,
(
QS. Al-Baqarah : 2)
Quraish Shihab:Itulah al-Kitab (al-Quran), tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. HAMKA:Inilah Kitab itu; tidak ada sebatang keraguan padanya; satu petunjuk bagi orang-orang yang hendak bertakwa.
Kemenag RI 2019:(yaitu) orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,
(
QS. Al-Baqarah : 3)
Quraish Shihab:(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang melaksanakan shalat secara berkesinambungan dan yang menafkahkan sebagian (rezeki) yang Kami anugerahkan kepada mereka, HAMKA:Mereka yang percaya pada yang gaib, dan mereka yang mendirikan shalat, dan dari apa yang Kami, anugerahkan kepada mereka, mereka dermakan.
Kemenag RI 2019:dan mereka yang beriman pada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan (kitab-kitab suci) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat.
(
QS. Al-Baqarah : 4)
Quraish Shihab:dan mereka yang beriman kepada apa (al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad saw.) dan apa yang telah diturunkan sebelumnya, serta tentang (kehidupan) akhirat mereka yakin. HAMKA:Dan orang-orang yang percaya kepada apa yang diturunkan kepada engkau. Dan kepada akhirat mereka yakin
Kemenag RI 2019:Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
(
QS. Al-Baqarah : 5)
Quraish Shihab:Mereka itulah yang berada di atas petunjuk dari Tuhan Pemelihara mereka, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. HAMKA:Mereka itulah yang berada atas petunjuk dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang beroleh kejayaan.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang kufur itu sama saja bagi mereka, apakah engkau (Nabi Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
(
QS. Al-Baqarah : 6)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, apakah engkau (Nabi Muhammad saw.) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman. HAMKA:Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mau percaya, sama saja atas mereka, apakah engkau beri peringatan kepada mereka, ataupun tidak engkau beri peringatan, tetapi mereka tidaklah akan percaya.
Kemenag RI 2019:Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka. ) Pada penglihatan mereka ada penutup, dan bagi mereka azab yang sangat berat.
(
QS. Al-Baqarah : 7)
Quraish Shihab:Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka ada penutup. Dan bagi mereka azab yang sangat besar. HAMKA:Telah dimeterai oleh Allah atas hati mereka dan atas pendengaran mereka, dan atas penglihatan mereka ada penutup; dan bagi mereka adalah adzab yang besar.
Kemenag RI 2019:Di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari Akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang mukmin.
(
QS. Al-Baqarah : 8)
Quraish Shihab:Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami telah beriman kepada Allah dan kepada Hari Kemudian,” padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang mukmin. HAMKA:Dan sebagian dari manusia ada yang berkata, "Kami percaya kepada Allah dan Hari Kemudian," padahal tidaklah mereka itu orang-orang yang beriman.
Kemenag RI 2019:Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.
(
QS. Al-Baqarah : 9)
Quraish Shihab:Mereka bermaksud dengan sungguh-sungguh menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak menyadari. HAMKA:Hendak mereka coba memperdayakan Allah dan orang-orang yang beriman, padahal tidak yang mereka perdayakan, kecuali diri mereka sendiri, dan tidaklah mereka rasakan.
Kemenag RI 2019:Dalam hati mereka ada penyakit, ) lalu Allah menambah penyakitnya dan mereka mendapat azab yang sangat pedih karena mereka selalu berdusta.
(
QS. Al-Baqarah : 10)
Quraish Shihab:Dalam hati mereka (ada) penyakit, maka Allah menambah (penyebab) penyakit mereka; dan bagi mereka siksa yang sangat pedih, disebabkan mereka dahulu selalu berdusta. HAMKA:Di dalam hati mereka ada penyakit maka menambahlah Allah akan penyakit {lain). Dan, untuk mereka adalah adzab yang pedih dari sebab mereka telah berdusta.
Kemenag RI 2019:Apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi,” ) mereka menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan.”
(
QS. Al-Baqarah : 11)
Quraish Shihab:Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di bumi,” mereka menjawab: “Sesungguhnya hanya kami-lah orang-orang yang selalu melakukan kebaikan dan perbaikan.” HAMKA:Dan, apabila dikatakan kepada mereka, "Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi." Mereka menjawab, "Tidak lain kerja kami hanyalah berbuat perbaikan."
Kemenag RI 2019:Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.
(
QS. Al-Baqarah : 12)
Quraish Shihab:Ingatlah, sesungguhnya mereka, (dan hanya) mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari. HAMKA:Ketahuilah bahwa sesungguhnyalah mereka itu perusak-perusak, tetapi mereka tidak sadar.
Kemenag RI 2019:Apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman,” mereka menjawab, “Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang picik akalnya itu beriman?” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang picik akalnya, tetapi mereka tidak tahu.
(
QS. Al-Baqarah : 13)
Quraish Shihab:Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang yang lain telah beriman,” mereka menjawab: “Akankah kami beriman sebagaimana orang-orang yang picik akalnya telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya mereka, (dan hanya) mereka itulah orang-orang yang picik, tetapi mereka tidak mengetahui. HAMKA:Dan apabila dikatakan orang kepada mereka, "Berimanlah sebagaimana telah beriman manusia (lain)." Mereka menjawab, "Apakah kami akan beriman sebagaimana berimannya orang-orang yang bodoh-bodoh itu?" Ketahuilah, sesungguhnya mereka itulah yang bodoh-bodoh, tetapi mereka tidak tahu.
Kemenag RI 2019:Apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Akan tetapi apabila mereka menyendiri dengan setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya pengolok-olok.”
(
QS. Al-Baqarah : 14)
Quraish Shihab:Dan apabila mereka berjumpa (dengan) orang-orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Dan apabila mereka pergi menyendiri dengan setan-setan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami bersama kamu, sesungguhnya kami hanyalah pengolok-olok.” HAMKA:Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, "Kami ini telah beriman," dan apabila mereka telah sendiri dengan setan-setan mereka, mereka katakan, "Sesungguhnya, kami adalah ( tetap) bersama kamu, kami ini hanyalah mengolok-olokkan mereka itu.
Kemenag RI 2019:Allah akan memperolok-olokkan dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
(
QS. Al-Baqarah : 15)
Quraish Shihab:Allah memperolok-olok mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. HAMKA:Allah memperolok-olok mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
Kemenag RI 2019:Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka, tidaklah beruntung perniagaannya dan mereka bukanlah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.
(
QS. Al-Baqarah : 16)
Quraish Shihab:Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan bukanlah mereka orang-orang yang mendapat petunjuk. HAMKA:Mereka itulah orang-orang yang telah membeli kesesatan dengan petunjuk; sebab itu, tidaklah berlaba perniagaan mereka dan tidaklah mereka dapat pimpinan.
Kemenag RI 2019:Perumpamaan mereka seperti orang yang menyalakan api. Setelah (api itu) menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
(
QS. Al-Baqarah : 17)
Quraish Shihab:Keadaan (yang sungguh mengherankan dari) mereka adalah seperti keadaan (yang aneh dari) seorang yang menyalakan api, maka setelah (api itu) menerangi apa yang di sekelilingnya, Allah membawa pergi cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan-kegelapan, (sehingga) mereka tidak (dapat) melihat. HAMKA:Perumpamaan mereka adalah laksana orang yang menyalakan api; maka, tatkala api itu menerangi apa yang di sekelilingnya, dihilangkan Allah-lah cahaya mereka, dan Dia biarkan mereka di dalam gelap gulita tidak melihat.
صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ
Kemenag RI 2019:(Mereka) tuli, bisu, lagi buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.
(
QS. Al-Baqarah : 18)
Quraish Shihab:Tuli, bisu, buta, maka tidaklah mereka kembali (insaf dan menyadari kesesatan mereka). HAMKA:Tuli, lagi bisu, lagi buta
Kemenag RI 2019:Atau, seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit yang disertai berbagai kegelapan, petir, dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya (untuk menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir. )
(
QS. Al-Baqarah : 19)
Quraish Shihab:Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbatkan jari-jari mereka ke dalam telinga mereka, karena (mendengar suara) petir-petir, (sebab) takut pada kematian. Padahal Allah meliputi orang-orang kafir (sehingga mereka tidak dapat menghindar). HAMKA:Atau, seperti hujan lebat darl langit, yang padanya ada gelap gulita, guruh dan kilat. Mereka sumbatkan jari mereka ke dalam telinga mereka dari (mendengar) suara petir, takut mati. Namun, Allah mengepung orang-orang yang kafir.
Kemenag RI 2019:Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu. Apabila gelap menerpa mereka, mereka berdiri (tidak bergerak). Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(
QS. Al-Baqarah : 20)
Quraish Shihab:Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari mereka, mereka berjalan di bawahnya (sinar itu), dan apabila gelap menimpa mereka, mereka berdiri (tidak bergerak). Dan jika seandainya Allah menghendaki, pasti Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. HAMKA:
Kemenag RI 2019:Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
(
QS. Al-Baqarah : 21)
Quraish Shihab:Hai seluruh manusia! Sembahlah Tuhan Pemelihara kamu Yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu bertakwa. HAMKA:Wahai, manusia! Sembahlah olehmu akan Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu terpelihara.
Kemenag RI 2019:(Dialah) yang menjadikan bagimu bumi (sebagai) hamparan dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untuk kamu. Oleh karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 22)
Quraish Shihab:(Dia-lah) Yang menjadikan bumi (sebagai) hamparan bagi kamu dan langit (sebagai) atap, dan Dia menurunkan sebagian air dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (air) itu (sebagian) buah-buahan sebagai bagian rezeki untuk kamu karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, sedangkan kamu mengetahui. HAMKA:Yang telah menjadikan untuk kamu akan bumi jadi hamparan dan langit sebagai bangunan, dan diturunkan-Nya air dari langit maka keluarlah dengan sebabnya buah-buahan, rezeki bagi kamu; maka, janganlah kamu adakan bagi Allah sekutu-sekutu, padahal kamu mengetahui.
Kemenag RI 2019:Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang apa (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad), buatlah satu surah yang semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
(
QS. Al-Baqarah : 23)
Quraish Shihab:Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang apa (al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad saw.), maka buatlah satu surah (saja) yang semisal dengannya dan panggillah para saksi kamu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. HAMKA:Dan, jika adalah kamu dalam keraguan dari hal apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami maka datangkanlah sebuah surah yang sebanding dengan dia dan panggillah saksi-saksi kamu selain dari Allah itu jika kamu orang yang benar.
Kemenag RI 2019:Jika kamu tidak (mampu) membuat(-nya) dan (pasti) kamu tidak akan (mampu) membuat(-nya), takutlah pada api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.
(
QS. Al-Baqarah : 24)
Quraish Shihab:Maka, jika kamu tidak dapat membuat-(nya) dan (pasti) kamu tidak akan dapat membuat-(nya), maka peliharalah dirimu (dari) neraka yang bahan bakarnya (adalah) manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. HAMKA:Maka, jika kamu tidak dapat membuat, dan sekali-kali kamu tidak akan dapat membuat, takutlah kamu kepada neraka yang penyalaannya ialah manusia dan batu, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.
Kemenag RI 2019:Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Setiap kali diberi rezeki buah-buahan darinya, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami sebelumnya.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang disucikan. Mereka kekal di dalamnya.
(
QS. Al-Baqarah : 25)
Quraish Shihab:Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa bagi mereka surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Setiap mereka diberi rezeki berupa buah-buahan darinya (surga-surga itu), mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu (di dunia).” Dan mereka diberi (buah-buahan) yang serupa (tetapi tidak sama dengan yang di dunia) dan untuk mereka di dalamnya ada (juga) pasangan-pasangan yang disucikan/ dan mereka kekal di dalamnya. HAMKA:Dan, gembirakanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwasanya untuk mereka adalah surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tiap-tiap kali diberikan kepada mereka suatu pemberian dari semacam buah-buahan. Mereka berkata, "lnilah yang telah dijanjikan kepada kita dari dahulu. Dan, diberikan kepada mereka akan dia yang serupa, dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka akan kekal di dalamnya.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil daripada itu. ) Adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahwa itu kebenaran dari Tuhannya. Akan tetapi, orang-orang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang disesatkan-Nya. ) Dengan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Namun, tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu, selain orang-orang fasik, )
(
QS. Al-Baqarah : 26)
Quraish Shihab:Sesungguhnya Allah tidak malu membuat perumpamaan (berupa) kutu atau yang melebihinya (kecil atau besar). Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka mengetahui (dengan pasti) bahwasanya (perumpamaan itu) adalah haq (kebenaran yang sempurna) dari Tuhan Pemelihara mereka, tetapi orang-orang yang kafir mengatakan: "Apakah yang dikehendaki Allah dengan ini sebagai satu perumpamaan?” Dengannya (perumpamaan itu) banyak (orang) yang disesatkan-Nya (karena tidak mau mengerti dan dengannya (pula) banyak (orang) yang diberi-Nya petunjuk (berdasarkan kemauan dan kecenderungan masing-masing). Dan tidak ada yang disesatkan-Nya (dengan perumpamaan itu) kecuali orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). HAMKA:Sesungguhnya, Allah tidaklah malu membuat perumpamaan apa saja; nyamuk atau yang lebih kecil darinya. Maka, adapun orang-orang yang beriman mengetahui bahwasanya itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan, adapun orang-orang yang kafir, berkatalah mereka, "Apa yang dikehendaki Allah dengan perumpamaan begini?" Tersesatlah dengan sebabnya kebanyakan manusia dan mendapat petunjuk dengan sebabnya kebanyakan. Dan, tidaklah akan tersesat dengan dia, melainkan orang-orang yang fasik.
Kemenag RI 2019:(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan (silaturahmi), dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
(
QS. Al-Baqarah : 27)
Quraish Shihab:(Mereka itu adalah) orang-orang yang mengurai (membatalkan dan melanggar) perjanjian Allah sesudah perjanjian itu diikat teguh, dan (selalu) memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya (yakni hubungan silaturrahim) dan (terus menerus) membuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. HAMKA:(Yaitu) orang-orang yang memecahkan janji Allah sesudah diteguhkan dia, dan mereka putuskan apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan merusak mereka di bumi. Mereka itulah orang orang yang merugi.
Kemenag RI 2019:Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia akan mematikan kamu, Dia akan menghidupkan kamu kembali, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan?
(
QS. Al-Baqarah : 28)
Quraish Shihab:Bagaimana kamu tenis menerus kafir kepada Allah, padahal kamu sebelumnya mati, kemudian Dia menghidupkan kamu (di bumi), kemudian Dia mematikan (mencabut nyawa) kamu, kemudian Dia menghidupkan kamu (kembali di alam Barzakh. kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan (untuk diperhitungkan amal perbuatan kamu selama hidup di dunia). HAMKA:Bagaimana kamu hendak kufur kepada Allah, padahal adalah kamu mati, lalu dihidupkan-Nya kamu, kemudian Dia matikan kamu, kemudian Dia hidupkan; kemudian kepada-Nyalah kamu akan kembali.
Kemenag RI 2019:Dialah (Allah) yang menciptakan segala yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. ) Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
(
QS. Al-Baqarah : 29)
Quraish Shihab:Dia-lah Yang menciptakan segala yang ada di bumi untuk kamu, kemudian Dia berkehendak (menciptakan) langit lalu Dia menjadikannya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. HAMKA:Dialah yang telah menjadikan untuk kamu apa di bumi ini sekaliannya. Kemudian, menghadaplah Dia ke langit, lalu Dia jadikan dia tujuh langit, dan Dia terhadap tiap-tiap sesuatu adalah Mahatahu.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah ) di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
(
QS. Al-Baqarah : 30)
Quraish Shihab:(Ingatlah), ketika Tuhan Pemelihara kau berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan satu khalifah di bumi." Mereka (para malaikat) berkata: `Apakah Engkau hendak menjadikan di (bumi) .siapa yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami (selalu) bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan Mu? Dia berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." HAMKA:Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat, "Sesungguhnya, Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah." Berkata mereka, "Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau?" Dia berkata, "Sesungguhnya, Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Kemenag RI 2019:Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian Dia memperlihatkannya kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama-nama (benda) ini jika kamu benar!”
(
QS. Al-Baqarah : 31)
Quraish Shihab:Dia mengajarkan Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat. lalu berfirman: `Sebutkan lah kepada-Ku nama (benda benda) itu jika kamu orang-orang yang benar." HAMKA:Dan telah diajarkan-Nya kepada Adam nama-nama semuanya, kemudian Dia kemukakan semua kepada Malaikat, lalu Dia berkata, "Beritakanlah kepada-Ku nama-nama itu semua, jika adalah kamu makhluk-makhluk yang benar."
Kemenag RI 2019:Mereka menjawab, “Maha Suci Engkau. Tidak ada pengetahuan bagi kami, selain yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
(
QS. Al-Baqarah : 32)
Quraish Shihab:Mereka (para malaikat) menjawab; “Mahasuci Engkau. tidak ada pengetahuan bagi kami selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkau, (dan hanya) Engkau Yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana." HAMKA:Mereka menjawab, "Mahasuci Engkau! Tidak ada pengetahuan bagi kami, kecuali yang Engkau ajarkan kepada kami. Karena sesungguhnya Engkaulah Yang Mahatahu, lagi Mahabijaksana."
Kemenag RI 2019:Dia (Allah) berfirman, “Wahai Adam, beri tahukanlah kepada mereka nama-nama benda itu!” Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-nama itu, Dia berfirman, “Bukankah telah Kukatakan kepadamu bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang selalu kamu sembunyikan?”
(
QS. Al-Baqarah : 33)
Quraish Shihab:Dia berfirman: “Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama (benda-benda) ini" Maka, setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama (benda-benda) itu. Dia berfirman: Bukankah sudah Kukatakan kepada kamu, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang telah kamu sembunyikan?` HAMKA:Berfirman Dia, "Wahai, Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu semuanya!" Maka tatkala telah diberitahukannya kepada mereka nama-nama itu semua, berfirmanlah Dia, "Bukankah telah Aku katakan kepada kamu bahwa sesungguhnya Aku lebih mengetahui rahasia semua langit dan bumi, dan lebih Aku ketahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka, mereka pun sujud, kecuali Iblis. ) Ia menolaknya dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan kafir.
(
QS. Al-Baqarah : 34)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat; “Sujudlah kepada Adam`" maka mereka segera bersujud, tetapi Iblis enggan dan angkuh. Dan ia termasuk (golongan) orang-orang kafir." HAMKA:Dan (ingatlah) tatkala Kami berkata kepada Malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka sujudlah mereka, kecuali lblis, enggan dia dan menyombong, karena adalah dia dari golongan makhluk yang kafir.
Kemenag RI 2019:Kami berfirman, “Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu, dan janganlah kamu dekati pohon ini, ) sehingga kamu termasuk orang-orang zalim!” )
(
QS. Al-Baqarah : 35)
Quraish Shihab:Dan Kami berfirman: “Wahai Adam! Diamilah olehmu dan istrimu surga lini: dan m.ikanlah darinya yang banyak, lagi baik, di mana dan kapan saja kamu betdua kehendaki, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, sehingga menyebabkan kamu berdua termasuk orang-orang zalim. HAMKA:Dan berfirman Kami, "Wahai, Adam! Tinggallah engkau dan istri engkau di taman ini, dan makanlah berdua daripadanya dengan senang sesuka-sukamu berdua, dan janganlah kedua kamu mendekat ke pohon ini, karena (kalau mendekat) akan jadilah kamu berdua dari orang yang aniaya.
Kemenag RI 2019:Lalu, setan menggelincirkan keduanya darinya ) sehingga keduanya dikeluarkan dari segala kenikmatan ketika keduanya ada di sana (surga). Kami berfirman, “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain serta bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan.”
(
QS. Al-Baqarah : 36)
Quraish Shihab:Maka keduanya digelincirkan oleh setan karenanya, maka keduanya dikeluarkan dari keadaan mereka berdua semula dari Kami berfirman: "Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman (sementara) dl bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." HAMKA:Maka, digelincirkanlah keduanya oleh setan dari (larangan) itu, dikeluarkannyalah keduanya dari keadaan yang sudah ada mereka padanya. Dan berkatalah Kami, "Turunlah kamu! Dalam keadaan yang setengah kamu terhadap yang setengah bermusuh-musuhan dan untuk kamu di bumi adalah tempat ketetapan dan bekal, sehingga sampai satu masa."
Kemenag RI 2019:Kemudian, Adam menerima beberapa kalimat ) dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
(
QS. Al-Baqarah : 37)
Quraish Shihab:Maka, Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhan Pemeliharanya, maka Dia (Allah swt.) kembali (dengan mencurahkan rahmat dan pengampunan) kepadanya. Sesungguhnya Dia, (dan hanya) Dia Yang Maha Penerima taubat, lagi Maha Pengasih. HAMKA:Setelah itu, menerimalah Adam dari Tuhannya beberapa kalimat, maka diampuni-Nya akan dia; sesungguhnya Dia adalah Pemberi ampun, lagi Maha Penyayang.
Kemenag RI 2019:Kami berfirman, “Turunlah kamu semua dari surga! Lalu, jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, siapa saja yang mengikuti petunjuk-Ku tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih hati.”
(
QS. Al-Baqarah : 38)
Quraish Shihab:Kami berfirman: “Turunlah kamu semua darinya (surga itu)! Lalu jika datang petunjuk-Ku kepada kamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, (niscaya) tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” HAMKA:Kami firmankan, "Turunlah kamu sekalian dari (taman) ini, kemudian jika ada datang pada kamu satu petunjuk dariKu, maka barangsiapa yang menuruti petunjuk-Ku itu, tidaklah ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.
Kemenag RI 2019:(Sementara itu,) orang-orang yang mengingkari dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
(
QS. Al-Baqarah : 39)
Quraish Shihab:Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat (tanda-tanda keagungan dan kekuasaan) Kami, mereka itulah para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. HAMKA:Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan kepada ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni penghuni neraka, yang mereka di dalamnya akan kekal.
Kemenag RI 2019:Wahai Bani Israil, ) ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan penuhilah janjimu kepada-Ku, ) niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu. Hanya kepada-Ku hendaknya kamu takut.
(
QS. Al-Baqarah : 40)
Quraish Shihab:Hai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kamu, dan penuhilah janji kamu kepada-Ku, (niscaya) Aku penuhi janji-Ku kepada kamu; dan hanya kepada Aku-lah hendaknya kamu takut. HAMKA:Wahai, Bani lsrail! lngatlah nikmat-Ku yang telah Aku karuniakan kepada kamu dan penuhilah janjimu, agar Aku penuhi (pula) janjiKu, dan semata-mata kepada-Ku sajalah kamu takut.
Kemenag RI 2019:Berimanlah kamu kepada apa (Al-Qur’an) yang telah Aku turunkan sebagai pembenar bagi apa yang ada pada kamu (Taurat) dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga murah dan bertakwalah hanya kepada-Ku.
(
QS. Al-Baqarah : 41)
Quraish Shihab:Dan berimanlah kepada apa yang telah Aku turunkan (al-Qur’an), yang membenarkan apa yang ada pada kamu dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, serta janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit, dan hanya kepada Aku-lah hendaknya kamu bertakwa. HAMKA:Dan, percayalah kepada apa yang Aku turunkan, yang bersetuju dengan apa yang ada sertamu, dan janganlah kamu jadi orang yang mula sekali mengufurinya. Dan, janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit dan semata-mata kepada-Ku sajalah kamu bertakwa.
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan ) dan (jangan pula) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahui(-nya).
(
QS. Al-Baqarah : 42)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq (kebenaran yang sempurna) dengan yang batil (salah dan sesat) dan janganlah kamu sembunyikan yang haq, sedangkan kamu mengetahui. HAMKA:Dan, janganlah kamu campur adukkan yang benar dengan yang batil dan kamu sembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui.
Kemenag RI 2019:Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.
(
QS. Al-Baqarah : 43)
Quraish Shihab:Laksanakanlah shalat dengan sempurna dan tunaikanlah zakat, serta rukuklah bersama orang-orang yang rukuk. HAMKA:Dan, dirikanlah shalat dan berikanlah zakat, dan ruku`lah bersama orang-orang yang ruku`.
Kemenag RI 2019:Mengapa kamu menyuruh orang lain untuk (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca kitab suci (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?
(
QS. Al-Baqarah : 44)
Quraish Shihab:Apakah kamu menyuruh manusia (melakukan) kebajikan dan kamu melupakan (untuk menyuruh) diri kamu sendiri, padahal kamu membaca kitab (Taurat). Maka, tidakkah kamu berpikir? HAMKA:Apakah kamu suruh manusia berbuat kebajikan, akan kamu lupakan dirimu (sendiri), padahal kamu membaca kitab; apakah tidak kamu pikirkan?
Kemenag RI 2019:Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,
(
QS. Al-Baqarah : 45)
Quraish Shihab:Mohonlah pertolongan (kepada Allah swt.) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. HAMKA:Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya hal itu memang amat berat, kecuali atas orang-orang yang khusyu.
Kemenag RI 2019:(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan hanya kepada-Nya mereka kembali.
(
QS. Al-Baqarah : 46)
Quraish Shihab:(Yaitu), orang-orang yang menduga keras bahwa mereka akan menemui Tuhan Pemelihara mereka dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. HAMKA:{Yaitu) orang-orang yang sungguh percaya bahwasanya mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka, dan bahwasanya mereka akan kembali kepada-Nya.
Kemenag RI 2019:Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan sesungguhnya Aku telah melebihkan kamu daripada semua umat di alam ini (pada masa itu).
(
QS. Al-Baqarah : 47)
Quraish Shihab:Hai Bani Israil! Ingarlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kamu dan Aku telah melebihkan kamu atas seluruh alam lumat di masanya), HAMKA:Wahai, Bani lsrail! lngatlah olehmu akan nikmat-Ku yang telah Aku karuniakan kepadamu, dan sesungguhnya Aku telah pemah memuliakan kamu atas bangsa-bangsa.
Kemenag RI 2019:Takutlah kamu pada suatu hari (kiamat) yang seseorang tidak dapat membela orang lain sedikit pun, syafaat ) dan tebusan apa pun darinya tidak diterima, dan mereka tidak akan ditolong.
(
QS. Al-Baqarah : 48)
Quraish Shihab:Dan jagalah diri kamu dari adzab yang terjadi pada) suatu hari (Hari Kiamat), yang (pada waktu itu) seseorang tidak dapat membela orang lain sedikit pun; dan tidak (pula) diterima syafaat"` dan tebusan darinya, dan tidaklah mereka akan ditolong. HAMKA:Dan, takutlah kamu akan hari yang tidak akan dapat melepaskan satu diri sesuatu apa pun dari diri yang lain, dan tidak akan diterima daripadanya permohonan dan tidak diambil daripadanya penebusan dan tidak mereka akan ditolong.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun. ) Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Pada yang demikian terdapat cobaan yang sangat besar dari Tuhanmu.
(
QS. Al-Baqarah : 49)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Kami menyelamatkan kamu dari para pengikut Firaun;¹? mereka menimpakan kepada kamu siksaan yang seberat-beratnya; mereka menyembelih anak-anak kamu yang laki-laki dan membiarkan hidup (anak-anak) kamu yang perempuan (untuk disiksa dan dilecehkan). Dan pada yang demikian itu (terdapat) cobaan yang sangat besar dari Tuhan Memelihara kamu. HAMKA:Dan, (ingatlah) tatkala Kami selamatkan kamu dari kaum Fir`aun, yang telah menindas kamu dengan seburuk-buruk siksaan; mereka sembelih anak-anak laki-laki kamu dan mereka hidupi perempuan-perempuan kamu dan pada yang demikian itu adalah bencana yang besar daripada Tuhan kamu.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, lalu Kami menyelamatkanmu dan menenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedangkan kamu menyaksikan(-nya). )
(
QS. Al-Baqarah : 50)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untuk kamu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan para pengikut Firaun, sedangkan kamu menyaksikan- (nya). HAMKA:Dan, {ingatlah) tatkala Kami belahkan lautan untuk kamu maka Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan kaum Fir`aun, padahal kamu melihat sendiri.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Kami menjanjikan (petunjuk Taurat) kepada Musa (melalui munajat selama) empat puluh malam. ) Kemudian, kamu (Bani Israil) menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahan) setelah (kepergian)-nya, dan kamu (menjadi) orang-orang zalim.
(
QS. Al-Baqarah : 51)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji (menganugerahkan kitab Taurat) kepada Musa (setelah berlalu) empat puluh malam (dari ibadah yang diperintahkan Allah swt, kepada Nabi Musa as.) kemudian kamu menjadikan anak sapi (sebagai sembahan kamu) sesudah (kepergiannya (Nabi Musa as. ke gunung tursina) dan kamu adalah orang-orang zalim. HAMKA:Dan, (ingatlah) tatkala Kami janjikan kepada Musa empat puluh malam, kemudian kamu ambil anak lembu sepeninggalnya; dan adalah kamu orang-orang yang aniaya.
Kemenag RI 2019:Setelah itu, Kami memaafkan kamu agar kamu bersyukur.
(
QS. Al-Baqarah : 52)
Quraish Shihab:Kemudian, sesudah itu Kami maafkan kamu, supaya kamu bersyukur. HAMKA:Kemudian telah Kami beri maaf kamu sesudah itu, supaya kamu bersyukur.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Kami memberikan kitab (Taurat) dan furq?n kepada Musa agar kamu memperoleh petunjuk. )
(
QS. Al-Baqarah : 53)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah pula), ketika Kami telah menganugerahkan kepada Musa al Kitab (Taurat) dan al-furqan supaya kamu mendapat petunjuk. HAMKA:Dan, (ingatlah) ketika Kami datangkan kepada Musa akan Kitab itu dan Pemisahan; supaya kamu beroleh petunjuk.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, sesungguhnya kamu telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahan). Oleh karena itu, bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu. ) Itu lebih baik bagimu dalam pandangan Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.
(
QS. Al-Baqarah : 54)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku! Sesungguhnya kamu telah menganiaya diri kamu sendiri karena kamu telah menjadikan anak sapi (sebagai sembahan), maka bertaubatlah kepada Tuhan Yang menciptakan kamu dan bunuhlah diri kamu. ` Yang demikian itu lebih baik bagi kamu di sisi Tuhan Yang menciptakan kamu; maka Dia akan menerima taubat kamu. Sesungguhnya Dia, (dan hanya) Dia Yang Maha Penerima taubat, lagi Maha Pengasih. HAMKA:Dan, (ingatlah) seketika berkata Musa kepada kaumnya, "Wahai, kaumku! Sesungguhnya, kamu telah menganiaya diri kamu (sendiri) dengan kamu mengambil anak lembu itu; maka tobatlah kamu kepada Maha Penciptamu, dan bunuhlah diri kamu. ltulah yang lebih baik buat kamu pada sisi Maha Penciptamu, niscaya akan diberi-Nya tobat atas kamu;sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Penyayang."
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika kamu berkata, “Wahai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum melihat Allah dengan jelas.” Maka, halilintar menyambarmu dan kamu menyaksikan(-nya).
(
QS. Al-Baqarah : 55)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Wahai Musa! Kami tidak akan percaya kepada (ucapan-ucapan)-mu hingga kami melihat Allah dengan nyata,” karena itu kamu disambar petir, sedangkan kamu menyaksikan-(nya). HAMKA:Dan, (ingatlah) tatkala kamu berkata kepada Musa, "Hai, Musa! Tidaklah kami mau percaya kepada engkau, sehingga kami lihat Allah itu dengan terang! Maka ditimpalah kamu oleh gempa, dan kamu pun melihat sendiri.
Kemenag RI 2019:Kemudian, Kami membangkitkan kamu setelah kematianmu agar kamu bersyukur.
(
QS. Al-Baqarah : 56)
Quraish Shihab:Kemudian, Kami bangkitkan kamu setelah kematian kamu, supaya kamu bersyukur. HAMKA:Kemudian Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur.
Kemenag RI 2019:Kami menaungi kamu dengan awan dan Kami menurunkan kepadamu manna dan salwa. ) Makanlah (makanan) yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu. Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi justru merekalah yang menzalimi diri sendiri.
(
QS. Al-Baqarah : 57)
Quraish Shihab:Dan Kami menaungi kamu {dengan) awan, dan Kami menurunkan kepada kamu al-mann dan as-salwa., Makanlah dari (makanan) yang baik baik yang telah Kami anugerahkan kepada kamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka (sendiri). HAMKA:Dan, telah Kami teduhi atas kamu dengan awan dan telah Kami turunkan kepada kamu manna dan salwa. Makanlah dari yang baik-baik yang telah Kami anugerahkan kepada kamu. Dan tidaklah mereka yang menganiaya Kami, tetapi adalah mereka menganiaya diri mereka sendiri.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Kami berfirman, “Masuklah ke negeri ini (Baitulmaqdis). Lalu, makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. Masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk dan katakanlah, ‘Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami),’ niscaya Kami mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Kami akan menambah (karunia) kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.”
(
QS. Al-Baqarah : 58)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis atau Yerusalem Lama), dan makanlah dari (hasil bumi)-nya yang banyak lagi enak di mana (dan kapan) saja yang kamu kehendaki, dan masukilah pintu gerbang sambil bersujud, dan katakanlah: `hiththahr¹ (pasti) Kami ampuni kesalahan-kesalahan kamu. Dan (kelak) Kami akan menambah (anugerah bagi) orang-orang muhsin (orang-orang yang selalu berbuat yang lebih baik)” HAMKA:Dan (ingatlah) seketika Kami berkata, "Masuklah kamu ke dalam negeri ini, makanlah daripadanya bagaimana yang kamu kehendaki dengan puas, dan masukilah pintu itu dengan merendah diri, dan ucapkanlah kata permohonan ampun, niscaya akan Kami ampuni kesalahan-kesalahan kamu, dan akan Kami tambah (nikmat) kepada orang-orang yang berbuat baik.
Kemenag RI 2019:Lalu, orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka, Kami menurunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zalim itu karena mereka selalu berbuat fasik.
(
QS. Al-Baqarah : 59)
Quraish Shihab:Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada • mereka dan oleh karenanya, Kami timpakan atas orang-orang yang zalim (itu) siksa dari langit, karena mereka selalu berbuat fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). HAMKA:Maka, menggantilah orang yang durhaka dengan kata-kata yang tidak diperintahkan kepada mereka, lalu Kami turunkan atas orang-orang yang zalim itu siksaan dari langit, oleh karena mereka melanggar perintah.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Musa memohon (curahan) air untuk kaumnya. Lalu, Kami berfirman, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka, memancarlah darinya (batu itu) dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing).
(
QS. Al-Baqarah : 60)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Musa memohon air untuk kaumnya, maka Kami berfirman: “Pukullah batu (itu) dengan tongkatmu!” Maka, memancarlah dengan deras darinya dua belas mata air. Sungguh, setiap suku telah mengetahui tempat minum mereka. Makan dan minumlah dari rezeki Allah, dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi sebagai orang-orang yang berbuat kerusakan. HAMKA:Dan (ingatlah) seketika Musa memohonkan air untuk kaumnya, lalu Kami katakan, "Pukullah dengan tongkatmu batu itu! Maka, memancarlah darinya dua belas mata air, yang sesungguhnya telah tahu tiap-tiap golongan tempat minum mereka; makanlah dan minumlah dari karunia Allah, dan janganlah kamu mengacau dan membuat kerusakan di bumi.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika kamu berkata, “Wahai Musa, kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan. Maka, mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah.” Dia (Musa) menjawab, “Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota. Pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” Kemudian, mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena sesungguhnya mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu ditimpakan karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
(
QS. Al-Baqarah : 61)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Wahai Musa! Kami sekali-kali tidak sabar dengan satu (macam) makanan (saja). Oleh sebab itu, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhan Pemeliharamu, supaya Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, (yaitu) sayur-mayur nya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya dan bawang merahnya.” Dia (Nabi Musa as.) berkata: “Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai (pengganti) yang lebih baik? Pergilah kamu ke kota, maka sesungguhnya kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” Dan ditimpakanlah atas mereka kehinaan dan kerendahan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Yang demikian itu karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan) Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Yang demikian itu karena mereka (selalu) durhaka dan melampaui batas. HAMKA:Dan (ingatlah) ketika kamu berkata, "Wahai Musa, tidaklah kami akan tahan atas makanan hanya semacam. Sebab itu, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhan engkau, supaya dikeluarkan untuk kami dan apa yang ditumbuhkan bumi, dari sayur-sayurannya, dan mentimunnya, dan bawang putihnya, dan kacangnya, dan bawang merahnya.Berkata dia, "Adakah hendak kamu tukar yang amat hina hina dengan yang amat baik? Pergilah ke satu kota besar, maka sesungguhnya di sana akan dapatlah apa yang kamu minta itu!Dan dipukulkanlah atas mereka kehinaan dan kerendahan, dan sudah layaklah mereka ditimpa kemurkaan dari Allah. Yang demikian itu ialah karena mereka kufur kepada perintah-perintah Allah dan mereka bunuh nabinabi dengan tidak patut. Yang demikian itu ialah karena mereka telah durhaka dan mereka telah melewati batas.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabiin, ) siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari Akhir serta melakukan kebajikan (pasti) mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut yang menimpa mereka dan mereka pun tidak bersedih hati. )
(
QS. Al-Baqarah : 62)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang yang beriman (kepada Nabi Muhammad saw.), orang-orang Yahudi (yang mengaku beriman kepada Nabi Musa as.), orang-orang Nasrani (yang mengaku beriman kepada Nabi ‘Isa as.) dan orang-orang Shabi’in (kaum musyrik atau penganut agama dan kepercayaan lain), siapa saja di antara mereka yang (benar-benar) beriman kepada Allah dan Hari Kemudian serta mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka ganjaran mereka di sisi Tuhan Pemelihara mereka, tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. HAMKA:Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan orang-orang yang jadi Yahudi dan Nasrani dan Shabi`in, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hart Kemudian dan beramal yang, saleh, maka untuk mereka adalah ganjaran di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Kami mengambil janjimu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya agar kamu bertakwa.”
(
QS. Al-Baqarah : 63)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (untuk mengamalkan ajaran Taurat) dan Kami angkatkan (gunung) Thursina di atas kamu (seraya Kami berfirman): “Pegang teguhlah apa yang telah Kami anugerahkan kepada kamu dan ingatlah (amalkan selalu) apa yang ada di dalamnya supaya kamu bertakwa.” HAMKA:Dan (ingatlah) tatkala telah Kami ambil perjanjian dengan kamu, dan telah Kami angkatkan gunung di atas kamu; Peganglah apa yang telah Kami berikan kepada kamu dengan sungguh-sungguh, dan ingatlah olehmu apa yang ada di dalamnya, supaya kamu semuanya takwa.
Kemenag RI 2019:Setelah itu, kamu berpaling. Maka, seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, pasti kamu termasuk orang yang rugi.
(
QS. Al-Baqarah : 64)
Quraish Shihab:Kemudian, kamu berpaling setelah itu, maka jika seandainya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atas kamu, niscaya kamu termasuk orang-orang yang rugi. HAMKA:Kemudian kamu pun berpaling sesudah itu. Maka kalau bukanlah karunia Allah dan belas kasihan-Nya atas kamu, sesungguhnyalah telah jadilah kamu dari orang-orang yang merugi.
Kemenag RI 2019:Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina!”
(
QS. Al-Baqarah : 65)
Quraish Shihab:Dan demi (Allah)! Sungguh, kamu (hai Bani Israil) telah mengetahui orang-orang yang melanggar (ketentuan Allah swt.) di antara kamu pada (hari) Sabtu,²² maka Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina terkutuk!”²-’ HAMKA:Dan sesungguhnya telah Kami ketahui orang-orang yang melanggar perintah pada hari Sabtu, maka Kami firmankan, "Jadilah kamu kera-kera yang dibenci!"
Kemenag RI 2019:Maka, Kami jadikan (yang demikian) itu sebagai peringatan bagi orang-orang pada masa itu dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
(
QS. Al-Baqarah : 66)
Quraish Shihab:Maka, Kami jadikan yang demikian itu penghalang (untuk pelanggaran yang serupa) bagi (orang-orang) di masa itu, dan (bagi mereka) yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. HAMKA:Maka, Kami jadikanlah dianya sebagai suatu teladan bagi mereka yang semasa dengannya dan bagi yang di belakangnya, dan pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Allah memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi.” Mereka bertanya, “Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan?” Dia menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang jahil.” )
(
QS. Al-Baqarah : 67)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menyembelih (seekor) sapi.” Mereka berkata: “Apakah engkau hendak menjadikan kami bahan olok-olokan?” Dia (Nabi Musa as.) menjawab: “Aku berlindung kepada Allah supaya tidak menjadi salah seorang dari orang-orang jahil (bodoh).” HAMKA:Dan (ingatlah) ketika berkata Musa kepada kaumnya, "Sesungguhnya, Allah memerintahkan kamu menyembelih seekor lembu betma. Mereka berkata, "Apakah akan engkau ambil kami ini jadi permainan?" Dia berkata, "Berlindung aku kepada Allah, daripada jadi seorang di antara orang-orang yang bodoh."
Kemenag RI 2019:Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi) itu.” Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman bahwa sapi itu tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu. Maka, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.”
(
QS. Al-Baqarah : 68)
Quraish Shihab:Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhan Memeliharamu untuk kami supaya Dia menerangkan kepada kami, sapi apakah itu?” Dia (Nabi Mumus.1 menjawab: “Sesungguhnya Dia berfirman bahwa (sapi itu) adalah sapi yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan di antara yang demikian itu: maka kerjakanlah apa yang diperintahkan (kepada kamu)” HAMKA:Mereka berkata, "Serulah untuk kami kepada Tuhan engkau, supaya diterangkan-Nya bagaimana lembu itu?" Berkata dia, "Sesungguhnya, Dia bersabda bahwa dia hendaklah lembu betina yang belum tua benar dan tidak sangat muda, pertengahanlah di antara ltu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu ltu."
Kemenag RI 2019:Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya.” Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman bahwa (sapi) itu adalah sapi yang warnanya kuning tua, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(-nya).”
(
QS. Al-Baqarah : 69)
Quraish Shihab:Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhan Memeliharamu untuk kami supaya Dia menerangkan kepada kami apa warnanya.” Dia (Nabi Musa as.) menjawab: “Sesungguhnya Dia berfirman bahwa ia adalah sapi yang kuning, yang kuning tua warnanya, (lagi) menyenangkan orang-orang yang memandang-(nya).” HAMKA:Mereka berkata, "Serulah untuk kami kepada Tuhan engkau, supaya Dia jelaskan kepada kami bagaimana warnanya." Berkata dia, "Sesungguhnya, Dia berfirman bahwa dianya ialah seekor lembu betina yang kuning, berkilau warnanya, menyenangkan mereka yang melihat."
Kemenag RI 2019:Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi) itu. (Karena) sesungguhnya sapi itu belum jelas bagi kami, dan jika Allah menghendakinya, niscaya kami mendapat petunjuk.”
(
QS. Al-Baqarah : 70)
Quraish Shihab:Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhan Pemelihant Mu untuk kami supaya Dia menerangkan kepada kami bagaimana sapi itu, (karena) sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah benar-benar akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).” HAMKA:Mereka berkata, "Serulah untuk kami kepada Tuhan engkau, supaya Dia jelaskan (lagi) kepada kami, karena sesungguhnya lembu-lembu itu serupa-serupa atas kami, dan sesungguhnya kami, insyaa Allah, akan dapat petunjuk."
Kemenag RI 2019:Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman bahwa (sapi) itu adalah sapi yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman, sehat, dan tanpa belang.” Mereka berkata, “Sekarang barulah engkau menerangkan (hal) yang sebenarnya.” Lalu, mereka menyembelihnya, dan hampir saja mereka tidak melaksanakan (perintah) itu.
(
QS. Al-Baqarah : 71)
Quraish Shihab:Dia (Nabi Musa as.) berkata: “Sesungguhnya Dia berfirman bahwa sapi itu adalah (sapi) yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman, tidak ada aib dan tidak (pula) ada belangnya.” Mereka berkata: “Sekarang (barulah) engkau menerangkan (sapi) yang sebenarnya.” Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan (perintah itu). HAMKA:Dia berkata, "Sesungguhnya, dia mengatakan bahwa dia itu hendaklah lembu betina yang tidak digunakan pembajak tanah, dan tidak perancah sawah, tidak bercacat, tidak ada belang padanya." Mereka berkata, "Sekarang engkau telah datang membawa kebenaran!" Maka mereka sembelihlah dia, dan nyarislah mereka itu tidak sanggup mengerjakan.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika kamu membunuh seseorang lalu kamu saling tuduh tentang itu. Akan tetapi, Allah menyingkapkan apa yang selalu kamu sembunyikan.
(
QS. Al-Baqarah : 72)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling menuduh tentang I siapa pembunuhnya). Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang (selama ini) kamu sembunyikan. HAMKA:Dan (ingatlah) ketika kamu membunuh satu diri, maka bersitolak-tolakkan kamu padanya, dan Allah mengeluarkan apa yang kamu telah sembunyikan.
Kemenag RI 2019:Lalu, Kami berfirman, “Pukullah (mayat) itu dengan bagian dari (sapi) itu!” Demikianlah Allah menghidupkan (orang) yang telah mati, dan Dia memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan-Nya) agar kamu mengerti.
(
QS. Al-Baqarah : 73)
Quraish Shihab:Maka, Kami berfirman: “Pukullah mayat itu dengan sebagiannya (anggota badan sapi)!” Demikianlah Allah menghidupkan yang mati dan memperlihatkan kepada kamu ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan J -Ny a supaya kamu berpikir. HAMKA:Dan Kami katakan, "Pukullah olehmu dengan sebagian daripadanya!" Demikianlah Allah menghidupkan yang telah mati dan memperlihatkan ayat-ayat-Nya, supaya kamu berpikir.
Kemenag RI 2019:Setelah itu, hatimu menjadi keras sehingga ia (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal, dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar. Ada pula yang terbelah, lalu keluarlah mata air darinya, dan ada lagi yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 74)
Quraish Shihab:Kemudian, setelah itu hati kamu menjadi keras sehingga ia (hati kamu) seperti batu, bahkan lebih keras (lagi). Padahal, sesungguhnya di antara batu-batu (itu) benar-benar ada yang mengalir sungai-sungai darinya dan sesungguhnya di antaranya benar-benar ada yang terbelah lalu keluarlah (mau) air darinya dan sesungguhnya di antaranya benar-benar ada (batu) yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. HAMKA:Kemudian, telah kesat hati kamu sesudah ltu, maka adalah dia laksana batu atau lebih keras. Dan sesungguhnya, dari batu kadang-kadang terpancarlah darinya sungai-sungai, dan sesungguhnya setengah darinya ada yang belah, maka keluarlah air dari dalamnya. Dan sesungguhnya dari setengahnya pula ada yang runtuh dari takutnya kepada Allah. Dan tidaklah Allah lengah dari apa yang kamu perbuat.
Kemenag RI 2019:Maka, apakah kamu (muslimin) sangat mengharapkan mereka agar percaya kepadamu, sedangkan segolongan mereka mendengar firman Allah lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahui(-nya)?
(
QS. Al-Baqarah : 75)
Quraish Shihab:Apakah kamu (kaum Muslim, masih) tamak (sangat mengharapkan) bahwa mereka akan percaya kepada kamu? Padahal. sungguh segolongan dan mereka mendengar limuni Allah. lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedangkan mereka mengetahui. HAMKA:Apakah kamu ingin benar agar mereka percaya kepada kamu, padahal sesungguhnya telah ada segolongan dari mereka yang mendengar Kalam Allah, kemudian mereka ubah-ubah dia sesudah mereka mengerti, padahal mereka mengetahui?
Kemenag RI 2019:Apabila berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Akan tetapi, apabila kembali kepada sesamanya, mereka bertanya, “Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu sehingga mereka dapat menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu? Apakah kamu tidak mengerti?”
(
QS. Al-Baqarah : 76)
Quraish Shihab:Dan apabila mereka berjumpa (dengan) orang-orang yang beriman, mereka berkata: “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka berada sesama mereka, mereka berkata: “Apakah kamu menceritakan kepada mereka (kaum Muslim) apa yang telah diterangkan Allah kepada kamu (tentang kedatangan Nabi Muhammad saw.j, supaya dengan demikian mereka «.lapar mengalahkan hujjah (alasan) kamu di hadapan Tuhan Pemelihara kamu? Tidakkah kamu berpikir? HAMKA:Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka pun berkata, "Kami telah beriman!" Dan apabila bersendiri sebagian mereka dengan yang sebagian, berkatalah mereka, "Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah dibukakan Allah kepada kamu, supaya nanti mereka mendakwa kamu di hadapan Tuhan kamu? Apakah kamu tidak mengerti?"
Kemenag RI 2019:Tidakkah mereka tahu bahwa Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan?
(
QS. Al-Baqarah : 77)
Quraish Shihab:Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?” HAMKA:Apakah tidak mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan?
Kemenag RI 2019:Di antara mereka ada yang umi (buta huruf), tidak memahami Kitab (Taurat), kecuali hanya berangan-angan dan mereka hanya menduga-duga.
(
QS. Al-Baqarah : 78)
Quraish Shihab:Dan di antara mereka (orang-orang Yahudi), ada orang-orang ummi (tidak mempunyai pengetahuan tentang kitab suci atau bahkan buta huruf) yang tidak mengetahui al-Kitab (Taurat) melainkan angan-angan (belaka), dan mereka hanya menduga-duga. HAMKA:Dan setengah dari mereka adalah yang tidak kenal tulisan, tidak mereka ketahui akan al-Kitab, kecuali dongeng-dongeng, dan tidak ada mereka selain bersangka-sangka.
Kemenag RI 2019:Celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri), kemudian berkata, “Ini dari Allah,” (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka, celakalah mereka karena tulisan tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat.
(
QS. Al-Baqarah : 79)
Quraish Shihab:Kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis al-Kitab (Taurat) dengan tangan mereka sendiri (dan mengubahnya), lalu mereka mengatakan: “Ini dari sisi Allah,” dengan maksud memperoleh keuntungan yang sedikit. Maka, kecelakaan yang besarlah bagi mereka akibat apa yang telah ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka akibat apa yang (sedang dan akan) mereka usahakan. HAMKA:Maka, celakalah bagi orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka, kemudian mereka katakan, "lni adalah dari sisi Allah," karena mereka hendak menjualnya dengan harga yang sedikit. Celaka bagi mereka dari apa yang ditulis oleh tangan mereka, dan celaka bagi mereka lantaran penghasilan mereka.
Kemenag RI 2019:Mereka berkata, “Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja.” Katakanlah, “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan mengingkari janji-Nya ataukah kamu berkata tentang Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui?”
(
QS. Al-Baqarah : 80)
Quraish Shihab:Dan mereka (orang-orang Yahudi) berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api (neraka) kecuali beberapa hari yang dapat dihitung.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” HAMKA:Dan mereka berkata, "Sekali-kali tidak kami akan disentuh oleh api kecuali berbilang hari saja. Katakanlah, "Apakah kamu telah membuat janji di sisi Allah?" (Kalau demikian) maka tidaklah Allah akan memungkiri janji-Nya, atau apakah kamu mengatakan terhadap Allah barang yang
Kemenag RI 2019:Bukan demikian! Siapa yang berbuat keburukan dan dosanya telah menenggelamkannya, mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
(
QS. Al-Baqarah : 81)
Quraish Shihab:(Bukan demikian!) (Tetapi) barang siapa berbuat dosa dan dia telah diliputi oleh dosanya, maka mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. HAMKA:Tidak begitu! Barangsiapa yang berusaha jahat, sedang dosanya telah meliputinya, maka mereka itu adalah penghuni neraka, mereka akan kekal di dalamnya.
Kemenag RI 2019:Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka itulah penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.
(
QS. Al-Baqarah : 82)
Quraish Shihab:Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah para penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. HAMKA:Dan orang-orang yang beriman dan beramal yang saleh-saleh, mereka itu adalah penghuni surga; mereka pun akan kekal di dalamnya.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.
(
QS. Al-Baqarah : 83)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji (dari) Bani Israil, (yaitu) kamu tidak menyembah selain Allah, dan (berbuat baik) kepada ibu-bapak dengan kebaktian yang sempurna, kepada kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat dengan sempurna dan tunaikanlah zakat; kemudian kamu berbalik (tidak memenuhi janji itu), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (selalu) berpaling. HAMKA:Dan (ingatlah) tatkala Kami membuat janji dengan Bani lsrail, supaya jangan mereka menyembah melainkan kepada Allah, dan terhadap kedua ibu-bapak hendaklah berbuat baik, dan juga) kepada keluarga yang hampir, dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin, dan hendaklah mengucapkan perkataan yang baik kepada manusia, dan dirikanlah shalat dan keluarkanlah zakat. Kemudian berpaling kamu, kecuali sedikit, padahal kamu tidak memedulikan.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjianmu (agar) kamu tidak menumpahkan darahmu (membunuh orang) dan mengusir dirimu (saudara sebangsamu) dari kampung halamanmu. Kemudian, kamu berikrar dan bersaksi.
(
QS. Al-Baqarah : 84)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji (dari) kamu, (yaitu) kamu tidak akan menumpahkan darah kamu (membunuh orang lain tanpa hak), dan kamu tidak akan mengusir diri kamu sendiri (orang lain) dari kampung halaman kamu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedangkan kamu menyaksikan-(nya). HAMKA:Dan (ingatlah) tatkala Kami perbuat perjanjian dengan kamu: Tidak boleh kamu menumpahkan darah kamu, dan tidak boleh kamu mengeluarkan diri-diri kamu dari kampung halaman kamu. Kemudian telah ikrar kamu, dan kamu pun menyaksikan.
Kemenag RI 2019:Kemudian, kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu) dan mengusir segolongan darimu dari kampung halamannya. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan dan permusuhan. Jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman pada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar pada sebagian (yang lain)? Maka, tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antaramu, selain kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari Kiamat mereka dikembalikan pada azab yang paling berat. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 85)
Quraish Shihab:Kemudian kamu (Bani Israil) adalah orang-orang yang membunuh (sesama) diri kamu dan kamu mengusir segolongan dari kamu dari kampung halaman mereka, kamu bantu-membantu (dengan golongan lain) terhadap mereka dengan (membuat) dosa dan permusuhan. Tetapi, jika mereka (segolongan dari kamu yang kamu usir dan kamu musuhi) datang kepada kamu (dan orang-orang yang kamu ajak bekerjasama denganmu) sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagi kamu. Apakah kamu beriman (kepada) sebagian al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian (yang lain)? Maka, tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu, melainkan kenistaan di kehidupan dunia. Dan pada Hari Kiamat, mereka dikembalikan kepada azab yang sangat berat. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. HAMKA:Kemudian, kamu, mereka pun, kamu bunuh diri kamu dan kamu keluarkan sebagian dari pada kamu dari kampung halaman mereka, berbantu-bantuan kamu atas mencelakakan mereka dengan dosa dan permusuhan; padahal jika mereka datang kepada kamu sebagai orang-orang tawanan, kamu tebus mereka, padahal telah diharamkan atas kamu mengeluarkan mereka. Apakah kamu memercayai sebagian kitab dan kamu kafir dengan yang sebagian? Maka tidaklah ada ganjaran buat orang-orang yang berbuat demikian daripada kamu, melainkan kehinaan dalam kehidupan dunia ini, dan pada Hari Kiamat akan dikembalikan mereka kepada sangat-sangat adzab. Dan tidaklah Allah lengah dari apa yang kamu kerjakan.
Kemenag RI 2019:Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. Maka, azabnya tidak akan diringankan dan mereka tidak akan ditolong.
(
QS. Al-Baqarah : 86)
Quraish Shihab:Mereka itulah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diperingan atas mereka siksa dan tidak (juga) mereka ditolong. HAMKA:Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat, maka tidaklah akan diringankan dari mereka siksaan itu, dan tidaklah mereka akan ditolong.
Kemenag RI 2019:Sungguh, Kami benar-benar telah menganugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami menyusulkan setelahnya rasul-rasul. Kami juga telah menganugerahkan kepada Isa, putra Maryam, bukti-bukti kebenaran, serta Kami perkuat dia dengan Ruhulkudus (Jibril). Mengapa setiap kali rasul datang kepadamu (membawa) sesuatu (pelajaran) yang tidak kamu inginkan, kamu menyombongkan diri? Lalu, sebagian(-nya) kamu dustakan dan sebagian (yang lain) kamu bunuh?
(
QS. Al-Baqarah : 87)
Quraish Shihab:Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah menganugerahkan al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusuknya sesudah itu dengan para rasul, dan Kami telah meng.inugtrahk.in kep.nl,t Isa putra Maryam` bukti-bukti yang sungai jelas i mukjizat) sertu K.itni kukuhkan dia dengan Ruhul Qudus (Malaikat Jibril as,). Apakah setiap datang kepada lumu seorang rasul dengan (membawa) apa yang tidak sesuai dengan keinginan kamu, kamu (menjadi) sangat angkuh; maka sekelompok orang (di antara mereka) kamu dustakan dan sekelompok orang kamu bunuh? HAMKA:Dan sesungguhnya telah Kami berikan Kitab kepada Musa dan Kami di belakangnya dengan berapa rasul, dan telah Kami berikan kepada Isa anak Maryam keterangan-keterangan dan Kami sokong dia dengan Ruhul Qudus. Maka apakah setiap datang kepada kamu seorang rasul dengan yang tidak sesuai dengan hawa nafsu kamu, kamu pun menyombong? Maka sebagian kamu mendustakan dan sebagian kamu membunuh.
Kemenag RI 2019:Mereka berkata, “Hati kami tertutup.” Tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka yang beriman.
(
QS. Al-Baqarah : 88)
Quraish Shihab:Mereka berkata: ‘Hati kami tertutup.” Tidak! Bahkan sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena kekafiran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman. HAMKA:Dan mereka berkata, "Hati kami tertutup!" Bukan! Tetapi mereka telah dikutuki oleh Allah dari sebab kufur mereka, maka sedikitlah mereka yang beriman.
Kemenag RI 2019:Setelah sampai kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka, laknat Allahlah terhadap orang-orang yang ingkar.
(
QS. Al-Baqarah : 89)
Quraish Shihab:Dan setelah datang kepada mereka Kitab (al-Qur’an) dari sisi Allah yang membenarkan apa yang ada mereka (tentang kedatangan seorang nabi serta sifat-sifatnya), padahal sebelum itu mereka (biasa) memohon (demi nabi itu) kiranya mereka mendapat kemenangan atas orang-orang yang kafir. Maka, ketika datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui (menyangkut Kitab Suci al-Qur’an, Nabi Muhammad saw. dan sifat-sifat beliau), mereka (lalu) ingkar kepadanya. Maka, laknat Allah atas orang-orang kafir. HAMKA:Dan tatkala datang kepada mereka kitab dari sisi Allah, membenarkan bagi apa yang serta mereka, padahal pernahlah mereka dahulu memohonkan kemenangan atas orang-orang yang kafir. Maka tatkala telah datang kepada mereka apa yang telah mereka kenal itu, mereka pun tidak percaya kepadanya; maka kutuk Allah-lah atas orang-orang yang kafir.
Kemenag RI 2019:Buruk sekali (perbuatan) mereka menjual dirinya dengan mengingkari apa yang diturunkan Allah karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan. Kepada orang-orang kafir (ditimpakan) azab yang menghinakan.
(
QS. Al-Baqarah : 90)
Quraish Shihab:Alangkah buruknya apa yang telah mereka tukarkan dengan diri mereka, (yaitu) dengan terus menerus menutupi (kebenaran wahyu) yang telah Allah turunkan, (karena) dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara para hamba-Nya (kenabian kepada Nabi Muhammad saw). Karena itu, mereka mendapat murka sesudah (mendapat) murka.²? Dan bagi orang-orang kafir siksa yang menghinakan. HAMKA:Alangkah buruknya harga yang dengan itu mereka menjual diri mereka bahwa mereka kafiri apa yang diturunkan Allah karena dengki bahwa diturunkan Allah dari karunia-Nya ke atas barang siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Maka patutlah mereka itu kena murka di atas murka. Dan bagi orang yang kafir adalah adzab yang menghinakan.
Kemenag RI 2019:Apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah pada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an),” mereka menjawab, “Kami beriman pada apa yang diturunkan kepada kami.” Mereka ingkar pada apa yang setelahnya, padahal (Al-Qur’an) itu adalah kebenaran yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika kamu orang-orang mukmin?”
(
QS. Al-Baqarah : 91)
Quraish Shihab:Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kepada apa (dl-Qui`an) yang diturunkan Allah,” mereka berkata: “Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami (Taurat).” Dan mereka kafir kepada (kitab) selainnya, sedangkan ia (al-Qur’an) itu adalah yang haq (mantap lagi tidak mengalami perubahan dan atau diragukan); membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Mengapa kamu dahulu membunuh para nabi Allah jika benar kamu orang-orang mukmin (kepada Taurat)?” HAMKA:Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Percayalah kepada apa yang diturunkan Allah." Mereka berkata, "Kami percaya kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kami tidak hendak percaya kepada apa yang di belakangnya." Padahal dia itu adalah kebenaran, membenarkan apa yang ada serta mereka. Katakanlah, "Maka mengapa kamu bunuh nabi-nabi Allah dahulunya, jikalau kamu memang beriman?
Kemenag RI 2019:Sungguh, Musa benar-benar telah datang kepadamu dengan bukti-bukti kebenaran. Kemudian, kamu mengambil (patung) anak sapi (sebagai sembahan) setelah (kepergian)-nya dan kamu (menjadi) orang-orang zalim.
(
QS. Al-Baqarah : 92)
Quraish Shihab:Dan demi (Allah)! Sungguh, Musa telah datang kepada kamu membawa bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat) kemudian kamu menjadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)-nya (ke gunung Thursina), dan kamu adalah orang-orang zalim. HAMKA:Apakah kamu ingin benar agar mereka percaya kepada kamu, padahal sesungguhnya telah ada segolongan dari mereka yang mendengar Kalam Allah, kemudian mereka ubah-ubah dia sesudah mereka mengerti, padahal mereka mengetahui?
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Kami mengambil janjimu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab, “Kami mendengarkannya, tetapi kami tidak menaatinya.” Diresapkanlah ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi karena kekufuran mereka. Katakanlah, “Sangat buruk apa yang diperintahkan oleh keimananmu kepadamu jika kamu orang-orang mukmin!”
(
QS. Al-Baqarah : 93)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (untuk mengamalkan ajaran Taurat) dan Kami angkatkan (gunung) Thursina di atas kamu (seraya Kami berfirman): “Pegang teguhlah apa yang telah Kami anugerahkan kepada kamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab: “Kami mendengarkan tetapi kami tidak menaati.” Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafiran mereka. Katakanlah: “Betapa buruk (perbuatan) yang diperintahkan iman kamu kepada kamu jika benar kamu orang-orang mukmin (kepadaTaurat)” HAMKA:Dan (ingatlah) tatkala Kami ambil perjanjian kamu, dan Kami angkatkan gunung di atas kamu. Lalu Kami firmankan, "Ambillah apa yang Kami datangkan kepada kamu dengan sungguh-sungguh dan dengarkanlah." Mereka berkata, "Telah kami dengarkan dan kami durhakai." Dan menyelusuplah ke dalam hati mereka anak lembu itu lantaran kekafiran mereka. Katakanlah, "Alangkah buruknya apa yang disuruhkan oleh iman kamu itu, kalau memang kamu beriman."
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Jika negeri akhirat di sisi Allah khusus untukmu, bukan untuk orang lain, mintalah kematian jika kamu orang-orang benar.”
(
QS. Al-Baqarah : 94)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Jika negeri akhirat (itu) khusus untuk kamu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian jika kamu orang-orang yang benar.” HAMKA:Katakanlah, "Jika memang untuk kamu negeri akhirat itu di slsi Allah telah ditentukan, tidak ada bagi orang-orang lain, maka cobalah minta mati itu, jika kamu memang orang-orang benar."
Kemenag RI 2019:Akan tetapi, mereka tidak akan menginginkan kematian itu sama sekali karena (dosa-dosa) yang telah dilakukan oleh tangan-tangan mereka. Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.
(
QS. Al-Baqarah : 95)
Quraish Shihab:Dan sekali-kali mereka tidak menginginkan (kematian itu) selama-lamanya, karena apa yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim. HAMKA:Sekali-kali mereka tidak akan meminta mati, tersebab apa yang telah didahulukan oleh tangan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.
Kemenag RI 2019:Engkau (Nabi Muhammad) sungguh-sungguh akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi) sebagai manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) daripada orang-orang musyrik. Tiap-tiap orang (dari) mereka ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 96)
Quraish Shihab:Demi Allah! Sungguh, engkau (Nabi Muhammad saw.) pasti akan mendapati mereka (sebagai) manusia yang paling rakus terhadap kehidupan (dunia), (bahkan lebih rakus) daripada orang-orang yang menyekutukan (Allah swt. dengan yang lain). Masing-masing mereka ingin jika seandainya diberi umur seribu tahun,²? padahal sekali-kali jika seandainya dia diberi umur (panjang) niscaya tidak akan menggesernya sedikit pun dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” HAMKA:Dan sesungguhnya akan engkau dapati mereka itulah yang seloba-loba manusia terhadap hidup, dan lebih dari orang-orang yang musyrikin, ingin setiap orang dari mereka jikalau diberi umur seribu tahun. Padahal tidaklah akan menunda-nundanya dari adzab panjang umumya itu. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapa yang menjadi musuh Jibril?” Padahal, dialah yang telah menurunkan (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan izin Allah sebagai pembenaran terhadap apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”
(
QS. Al-Baqarah : 97)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad, saw.), “Barang siapa menjadi musuh bagi Jibril, maka (ketahuil-ihl Sesungguhnya dia (Malaikat Jibril as.) rela h menurunkannya (.tl-Qur’anj kc dalam hatimu (Nabi Muhammad saw.) dengan izin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan (menjadi) petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang mukmin. HAMKA:Katakanlah, "Barangsiapa yang jadi dari musuh dari Jibril, maka sesungguhnya dia itu telah menurunkannya ke dalam hati engkau dengan izin Allah, menyetujui apa yang ada di hadapannya dan petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.
Kemenag RI 2019:Siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril, dan Mikail, sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.
(
QS. Al-Baqarah : 98)
Quraish Shihab:Barang siapa menjadi musuh bagi Allah, para malaikat-Nya, para rasul-Nya, Jibril dan Mjka`il, maka (ketahuilah) sesungguhnya Allah adalah musuh bagi orang-orang kafir.” HAMKA:Katakanlah, "Barangsiapa yang jadi musuh dari Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya, dan rasul-rasul-Nya, dan Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh dari orang-orang yang kafir.
Kemenag RI 2019:Sungguh, Kami benar-benar telah menurunkan ayat-ayat yang jelas kepadamu (Nabi Muhammad), dan tidaklah ada yang mengingkarinya selain orang-orang fasik.
(
QS. Al-Baqarah : 99)
Quraish Shihab:Demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah menurunkan kepadamu (Nabi Muhammad saw.) ayat-ayat yang jelas; dan tidak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). HAMKA:Dan sesungguhnya telah Kami turunkan kepada engkau akan ayat-ayat yang jelas-jelas. Dan tidak lah kafir kepadanya melainkan orang-orang yang fasik.
Kemenag RI 2019:Mengapa setiap kali mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Bahkan, sebagian besar mereka tidak beriman.
(
QS. Al-Baqarah : 100)
Quraish Shihab:Apakah (patut) setiap kali mereka (sekelompok orang Yahudi) mengikat janji (dcn^in Allah swt.), segolongan dari mereka melemparkannya (mengingkari nya). Bahkan, kebanyakan dari mereka tidak beriman. HAMKA:Dan apakah tiap-tiap kali mereka membuat perjanjian dilenyapkan (saja) oleh segolongan dari mereka? Bahkan terbanyak di antara mereka tidaklah percaya.
Kemenag RI 2019:Setelah datang kepada mereka Rasul (Nabi Muhammad) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sebagian orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah itu ke belakang punggung (tidak menggubrisnya) seakan-akan mereka tidak tahu.
(
QS. Al-Baqarah : 101)
Quraish Shihab:Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul (Nabi Muhammad saw. dari sisi Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, segolongan dari orang-orang yang diberi Kitab 1 laurail melemparkan Kitab Allah ke belakang punggung mereka, seolah-olah mereka tidak mengetahui. HAMKA:Dan tatkala telah datang kepada mereka seorang rasul dari sisi Allah, menyetujui apa yang ada serta mereka, telah melemparkan segolongan dan mereka yang diberi kitab itu akan kitab Allah ke belakang mereka, seolah-olah mereka tidak mengetahui
Kemenag RI 2019:Mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kufur, tetapi setan-setan itulah yang kufur. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah fitnah (cobaan bagimu) ) oleh sebab itu janganlah kufur!” Maka, mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan (sihir)-nya, kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Sungguh, mereka benar-benar sudah mengetahui bahwa siapa yang membeli (menggunakan sihir) itu niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Sungguh, buruk sekali perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir jika mereka mengetahui(-nya).
(
QS. Al-Baqarah : 102)
Quraish Shihab:Dan mereka (sekelompok orang Yahudi) mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada (masa) kerajaan Sulaiman²? * (dan mereka mengatakan bahwa Nabi Sulaiman as. itu melakukan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir, tetapi setan-setan (itulah) yang kafir. Mereka (setan-setan) mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil (yaitu) Harut dan Marut,²s sedangkan keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum keduanya mengatakan: “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.” Maka, mereka (yang membangkang terhadap Harut dan Marut)mempelajari dari keduanya (para malaikat itu) apa (sihir) yang dengan itu mereka dapat menceraikan antara seorang dengan pasangannya. Dan mereka (para ahli sihir) tidak memberi mudharat (musibah atau bencana) dengannya (sihir) kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang mendatangkan mudharat (musibah atau bencana) dan tidak memberi manfaat bagi mereka. Dan demi (Allah)! Sungguh, mereka telah mengetahui bahwa barang siapa benar-benar menukarnya (tuntunan Kitab Allah swt. dengan sihir itu), tidak ada baginya keuntungan di akhirat dan benar-benar jahatlah perbuatan mereka menjual diri mereka dengannya (sihir), jika seandainya mereka mengetahui. HAMKA:Dan mereka ikut apa yang diceritakan oleh setan-setan tentang Kerajaan Sulaiman, padahal tidaklah kafir Sulaiman, akan tetapi setan-setan itulah yang kafir. Mereka ajarkan kepada manusia sihir, dan apa yang diturunkan kepada kedua Malak di Babil, Harut dan Marut. Padahal mereka berdua tidak mengajarkan seseorang melainkan sesudah keduanya berkata, "Kami tidak lain hanyalah suatu percobaan, maka janganlah kamu kafir!" Namun, mereka pelajari dari keduanya apa yang menceraikan di antara seseorang dengan istrinya. Dan tidaklah mereka dapat membahayakan seseorang dengan dia, melainkan dengan izin Allah. Dan mereka pelajari apa yang memberi mudharat kepada mereka dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sesungguhnya mereka pun telah tahu bahwa orang yang membelinya tidaklah ada untuk mereka bagian di akhirat. Dan amatlah buruknya suatu harga yang dengan itu mereka menjual diri mereka, jikalau mereka tahu.
Kemenag RI 2019:Seandainya mereka benar-benar beriman dan bertakwa, pahala dari Allah pasti lebih baik, seandainya mereka mengetahui(-nya).
(
QS. Al-Baqarah : 103)
Quraish Shihab:Dan sesungguhnya jika seandainya mereka beriman dan bertakwa (niscaya mereka mendapat ganjaran), pasti ganjaran dari sisi Allah (adalah) lebih baik, jika seandainya mereka mengetahui. HAMKA:Padahal jikalau sekiranya mereka beriman dan bertakwa, sesungguhnya pahala dari sisi Allah-lah yang lebih baik; jikalau adalah mereka mengetahui.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan, “R?‘in?.” Akan tetapi, katakanlah, “Un?urn?” ) dan dengarkanlah. Orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.
(
QS. Al-Baqarah : 104)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan, “raina!” (perhatikanlah keadaan atau kemampuan kami),²? tetapi katakanlah, “unzhurnA!" (perhatikanlah keadaan atau kemampuan kami), dan “dengarlah!” Bagi orang-orang kafir azab yang sangat pedih. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Janganlah kamu berkata raina, tetapi katakanlah unzhurna, dan dengarkanlah. Dan bagi orang-orang yang kafir adalah siksaan yang pedih.
Kemenag RI 2019:Orang-orang kafir dari golongan Ahlulkitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Akan tetapi, secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Allah pemilik karunia yang besar.
(
QS. Al-Baqarah : 105)
Quraish Shihab:Orang-orang yang kafir dari Ahlul Kitab³? dan orang-orang musyrik (penyembah berhala di Mekkah) tidak senang dengan diturunkannya sedikit kebaikan (pun) kepada kamu (kaum Muslim) dari Tuhan Pemelihara kamu, dan Allah menentukan rahmat-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya (sesuai dengan kuasa dan kebijaksanaan-Nya) dan Allah Pemilik karunia yang agung. HAMKA:Tidaklah suka orang-orang kafir dari ahlul kitab itu dan tidak pula orang musyrikin bahwa akan diturunkan kepadamu barang sesuatu kebaikan daripada Tuhan kamu. Padahal Allah mengkhususkan rahmat-Nya kepada barang siapa yang dikehendaki, dan Allah adalah mempunyai karunia yang luas.
Kemenag RI 2019:Ayat yang Kami nasakh (batalkan) atau Kami jadikan (manusia) lupa padanya, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya. Apakah engkau tidak mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?
(
QS. Al-Baqarah : 106)
Quraish Shihab:Kami tidak menasakhkan (membatalkan atau menggantikan) satu ayat pun, atau Kami menangguhkan (hukum)-nya (kecuali) Kami mendatangkan yang lebih baik darinya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu? HAMKA:Tidaklah Kami mansukh-kan dari suatu ayat atau Kami jadikan dia terlupa (niscaya) Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang seumpamanya. Tidaklah engkau ketahui bahwasanya Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa.
Kemenag RI 2019:Apakah engkau tidak mengetahui bahwa Allah memiliki kerajaan langit dan bumi? (Ketahuilah bahwa) tidak ada bagimu pelindung dan penolong selain Allah.
(
QS. Al-Baqarah : 107)
Quraish Shihab:Tidakkah engkau mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah milik Allah? Dan tidak ada pelindung dan tidak (pula) penolong bagimu selain dari Allah. HAMKA:Tidaklah engkau ketahui bahwasanya Allah, kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, dan tidaklah ada bagi kamu selain Allah akan pelindung dan penolong.
Kemenag RI 2019:Ataukah kamu menghendaki untuk meminta Rasulmu (Nabi Muhammad) seperti halnya Musa (pernah) diminta (Bani Israil) dahulu? ) Siapa yang mengganti iman dengan kekufuran, sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
(
QS. Al-Baqarah : 108)
Quraish Shihab:Apakah kamu menghendaki untuk bertanya kepada Rasul kamu (Nabi Muhammad saw.) seperti dahulu Musa telah ditanyai? Dan barang siapa menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh dia telah tersesat (dari) jalan tengah. HAMKA:Atau apakah kamu hendak bertanya pada rasul kamu sebagai telah ditanyai Musa di waktu dulu? Dan barangsiapa yang menukarkan dengan kekafiran akan iman itu, maka sungguh telah sesatlah dia dari jalan yang lurus.
Kemenag RI 2019:Banyak di antara Ahlulkitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman menjadi kafir kembali karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka, maafkanlah (biarkanlah) dan berlapang dadalah (berpalinglah dari mereka) sehingga Allah memberikan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(
QS. Al-Baqarah : 109)
Quraish Shihab:Banyak di antara Ahlul Kitab menginginkan jika seandainya mereka dapat mengembalikan kamu setelah keimanan kamu kepada kekafiran karena iri hati yang (timbul) dari dalam diri mereka, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka, maafkan dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. HAMKA:Sukalah kebanyakan dari Ahlul Kitab itu kalau (dapat) mereka mengembalikan kamu sesudah iman menjadi kafir, karena dengki dari dalam diri mereka sesudah nyata kepada mereka kebenaran. Maka beri maaflah mereka dan biarkanlah, sehingga Allah menunjukkan kuasaNya. Sesungguhnya, Allah atas tiap sesuatu adalah Mahakuasa.
Kemenag RI 2019:Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu akan kamu dapatkan (pahalanya) di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 110)
Quraish Shihab:Laksanakanlah shalat dengan sempurna dan tunaikanlah zakat. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk diri kamu, (niscaya) kamu mendapati (ganjaran)-nya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. HAMKA:Dan dirikanlah olehmu shalat dan keluarkanlah olehmu akan zakat; dan apa pun yang kamu dahulukan untuk dirimu dari kebaikan, niscaya akan kamu dapatlah dia di sisi Allah; sesungguhnya Allah adalah melihat apa yang kamu kerjakan.
Kemenag RI 2019:Mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, “Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani.” ) Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang-orang yang benar.”
(
QS. Al-Baqarah : 111)
Quraish Shihab:Dan mereka berkata (sesuai dengan agama masing-masing): “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani.” Itulah (hanya) angan-angan mereka (yang kosong belaka). Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Tunjukkanlah bukti kebenaran kamu, jika kamu orang-orang yang benar.” HAMKA:Dan mereka berkata, "Sekali-kali tidak akan masuk ke surga melainkan siapa-siapa yang jadi Yahudi atau Nasrani." Yang begitu hanyalah angan-angan mereka. Katakanlah, "Tunjukkan alasan kamu jika memang kamu orang-orang yang benar."
Kemenag RI 2019:Tidak demikian! Orang yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah serta berbuat ihsan, akan mendapat pahala di sisi Tuhannya, tidak ada rasa takut yang menimpa mereka, dan mereka pun tidak bersedih.
(
QS. Al-Baqarah : 112)
Quraish Shihab:(Tidak demikian)! Bahkan, barang siapa menyerahkan wajahnya (seluruh hidupnya secara tulus) kepada Allah, sedangkan dia muhsin (selalu berbuat yang lebih baik), maka baginya pahala di sisi Tuhan Pemeliharanya. Tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. HAMKA:Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah dan dia pun berbuat baik, maka untuknyalah pahalanya di sisi Tuhannya, dan tidaklah ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.
Kemenag RI 2019:Orang Yahudi berkata, “Orang Nasrani itu tidak menganut sesuatu (agama yang benar)” dan orang-orang Nasrani (juga) berkata, “Orang-orang Yahudi tidak menganut sesuatu (agama yang benar),” padahal mereka membaca Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak berilmu (musyrik Arab) berkata seperti ucapan mereka itu. Allah akan memberi putusan di antara mereka pada hari Kiamat tentang apa (agama) yang mereka perselisihkan.
(
QS. Al-Baqarah : 113)
Quraish Shihab:Dan orang-orang Yahudi berkata: “Orang-orang Nasrani tidak mempunyai suatu (pegangan),” dan orang-orang Nasrani berkata: “Orang-orang Yahudi tidak mempunyai suatu (pegangan),” padahal mereka (sama-sama) membaca al-Kitab. Demikian (pula) orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka. Maka, Allah akan memberi putusan di antara mereka pada Hari Kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu. HAMKA:Dan berkata orang Yahudi, "Tidak ada orang-orang Nasrani itu atas sesuatu." Dan berkata orang-orang Nasrani, "Tidak ada Yahudi itu atas sesuatu." Padahal mereka membaca Kitab. Begitu jugalah orang-orang yang tidak berpengalaman, berkata seumpama kata mereka itu. Maka Allah akan memutuskan di antara mereka di Hari Kiamat pada barang yang telah mereka perselisihkan itu.
Kemenag RI 2019:Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang masjid-masjid Allah digunakan sebagai tempat berzikir di dalamnya dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya, kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan mendapat azab yang berat di akhirat.
(
QS. Al-Baqarah : 114)
Quraish Shihab:Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menghalang-halangi (orang lain untuk) menyebut nama Allah di dalam masjid-masjid-Nya dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka (itu) tidak sepatutnya masuk (ke dalam)-nya, kecuali dengan rasa takut. Mereka di dunia mendapat kehinaan dan bagi mereka di akhirat azab yang sangat besar. HAMKA:Dan siapakah yang lebih aniaya dari orang-orang yang menghambat masjid-masjid Allah, daripada akan disebut padanya nama-Nya, seraya berusaha mereka pada meruntuhkannya? Mereka itu tidaklah akan masuk ke dalamnya melainkan dengan ketekunan. Untuk mereka di dalam dunia ini adalah kehinaan, dan untuk me reka di akhirat adalah adzab yang besar.
Kemenag RI 2019:Hanya milik Allah timur dan barat. Ke mana pun kamu menghadap, di sanalah wajah Allah. ) Sesungguhnya Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 115)
Quraish Shihab:Milik Allah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap, di situlah (kamu menemukan) wajah Allah (arah yang Direstui). Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya), lagi Maha Mengetahui.” HAMKA:Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat; maka ke mana jua pun kamu menghadap, di sana pun ada wajah Allah; sesungguhnya Allah adalah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Mereka berkata, “Allah mengangkat anak.” Maha Suci Allah, bahkan milik-Nyalah apa yang di langit dan di bumi. Semua tunduk kepada-Nya.
(
QS. Al-Baqarah : 116)
Quraish Shihab:Mereka (orang-orang kafir) berkata: “Allah mempunyai anak.” Mahasuci Dia, bahkan milik-Nya (semata) apa yang di langit dan yang di bumi. Semua tunduk kepada-Nya. HAMKA:Dan mereka berkata, "Allah telah mengambil anak!" Mahasuci Dia, bahkan kepunyaanNyalah apa yang ada di semua langit dan di bumi; semuanya kepada-Nyalah bertunduk.
Kemenag RI 2019:(Allah) pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu.
(
QS. Al-Baqarah : 117)
Quraish Shihab:Dia Pencipta langit dan bumi, dan apabila Dia menetapkan (menghendaki) sesuatu, maka sesungguhnya Dia hanya berfirman kepadanya: “Jadilah!” Maka, jadilah ia.J` HAMKA:Dan berkata orang-orang yang tidak berpengetahuan itu, "Mengapa tidak bercakapcakap Allah itu dengan kita, atau datang kepada kita suatu tanda?" Seperti itu jugalah kata-kata orang-orang yang sebelum mereka, seperti kata mereka itu pula. Bersamaan hati mereka. Sesungguhnya, telah Kami jelaskan ayat-ayat kepada kaum yang yakin.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang tidak mengetahui berkata, “Mengapa Allah tidak berbicara dengan kita atau datang tanda-tanda (kekuasaan-Nya) kepada kita?” Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah berkata seperti ucapan mereka itu. Hati mereka serupa. Sungguh, telah Kami jelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada kaum yang yakin.
(
QS. Al-Baqarah : 118)
Quraish Shihab:Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: “Mengapa Allah tidak berbicara dengan kami atau datang tanda (kekuasaan-Nya) kepada kami?” Dcmiki.tn (pula) orang-orang yang sebelum mereka telah mengucapkan seperti ucapan mereka; hati mereka serupa. Sungguh. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) bagi kaum yang (mau) meyakini. HAMKA:Dan berkata orang-orang yang tidak berpengetahuan itu, "Mengapa tidak bercakapcakap Allah itu dengan kita, atau datang kepada kita suatu tanda?" Seperti itu jugalah kata-kata orang-orang yang sebelum mereka, seperti kata mereka itu pula. Bersamaan hati mereka. Sesungguhnya, telah Kami jelaskan ayat-ayat kepada kaum yang yakin.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Nabi Muhammad) dengan hak sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Engkau tidak akan dimintai (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.
(
QS. Al-Baqarah : 119)
Quraish Shihab:Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Nabi Muhammad saw.) dengan haq (benar dan membawa kebenaran, sebagai) pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan engkau (Nabi Muhammad saw.) tidak akan diminta (pcnarifcgungjawabaii) tentang para penghuni neraka. HAMKA:119. Sesungguhnya, telah Kami utus engkau dengan kebenaran, pembawa berita gembira dan peringatan ancaman. Dan tidaklah engkau akan ditanya dari hal ahli-ahli neraka.
Kemenag RI 2019:Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu (Nabi Muhammad) sehingga engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Sungguh, jika engkau mengikuti hawa nafsu mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak ada bagimu pelindung dan penolong dari (azab) Allah.
(
QS. Al-Baqarah : 120)
Quraish Shihab:Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela (sepanjang masa) kepada engkau (Nabi Muhammad saw.) hingga engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan jika engkau (Nabi Muhammad saw.) benar-benar mengikuti keinginan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi Pelindung dan Penolong bagimu. HAMKA:Dan sekali-kali tidaklah ridha terhadap engkau orang-orang Yahudi dan Nasrani itu, sehingga engkau mengikut agama mereka. Katakanlah, Sesungguhnya, petunjuk Allah, itulah dia yang petunjuk. Dan sesungguhnya jika engkau turuti kemauan-kemauan mereka itu, sesudah datang kepada engkau pengetahuan, tidaklah ada bagi engkau selain Allah akan pelindung dan tidak pula akan penolong.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang telah Kami beri kitab suci, mereka membacanya sebagaimana mestinya, itulah orang-orang yang beriman padanya. Siapa yang ingkar padanya, merekalah orang-orang yang rugi.
(
QS. Al-Baqarah : 121)
Quraish Shihab:Orang-orang yang telah Kami anugerahkan kepada mereka al-Kitab, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. HAMKA:Orang-orang yang Kami datangkan kepada mereka akan Kitab, yang mereka baca dengan sebenar-benar bacaan, itulah orang-orang yang akan percaya kepadanya. Dan barangsiapa yang tidak mau percaya kepadanya, itulah orang-orang yang merugi.
Kemenag RI 2019:Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan sesungguhnya Aku telah melebihkan kamu daripada semua umat di alam ini (pada masa itu).
(
QS. Al-Baqarah : 122)
Quraish Shihab:Hai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu). HAMKA:Wahai, Bani lsrail! lngatlah olehmu akan nikmat-Ku yang telah Aku nikmatkan kepada kamu, dan bahwasanya telah Aku muliakan kamu atas bangsa-banasa.
Kemenag RI 2019:Takutlah kamu pada hari (ketika) tidak seorang pun dapat menggantikan (membela) orang lain sedikit pun, tebusannya tidak diterima, syafaat tidak berguna baginya, dan mereka tidak akan ditolong.
(
QS. Al-Baqarah : 123)
Quraish Shihab:Dan jagalah diri kamu dari (azab yang terjadi pada) suatu hari (Hari Kiamat), yang (pada waktu itu) jiwa (seseorang) tidak dapat menggantikan jiwa (orang lain) sedikit pun dan tidak akan diterima suatu tebusan darinya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong. HAMKA:Dan takutlah kamu akan hari yang tidak akan dapat melepaskan satu diri daripada diri yang lain sesuatu pun, dan tidak diterima darpadanya penebusan, dan tidak bermanfaat pada nya satu syafaat pun dan tidaklah mereka akan ditolong.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “(Aku mohon juga) dari sebagian keturunanku.” Allah berfirman, “(Doamu Aku kabulkan, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.”
(
QS. Al-Baqarah : 124)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhan Pemeliharanya dengan beberapa kalimat, maka dia (Nabi Ibrahim as.) menunaikan nya. Dia berfirman: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikanmu imam (pemimpin dan teladan) bagi (seluruh) manusia.” Dia (Nabi Ibrahim as.) berkata: “Dan (saya mohon juga) dari keturunanku.” Dia berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak berlaku (bagi) orang-orang zalim” HAMKA:Dan (ingatlah) tatkala telah diuji Ibrahim oleh Tuhan-Nya dengan beberapa kalimat, maka telah dipenuhinya semuanya. Dia pun berfirman, "Sesungguhnya, Aku hendak menjadikan engkau imam bagi manusia. Dia berkata, "Dan juga dari antara anak-cucuku." Berfirman Dia, "Tidaklah akan mencapai perjanjian-Ku itu kepada orang-orang yang zalim.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka‘bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. (Ingatlah ketika Aku katakan,) “Jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim ) sebagai tempat salat.” (Ingatlah ketika) Kami wasiatkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, serta yang rukuk dan sujud (salat)!”
(
QS. Al-Baqarah : 125)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) sebagai tempat berkumpul dan memperoleh ganjaran bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian dari maqam (tempat berdiri) Ibrahim³² (ketika membangun Ka`bah) tempat shalat. Dan Kami telah memerintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Sucikanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, dan yang itikaf, serta yang rukuk, dan yang sujud.” HAMKA:Dan (ingatlah) tatkala telah Kami jadikan rumah itu tempat berhlmpun bagi manusla dan (tempat) keamanan. Dan dijadlkanlah sebagian dari makam Ibrahim ltu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan lsmail supaya mereka berdua membersihkan rumah-Ku itu untuk orang-orang yang thawaf dan orang-orang yang iktikaf dan orang-orang yang ruku serta sujud.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Makkah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan (hasil tanaman, tumbuhan yang bisa dimakan) kepada penduduknya, yaitu orang yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari Akhir.” Dia (Allah) berfirman, “Siapa yang kufur akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.”
(
QS. Al-Baqarah : 126)
Quraish Shihab:Dan Ingatlah). ketika Ibrahim berdoa: "Tuhan Pemeliharaku, jadikanlah negeri ini (negeri yang) aman sentosa dan anugerahilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan Hari Kemudian " Dia berfirman: Dan (kepada siapa) yang kafir, Aku senangkan dia sedikit, kemudian Aku paksa dia (menuju) ke azab neraka, dan itulah seburuk buruk tempat kembali." HAMKA:Dan (ingatlah) tatkala berkata Ibrahim, "Ya, Tuhanku. Jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan karuniakanlah kepada penduduknya dari berbagai buah-buahan, (yaitu) barangsiapa yang beriman di antara mereka kepada Allah dan Hari Kemudian.11 Berfirman Dia, "Dan orang-orang yang kafir pun akan Aku beri kesenangan untuk dia sementara, kemudian akan Kami helakan dia kepada siksaan neraka, yaitu seburuk-buruk tujuan.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 127)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah’’ bersama Ismail, (seraya berdoa); “Tuhan Pemelihara kami, terimalah dari kami (amal kami), sesungguhnya Engkau, (dan hanya) Engkau Yang Mafia Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan (ingatlah)tatkala mengangkat Ibrahim sendi-sendi dan rumah ltu dan lsmail, "Ya Tuhan kami, terimalah daripada kami, sesungguhnya Engkau adalah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, (jadikanlah) dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu, tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan manasik (rangkaian ibadah) haji, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.
(
QS. Al-Baqarah : 128)
Quraish Shihab:Tuhan Pemelihara kami, jadikanlah kami berdua orang yang Muslim (tunduk patuh dan berserah diri) kepada-Mu dan (jadikanlah) anak keturunan kami umat yang Muslim (tunduk patuh dan berserah diri) kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. .Sesungguhnya Engkau, (dan hanya) Engkau Yang Maha Penerima taubat, lagi Malta Pengasih. HAMKA:128. Ya, Tuhan kami! Jadikanlah kami berdua ini orang-orang yang berserah diri kepada Engkau, dan dari keturunan-keturunan kami pun (hen daknya) menjadi orang-orang yang berserah diri kepada Engkau, dan tunjukkan kiranya kepada kami cara-cara kami beribadah, dan ampunilah kiranya kami. Sesungguhnya, Engkau adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Ya Tuhan kami, utuslah di antara mereka seorang rasul dari kalangan mereka, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, mengajarkan kitab suci dan hikmah (sunah) ) kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(
QS. Al-Baqarah : 129)
Quraish Shihab:Tuhan Pemelihara kami, utuslah untuk mereka seorang rasul dari (kalangan) mereka yang (terus) membacakan menyampaikan) kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan (terus) mengajarkan kepada mereka al-Kitab Al-Qur’an) dan al-Hikmah Sunnah) serta menyucikan (jiwa) mereka. Sesungguhnya Engkau, (dan hanya) Engkau Yang Malta Perkasa, lagi Maha Bijaksana. HAMKA:129. Ya, Tuhan kami! Bangkitkanlah di antara mereka ltu seorang rasul darl mereka sendlrl, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah, dan yang akan membersihkan mereka. Sesungguhnya, Engkau adalah Mahagagah lagi Mahabijaksana."
Kemenag RI 2019:Siapa yang membenci agama Ibrahim selain orang yang memperbodoh dirinya sendiri? Kami benar-benar telah memilihnya (Ibrahim) di dunia ini dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang saleh.
(
QS. Al-Baqarah : 130)
Quraish Shihab:Tidak ada orang yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh diri sendiri, dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah memilihnya (Nabi Ibrahim as>) di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang saleh. HAMKA:130. Dan siapakah yang akan enggan dari agama Ibrahim kalau bukan orang yang telah memperbodoh dirinya? Padahal sesungguhnya Kami telah memilih dia di dunia ini, dan sesungguhnya dia di akhirat adalah dari orang-orang yang saleh.
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), “Berserahdirilah!” Dia menjawab, “Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.”
(
QS. Al-Baqarah : 131)
Quraish Shihab:Ketika Tuhan Pemeliharanya berfirman kepadanya: “Berserah dirilah!" Dia (Nabi Ibrahim as.) menjawab; “Aku berserah diri kepada Tuhan Pemelihara seluruh alam.’ HAMKA:131. Tatkala berfirman kepadanya Tuhannya, "Berserah dirilah engkau!" Dia menjawab, "Aku serahkan diriku pada Tuhan bagi sekalian alam."
Kemenag RI 2019:Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya dan demikian pula Ya‘qub, “Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu. Janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”
(
QS. Al-Baqarah : 132)
Quraish Shihab:Dan Ibrahim telah mewasiatkannya (agama aran prinsip ajaran ini) kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Nabi Ibrahim as. berkata); “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama (ini) bagi kamu, maka janganlah sekali-kali kamu mati kecuali kamu dalam keadaan Muslim (tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah swt.).” HAMKA:132. Dan telah memesankan Ibrahim dengan itu kepada anak anaknya dan Ya`kub, "Wahai, anak-anakku. Sesungguhnya, Allah telah memilihkan untuk kamu suatu agama. Maka janganlah kamu mati melainkan hendaklah kamu di dalam Muslimin."
Kemenag RI 2019:Apakah kamu (hadir) menjadi saksi menjelang kematian Ya‘qub ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu: Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan (hanya) kepada-Nya kami berserah diri.”
(
QS. Al-Baqarah : 133)
Quraish Shihab:Adakah kamu hadir ketika ¥a HAMKA:133. Atau apakah telah kamu menyaksikan ketika telah dekat kepada Ya`kub kematian, tatkala dia ber kata kepada anak-anaknya, "Apakah yang akan kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab, "Akan kami sembah Tuhan engkau dan Tuhan bapak-bapakmu, Ibrahim dan lsma`il dan lshaq yaitu Tuhan Yang Tunggal, dan kepadaNyalah kami akan menyerahdiri (Muslimin)."
Kemenag RI 2019:Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 134)
Quraish Shihab:Ini adalah umat yang sungguh telah berlalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagi kamu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. HAMKA:134. Mereka itu adalah satu umat yang telah lampau. Mereka akan mendapat apa yang telah mereka usahakan dan untuk kamu pun apa yang kamu usahakan, dan tidaklah kamu akan diperiksa perihal apa yang mereka kerjakan.
Kemenag RI 2019:Mereka berkata, “Jadilah kamu (penganut) Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah, “(Tidak.) Akan tetapi, (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik.”
(
QS. Al-Baqarah : 135)
Quraish Shihab:Dan mereka berkata (sesuai dengan agama masing-masing): “Jadilah kamu penganut Yahudi atau Nasrani, (niscaya) kamu mendapat petunjuk.” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “(Tidak!), bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus (tidak cenderung kepada kebatilan dan jauh dari kepercayaan sesat), dan bukanlah dia (Nabi Ibrahim as.) termasuk (golongan) orang-orang musyrik.” HAMKA:Dan mereka berkata, "Menjadilah kamu Yahudi atau Nasrani supaya kamu dapat petunjuk." Katakanlah, "Bahkan agama Ibrahim yang lurus dan bukanlah dia dari orang-orang yang musyrik."
Kemenag RI 2019:Katakanlah (wahai orang-orang yang beriman), “Kami beriman kepada Allah, pada apa yang diturunkan kepada kami, pada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya‘qub dan keturunannya, pada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, serta pada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan (hanya) kepada-Nya kami berserah diri.”
(
QS. Al-Baqarah : 136)
Quraish Shihab:Katakanlah (Hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma‘il, Ishaq, Ya‘qub dan anak cucu-(nya), dan apa yang diberikan (kepada) Musa dan ‘Isa serta apa yang diberikan (kepada) para nabi dari Tuhan Pemelihara mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami kepada-Nya adalah orang-orang Muslim (tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah swt.). HAMKA:Katakanlah oleh kamu, "Kami percaya kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim dan lsma`il dan lshaq dan Ya`kub dan anak-cucu, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa dan apa yang diberikan kepada nabi-nabi daripada Tuhan mereka; tidaklah kami membeda-bedakan di antara seseorang pun dari mereka, dan kami kepada-Nya semua menyerah diri."
Kemenag RI 2019:Jika mereka telah mengimani apa yang kamu imani, sungguh mereka telah mendapat petunjuk. Akan tetapi, jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu). Maka, Allah akan mencukupkanmu (dengan pelindungan-Nya) dari (kejahatan) mereka. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 137)
Quraish Shihab:Maka, jika mereka beriman sama dengan apa yang kamu (orang-orang Mukmin) telah beriman kepadanya, maka sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, maka sesungguhnya mereka berada dalam sisi yang berbeda (dengan kamu). Allah akan mencukupkan (pemeliharaan-Nya) untuk engkau (Nabi Muhammad saw.) dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Maka jika mereka percaya sebagaimana yang kamu telah percaya itu, sesungguhnya telah dapat petunjuklah mereka. Tetapi jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka akan berpecah-belah. Tetapi Allah akan menyelamatkan engkau dari mereka. Karena Dia adalah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.
Kemenag RI 2019:(Peliharalah) sibgah Allah. ) Siapa yang lebih baik sibgahnya daripada Allah? Hanya kepada-Nya kami menyembah.
(
QS. Al-Baqarah : 138)
Quraish Shihab:Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghah-nya. daripada Allah? Dan (hanya) kepada-Nya kami mengabdi. HAMKA:Celupan Allah! Siapakah yang lebih indah celupannya daripada Allah? Dan kami, kepadaNyalah kami menghambakan diri.
Kemenag RI 2019:Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah kamu (Yahudi dan Nasrani) hendak berdebat dengan kami tentang Allah? Padahal, Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu. Hanya kepada-Nya kami dengan tulus mengabdikan diri.
(
QS. Al-Baqarah : 139)
Quraish Shihab:Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Apakah kamu (orang-orang Yahudi dan Nasrani) memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan Pemelihara kami dan Tuhan Pemelihara kamu; bagi kami amal-amal kami, dan bagi kamu amal-amal kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati. HAMKA:Katakanlah, "Apakah kamu hendak membantah kami perihal Allah? Padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu? Dan bagi kami ada lah amalan kami dan bagi kamu adalah amalan kamu. Dan kami terhadap-Nya adalah ikhlas.
Kemenag RI 2019:Apakah kamu juga berkata bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya‘qub, dan keturunannya adalah penganut Yahudi atau Nasrani? Katakanlah, “Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah? Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya?” Allah sama sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 140)
Quraish Shihab:Ataukah kamu (orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengaurkan sesungguhnya Ibrahim, dan Ismail, serta lshaq, dan Ya`qub dmi anak cucu-(nyak adalah penganut agama) Yahudi atau Nasrani? " Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): "Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menyembunyikan kesaksian (bahwa Nabi Ibrahim as. dan anak cucunya bukan penganut agama Yahudi atau Nasrani dan bahwa Allah swt. akan mengutus Nabi Muhammad saw,) d.ui Allah yang ada padanya? Dan Allah sekali`kali tidak letigah dari api yang kamu kerjakan " HAMKA:Ataukah kamu katakan, "Sesungguhnya, Ibrahim dan lsma`il dan lshaq dan Ya`kub dan anak-cucu adalah semuanya Yahudi atau Nasrani. Katakanlah, "Apakah kamu yang lebih tahu ataukah Allah?" Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya? Dan Allah tidak lengah dari apa yang-kamu kerjakan .
Kemenag RI 2019:Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 141)
Quraish Shihab:Itu adalah umat yang sungguh tdah bcrlalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagi kamu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak alam diminta pertanggungan jawab rentang apa yang telah mereka kerjakan. HAMKA:Mereka itu adalah suatu umat yang sesungguhnya telah berlalu; mereka akan mendapat apa yang mereka usahakan, dan kamu pun akan mendapat apa yang kamu usahakan, dan tidaklah kamu akan diperiksa perihal apa yang mereka amalkan.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang kurang akal di antara manusia akan berkata, “Apakah yang memalingkan mereka (kaum muslim) dari kiblat yang dahulu mereka (berkiblat) kepadanya?” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Milik Allahlah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk).”
(
QS. Al-Baqarah : 142)
Quraish Shihab:Orang-orang yang picik di antara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (kaum Muslim) dari kiblat mereka (Baitul Maqdis) (yang dahulu) mereka telah berkiblat kepadanya?” Jawablah (Nabi Muhammad saw.): “Milik Allah timur dan barat; Dia menganugerahi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan kemauan dan kecenderungan masing-masing) ke jalan lebar yang lurus.” HAMKA:Akan berkata yang bodoh-bodoh dari manusia itu, "Apakah yang memalingkan manusia itu dari kiblat mereka yang telah ada mereka padanya?" Katakanlah, "Kepunyaan Allah timur dan barat. Dia memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus."
Kemenag RI 2019:Demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan ) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menetapkan kiblat (Baitulmaqdis) yang (dahulu) kamu berkiblat kepadanya, kecuali agar Kami mengetahui (dalam kenyataan) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sesungguhnya (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
(
QS. Al-Baqarah : 143)
Quraish Shihab:Dan demikianlah Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), ummatan wasathan (umat pertengahan, moderat dan teladan) supaya kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan supaya Rasul (Nabi Muhammad saw.) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi (kiblat) kamu (sekarang), melainkan supaya Kami mengetahui (dalam dunia nyata) siapa yang mengikuti Rasul (Nabi Muhammad saw.) dan siapa yang membelot. Dan benar-benar (pemindahan kiblat itu terasa) sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah (berdasarkan kemauan dan kecenderungan masing-masing); dan Allah sekali-kali tidak akan menyia-nyiakan iman kamu. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyayang, lagi Maha Pengasih kepada manusia. HAMKA:Dan demikianlah, telah Kami jadikan kamu suatu umat yang di tengah, supaya kamu menjadi saksi-saksi atas manusia, dan adalah Rasul men jadi saksi (pula) atas kamu. Dan, tidaklah Kami jadikan kiblat yang telah ada engkau atasnya, melainkan supaya Kami ketahui siapa yang mengikut Rasul dari siapa yang berpaling atas dua tumitnya. Dan, memanglah berat itu kecuali atas orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan, tidaklah Allah akan menyia-nyiakan iman kamu. Sesungguhnya, Allah terhadap manusia adalah Penyantun lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab ) benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidilharam) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 144)
Quraish Shihab:Sungguh, Kami (sering) melihat wajahmu (Nabi Muhammad saw.) menengadah ke langit, maka, Kami benar-benar akan memalingkanmu ke kiblat yang engkau sukai. Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjid al-Haram? Dan di mana saja kamu berada, maka palingkanlah wajah-wajah kamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil), mereka benar-benar mengetahui bahwa (berpaling ke Masjid al-Haram) itu adalah benar dari Tuhannya Pemelihara mereka; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. HAMKA:Sesungguhnya, Kami lihat muka engkau menengadah-nengadah ke langit maka Kami palingkanlah engkau kepada kiblat yang engkau ingini. Sebab itu, palingkanlah muka engkau ke Masjidil Haram. Dan, di mana saja kamu semua berada palingkanlah mukamu ke pihaknya. Dan, sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab mengetahui bahwasanya itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan, tidaklah Allah lengah dari apa pun yang kamu amalkan.
Kemenag RI 2019:Sungguh, jika engkau (Nabi Muhammad) mendatangkan ayat-ayat (keterangan) kepada orang-orang yang diberi kitab itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu. Engkau pun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Sebagian mereka (pun) tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Sungguh, jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang zalim.
(
QS. Al-Baqarah : 145)
Quraish Shihab:Dan jika engkau (Nabi Muhammad saw.) benar-benar mendatangkan semua ayat kepada orang-orang yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan engkau (pun) tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebagian mereka (pun) tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan jika engkau benar-benar mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya engkau—kalau demikian—tentu termasuk (golongan) orang-orang zalim. HAMKA:Dan meskipun engkau beri orang-orang yang diberi kitab itu dengan tiap-tiap keterangan, tidaklah mereka akan mengikut kiblat engkau itu. Dan, engkau pun tidaklah akan mengikut kiblat mereka. Dan, tidaklah yang sebagian mereka akan mengikut kiblat yang sebagian. Dan, jikalau engkau perturutkan kemauan-kemauan mereka sesudah datang kepada engkau sebagian dari pengetahuan, sesungguhnya adalah engkau di masa itu dari orang-orang yang aniaya.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang telah Kami anugerahi Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Nabi Muhammad) ) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Sesungguhnya sekelompok dari mereka pasti menyembunyikan kebenaran, sedangkan mereka mengetahui(-nya).
(
QS. Al-Baqarah : 146)
Quraish Shihab:Orang-orang yang telah Kami anugerahkan kepada mereka al-Kitab (Taurat dan Injil), mereka mengenalnya (Nabi Muhammad saw.) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya segolongan dari mereka benar-benar menyembunyikan yang haq (kebenaran yang sempurna), sedangkan mereka mengetahui. HAMKA:Orang-orang yang diberikan kepada mereka kitab, mengenallah mereka akan dia Sebagaimana mereka anak-anak mereka (sendiri). Dan, sesungguhnya sebagian dari mereka, mereka seMbunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.
Kemenag RI 2019:Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka, janganlah sekali-kali engkau (Nabi Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.
(
QS. Al-Baqarah : 147)
Quraish Shihab:Yang haq (kebenaran yang sempurna) dari Tuhan Memeliharamu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu. HAMKA:Kebenaran adalah dari Tuhan engkau. Maka, sekali-kali janganlah engkau termasuk dari orang yang ragu.
Kemenag RI 2019:Bagi setiap umat ada kiblat yang dia menghadap ke arahnya. Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(
QS. Al-Baqarah : 148)
Quraish Shihab:Bagi setiap umat ada kiblatnya yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebajikan-kebajikan. Di mana saja kamu berada, (pasti) Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. HAMKA:Dan bagi tiap-tiapnya itu satu tujuan yang dia hadapi. Sebab itu, berlomba-lombalah kamu pada serba kebaikan. Di mana saja kamu berada niscaya akan dikumpulkan Allah kamu sekalian. Sesungguhnya, Allah atas tiap-tiap sesuatu Maha kuasa.
Kemenag RI 2019:Dari mana pun engkau (Nabi Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Sesungguhnya (hal) itu benar-benar (ketentuan) yang hak (pasti, yang tidak diragukan lagi) dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 149)
Quraish Shihab:Dan dari mana saja engkau (Nabi Muhammad saw.) keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjid al-Haram; dan sesungguhnya ia (ketentuan itu) benar-benar sesuatu yanghaq (mantap lagi tidak mengalami perubahan dan atau diragukan) dari Tuhan Pemeliharamu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. HAMKA:Dan dari mana saja engkau keluar, hadapkanlah muka engkau ke pihak Masjidil Haram. Dan, sesungguhnya (perintah) itu adalah kebenaran dari Tuhan engkau. Dan, tidaklah Allah lengah dari apa pun yang kamu amalkan.
Kemenag RI 2019:Dari mana pun engkau (Nabi Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arahnya agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu dan agar kamu mendapat petunjuk.
(
QS. Al-Baqarah : 150)
Quraish Shihab:Dan dari mana saja engkau (Nabi Muhammad saw.) keluar, maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjid al-Haram. Dan di mana saja kamu berada, maka palingkanlah wajah-wajah kamu ke arahnya, supaya tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentang) kamu, kecuali orang-orang yang berbuat zalim di antara mereka. Maka, janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan supaya Aku menyempurnakan nikmat-Ku atas kamu, dan supaya kamu mendapat petunjuk. HAMKA:Dan dari mana saja pun kamu keluar maka hadapkanlah muka engkau ke pihak Masjidil Haram, dan di mana saja pun kamu berada, hendaklah kamu hadapkan muka kamu ke pihaknya. Supaya jangan ada alasan bagi manusia hendak mencela kamu. Kecuali orang-orang yang aniaya di antara mereka maka janganlah kamu takut kepada mereka, dan takutlah kepada Aku. Aku sempumakan nikmat-Ku kepada kamu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.
Kemenag RI 2019:Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat kepadamu), Kami pun mengutus kepadamu seorang Rasul (Nabi Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dan hikmah (sunah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.
(
QS. Al-Baqarah : 151)
Quraish Shihab:Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepada kamu) Kami telah mengutus kepada kamu Rasul (Nabi Muhammad saw.) dari (kalangan) kamu. Dia membacakan (menyampaikan) ayat-ayat Kami kepada kamu dan menyucikan (jiwa) kamu dan dia mengajarkan kepada kamu al-Kitab (al-Qur’an) dan al-Hikmah (Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. HAMKA:Sebagaimana telah Kami utus kepada kamu seorang rasul dari kalangan kamu sendiri, yang mengajarkan kepada kamu ayat-ayat Kami dan membersihkan kamu dan akan mengajarkan kepada kamu Kitab dan Hikmah, dan akan mengajarkan kepada kamu yang kepada kamu perkaraperkara yang tidak kamu ketahui.
Kemenag RI 2019:Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.
(
QS. Al-Baqarah : 152)
Quraish Shihab:Karena itu, ingatlah kepada-Ku, (pasti) Aku ingat (pula) kepada kamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. HAMKA:Maka, ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat pula kepadamu; dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu menjadi kufur.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
(
QS. Al-Baqarah : 153)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah swt.) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat; sesungguhnya Allah adalah beserta orang-orang yangsabar.
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu mengatakan bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Namun, (sebenarnya mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.
(
QS. Al-Baqarah : 154)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (mereka itu) hidup (bahagia di alam Barzah), tetapi kamu tidak menyadari (kehidupan mereka). HAMKA:Dan janganlah kamu katakan terhadap orang yang terbunuh di jalan Allah bahwa mereka mati. Bahkan mereka hidup, akan tetapi kamu tidak merasa.
Kemenag RI 2019:Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar,
(
QS. Al-Baqarah : 155)
Quraish Shihab:Dan sungguh, Kami pasti akan (terus menerus) menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang sabar. HAMKA:Dan sesungguhnya akan Kami beri kamu percobaan dengan sesuatu dari ketakutan dan kelaparan dan kekurangan dari harta benda dan jiwa-jiwa dan buah buahan; dan berilah kabar yang menyukakan kepada orang yang sabar.
Kemenag RI 2019:(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Inn? lill?hi wa inn? ilaihi r?ji‘?n” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).
(
QS. Al-Baqarah : 156)
Quraish Shihab:(Yaitu), orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna liLlahi wa inna ilaihi rajiun” (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali). HAMKA:(Yaitu) orang-orang yang apabila menimpa kepada mereka suatu musibah, mereka berkata, "Sesungguhnya, kita ini dari Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kita semua akan kembali."
Kemenag RI 2019:Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tu-hannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
(
QS. Al-Baqarah : 157)
Quraish Shihab:Mereka itulah yang mendapat banyak keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan Pemelihara mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. HAMKA:Mereka itu akan dikaruniakan atas mereka anugerah-anugerah dari Tuhan mereka dan rahmat, dan mereka itulah orang-orang yang akan mendapat petunjuk.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. ) Maka, siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai ) antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, ) lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 158)
Quraish Shihab:Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syiar-syiar Allah.³? Maka, barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa‘i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan suatu kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Sesungguhnya, Shafa dan Marwah itu adalah daripada syiar-syiar Allah jua. Maka, barangsiapa yang naik haji ke rumah itu atau umrah, tidaklah mengapa bahwa dia keliling pada keduanya. Dan, barangsiapa yang me nambah kerja kebaikan maka sesungguhnya Allah adalah Pembalas terima kasih, lagi Maha Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab (Al-Qur’an), mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh mereka yang melaknat,
(
QS. Al-Baqarah : 159)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya dalam al-Kitab untuk (kepentingan) manusia, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknat. HAMKA:Sesungguhnya, orang-orang yang me nyembunyikan apa yangtelah pemah Kami turun kan dari keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami terangkan dianya kepada manusia di dalam Kitab, mereka itu akan dilaknat oleh Allah dan mereka pun akan dilaknat oleh orang orang yang melaknat.
Kemenag RI 2019:kecuali orang-orang yang telah bertobat, mengadakan perbaikan, dan menjelaskan(-nya). ) Mereka itulah yang Aku terima tobatnya. Akulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.
(
QS. Al-Baqarah : 160)
Quraish Shihab:Kecuali orang-orang yang bertaubat dan mengadakan perbaikan serta menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubat mereka, dan Aku-lah Yang Maha Penerima taubat, lagi Maha Pengasih. HAMKA:Kecuali orang-orang yang bertobat dan berbuat perbaikan dan mereka yang memberikan penjelasan. Maka, mereka itulah yang akan Aku beri tobat atas mereka; dan Aku adalah Pemberi tobat lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya.
(
QS. Al-Baqarah : 161)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang kafir (dan menyembunyikan kebenaran yang seharusnya ditampakkan) dan mereka mati (dalam keadaan) kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia semua. HAMKA:Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mau percaya, dan mati, padahal mereka masih di dalam kufur. Mereka itu, atas mereka adalah laknat Allah dan Malaikat dan manusia sekaliannya.
Kemenag RI 2019:Mereka kekal di dalamnya (laknat). Tidak akan diringankan azab dari mereka, dan mereka tidak diberi penangguhan.
(
QS. Al-Baqarah : 162)
Quraish Shihab:Mereka kekal di dalamnya, tidak diringankan azab dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh. HAMKA:Kekal mereka di dalamnya; tidak akan diringankan adzab atas mereka, dan tidaklah me reka akan dipedulikan.Dan Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Mahamurah, lagi Maha Penyayang.
Kemenag RI 2019:Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
(
QS. Al-Baqarah : 163)
Quraish Shihab:Tuhan kamu (adalah) Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (Yang berhak disembah) melainkan Dia, Pemberi Kasih Yang Maha Pengasih. HAMKA:Dan Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Mahamurah, lagi Maha Penyayang.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, ) bahtera yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia menebarkan di dalamnya semua jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti.
(
QS. Al-Baqarah : 164)
Quraish Shihab:Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih berganti(nya) malam dan siang, bahtera-bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang bermanfaat bagi manusia, dan apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengannya (air itu) Dia hidupkan (suburkan) bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di dalamnya (bumi itu) semua jenis makhluk melata (termasuk manusia), dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; (pada semua itu) benar-benar terdapat tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah swt.) bagi kaum yang berpikir? HAMKA:Sesungguhnya, pada kejadian semua langit dan bumi dan perubahan malam dan siang dan kapal yang berlayar di lautan membawa barang yang bermanfaat bagi manusia, dan apa yang diturunkan Allah dari langit pada air maka dihidupkan-Nya dengan (air) itu bumi, sesudah matinya, seraya disebarkan-Nya padanya dari tiap-tiap jenis binatang, dan peredaran angin, dan awan yang diperintah di antara langit dan bumi; adalah semuanya itu tanda-tanda bagi kaum yang berakal.
Kemenag RI 2019:Di antara manusia ada yang menjadikan (sesuatu) selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi-Nya) yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat kuat cinta mereka kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat keras azab-Nya, (niscaya mereka menyesal).
(
QS. Al-Baqarah : 165)
Quraish Shihab:Di antara manusia ada orang-orang yang menyembah sekutu-sekutu selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana (mereka) mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, cinta mereka kepada Allah sangat kuat. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim (itu) mengetahui ketika mereka melihat azab (pada Hari Kiamat), bahwa semua kekuatan adalah milik Allah dan bahwa Allah sangat keras azab-(Nya, niscaya mereka menyesal). HAMKA:Dan setengah dari manusia ada yang mengambil yang selain Allah menjadi tandingan tandingan, yang mereka cintai mereka itu sebagaimana mencintai Allah. Akan tetapi, orang-orang yang beriman terlebih cintalah mereka akan Allah. Padahal, kalau mengertilah orang-orang yang zalim itu, seketika mereka melihat adzab, bahwasanya kekuatan adalah pada Allah, dan bahwasanya Allah adalah sangat pedih siksa-Nya.
Kemenag RI 2019:(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti saat mereka (orang-orang yang diikuti) melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus.
(
QS. Al-Baqarah : 166)
Quraish Shihab:(Yaitu), ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikuti-(nya), dan mereka melihat azab; dan (ketika segala) hubungan antara mereka terputus (sama sekali). HAMKA:(Yaitu) tatkala melepaskan diri orang-orang yang diikut daripada orang-orang yang mengikut, dan mereka lihatlah adzab, dan putuslah dengan mereka segala harapan.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang mengikuti berkata, “Andaikan saja kami mendapat kesempatan kembali (ke dunia), tentu kami akan berlepas tangan dari mereka sebagaimana mereka berlepas tangan dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatan mereka sebagai penyesalan bagi mereka. Mereka sungguh tidak akan keluar dari neraka.
(
QS. Al-Baqarah : 167)
Quraish Shihab:Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Jika seandainya kami dapat kembali (ke dunia), maka kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami (pada Hari Kiamat).” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal-amal mereka (menjadi) aneka penyesalan yang luar biasa bagi mereka; sedangkan mereka sekali-kali tidak akan keluar dari api neraka. HAMKA:Dan berkatalah orang-orangyangmengikut itu, "Kalau sekiranya ada bagi kami (kesempatan) kembali (ke dunia) maka kami pun akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka telah berlepas diri dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka akan amal-amal mereka, yang membawa keluhan-keluhan atas mereka. Dan, sekali-kali tidaklah mereka akan keluar dari neraka.
Kemenag RI 2019:Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata.
(
QS. Al-Baqarah : 168)
Quraish Shihab:Hai seluruh manusia! Makanlah yang halal, lagi baik dari apa (yang terdapat) di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; (karena) sesungguhnya ia (setan) adalah musuh yang nyata bagi kamu. HAMKA:Wahai manusia! Makanlah dari apa yang ada di bumi ini barang yang halal lagi baik, dan jangan kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya, dia bagi kamu adalah musuh yang sangat nyata.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya (setan) hanya menyuruh kamu untuk berbuat jahat dan keji serta mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.
(
QS. Al-Baqarah : 169)
Quraish Shihab:Sesungguhnya ia (setan) hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. HAMKA:Yang disuruhkannya kepada kamu hanyalah hal yang jahat dan hal yang keji, dan supaya kamu katakan terhadap Allah hal-hal yang tidak kamu ketahui.
Kemenag RI 2019:Apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab, “Tidak. Kami tetap mengikuti kebiasaan yang kami dapati pada nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka (itu) tidak mengerti apa pun dan tidak mendapat petunjuk?
(
QS. Al-Baqarah : 170)
Quraish Shihab:Apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah dengan sungguh-sungguh apa yang telah diturunkan Allah!” Mereka menjawab: “(Tidak!), tetapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati atasnya nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka (itu) tidak memahami sesuatu dan tidak (juga) mendapat petunjuk? HAMKA:Dan apabila dikatakan kepada mereka, "lkutlah apa yang diturunkan Allah!" Mereka katakana, "Bahkan kami {hanya) mau mengikut apa yang telah terbiasa atasnya nenek moyang kami." Bagaimana kalau keadaan nenek moyang mereka itu tidak mengerti suatu apa pun dan tidak mendapat petunjuk?
Kemenag RI 2019:Perumpamaan (penyeru) orang-orang yang kufur adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (gembalaannya) yang tidak mendengar (memahami) selain panggilan dan teriakan (saja). (Mereka) tuli, bisu, dan buta sehingga mereka tidak mengerti.
(
QS. Al-Baqarah : 171)
Quraish Shihab:Perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang yang kafir (kepada kebenaran) adalah seperti (penggembala) yang berteriak memanggil (binatang) yang tidak mendengar (tidak memahami atau tidak dapat memanfaatkan suara panggilan itu) selain panggilan dan seruan (saja). Mereka tuli, bisu, dan buta, maka mereka tidak berpikir. HAMKA:Dan perumpamaan orang-orang yang tidak mau percaya itu ialah seumpama orang yang mengimbau kepada barang yang tidak mendengar kecuali panggllan dan seruan; tuli, bisu, buta. Oleh sebab itu, tidaklah mereka berakal.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya.
(
QS. Al-Baqarah : 172)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami anugerahkan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Makanlah daripada yang baik-baik apa yang telah Kami karuniakan kepada kamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jikalau memang hanya kepada-Nya kamu menyembah.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Akan tetapi, siapa yang terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(
QS. Al-Baqarah : 173)
Quraish Shihab:Sesungguhnya (Allah swt.) hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi`*¹ dan apa (binatang) yang (ketika) disembelih (disebut nama) selain Allah. Tetapi, barang siapa (dalam keadaan) terpaksa (memakannya) sedangkan dia tidak menginginkan-(nya) dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. HAMKA:Sesungguhnya, tidakada yang Dia haramkan atas kamu selain bangkai dan darah dan daging babi dan apa yang disembelih untuk yang selain Allah. Akan tetapi~ barangsiapa yang terpaksa, bukan melanggar dan bukan melampaui batas maka tidaklah ada dosa atasnya. Sesungguhnya, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab (Taurat), dan menukarkannya dengan harga murah, mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya. Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang sangat pedih.
(
QS. Al-Baqarah : 174)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang yang (sedang dan akan) menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu al-Kitab, dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu (sebenarnya) tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka azab yang sangat pedih. HAMKA:Sesungguhnya, orang-orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan Allah dari Kitab, dan mereka jual dia dengan harga yang sedikit, itulah mereka yang tidak ada di makannya dalam perutnya selain dari api neraka. Dan, tidaklah akan bercakap Allah dengan mereka di hari kiamat, dan tidaklah Dia akan membersihkan mereka, dan untuk mereka adalah adzab yang pedih.
Kemenag RI 2019:Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan azab dengan ampunan. Maka, alangkah beraninya mereka menentang api neraka.
(
QS. Al-Baqarah : 175)
Quraish Shihab:Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka, alangkah beraninya mereka menentang api neraka. HAMKA:ltulah orang-orang yang telah membeli kesesatan dengan petunjuk, dan adzab dengan ampunan. Alangkah sabamya mereka atas neraka.
Kemenag RI 2019:Yang demikian itu disebabkan Allah telah menurunkan kitab suci dengan hak. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (kebenaran) kitab suci itu benar-benar dalam perpecahan yang jauh.
(
QS. Al-Baqarah : 176)
Quraish Shihab:Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah telah menurunkan al-Kitab dengan haq (benar dan mengandung kebenaran); dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) al-Kitab (Taurat dan Injil), benar-benar dalam penyimpangan yang jauh. HAMKA:Yang demikian ialah karena sesungguhnya Allah telah menurunkan Kitab dengan kebenaran. Dan, sesungguhnya yang masih berselisih dari hal kitab itu adalah di dalam pecah-belah yang jauh.
Kemenag RI 2019:Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
(
QS. Al-Baqarah : 177)
Quraish Shihab:Bukanlah memalingkan wajah kamu ke arah timur dan barat (itu suatu) kebajikan, tetapi kebajikan (itu) ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, para malaikat, kitab-kitab, para nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang dalam perjalanan yang memerlukan pertolongan, dan orang-orang yang meminta-minta; dan (orang yang memerdekakan) hamba sahaya, dan melaksanakan shalat dengan sempurna, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janji mereka apabila mereka berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. HAMKA:177. Bukanlah kebajikan itu lantaran kamu memalingkan mukamu ke arah timur dan barat. Akan tetapi, kebajikan itu ialah bahwa kamu percaya kepada Allah dan hari yang akhir dan Malaikat dan Kitab dan nabi-nabi. Dan, memberikan harta atas cinta kepadanya, kepada keluarga yang hampir dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan anak perjalanan dan orang-orang yang meminta dan penebus hamba sahaya. Dan, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, dan orang-orang yang akan memenuhi janji mereka apabila mereka berjanji, dan orang-orang yang sabar di waktu kepayahan dan kesusahan dan seketika peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu (melaksanakan) kisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, dan perempuan dengan perempuan. Siapa yang memperoleh maaf dari saudaranya hendaklah mengikutinya dengan cara yang patut dan hendaklah menunaikan kepadanya dengan cara yang baik. ) Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Siapa yang melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih.
(
QS. Al-Baqarah : 178)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu qishas‘² berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; (dengan ketentuan bahwa) orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, dan wanita dengan wanita. Maka, barang siapa mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang patut,¹³ dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (tebusan) kepadanya (yang memberi maaf) dengan cara yang baik.`¹? Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan Pemelihara kamu dan suatu rahmat. Maka, barang siapa melanggar batas sesudah itu, maka baginya azab yang sangat pedih. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu hukum qishash pada orang-orang yang terbunuh; orang merdeka dengan orang merdeka dan hamba sahaya dengan hamba sahaya dan perempuan dengan perempuan. Akan tetapi, barangsiapa yang diampunkan untuknya dari saudaranya sebagian maka hendaklah mengikuti dengan yang baik, dan tunaikan kepadanya dengan cara yang baik. Demikianlah keringanan dari Tuhanmu dan rahmat. Akan tetapi, barang siapa yang (masih) melanggar sesudah demikian maka untuknya adalah adzab yang pedih.
Kemenag RI 2019:Dalam kisas itu ada (jaminan) kehidupan bagimu, wahai orang-orang yang berakal agar kamu bertakwa.
(
QS. Al-Baqarah : 179)
Quraish Shihab:Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kamu, hai Ulul Albab (orang-orang yang berakal bersih, murni, dan cerah), supaya kamu bertakwa. HAMKA:Dan untuk kamu di dalam hal qishash itu ada kehidupan, wahai orang-orang yang mempunyai pikiran dalam. Supaya kamu semua menjadi orang-orang yang bertakwa.
Kemenag RI 2019:Diwajibkan kepadamu, apabila seseorang di antara kamu didatangi (tanda-tanda) maut sedang dia meninggalkan kebaikan (harta yang banyak), berwasiat kepada kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang patut (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa. )
(
QS. Al-Baqarah : 180)
Quraish Shihab:Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu didatangi (tanda-tanda) maut, jika dia meninggalkan kebaikan (harta yang banyak), hendaknya (dia) berwasiat untuk ibu-bapak dan karib-kerabatnya menurut cara yang patut,¹¹? (ini adalah) haq (kewajiban yang harus dilaksanakan) atas orang-orang bertakwa. HAMKA:Diwajibkan atas kamu apabila seorang daripada kamu hampir mati jika dia ada meninggalkan harta supaya berwasiat untuk dua ibu bapak dan keluarga terdekat, dengan baik. Kewajiban atas orang-orang yang takwa.
Kemenag RI 2019:Siapa yang mengubahnya (wasiat itu), setelah mendengarnya, sesungguhnya dosanya hanya bagi orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 181)
Quraish Shihab:Maka, barang siapa mengubahnya (wasiat itu) setelah dia mendengar-(nya), maka sesungguhnya dosanya adalah hanya bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Maka barangsiapa yang mengubahnya setelah dia mendengamya, tidaklah ada dosa melainkan atas orang yang mengubah-ubahnya itu. Sesungguhnya, Allah adalah Maha Mendengar, lagi Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Akan tetapi, siapa yang khawatir terhadap pewasiat (akan berlaku) tidak adil atau berbuat dosa, lalu dia mendamaikan mereka, ) dia tidak berdosa. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(
QS. Al-Baqarah : 182)
Quraish Shihab:(Tetapi), barang siapa khawatir terhadap orang yang berwasiat (berlaku) berat sebelah atau berbuat dosa, lalu dia mendamaikan antara mereka, maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. HAMKA:Dan barangsiapa yang takut bahwa dari yang berwasiat itu ada kekeliruan atau dosa, lalu diperdamaikannya di antara mereka maka tidaklah dia berdosa. Sesungguhnya, Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
(
QS. Al-Baqarah : 183)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang yang bertakwa.
Kemenag RI 2019:(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, ) itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 184)
Quraish Shihab:(Yaitu dalam) beberapa hari yang tertentu. Maka, barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak (hari yang ditinggalkan pada) hari-hari yang lain. Dan (wajib) bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa)?? membayar fidyah, (yaitu): memberi makan orang miskin. Kemudian, barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan suatu kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui. HAMKA:(Yaitu) beberapa hari yang dihitung. Maka, barangsiapa yang di antara kamu dalam keadaannya di dalam sakit atau dalam perjalanan maka perhitungan dari hari yang lain. Dan, atas orang-orang yang berat mereka atasnya ialah fidyah (yaitu) memberi makanan orang miskin. Namun, siapa yang menderma lebih maka itu adalah baik untuknya. Dan, bahwa berpuasa itu adalah lebih baik buat kamu jika kamu mengetahui.
Kemenag RI 2019:Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan
(
QS. Al-Baqarah : 185)
Quraish Shihab:(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, (bulan) yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an (sebagai) petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk (itu) serta pembeda (antara yang haq dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya di) bulan (itu), maka hendaklah dia berpuasa (pada bulan itu), dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu dia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak (hari yang ditinggalkan) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kamu dan tidak menghendaki kesukaran bagi kamu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan-(nya) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kamu, supaya kamu bersyukur- HAMKA:(Yaitu) sebulan Ramadhan, yang diturunkan padanya Al-Quran, menjadi petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk itu dan pembeda. Maka, barangsiapa yang menyaksikan bulan di antara kamu hendaklah dia puasa. Dan, barangsiapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan maka hitungan di hari yang lain, Allah menghendaki keringanan untuk kamu, dan bukanlah Allah menghendaki kesukaran untuk kamu. Dan, hendaklah kamu sempumakan hitungan, dan hendaklah kamu membesarkan nama Allah atas apa yang telah diberikan-Nya petunjuk akan kamu, dan supaya kamu bersyukur.
Kemenag RI 2019:Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
(
QS. Al-Baqarah : 186)
Quraish Shihab:Apabila para hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku (sangat) dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, maki hendaklah mereka memenuhi (segula perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, supaya mereka selalu berada dalam kebenaran. HAMKA:Dan apabila hamba-hamba-Ku itu bertanya kepada engkau dari hal Aku maka sesungguhnya Aku adalah dekat. Aku perkenankan permohonan orang yang memohon apabila dia memohon kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka sambut seruan-ku dan hendaklah mereka percaya kepada-Ku supaya mereka beroleh kecerdikan.
Kemenag RI 2019:Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.
(
QS. Al-Baqarah : 187)
Quraish Shihab:Dihalalkan bagi kamu pada malam hari (bulan) Puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagi kamu dan kamu (pun) adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan (nafsu) kamu, karena itu Dia menerima taubat kamu dan memberi maaf kepada kamu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kamu, dan makan minumlah hingga jelas benar bagi kamu benang putih dari benang hitam, (yaitu) fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa (itu) sampai (datang) malam, tetapi janganlah kamu campuri mereka sedangkan kamu beri`tikaf dalam masjid. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertakwa. HAMKA:Dihalalkan bagi kamu pada malam puasa bercampur kepada istri kamu; mereka adalah pakaian bagi kamu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu telah berkhianat kepada diri-diri kamu; maka telah diampuni-Nya kamu dan dimaafkanNya kamu. Maka, sekarang singgunglah mereka dan carilah apa yang telah ditentukan Allah buat kamu. Dan, makanlah dan minumlah, sehingga berbeda bagi kamu tali putih dari tali hitam dari waktu fajar. Kemudian, itu sempumakanlah puasa sampai malam, dan jangan kamu singgung mereka, padahal kamu sedang iktikaf di dalam masjid masjid. ltulah batas-batas Allah maka janganlah kamu dekati akan dia. Demikianlah Allah telah menjelaskan perintah-perintah-Nya kepada manusia, supaya mereka jadi takwa.
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 188)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu makan harta (sebagian) kamu, di antara kamu dengan jalan yang batil (dengan melanggar ketentuan agama atau persyaratan yang disepakati) dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim (yang berwenang memutuskan), supaya kamu dapat makan sebagian dari harta orang (lain) dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. HAMKA:Dan janganlah kamu makan harta benda kamu di antara kamu dengan jalan yang batil dan kamu bawa ke muka hakim-hakim, karena kamu hendak memakan sebagian daripada harta benda manusia dengan dosa, padahal kamu mengetahui.
Kemenag RI 2019:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang bulan sabit. ) Katakanlah, “Itu adalah (penunjuk) waktu bagi manusia dan (ibadah) haji.” Bukanlah suatu kebajikan memasuki rumah dari belakangnya, tetapi kebajikan itu adalah (kebajikan) orang yang bertakwa. Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
(
QS. Al-Baqarah : 189)
Quraish Shihab:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang bulan-bulan sabit. Katakanlah: “Ia (bulan sabit) adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji. Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” HAMKA:Mereka bertanya kepada engkau dari hal bulan sabit. Katakanlah, "Dia itu adalah waktuwaktu yang ditentukan untuk manusia dan (untuk) haji." Dan tidaklah kebajikan itu, bahwa kamu masuk ke rumah kamu dari belakangnya, tetapi yang kebajikan ialah barangsiapa yang takwa, dan datanglah ke rumah-rumah dari pintupintunya, dan takwalah kepada Allah, supaya kamu beroleh kejayaan.
Kemenag RI 2019:Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu dan jangan melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
(
QS. Al-Baqarah : 190)
Quraish Shihab:Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. HAMKA:Dan perangilah pada jalan Allah orangorang yang memerangi kamu, tetapi janganlah melampaui batas. Sesungguhnya, Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.
Kemenag RI 2019:Bunuhlah mereka (yang memerangimu) di mana pun kamu jumpai dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusirmu. Padahal, fitnah ) itu lebih kejam daripada pembunuhan. Lalu janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangimu di tempat itu. Jika mereka memerangimu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.
(
QS. Al-Baqarah : 191)
Quraish Shihab:Dan bunuhlah mereka karena memerangi dan bermaksud membunuh kamu di mana saja kamu temukan mereka dan (bila mereka tidak bermaksud membunuh, dan hanya mengusir kamu) usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekkah); dan fitnah itu lebih keras lebih besar bahaya dosanya I dari pembunuhan, dan janganlah` kamu memerangi mereka di Masjid al-Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di rempar im. Maka, jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikirmlali balasan bagi orang-orang kafir. HAMKA:Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu bertemu mereka, dan keluarkanlah mereka sebagaimana mereka telah mengeluarkan kamu. Dan, fitnah adalah lebih ngeri daripada pembunuhan. Dan jangan kamu perangi rnereka di Masjidll Haram sehingga mereka perangi kamu padanya. Maka, jika mereka perangi kamu maka bunuhlah rnereka. Demikianlah balasan untuk orang-orang yang kafir.
فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Kemenag RI 2019:Namun, jika mereka berhenti (memusuhimu), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(
QS. Al-Baqarah : 192)
Quraish Shihab:Maka, jika mereka berhenti dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi` Maha Pengasih. HAMKA:Namun, jika mereka berhenti maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama (ketaatan) hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (melakukan fitnah), tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim.
(
QS. Al-Baqarah : 193)
Quraish Shihab:Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah (penganiayaan dan atau syirik) dan (sehingga) agama (ketaatan) itu seluruhnya seman mau umuk Allah. |ilu mereka berhenti dari penganiayaan dan atau kemusyrikan), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang zalim. HAMKA:Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi, dan jadilah agama untuk Allah. Akan tetapi, jika mereka telah berhenti maka tidak ada lagi permusuhan, kecuali atas orang-orang yang aniaya.
Kemenag RI 2019:Bulan haram dengan bulan haram ) dan (terhadap) sesuatu yang dihormati ) berlaku (hukum) kisas. Oleh sebab itu, siapa yang menyerang kamu, seranglah setimpal dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.
(
QS. Al-Baqarah : 194)
Quraish Shihab:Bulan Haram dengan bulan Haram," dan pada sesuatu yang patut dihormati,’¹ (perilaku hukumi rjishas. Oleh sebab itu, barang siapa melakukan peiiycnijigau terhadap kamu. maka lakukan (pula) serangan (pembalasan i seimbang dengan serangan-fnyaj terhadap kamu. Bci takwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa. HAMKA:Bulan yang mulia dengan bulan yang mulia. Dan, segala yang mulia itu ada padanya qishash. Maka, barangsiapa yang melanggar kepada kamu hendaklah langgar pula atasnya, yang setimpal dengan pelanggarannya atas kamu itu. Dan, takwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah adalah beserta orang-orang yang bertakwa
Kemenag RI 2019:Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
(
QS. Al-Baqarah : 195)
Quraish Shihab:Dan belanjakanlah (harta kamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan tangan (diri) kamu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang muhsin (orang yang selalu berbuat yang lebih baik. HAMKA:Dan berinfaklah pada jalan Allah, dan janganlah kamu lemparkan diri kamu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya, Allah suka kepada orang-orang yang berbuat baik.
Kemenag RI 2019:Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Akan tetapi, jika kamu terkepung (oleh musuh), (sembelihlah) hadyu ) yang mudah didapat dan jangan mencukur (rambut) kepalamu sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gangguan di kepala (lalu dia bercukur), dia wajib berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban. ) Apabila kamu dalam keadaan aman, siapa yang mengerjakan umrah sebelum haji (tamatu’), dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat. Akan tetapi, jika tidak mendapatkannya, dia (wajib) berpuasa tiga hari dalam (masa) haji dan tujuh (hari) setelah kamu kembali. Itulah sepuluh hari yang sempurna. Ketentuan itu berlaku bagi orang yang keluarganya tidak menetap di sekitar Masjidilharam. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Keras hukuman-Nya.
(
QS. Al-Baqarah : 196)
Quraish Shihab:Sempurnakanlah (ibadah) haji dan umrah karena Allah. Maka jika kamu terkepung (terhalang), maka (sembelihlah) hewan kurban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur (rambut) kepala kamu sebelum hewan kurban sampai di tempat penyembelihannya. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka wajiblah utasnya berfidyah, (yaitu) berpuasa (selama tiga hari) atau bersedekah (makanan untuk enam orang miskin) atau berkurban (dengan menyembelih seekor kambing). Maka, apabila kamu telah (merasa) aman, maka barang siapa ingin mengerjakan haji) tamattu` dengan (mengerjakan) umrah sebelum haji, maka wajiblah dia menyembelih) hewan kurban yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak mendapatkan (binatang kurban atau tidak mampu inuud.ipalkannya). maka dia wajib berpuasa (selama! tiga hari dalam (masa) haji dan tujuh (hati lagi? apabila kamu telah kembali, itulah sepuluh yang sempurna. Demikian itulah (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada di Masjid al-Haram. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras pembalasan-(Nya). HAMKA:Dan, sempumakanlah haji dan umrah itu karena Allah. Namun, jika kamu dihalangi, kirimkan kurban sedapatnya. Dan, jangan kamu cukur kepalamu hingga kurban ke penyembelihan. Maka, barangsiapa yang sakit atau ada gangguan di kepalanya, berfidyahlah dengan puasa, sedekah, atau kurban. Namun, jika kamu telah aman, lalu siapa yang bersenang-senang dengan umrah pada haji, hendaklah dibayar dengan kurban sedapatnya. Namun, barangsiapa yang tidak mendapat, hendaklah puasa tiga hari ketika haji dan tujuh hari apabila telah kembali kamu. ltulah sepuluh hari yang sempuma. Yang demikian itu bagi orang yang tidak ada dirinya jadi penduduk Masjidil Haram. Dan, takwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya Allah adalah sangat berat siksaan-Nya.
Kemenag RI 2019:(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. ) Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafa?, ) berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.
(
QS. Al-Baqarah : 197)
Quraish Shihab:Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi,` maka barang siapa mewajibkan (atas dirinya) untuk berhaji di dalam uyu (bulan-bulan itu). maka tidak ada ufitt; (bercampur dengan istri, cumbu rayu, dan hcrkat.i cabul), tidak ada kefasikan (berucap atau berbuat sesuatu yang melanggar norma-norma susila dan agama) dan tidak ada hanrah-bantahan di dalam haji. Dan apa ptm yang kamu kerjakan berupa kebaikan, (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah kamu! Maka, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bcriakwdali kepada Ku. liai Ulul Albab (orang orang yang berakal bersih murni, dan cerahi’ HAMKA:Haji itu adalah beberapa bulan yang telah dimaklumi. Maka, barangsiapa yang memerlukan dirinya berhaji di bulan-bulan itu maka sekali-kali tidak boleh rafats {bercakap kotor) dan tidak boleh fusuq dan tidak boleh berbantah di dalam haji. Dan, apa pun kebaikan yang kamu perbuat, Allah mengetahuinya dan bersiap-bekallah kamu. Maka, sesungguhnya bekal yang sebaik-baiknya ialah takwa. Dan, takwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berpikir.
Kemenag RI 2019:Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu (pada musim haji). Apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masyarilharam. ) Berzikirlah kepada-Nya karena Dia telah memberi petunjuk kepadamu meskipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.
(
QS. Al-Baqarah : 198)
Quraish Shihab:Tidak ada dosa atas kamu mencari karunia (rezeki hasil perniagaan atau usaha halal lainnya pada musim haji) dari Tuhan Pemelihara kamu. Maka, apabila kamu telah bertolak dari Arafah (menuju ke Muzdalifah), maka berdzikirlah kepada Allah di Masy`ar al-Haram (bukit Quzah di Muzdalifah). Dan berzikir! ah kepada Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepada kamu: dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar benar termasuk orang-orang sesat. HAMKA:Tidaklah mengapa bahwa kamu mencari anugerah dari Tuhan kamu. Maka, apabila telah berduyun-duyun kamu dari Arafah, hendaklah kamu menyebut nama Allah di Masy`aril Haram, dan sebutlah akan Dia, sebagaimana Dia telah memberimu petunjuk. Dan, meskipun pada sebelumnya adalah kamu dari orang-orang yang resat.
Kemenag RI 2019:Kemudian, bertolaklah kamu dari tempat orang-orang bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(
QS. Al-Baqarah : 199)
Quraish Shihab:Kemudian, bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah). Dan mohonlah ampun kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Mana Pengasih. HAMKA:Kemudian, berduyunlah kamu di tempat yang orang-orang lain telah berduyun, dan memohon ampunlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya, Allah adalah Pemberi ampun, lagi Penyayang. "Tidaklah mengapa bahwa kamu mencari anugerah dari Tuhan kamu."
Kemenag RI 2019:Apabila kamu telah menyelesaikan manasik (rangkaian ibadah) haji, berzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” sedangkan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.
(
QS. Al-Baqarah : 200)
Quraish Shihab:Maka, apabila lumu telah menyelesaikan ibadah haji kamu, maka berdzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu/’ bahkan berzikirlah lebih teguh (mantap) dari itu. Maka, di antara manusia ada orang yang berdoa: “Tuhan Pemelihara kami, benlah (apa yang menyenangkan hidupi kami di dunia,” dan tidak ada baginya bagian i yang menyenangkan) di akhirat, HAMKA:Maka, apabila telah selesai manasik kamu maka sebutlah nama Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nama nenek moyang kamu, atau lebih lagi sebutan. Maka, adalah di antara manusia yang berkata, "Ya, Tuhan kami! Berilah kepada kami kebaikan) di dunia!" Tetapi tidak ada baginya pembagian.
Kemenag RI 2019:Di antara mereka ada juga yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”
(
QS. Al-Baqarah : 201)
Quraish Shihab:Dan di antara mereka ada yang berdoa: “Tuhan Pemelihara kami, tinugerahilah kami (segala yang baik) di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari azab neraka. HAMKA:Dan setengah mereka pula) ada yang berkata, "Ya, Tuhan kami! Berilah kami di dunia kebaikan dan di akhirat pun kebaikan pula). Dan, peliharalah kiranya kami dari siksaan neraka."
Kemenag RI 2019:Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan. Allah Maha Cepat perhitungan-Nya.
(
QS. Al-Baqarah : 202)
Quraish Shihab:Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang telah mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-(Nya). HAMKA:Mereka itu, untuk mereka adalah pembagian dari apa yang mereka usahakan. Dan, Allah adalah yang amat cepat perkiraan-Nya.
Kemenag RI 2019:Berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. ) Siapa yang mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, tidak ada dosa baginya. Siapa yang mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, ) (yakni) bagi orang yang bertakwa. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.
(
QS. Al-Baqarah : 203)
Quraish Shihab:Dan berdzikirlah kepada Allah (dalam) beberapa hari yang berbilang.?? Maka, barang siapa (ingin) cepat (berangkat dari Mina) sesudah dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barang siapa (ingin) menangguhkan, maka tidak ada dosa (pula) atasnya bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. HAMKA:Dan sebutlah Allah pada hari-hari yang telah ditentukan itu. Maka, barangsiapa yang mempercepat dalam dua hari maka tidaklah ada dosa atasnya. Dan, barangsiapa yang mentakhirkan maka tidaklah (pula) ada dosa atasnya; yaitu bagi barangsiapa yang takwa. Dan, takwalah kamu kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya kamu sekalian kepada-Nyalah akan dikumpulkan.
Kemenag RI 2019:Di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Nabi Muhammad) dan dia menjadikan Allah sebagai saksi atas (kebenaran) isi hatinya. Padahal, dia adalah penentang yang paling keras.
(
QS. Al-Baqarah : 204)
Quraish Shihab:Di antara manusia ada yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hati kamu, dan dia menjadikan Allah sebagai Saksi atas apa (kebenaran) dalam hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras. HAMKA:Dan setengah dari manusia ada yang menarik hati engkau kata-katanya dari hidup di dunia, dan dia menjadikan Allah saksi atas apa yang dalam hatinya, padahal dia adalah sejahatjahat musuh.
Kemenag RI 2019:Apabila berpaling (dari engkau atau berkuasa), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi serta merusak tanam-tanaman dan ternak. Allah tidak menyukai kerusakan.
(
QS. Al-Baqarah : 205)
Quraish Shihab:Apabila dia berpaling (meninggalkan kamu atau memerintah), dia berjalan di bumi untuk melakukan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kerusakan. HAMKA:Dan apabila telah berpisah berjalanlah dia di bumi hendak merusak padanya dan membinasakan pertanian dan petemakan; padahal Allah tidaklah suka akan kerusakan.
Kemenag RI 2019:Apabila dikatakan kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah,” bangkitlah kesombongan yang menyebabkan dia berbuat dosa (lebih banyak lagi). Maka, cukuplah (balasan) baginya (neraka) Jahanam. Sungguh (neraka Jahanam) itu seburuk-buruk tempat tinggal.
(
QS. Al-Baqarah : 206)
Quraish Shihab:Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah,” bangkit (dalam dirinya) kesombongan yang (menyebabkan) dia berbuat dosa (lebih banyak lagi), maka cukuplah baginya (neraka) Jahannam, dan benar-benar (Jahannam itu) seburuk-buruk tempat tinggal. HAMKA:Dan apabila dikatakan kepadanya, "Takwalah kepada Allah?" Dibawalah dia oleh kesombongannya berbuat dosa. Lantaran itu, cukuplah Jahannam untuknya dan itulah seburuk-buruk ketetapan.
Kemenag RI 2019:Di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari rida Allah. Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba(-Nya).
(
QS. Al-Baqarah : 207)
Quraish Shihab:Dan di antara manusia ada orang yang membeli (menjual) dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada para hamba-(Nya). HAMKA:Dan setengah dari manusia ada yang menjual dirinya karena mengharapkan keridhaan Allah. Dan, Allah adalah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam (kedamaian) secara menyeluruh dan janganlah ikuti langkah-langkah setan! Sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagimu.
(
QS. Al-Baqarah : 208)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu dalam kedamaian (Islam) secara menyeluruh, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia (setan itu) musuh yang nyata bagimu. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya dan janganlah kamu turut jejak-jejak setan; sesungguhnya, dia bagi kamu adalah musuh yang nyata.
Kemenag RI 2019:Maka, jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) setelah bukti-bukti kebenaran yang nyata sampai kepadamu, ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(
QS. Al-Baqarah : 209)
Quraish Shihab:Tetapi, jika kamu tergelincir (dari jalan Allah swt.) sesudah datang kepada kamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana. HAMKA:Maka apabila kamu tergelincir sesudah datang kepada kamu penjelasan-penjelasan maka ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana.
Kemenag RI 2019:Tidak ada yang mereka tunggu-tunggu (pada hari Kiamat), kecuali kedatangan Allah dalam naungan awan bersama malaikat (untuk melakukan perhitungan), sedangkan perkara (mereka) telah diputuskan. Kepada Allahlah segala perkara dikembalikan.
(
QS. Al-Baqarah : 210)
Quraish Shihab:Apakah yang mereka nantikan hanya Allah yang datang bersama para malaikat (pada Hari Kiamat) dalam naungan awan? (Jelas bukan itu yang mereka nantikan j. Dan putuskanlah urusan. Dan hanya kepada Allah dikembalikan semua urusan. HAMKA:Tiadalah yang mereka tunggu kecuali bahwa datang kepada mereka itu (siksa) Allah di dalam gumpalan awan bersama Malaikat, padahal perkara telah diputuskan dan kepada Allah akan kembali segala perkara.
Kemenag RI 2019:Tanyakanlah kepada Bani Israil, “Berapa banyak bukti nyata (kebenaran) yang telah Kami anugerahkan kepada mereka?” Siapa yang menukar nikmat Allah (dengan kekufuran) setelah (nikmat itu) datang kepadanya, sesungguhnya Allah Maha Keras hukuman-Nya.
(
QS. Al-Baqarah : 211)
Quraish Shihab:Tanyakanlah kepada Bani Israil: “Berapa banyak tanda-tanda (kebenaran) yang nyata yang telah Kami anugerahkan kepada mereka?” Barangsiapa menukar nikmat Allah setelah datang (nikmat itu) kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras pembalasan- (Nya). HAMKA:Tanyakanlah kepada Bani lsrail berapakah sudah Kami berikan kepada mereka keterangan yang nyata? Dan barangsiapa yang mengganti nikmat Allah sesudah datang kepadanya maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.
Kemenag RI 2019:Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kufur dan mereka (terus) menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
(
QS. Al-Baqarah : 212)
Quraish Shihab:Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka (terus-menerus) merendahkan orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa (itu) di atas mereka (lebih mulia dari mereka) pada Hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki (secara terus-menerus) kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. HAMKA:Dihiaskan bagi orang-orang yang kafir kehidupan dunia dan mereka hinakan orang-orang yang beriman. Padahal, orang-orang yang bertakwa itu akan lebih atas dari mereka di hari kiamat Dan, Allah mengaruniakan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dengan tidak dihitung.
Kemenag RI 2019:Manusia itu (dahulunya) umat yang satu (dalam ketauhidan). (Setelah timbul perselisihan,) lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidak ada yang berselisih tentangnya, kecuali orang-orang yang telah diberi (Kitab) setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka, dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk).
(
QS. Al-Baqarah : 213)
Quraish Shihab:Manusia dahulunya adalah umat yang satu (kemudian mereka berselisih). Lalu, Allah mengutus para nabi sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Dia menurunkan bersama mereka kitab suci dengan haq (benar dan mengandung kebenaran), untuk memberi putusan di antara manusia tentang apa (urusan) yang mereka perselisihkan. Dan tidaklah berselisih tentangnya (kitab itu) melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka (kitab itu), (yaitu) setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena keinginan yang tidak wajar (dengki) di antara mereka sendiri. Maka, Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan izin-Nya. Dan Allah memberi petunjuk bagi siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan kemauan dan kecenderungan masing-masing) kepada jalan lebar yang lurus. HAMKA:Adalah manusia itu umat yang satu. Lalu, Allah mengutus nabi-nabi membawa berita kesukaan dan berita ancaman. Dan, Dia turunkan bersama mereka akan kitab dengan kebenaran. Supaya (kitab itu) memberi keputusan di antara manusia dalam hal-hal yang mereka perselisihkan padanya. Dan, tidaklah berselisih tentang (kitab) itu melainkan orang-orang yang telah diberikan dia kepada mereka, sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan lantaran dengki di antara mereka. Maka, Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang beriman, dari hal yang diperselisihkan oleh orang-orang itu dengan kebenaran atas izin-Nya. Dan, Allah memberikan petunjuk kepada barangsiapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
Kemenag RI 2019:Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
(
QS. Al-Baqarah : 214)
Quraish Shihab:Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepada kamu (cobaan) sebagaimana (halnya) orang-orang yang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah rasul (pesuruh Allah swt. pada waktu itu) dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah sangat dekat. HAMKA:Ataukah kamu kira bahwa kamu akan masuk ke surga, padahal belum datang kepada kamu seumpama yang pemah datang kepada orang yang telah lalu sebelum kamu; telah menimpa kepada mereka kesusahan, kecelakaan, dan di guncangkan mereka, sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang beriman sertanya, "Bilakah pertolongan Allah?" Ketahuilah! Sesungguhnya, pertolongan Allah itu amat dekat.
Kemenag RI 2019:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan membutuhkan pertolongan).” Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
(
QS. Al-Baqarah : 215)
Quraish Shihab:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Apa (harta yang baik) yang kamu nafkahkan, maka untuk ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan (yang memerlukan pertolongan).” Dan apa saja kebajikan yang kamu lakukan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. HAMKA:Mereka akan bertanya kepada engkau, "Apakah yangakan mereka belanjakan." Katakanlah, "Apa yang akan kamu belanjakan dari kebaikan ialah kepada ibu-bapak dan keluarga karib dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan anak perjalanan. Dan, apa saja yang kamu perbuat dari hal kebaikan maka sesungguhnya Allah adalah mengetahuinya.
Kemenag RI 2019:Diwajibkan atasmu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 216)
Quraish Shihab:Diwajibkan atas kamu berperang, padahal ia (berperang itu) adalah $es uaru yang kamu benci Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagi kamu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. HAMKA:Telah diperintahkan kepada kamu berperang, sedang dia itu tidak kamu sukai. Boleh jadi sesuatu yang tidak kamu sukai, padahal ada baiknya bagi kamu. Dan, boleh jadi kamu sukai sesuatu, padahal dia itu tidak baik bagi kamu. Dan, Allah mengetahui, sedang kamu tidaklah tahu.
Kemenag RI 2019:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, “Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Namun, menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Fitnah (pemusyrikan dan penindasan) lebih kejam daripada pembunuhan.” Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu jika mereka sanggup. Siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya lalu dia mati dalam kekafiran, sia-sialah amal mereka di dunia dan akhirat. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
(
QS. Al-Baqarah : 217)
Quraish Shihab:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah; `‘Berperang di dalamnya (bulan itu) adalah (dosa) besar; tetapi menghalang-halangi (manusia dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalang-halangi manusia masuki Masjid al-Haram dan mengusir penduduknya dari (sekitar)-nya, lebih besar (balnya dan dosanya) di sisi Allah, Dan berbuat fitnah?’ lebih besar (dosanya) daripada membunuh.” Dan mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu (kaum Muslim) sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agama kamu (kepada kekafiran), jika mereka sanggup. Dan barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam keadaan kafir, maka mereka itulah yang sia-sia amal-amal mereka di dunia dan akhirat, dan mereka itulah para penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. HAMKA:Mereka akan bertanya kepada engkau dari hal bulan yang mulia (tentang) berperang padanya. Katakanlah, "Berperang padanya adalah soal be.sar! Akan tetapi, menjauhkan manusia daripada jalan Allah dan kufur kepada-Nya dan Masjidil Haram serta mengusir penduduk darinya adalah lebih besar di sisi Allah, dan fitnah adalah lebih besar lagi dari pembunuhan. Dan, mereka akan selalu memerangi kamu sehingga (dapatlah) mereka mengembalikan kamu dari agama kamu, jika mereka sanggup. Dan, barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati, padahal dia telah kafir maka mereka itu telah gagallah amalan-amalan mereka di dunia dan di akhirat. Dan, mereka itu adalah penghuni neraka, mereka akan kekal di dalamnya!
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang beriman serta orang-orang yang berhijrah dan berjihad ) di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(
QS. Al-Baqarah : 218)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad` di jalan .Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. HAMKA:Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berhijrah dan berjuang pada jalan Allah, itulah orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah. Sedang Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang khamar ) dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi,) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” Mereka (juga) bertanya kepadamu (tentang) apa yang mereka infakkan. Katakanlah, “(Yang diinfakkan adalah) kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir
(
QS. Al-Baqarah : 219)
Quraish Shihab:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad SAW.) tentang khamar dan judi. Katakanlah; "Pada keduanya (terdapat) dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya," Dan mereka juga bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah; ` Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menjelaskan syariatnyat-(Nya) kepada kamu supaya kamu memikirkannya. HAMKA:Mereka bertanya kepada engkau dari hal minuman keras dan perjudian. Katakanlah, "Pada keduanya itu ada dosa besar dan ada (pula) beberapa manfaat bagi manusia. Akan tetapi, dosa keduanya lebih besar dari manfaat keduanya." Dan mereka bertanya kepada engkau dari hal apa yang akan mereka belanjakan. Katakanlah, "Kelebihan dari yang perlu." Demikianlah Allah telah menjelaskan kepada kamu akan ayat-ayat, supaya kamu berpikir.
Kemenag RI 2019:tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” Jika kamu mempergauli mereka, mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(
QS. Al-Baqarah : 220)
Quraish Shihab:tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang anak yatim, katakanlah: “Mengurus (urusan) mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu mencampuri mereka (seperti dalam makanan), maka (itulah yang baik dan wajar karena mereka) adalah saudara-saudara kamu. Allah mengetahui (siapa) yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jika seandainya Allah menghendaki, pasti D i.i dapat mendatangkan kesulitan kepada kamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi Maha bijaksana. HAMKA:Di dunia dan di akhirat. Dan, mereka pun akan bertanya kepada engkau dari hal anakanak yatim. Katakanlah, "Mengatur baik-baik keadaan mereka adalah lebih baik. Dan, jika kamu bercampur-gaul dengan mereka maka mereka itu adalah saudara-saudara kamu." Dan Allah mengetahui siapa yang merusak siapa yang suka memperbaiki, sekiranya Allah menghendaki niscaya diberati-Nya kamu. Sesungguhnya, Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana.
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu menikahi perempuan musyrik hingga mereka beriman! Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik, meskipun dia menarik hatimu. Jangan pula kamu menikahkan laki-laki musyrik (dengan perempuan yang beriman) hingga mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.
(
QS. Al-Baqarah : 221)
Quraish Shihab:Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Dan tentu hamba sahaya wanita mukmin lebih baik daripada wanita musyrik, walaupun dia menarik hati kamu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik laki-laki (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Dan tentu hamba sahaya lelaki mukmin lebih baik dari lelaki musyrik, walaupun dia menarik hati kamu. Mereka (orang-orang musyrik) mengajak (kamu dan anak-anak kamu) ke neraka, sedangkan Allah mengajak (kamu dan siapa pun menuju amal-amal yang dapat mengantar) ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Dia menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan)-Nya kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. HAMKA:Dan janganlah kamu kawini perempuanperempuan musyrik sehingga mereka beriman. Dan, sesungguhnya seorang hamba perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan (merdeka) yang musyrik, walaupun (kecantikan) menarik hatimu. Dan, janganlah kamu kawinkan orang-orang laki-laki yang musyrik sehingga mereka beriman. Dan, sesungguhnya seorang budak laki-laki yang beriman lebih baik dari seorang laki-laki musyrik, walaupun kamu tertarik padanya. Mereka itu adalah mengajak kamu kepada neraka, sedang Allah mengajak kamu kepada surga dan maghfirah, dengan izin-Nya. Dan, dijelaskan-Nya ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka ingat.
Kemenag RI 2019:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran.” ) Maka, jauhilah para istri (dari melakukan hubungan intim) pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka (untuk melakukan hubungan intim) hingga mereka suci (habis masa haid). Apabila mereka benar-benar suci (setelah mandi wajib), campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.
(
QS. Al-Baqarah : 222)
Quraish Shihab:Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad saw.) tentang haid. Katakanlah: “Ia adalah gangguan.” Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita (tidak bercampur dengannya) di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci (mandi setelah haid berhenti). Apabila mereka telah bersuci, maka campurilah mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepada kamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukar orang-orang yang bersungguh-sungguh menyucikan diri. HAMKA:Dan mereka bertanya kepada engkau dari hal haid. Katakanlah, "Dia itu adalah suatu gangguan!" Sebab itu, hendaklah kamu menjauhi perempuan-perempuan itu ketika dia berhaid, dan jangan mereka didekati sehingga mereka telah bersih. Maka, apabila mereka telah bersud maka bolehlah kamu menghampiri mereka sebagaimana yang telah perintahkan Allah kepada kamu. Sesungguhnya, Allah suka kepada orangorang yang bertobat, dan suka (pula) kepada orang-orang yang bersuci.
Kemenag RI 2019:Istrimu adalah ladang bagimu. ) Maka, datangilah ladangmu itu (bercampurlah dengan benar dan wajar) kapan dan bagaimana yang kamu sukai. Utamakanlah (hal yang terbaik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menghadap kepada-Nya. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin.
(
QS. Al-Baqarah : 223)
Quraish Shihab:Istri-istri kamu adalah tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah ranah tempat bercocok-tanam kamu kapan dan bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kedepankanlah (hubungan istri itu) untuk (kebaikan) diri kamu, serta bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira (kepada) orang-orang mukmin. HAMKA:lstri-istri kamu adalah sawah ladang bagi kamu. Maka, datangilah sawah ladangmu itu sebagaimana kamu kehendaki. Dan, bersedlalah untuk diri kamu dan takwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya kamu akan menjumpaiNya kelak, dan kabar gembiralah untuk orangorang yang beriman.
Kemenag RI 2019:Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang dari berbuat baik, bertakwa, dan menciptakan kedamaian di antara manusia. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 224)
Quraish Shihab:Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpali kamu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa, dan mengadakan isbl.iii (perbaikan) di antara manusia. Allah Maha Mendengar (sumpah kamu), lagi Maha Mengetahui (isi hari kamu). HAMKA:Dan janganlah kamu jadikan Allah sebagai penghalang bagi sumpah kamu (yang menghalangi kamu) berbuat kebajikan dan bertakwa dan mendamaikan di antara manusia. Dan, Allah adalah Maha Mendengar dan Mengetahui
Kemenag RI 2019:Allah tidak menghukummu karena sumpahmu yang tidak kamu sengaja, tetapi Dia menghukummu karena sumpah yang diniatkan oleh hatimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. )
(
QS. Al-Baqarah : 225)
Quraish Shihab:Allah tidak menuntut pertanggungjawaban kamu disebabkan sumpan-sumpali kamu yang tidak dimaksudkan (untuk bersumpah), tetapi Dia menuntut pertanggungjawaban kamu disebabkan (stimp.in-sunipali kamu) yang dilakukan hati kamu. Allah Maha Pengampun, lagi Malta Penyantun. HAMKA:Tidaklah diperhitungkan oleh Allah apa yang sia-sia pada sumpah kamu. Akan tetapi, akan diperhitungkan kamu oleh apa yang diusahakan dia oleh hati kamu. Sedang Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.
Kemenag RI 2019:Orang yang meng-ila’ (bersumpah tidak mencampuri) istrinya diberi tenggang waktu empat bulan. Jika mereka kembali (mencampuri istrinya), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(
QS. Al-Baqarah : 226)
Quraish Shihab:Kepada orang-orang yang meng-Ua istrinya¹`¹ diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian, jika mereka kembali (sebagai suami-istri), maka sesungguhnya Alla.li Maha Pengampun, lagi Malta Pengasih. HAMKA:Dan bagi orang-orang yang bersumpah hendak berjauh diri dari istri-istri mereka, (hendaklah) menunggu (paling lama) empat bulan. Maka, jika mereka kembali (sesudah itu) maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang
Kemenag RI 2019:Jika mereka berketetapan hati untuk bercerai, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 227)
Quraish Shihab:Dan jika mereka berketetapan hati untuk talak (bercerai), maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan jika mereka berazam hendak menalak maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Mengetahui
Kemenag RI 2019:Para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali qur?’ (suci atau haid). Tidak boleh bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir. Suami-suami mereka lebih berhak untuk kembali kepada mereka dalam (masa) itu, jika mereka menghendaki perbaikan. Mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan atas mereka. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(
QS. Al-Baqarah : 228)
Quraish Shihab:Wanita-wanita yang ditalak menunggu dengan menahan diri mereka, tiga kali quru`. Dan tidak halal bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka,`: jika mereka beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Dati suami-suami mereka lebih berhak merujuk mereka dalam (masa menanti) itu, jika mereka (suami-suami) menghendaki islah (rujuk). Dan mereka (istri-istri) mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cam yang yang patut, Tetapi, suami-suami memunyai (satu) derajat. (tingkatan) atas mereka. Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana, HAMKA:Dan perempuan-perempuan yang ditalak itu hendaklah menahan diri mereka tiga kali bersih, dan tidaklah halal bagi mereka menyembunyikan apa yang dijadikan Allah di dalam peranakan-peranakan mereka jika memang mereka beriman kepada Allah dan hari yang akhir. Sedang suami mereka lebih berhak mengembalikan mereka kepada keadaan yang demikian, jika semuanya hendak mencari damai. Dan, bagi mereka adalah (hak) seumpama (kewajiban) yang atas mereka jua, dengan patut. Dan, laki-laki mempunyai derajat
atas mereka. Dan, Allah adalah Mahagagah lagi Bijaksana.
Kemenag RI 2019:Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali. (Setelah itu suami dapat) menahan (rujuk) dengan cara yang patut atau melepaskan (menceraikan) dengan baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu (mahar) yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya (suami dan istri) khawatir tidak mampu menjalankan batas-batas ketentuan Allah. Jika kamu (wali) khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan batas-batas (ketentuan) Allah, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang (harus) diberikan (oleh istri) untuk menebus dirinya. ) Itulah batas-batas (ketentuan) Allah, janganlah kamu melanggarnya. Siapa yang melanggar batas-batas (ketentuan) Allah, mereka itulah orang-orang zalim.
(
QS. Al-Baqarah : 229)
Quraish Shihab:Talak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu (suami) boleh menahan dengan cara yang parut t rujuk lagi dengan cara yang baik) atau menceraikan tanpa boleh kembali lagi dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu (suami-istri) mengambil kembali sebagian dari sesuatu yang telah kamu berikan (berupa maskawin atau hadiah-hadiah) kepada mereka (istri-istri), kecuali apabila keduanya (suami-istri) khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Maka, jika kamu khawatir bahwa keduanya tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya rentang bayaran yang diberikan oleh (istri) untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa melanggar hukum-hukum Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim. HAMKA:Talak itu hanya dua kali; sesudah itu peganglah dengan sepatutnya atau lepaskan dengan yang baik. Dan, tidaklah halal bagi kamu bahwa kamu ambil dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali jika keduanya takut bahwa keduanya tidak akan mendirikan batas batas peraturan Allah. Maka, jika kamu takut mereka berdua tidak akan mendirikan peraturan-raturan Allah maka tidaklah mengapa atas keduanya tentang apa yang ditebuskan si istri dengan dia. Demikianlah peraturan-peraturan Allah maka janganlah kamu langgar akan dia. Dan, barangsiapa yang melanggar peraturanperaturan Allah itulah orang-orang yang zalim
Kemenag RI 2019:Jika dia menceraikannya kembali (setelah talak kedua), perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia menikah dengan laki-laki yang lain. Jika (suami yang lain itu) sudah menceraikannya, tidak ada dosa bagi keduanya (suami pertama dan mantan istri) untuk menikah kembali jika keduanya menduga akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah ketentuan-ketentuan Allah yang diterangkan-Nya kepada orang-orang yang (mau) mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 230)
Quraish Shihab:Maka, jika dia (suami) mentalak-nya (sesudah talak kedua), maka dia (bekas istrinya) tidak halal (lagi) baginya sesudah itu, hingga dia menikah dengan suami selainnya. T .alu, jika dia (suami yang baru) mencerai kanny a, maka tidak ada dosa bagi keduanya (suami penamu dengan bekas istrinya) untuk menikah kembali jika keduanya menduga akan dan.it menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Alhn, dijelaskan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui. HAMKA:Maka jika dia talak (lagi) akan dia maka tidaklah halal baginya sesudah itu, sehingga dia (perempuan) kawin dengan suami yang lain. Maka, jika ditalaknya (pula) maka tidaklah mengapa atas mereka berdua jika mereka berkembalikan1 (yaitu) jika keras sangka mereka berdua bahwa mereka akan dapat menegakkan peraturan-peraturan Allah. Dan, begitulah peraturan-peraturan Allah dinyatakan-Nya dia, untuk kaum yang (suka) mengetahui.
Kemenag RI 2019:Apabila kamu menceraikan istri(-mu), hingga (hampir) berakhir masa idahnya, ) tahanlah (rujuk) mereka dengan cara yang patut atau ceraikanlah mereka dengan cara yang patut (pula). Janganlah kamu menahan (rujuk) mereka untuk memberi kemudaratan sehingga kamu melampaui batas. Siapa yang melakukan demikian, dia sungguh telah menzalimi dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan ayat-ayat (hukum-hukum) Allah sebagai bahan ejekan. Ingatlah nikmat Allah kepadamu dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu, yaitu Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunah), untuk memberi pengajaran kepadamu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(
QS. Al-Baqarah : 231)
Quraish Shihab:Apabila kamu mentalak istri (kamu), lalu mereka mendekati akhir masa iddah-nya, maka rujukilah mereka menurut cara yang patut atau ceraikanlah mereka dengan cara yang patut (pula). Dan janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan sehingga mengakibatkan kamu melampaui batas. Dan barang siapa demikian itu, maka sungguh dia telah berbuat aniaya terhadap dirinva sendiri. Dan (Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai bahan olok-olokan. Ingatlah nikmat kepada kamu, dan apa yang telah Dia turunkan kepada kamu, (yaitu) al-Kitab (Al-Quran) dan al-Hikmah (Sunnah). Dia (Allah swt.) memberi pengajaran kepada kamu dengannya (apa yang diturunkan-Nya itu). Bertakwalah kepada Allah dah ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. HAMKA:Dan apabila kamu menalak perempuanperempuan itu, lantas sampai janji mereka (iddah) maka rujuklah kepada mereka dengan yang patut atau lepaskan mereka dengan patut (pula), dan jangan kamu rujuk kepada mereka dengan (maksud) menyusahkan, karena kamu hendak melanggar (peraturan Allah); dan barangsiapa yang berbuat demikian, sesungguhnya dia telah menganiaya dirinya (sendiri). Dan, janganlah kamu ambil ayat-ayat Allah jadi permainan. Dan, ingatlah olehmu nikrnat Allah atas kamu dan apa yang telah Dia turunkan kepada karnu daripada kitab dan hikmah, yang telah dinasihatkan-Nya kepada kamu dengan dia. Dan, takwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwasanya Allah atas tiaptiap sesuatu adalah mengetahui.
Kemenag RI 2019:Apabila kamu (sudah) menceraikan istri(-mu) lalu telah sampai (habis) masa idahnya, janganlah kamu menghalangi mereka untuk menikah dengan (calon) suaminya ) apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang patut. Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari Akhir. Hal itu lebih bersih bagi (jiwa)-mu dan lebih suci (bagi kehormatanmu). Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 232)
Quraish Shihab:Apabila kamu mentalak istri-istri-linu), lalu mereka telah mencapai batas akhir `iddah) mereka, maka janganlah kamu menghalangi mereka menikahi (bakal) suami-suami mereka, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka menurut cara yang patut. Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang dj antara kamu yang beriman Kepada Allah dan Hati Kemudian. Yang demikian ini dapat lebih mengembangkan (hubungan antar) kamu dan lebih suci (bagi jiwa kamu). Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. HAMKA:Dan apabila kamu talak perempuanperempuan itu, lalu sampai janjinya (iddahnya) maka janganlah kamu harnbat-hambat mereka akan kawin dengan suami-suami mereka, apabila telah berkesukaan di antara mereka dengan secara patut. Demikianlah yang diberi nasihat dengan dia barangsiapa di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari yang akhir. ltulah yang sebersih bersihnya bagi kamu dan sesuci· sucinya. Dan, Allah-lah yang mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Kemenag RI 2019:Ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani, kecuali sesuai dengan kemampuannya. Janganlah seorang ibu dibuat menderita karena anaknya dan jangan pula ayahnya dibuat menderita karena anaknya. Ahli waris pun seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) berdasarkan persetujuan dan musyawarah antara keduanya, tidak ada dosa atas keduanya. Apabila kamu ingin menyusukan anakmu (kepada orang lain), tidak ada dosa bagimu jika kamu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 233)
Quraish Shihab:Ibu ibu (hendaklah) menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh." (yaitu) bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan (menjadi kewajiban ayah) auis bayi yang dilahirkan untuknya memberi rezeki (makanan) dan pakaian kepada mereka (ibu-ibu) menurut cara yang parut. Seseorang tidak dibebani melainkan sesuai kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan (juga) seorang ayah karena anaknya, dan pewaris pun betke waiiban demikian, kemudian, apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahuni berdasarkan kerelaan dan permusyawaratan dari keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anak kamu (pada wanita lain), maka tidak ada dosa bagi kamu apabila kamu memberikan pembayaran menurut cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu Kerjakan. HAMKA:Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempumakan penyusuan. Dan, kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma`ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan pennusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan, jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang mati di antara kamu dan meninggalkan istri-istri hendaklah mereka (istri-istri) menunggu dirinya (beridah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian, apabila telah sampai (akhir) idah mereka, tidak ada dosa bagimu (wali) mengenai apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka ) menurut cara yang patut. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 234)
Quraish Shihab:Orang-orang yang disempurnakan usianya di dunia (meninggal dunia) di antara kamu dengan meninggalkan istri-istri, hendaklah istri-istri itu menunggu dengan menahan diri mereka (ber-‘iddah) empat bulan dan sepuluh (hari). Apabila mereka telah mencapai batas akhir (‘iddah) mereka, maka tidak ada dosa bagi kamu membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut cara yang patut. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. HAMKA:Dan orang-orang yang meninggal dari antara kamu, sedang mereka meninggalkan istriistri, hendaklah istri-istri itu menahan diri mereka empat bulan sepuluh hari. Maka, apabila telah sampai janji mereka itu, tidaklah mengapa atas kamu pada apa yang mereka perbuat pada diri mereka dengan sepatutnya Dan Allah terhadap apa yang kamu kerjakan adalah sangat tahu
Kemenag RI 2019:Tidak ada dosa bagimu atas kata sindiran untuk meminang perempuan-perempuan ) atau (keinginan menikah) yang kamu sembunyikan dalam hati. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka. Akan tetapi, janganlah kamu berjanji secara diam-diam untuk (menikahi) mereka, kecuali sekadar mengucapkan kata-kata yang patut (sindiran). Jangan pulalah kamu menetapkan akad nikah sebelum berakhirnya masa idah. Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu. Maka, takutlah kepada-Nya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
(
QS. Al-Baqarah : 235)
Quraish Shihab:Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita (yang suaminya telah meninggal dan masih dalam masa ‘iddah) itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan menikahi mereka) dalam hati kamu. Allah mengetahui bahwa kamu akan membicarakan mereka, tetapi janganlah kamu mengadakan janji (menikahi) mereka secara rahasia kecuali sekadar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang patut. Dan janganlah kamu berketetapan hati untuk berakad nikah, sebelum sampai ketetapan (menyangkut ‘iddah wanita itu) pada akhir masanya. Dan ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kamu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyantun. HAMKA:Tidaklah dosa atas kamu dari hal peminangan perempuan yang kamu sindirkan atau apa yang kamu simpankan dalam dirimu. Allah mengetahui bahwasanya kamu akan mengenang-ngenang perempuan-perempuan itu. Akan tetapi, jangan kamu be~anji dengan mereka itu secara rahasia. Akan tetapi, hendaklah kamu katakan kata-kata yang sopan. Dan, jangan kamu tentukan ikatan nikah, sehingga sampai catatan kepada janjinya (iddah); dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada di dalam dirimu masing-masing, sebab itu hati-hatilah terhadap-Nya. Dan, ketahuilah bahwasanya Allah adalah Maha Pengampun, lagi Penyayang.
Kemenag RI 2019:Tidak ada dosa bagimu (untuk tidak membayar mahar) jika kamu menceraikan istri-istrimu yang belum kamu sentuh (campuri) atau belum kamu tentukan maharnya. Berilah mereka mut‘ah, ) bagi yang kaya sesuai dengan kemampuannya dan bagi yang miskin sesuai dengan kemampuannya pula, sebagai pemberian dengan cara yang patut dan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat ihsan.
(
QS. Al-Baqarah : 236)
Quraish Shihab:Tidak ada kewajiban atas kamu (membayar mahar) jika kamu menceraikan istri-istri (kamu) selama kamu belum menyentuh (mencampuri) mereka atau mewajibkan (atas diri kamu) untuk mereka satu kewajiban (membayar mahar). Dan hendaklah kamu berikan (suatu) pemberian kepada mereka. Orang yang luas (rezekinya) menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut cara yang patut. Yang demikian itu merupakan hak (ketentuan) atas orang-orang muhsin (orang yang selalu berbuat yang lebih baik). HAMKA:Tidaklah ada halangan atas kamu jika kamu menalak perempuan, selama tidak kamu sentuh mereka, atau sebelum kamu tentukan kepada mereka (mahar) yang difardhukan dan berilah mereka bekal; (yaitu) bagi orang yang berkelapangan sekadar (lapangnya), dan bagi yang berkesempitan menurut kadamya (pula), yaitu bekalan yang sepatutnya. Menjadi kewajiban bagi orang-orang yang ingin berbuat kebaikan.
Kemenag RI 2019:Jika kamu menceraikan mereka sebelum kamu sentuh (campuri), padahal kamu sudah menentukan maharnya, maka (bayarlah) separuh dari apa yang telah kamu tentukan, kecuali jika mereka atau pihak yang memiliki kewenangan nikah (suami atau wali) membebaskannya. ) Pembebasanmu itu lebih dekat pada ketakwaan. Janganlah melupakan kebaikan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 237)
Quraish Shihab:Jika kamu menceraikan mereka (istri-istri kamu) sebelum kamu menyentuh (mencampuri) mereka, dan sungguh kamu telah menetapkan kewajiban (atas diri kamu, yakni mahar) bagi mereka, maka (berikanlah) seperdua dari apa yang telah kamu wajibkan, kecuali jika mereka memaafkan (membebaskan) atau dimaafkan (dibebaskan atau ditambah) oleh orang yang memegang ikatan nikah (wali atau suami), dan pemaafan kamu (itu) lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan jasa keutamaan (hubungan baik) di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. HAMKA:Dan jika kamu talak mereka sebelum kamu menyentuh mereka, padahal telah kamu tentukan untuk mereka (mahar) yang difardhukan itu maka separuhlah dari apa yang kamu fardhukan itu. Kecuali jika mereka maafkan atau memberi maaf yang di tangannya terpegang ikatan nikah itu. Dan, bahwa kamu bermaafmaafan itulah dia yang lebih dekat kepada takwa. Dan, janganlah kamu lupakan kebaktian di antara kamu. Sesungguhnya, Allah terhadap apa yang kamu kerjakan adalah melihat.
Kemenag RI 2019:Peliharalah semua salat (fardu) dan salat Wus??. ) Berdirilah karena Allah (dalam salat) dengan khusyuk.
(
QS. Al-Baqarah : 238)
Quraish Shihab:Saling peliharalah (dengan sungguh-sungguh) segala shalat dan (demikian juga) shalat wusthd (pertengahan).?? Laksanakanlah (shalat itu secara sempurna, lagi berkesinambungan dan) khusyuk karena Allah. HAMKA:Peliharalah olehmu dengan sungguhsungguh shalat-shalat itu dan shalat yang paling tengah, dan berdirilah kamu karena Allah dengan khusyu.
Kemenag RI 2019:Jika kamu berada dalam keadaan takut, salatlah dengan berjalan kaki atau berkendaraan. Lalu, apabila kamu telah aman, ingatlah Allah (salatlah) sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui.
(
QS. Al-Baqarah : 239)
Quraish Shihab:Maka, jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka (shalatlah) sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebab Dia telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. HAMKA:Tetapi jika kamu dalam ketakutan maka (kerjakanlah) dengan berjalan atau berkendaraan. Akan tetapi, apabila telah aman kamu maka sebutlah nama Allah sebagaimana yang telah Dia ajarkan kepada kamu, perkara yang (dahulunya) kamu tidak tahu.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang akan mati di antara kamu dan meninggalkan istri-istri hendaklah membuat wasiat untuk istri-istrinya, (yaitu) nafkah sampai setahun tanpa mengeluarkannya (dari rumah). Akan tetapi, jika mereka keluar (sendiri), tidak ada dosa bagimu mengenai hal-hal yang patut yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(
QS. Al-Baqarah : 240)
Quraish Shihab:Orang-orang yang (merasa akan) disempurnakan (usianya di dunia) di antara kamu dan meninggalkan istri-istri, hendaklah berwasiat untuk istri-istrinya, (yaitu) pemberian nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak dipindahkan (dari rumahnya). Tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagi kamu (hai wali atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang patut pada diri mereka. Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana. HAMKA:Dan orang-orang yang meninggal dunia di antara kamu, sedangkan dia meninggalkan istriistri, hendaklah berwasiat untuk istri-istri mereka itu, yaitu supaya diberi bekal sampai setahun tidak dikeluarkan mereka. Akan tetapi, jika mereka keluar (sendiri) maka tidak salahnya atas kamu (membiarkan) apa yang mereka kerjakan pada diri mereka dari perkara yang patut. Dan, Allah adalah Mahagagah, lagi Bijaksana.
Kemenag RI 2019:Bagi istri-istri yang diceraikan terdapat hak mut‘ah dengan cara yang patut. Demikian ini adalah ketentuan bagi orang-orang yang bertakwa.
(
QS. Al-Baqarah : 241)
Quraish Shihab:Untuk wanita-wanita yang dicerai (hendaklah diberikan oleh suaminya) mata??menurut cara yang patut, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa. HAMKA:Dan untuk perempuan-perempuan yang ditalak, wajiblah diberi bekal menurut patutnya; kewajiban atas orang-orang yang takwa
Kemenag RI 2019:Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya agar kamu mengerti.
(
QS. Al-Baqarah : 242)
Quraish Shihab:Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-(Nya) kepada kamu supaya kamu dapat memahami(nya). HAMKA:Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatNya kepada kamu, supaya kamu berpikir.
Kemenag RI 2019:Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dalam jumlah ribuan karena takut mati? Lalu, Allah berfirman kepada mereka, “Matilah kamu!” Kemudian, Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah Pemberi karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
(
QS. Al-Baqarah : 243)
Quraish Shihab:Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedangkan mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu (semua),” kemudian Dia menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah benar-benar memiliki karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. HAMKA:Atau tidakkah engkau perhatikan orangorang yang keluar dari kampung-kampung mereka, pad a ha I mereka beribu-ribu, karena takut mati? Maka berkatalah Allah kepada mereka, "Matilah kamu semuanya!" Kemudian Dia hidupkan mereka. Sesungguhnya, Allah adalah mempunyai karunia atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidaklah bersyukur.
Kemenag RI 2019:Berperanglah kamu di jalan Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 244)
Quraish Shihab:Berperanglah kamu di jalan Allah, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan berperanglah kamu pada jalan Allah dan ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah Maha Mendengar, lagi Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Siapakah yang mau memberi pinjaman yang baik kepada Allah? ) Dia akan melipatgandakan (pembayaran atas pinjaman itu) baginya berkali-kali lipat. Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki). Kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
(
QS. Al-Baqarah : 245)
Quraish Shihab:Barang siapa mau memberi kepada Allah pinjaman yang haik, maka Dia akan melipatgandakan (pembayaran pinjaman itu) kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Allah menyempitkan dan melapangkan (rewki), dan hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan, HAMKA:Siapakah dia, yang sudi meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, supaya Dia gandakan untuknya dengan pergandaan yang banyak? Dan Allah menahan-nahan dan meluas-lebarkan (menghamparkan), dan kepada kepada-Nyalah kamu sekalian akan kembali.
Kemenag RI 2019:Tidakkah kamu perhatikan para pemuka Bani Israil setelah Musa wafat, (yaitu) ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, “Angkatlah seorang raja untuk kami, niscaya kami berperang di jalan Allah.” Dia menjawab, “Jangan-jangan jika diwajibkan atasmu berperang, kamu tidak akan berperang juga.” Mereka menjawab, “Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan sungguh kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dipisahkan dari) anak-anak kami?” ) Akan tetapi, ketika perang diwajibkan atas mereka, mereka berpaling, kecuali sebagian kecil dari mereka. Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.
(
QS. Al-Baqarah : 246)
Quraish Shihab:Tidakkah kamu memperhatikan para pemuka dari Bani Israil sesudah Musa, (yaitu) ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka: “Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah.” Dia (nabi mereka) menjawab: “Apakah sekiranya jika nanti kamu diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang?” Mereka menjawab: “Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sungguh kami telah diusir dari kampung halaman kami dan (dijauhkan dari) anak-anak kami?” Maka, ketika perang diwajibkan atas mereka, mereka berpaling, kecuali sedikit di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim. HAMKA:Tidakkah engkau perhatikan, dari hal pemuka-pemuka Bani lsrail sesudah Musa? Ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, "Angkatlah untuk kami seorang raja, supaya kami berperang pad a jalan Allah!" Berkata dia, "Apakah tidak akan terjadi kelak, kalau diperintahkan atas kamu berperang, bahwa kamu tidak akan mau berperang?" Mereka menjawab, "Bagaimana kami tidak akan mau berperang pada jalan Allah, padahal kami telah diusir dari kampung halaman kami dan anak-anak kami." Tetapi setelah diperintahkan kepada mereka berperang, berpalinglah mereka kecuali sedikit dari antara mereka. Dan, Allah mengetahui orang-orang yang aniaya.
Kemenag RI 2019:Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.” Mereka menjawab, “Bagaimana (mungkin) dia memperoleh kerajaan (kekuasaan) atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi mereka) menjawab, “Sesungguhnya Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kepadanya kelebihan ilmu dan fisik.” Allah menganugerahkan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas (kekuasaan dan rezeki-Nya) lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 247)
Quraish Shihab:Nabi mereka mengatakan pada mereka: “Sesungguhnya Allah benar-benar telah mengutus untuk kamu Thalut menjadi raja.” Mereka menjawab: “Bagaimana (mungkin) dia memunyai wewenang memerintah kami padahal kami lebih berhak (mengendalikan) pemerintahan daripadanya, sedangkan dia (pun) tidak diberi kelapangan dalam harta?” (Nabi mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilihnya atas kamu dan melebihkan untuknya keluasan dalam ilmu dan (keperkasaan) jasmani.” Allah memberikan kekuasaan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas (kekuasaan, keagungan dan rezeki-Nya), lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Dan berkatalah kepada mereka nabi mereka itu, "Sesungguhnya, Allah telah melantik untuk kamu Thalut menjadi raja." Mereka ber· kata, "Adakah patut dia berkuasa atas kami, padahal kami lebih berhak dengan kekuasaan itu daripadanya. Sedang dia tidak diberi kemampuan dan harta." Berkata dia, "Sesungguhnya, Allah telah memilih dia atas kamu dan telah melebihkannya keluasan daripada pengetahuan dan tubuh." Dan Allah memberikan kerajaan-Nya kepada barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan, Allah adalah Mahaluas, lagi Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya tanda kerajaannya ialah datangnya Tabut ) kepadamu yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari apa yang ditinggalkan oleh keluarga Musa dan keluarga Harun yang dibawa oleh para malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagimu jika kamu orang-orang mukmin.
(
QS. Al-Baqarah : 248)
Quraish Shihab:Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda kekuasaan (kerajaannya), ialah datang-nya Tabut kepada kamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhan Pemelihara kamu dan sisa dari apa yang ditinggalkan oleh keluarga Musa dan keluarga Harun. (Tabut itu) dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah swt.) bagi kamu, jika kamu orang-orang mukmin. HAMKA:Dan berkata kepada mereka nabi mereka, "Sesungguhnya, tanda kerajaannya ialah bahwa akan datang kepada kamu tabut itu. Di dalamnya ada sesuatu yang menenteramkan hati dari Tuhan kamu, dan sisa dari apa yang ditinggalkan oleh keluarga Musa dan keluarga Harun, yang dipikul akan dia oleh Malaikat." Sesungguhnya, pada yang demikian itu adalah tanda bagi kamu, jika sungguh kamu orang yang beriman.
Kemenag RI 2019:Maka, ketika Talut keluar membawa bala tentara(-nya), dia berkata, “Sesungguhnya Allah akan mengujimu dengan sebuah sungai. Maka, siapa yang meminum (airnya), sesungguhnya dia tidak termasuk (golongan)-ku. Siapa yang tidak meminumnya, sesungguhnya dia termasuk (golongan)-ku kecuali menciduk seciduk dengan tangan.” Akan tetapi, mereka meminumnya kecuali sebagian kecil di antara mereka. Ketika dia (Talut) dan orang-orang yang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, “Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya.” Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Allah bersama orang-orang yang sabar.
(
QS. Al-Baqarah : 249)
Quraish Shihab:Maka, ketika Thalut keluar membawa bala tentaranya, dia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan (suatu) sungai. Maka, barang siapa meminum (air) darinya, maka sesungguhnya dia bukanlah dari (kelompok)-ku. Dan barang siapa tidak meminumnya, maka sesungguhnya dia dari (kelompok)-ku, kecuali yang menciduknya seciduk dengan tangannya.” Maka, mereka meminum darinya kecuali sedikit di antara mereka. Maka, ketika dia (Thalut) dan orang-orang beriman yang bersamanya telah menyeberanginya (sungai itu), mereka berkata: “Tidak ada kesanggupan kami hari (ini) menghadapi Jalut dan bala tentaranya.” Orang-orang yang menduga (keras) bahwa mereka akan menemui Allah (dan ganjaran-Nya) berkata: “Berapa banyak (terjadi), golongan yang sedikit mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang sabar.” HAMKA:Maka tatkala telah berangkat Thalut dengan tentaranya, berkatalah dia, "Sesungguhnya, Allah akan mengujimu dengan satu sungai. Maka, barangsiapa yang minum darinya, tidaklah dia dari golonganku. Dan, barangsiapa yang tidak mengecapnya, sesungguhnya dia itulah dari golonganku kecuali barangsiapa yang menceduk satu cedukan dengan tangannya." Maka, minumlah mereka darinya kecuali sedikit dari antara mereka. Maka, setelah mereka menyeberanginya, dia dan orang-orang yang beriman sertanya, berkatalah mereka, "Sesungguhnya, tidaklah ada kesanggupan bagi kami hari ini terhadap Jalut dan tentaranya." Berkata orangorang yang percaya bahwa mereka akan menemui Allah, "Berapa banyak golongan yang sedikit mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah?" Dan sesungguhnya Allah adalah beserta orang-orang yang sabar.
Kemenag RI 2019:Ketika mereka maju melawan Jalut dan bala tentaranya, mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami, dan menangkanlah kami atas kaum yang kafir.”
(
QS. Al-Baqarah : 250)
Quraish Shihab:Ketika mereka menghadapi Jalut dan bala tentaranya, mereka (Thalut dan balatentaranya) berdoa: “Tuhan Pemelihara kami! Tuangkanlah kesabaran atas (diri) kami, dan kokohkanlah kaki (dan jiwa) kami dan menangkanlah kami terhadap orang-orang kafir.” HAMKA:Dan tatkala mereka berhadap-hadapan dengan Jalut dan tentaranya itu berkatalah mereka, "Ya, Tuhan kami! Tumpahkanlah kepada kami kesabaran dan teguhkanlah kaki kami, dan tolonglah kami di dalam menghadapi kaum yang kafir.
Kemenag RI 2019:Mereka (tentara Talut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan Daud membunuh Jalut. Kemudian, Allah menganugerahinya (Daud) kerajaan dan hikmah (kenabian); Dia (juga) mengajarinya apa yang Dia kehendaki. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Akan tetapi, Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam.
(
QS. Al-Baqarah : 251)
Quraish Shihab:Mereka (tentara Thalut) mengalahkan bala tentara Jalut dengan izin Allah dan Daud membunuh Jalut, kemudian Allah menganugerahkan kepadanya kekuasaan (kerajaan) dan hikmah, dan Dia mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Dan jika seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi (ini). Tetapi, Allah memiliki karunia (yang dicurahkan) atas seluruh alam. HAMKA:Maka dapatlah mereka mengalahkan mereka itu dengan izin Allah, seraya membunuhlah Dawud akan Jalut, dan diberikan Allah kepadanya kerajaan dan hikmah, dan diajarkanNya kepadanya apa yang Dia kehendaki. Dan, kalau bukanlah ada pertahanan Allah terhadap manusia, yang sebagian mereka dengan yang sebagian, sesungguhnya telah rusaklah bumi. Akan tetapi, Allah mempunyai karunia atas seluruh alam.
Kemenag RI 2019:Itulah ayat-ayat Allah. Kami membacakannya kepadamu (Nabi Muhammad) dengan benar. Sesungguhnya engkau benar-benar termasuk di antara para rasul.
(
QS. Al-Baqarah : 252)
Quraish Shihab:Itulah ayat-ayat Allah. Kami membacakannya (mewahyukannya) kepadamu (Nabi Muhammad saw.) dengan haq (benar) dan sesungguhnya engkau benar-benar seorang di antara para rasul yang diutus. HAMKA:Yang demikian itu adalah ayat-ayat Allah. Kami ceritakan dia kepada engkau dengan benar. Dan, sesungguhnya, engkau adalah seorang di antara orang-orang yang diutus.
Kemenag RI 2019:Para rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Di antara mereka ada yang Allah berbicara (langsung) dengannya dan sebagian lagi Dia tinggikan beberapa derajat. Kami telah menganugerahkan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat) dan Kami memperkuat dia dengan Ruhulkudus (Jibril). Seandainya Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan saling membunuh setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Akan tetapi, mereka berselisih sehingga ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kufur. Andaikata Allah menghendaki, tidaklah mereka saling membunuh. Namun, Allah melakukan apa yang Dia kehendaki.
(
QS. Al-Baqarah : 253)
Quraish Shihab:Para rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian (yang lain). Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagian dari mereka Dia meninggikannya (beberapa) derajat. Dan Kami telah menganugerahkan kepada ‘Isa putra Maryam bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat) serta Kami kukuhkan dia dengan Ruhul Qudus (Malaikat Jibril as.) Dan jika seandainya Allah menghendaki, (pasti) tidaklah saling membunuh orang-orang yang (datang) sesudah mereka (para rasul itu), setelah datang kepada mereka bukti-bukti yang sangat jelas (itu), tetapi mereka berselisih. Maka, ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Dan jika seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka saling membunuh, tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. HAMKA:Rasul-rasul itu, Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian; di antara mereka ada yang berkata-kata Allah kepadanya dan Dia tinggikan derajat setengah mereka, dan telah Kami berikan beberapa keterangan kepada Isa anak Maryam dan Kami sokong dia dengan Ruhul Qudus; dan kalau Allah menghendaki tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang yang sesudah mereka, akan tetapi mereka telah berselisih sesudah datang kepada mereka keterangan-keterangan itu. Maka, di antara mereka ada yang beriman dan di antara mereka ada yang kufur. Dan, jikalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah mereka akan berbunuh-bunuhan. Akan tetapi, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (hari itu), tidak ada juga persahabatan yang akrab, dan tidak ada pula syafaat. Orang-orang kafir itulah orang-orang zalim.
(
QS. Al-Baqarah : 254)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah (di jalan Allah swt.), sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada kamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (di hari itu), dan tidak ada (lagi) persahabatan yang akrab, dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang zalim. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami karuniakan kepada kamu sebelum datang kepada kamu suatu hari, yang tidak ada perdagangan padanya, dan tidak ada persahabatan dan tidak ada syafaat; dan orang-orang yang kafir itulah orang-orang yang zalim.
Kemenag RI 2019:Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
(
QS. Al-Baqarah : 255)
Quraish Shihab:Allah, tidakadaTuhan (YangKuasa dan berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Hidup, Maha Kekal, lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak dikalahkan oleh kantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan apa yang di bumi, tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya; Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya; Kursi (ilmu/ kekuasaan)-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak lelah memelihara keduanya dan Dia Maha Tinggi, lagi Maha Agung.” HAMKA:Tuhan Allah tldak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup, Yang berdiri sendiri-Nya. Dia tidak dihampiri oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di semua langit dan apa yang di bumi. Siapa yang akan memohonkan syafaat di sisi-Nya kalau bukan dengan izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, sedang mereka tidaklah meliputi sesuatu jua pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Meliputi penge tahuan-Nya akan semua langit dan bumi, dan tidaklah memberati-Nya memeliharanya kedua nya; dan Dia adalah Mahatinggi lagi Mahaagung.
Kemenag RI 2019:Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam). Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Siapa yang ingkar kepada tagut ) dan beriman kepada Allah sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 256)
Quraish Shihab:Tidak ada paksaan untuk (menganut) agama (Islam); sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Karena itu, barang siapa ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang teguh kepada gantungan tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Tidak ada paksaan dalam agama. Telah nyata kebenaran dan kesesatan. Maka, barangsiapa yang menolak segala pelanggaran besar dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya telah berpeganglah dia dengan tali yang amat teguh, yang tidak akan putus selama-lamanya. Dan Allah adalah Maha Mendengar, lagi Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari aneka kegelapan menuju cahaya (iman). Sedangkan orang-orang yang kufur, pelindung-pelindung mereka adalah tagut. Mereka (tagut) mengeluarkan mereka (orang-orang kafir itu) dari cahaya menuju aneka kegelapan. Mereka itulah para penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
(
QS. Al-Baqarah : 257)
Quraish Shihab:Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia (terus-menerus) mengeluarkan mereka dari aneka kegelapan kepada cahaya terang-benderang (iman). Dan orang-orang yang kafir, para pelindung mereka adalah thaghut, semua (terus-menerus) mengeluarkan mereka dari cahaya terang-benderang kepada aneka kegelapan (kekafiran). Mereka itulah para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. HAMKA:Allah-lah Pemimpin bagi orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari gelap gulita kepada terang benderang. Akan tetapi, orang-orang yang tidak mau percaya. Pemimpin mereka ialah pelanggar-pelanggar batas. Mereka itu akan mengeluarkan mereka dari cahaya terang kepada gelap gullta. Mereka itulah ahli neraka. Mereka akan kekal padanya.
Kemenag RI 2019:Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya karena Allah telah menganugerahkan kepadanya (orang itu) kerajaan (kekuasaan), (yakni) ketika Ibrahim berkata, “Tuhankulah yang menghidupkan dan mematikan.” (Orang itu) berkata, “Aku (pun) dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Kalau begitu, sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur. Maka, terbitkanlah ia dari barat.” Akhirnya, bingunglah orang yang kufur itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
(
QS. Al-Baqarah : 258)
Quraish Shihab:Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhan Pemeliharanya (Allah swt.) karena Allah telah menganugerahkan kepadanya (orang itu) kekuasaan. Ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhan Pemeliharaku ialah Yang menghidupkan dan mematikan.” (Orang itu) berkata: “Aku (juga) dapat menghidupkan (membiarkan hidup) dan mematikan (membunuh).” Ibrahim berkata: “Maka, (kalau demikian) sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat!” lalu heran terdiamlah orang yang kafir (itu); Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. HAMKA:Atau tidakkah engkau pikirkan dari hal orang yang membantah Ibrahim tentang Tuhannya? Lantaran Allah telah memberikan kerajaan kepadanya?Tatkala Ibrahim berkata, "Tuhankulah yang menghidupkan dan mematikan." Dia berkata, "Akulah yang menghidupkan dan mematikan." Berkata Ibrahim, "Maka sesungguhnya Allah mendatangkan matahari dari timur maka cobalah datangkan matahari itu dari barat!" Maka terdiamlah orang yang kafir itu. Dan, Allah tidaklah akan memberi petunjuk kepada kaum yang zalim!
Kemenag RI 2019:Atau, seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh menutupi (reruntuhan) atap-atapnya. Dia berkata, “Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah kehancurannya?” Lalu, Allah mematikannya selama seratus tahun, kemudian membangkitkannya (kembali). Dia (Allah) bertanya, “Berapa lama engkau tinggal (di sini)?” Dia menjawab, “Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari.” Allah berfirman, “Sebenarnya engkau telah tinggal selama seratus tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, (tetapi) lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang-belulang) dan Kami akan menjadikanmu sebagai tanda (kekuasaan Kami) bagi manusia. Lihatlah tulang-belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging (sehingga hidup kembali).” Maka, ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, “Aku mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” )
(
QS. Al-Baqarah : 259)
Quraish Shihab:Atau (tidakkah kamu memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia (orang itu) berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancur?” Maka, Allah mematikannya (orang itu) seratus tahun, kemudian membangkitkannya (kembali). Dia (Allah swt.) bertanya: “Berapa (lama) engkau tinggal (di sini)?” Dia (orang itu) menjawab: “Aku telah tinggal (di sini) sehari atau setengah hari.” Dia berfirman: “Sebenarnya engkau telah tinggal (di sini) seratus tahun (lamanya), maka lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah, dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang) dan Kami akan menjadikanmu tanda (kekuasaan Kami) bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka, ketika telah nyata kepadanya (bagaimana Allah swt. menghidupkan yang telah mati), dia (orang itu pun) berkata: “Aku tahu bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” HAMKA:Atau seperti seorang yang pemah melalui sebuah negeri, sedangkan negeri itu telah runtuh bangunan-bangunannya. Dia berkata, "Bagai manakah agaknya · kelak Allah akan menghidup kannya sesudah matinya?" Maka dimatikanlah dia oleh Allah seratus tahun, kemudian itu Dia bangkitkan kembali. Bertanya Dia, "Berapa lamanya engkau telah terdiam?" Dia menjawab, "Aku telah berdiam sehari atau sebagian hari." Berfirman Dia, "Bahkan engkau telah berdiam seratus tahun. Maka, lihatlah kepada makananmu dan minumanmu itu, tidaklah dia berubah. Dan, lihatlah kepada keledaimu! Dan oleh karena Kami hendak menjadikan engkau suatu tanda bagi manusia. Dan, lihatlah kepada tulang-tulang itu, betapa Kami membangkitkannya kembali, kemudian Kami pakaikan kepadanya daging." Maka tatkala telah jelas kepadanya, berkatalah dia, "Tahulah aku (sekarang) bahwasanya Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa."
Kemenag RI 2019:(Ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Dia (Allah) berfirman, “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang.” Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu, ambillah empat ekor burung, lalu dekatkanlah kepadamu (potong-potonglah). Kemudian, letakkanlah di atas setiap bukit satu bagian dari tiap-tiap burung. Selanjutnya, panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. )
(
QS. Al-Baqarah : 260)
Quraish Shihab:Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Tuhan Pemeliharaku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan yang mati!” Dia berfirman: “Belum percayakah engkau?” (Nabi Ibrahim as.) menjawab: “Aku telah percaya, tetapi supaya hatiku mantap.” Dia berfirman: “(Kalau demikian), maka ambillah empat ekor unggas, lalu dekatkan mereka kepadamu kemudian cincanglah mereka. Lalu, lemparkan di atas setiap bukit (satu) bagian darinya, kemudian panggillah mereka, (niscaya) mereka datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana. HAMKA:Dan ingatlah tatkala berkata Ibrahim, "Ya, Tuhanku! Perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang yang telah mati." Berfirman Dia, "Apakah engkau tidak percaya?" Berkata dia, "Sekali-kali bukan begitu, tetapi untuk menetapkan hatiku." Berfirman Dia, "Kalau begitu, ambillah empat ekor burung dan jinakkan lah dia kepada dirimu kemudian letakkanlah di atas tiap-tiap gunung darinya sebagian-sebagian, kemudian itu panggillah mereka, niscaya mereka akan datang kepada engkau dengan segera.' Dan ketahuilah bahwasanya Allah adalah Mahagagah, lagi Mahabijaksana.
Kemenag RI 2019:Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 261)
Quraish Shihab:Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji. Allah (terus-menerus) melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya), lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Perumpamaan orang-orang yang mem belanjakan harta benda mereka pada jalan Allah adalah laksana satu biji menumbuhkan tujuh arai; pada tiap-tiap satu arai ada seratus biji. Dan, Allah akan menggandakan (pahala) kepada barang siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah adalah Mahaluas, lagi Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang menginfakkan harta mereka di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang mereka infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih.
(
QS. Al-Baqarah : 262)
Quraish Shihab:Orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya dengan menyebut-nyebut pemberiannya, dan tidak (pula) menyakiti (perasaan si penerima), bagi mereka ganjaran mereka di sisi Tuhan Pemelihara mereka. Tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. HAMKA:Orang-orang yang membelanjakan harta benda mereka pada jalan Allah kemudian itu tidak mereka iringkan apa yang telah mereka belanjakan itu dengan membangkit-bangkit dan tidak dengan menyakiti; untuk mereka pahala di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.
Kemenag RI 2019:Perkataan yang baik dan pemberian maaf itu lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.
(
QS. Al-Baqarah : 263)
Quraish Shihab:Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya, lagi Maha Penyantun. HAMKA:Suatu kata-kata yang patut dan menutup ( rahasia) lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan menyakiti; dan Allah adalah Mahakaya, lagi Mahasabar.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir.
(
QS. Al-Baqarah : 264)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menghapus (ganjaran) sedekah-sedekah kamu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ingin dilihat manusia (pamrih) dan dia tidak beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Maka, (keadaan orang itu) adalah seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, lalu (batu itu) ditimpa hujan lebat, maka menjadilah ia bersih (tidak bertanah/berdebu). Mereka tidak menguasai sesuatu (pun) dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Jangan lah kamu rusakkan sedekah kamu dengan mem bangkit-bangkit dan menyakiti, sebagaimana orang yang membelanjakan hartanya dalam ke adaan riya terhadap manusia, dan tidak dia ber iman kepada Allah dan Hari Kemudian. Perumpa maan orang ini adalah laksana satu batu tandus yang di atasnya ada tanah-debu, lalu dia ditimpa oleh hujan lebat maka jadilah dia Hein. Tidak lah mereka berdaya sesuatu pun atas apa yang telah mereka usahakan itu. Dan, Allah tidaklah memberfkan petunjuk kepada orang yang kafir.
Kemenag RI 2019:Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka untuk mencari rida Allah dan memperteguh jiwa mereka adalah seperti sebuah kebun di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, lalu ia (kebun itu) menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, hujan gerimis (pun memadai). ) Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 265)
Quraish Shihab:Dan perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, adalah seperti sebuah kebun (yang terletak) di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka (kebun itu) menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun/hujan gerimis (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. HAMKA:Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan harta benda mereka karena mengharapkan ridha Allah dan untuk mene guhkan {keyakinan) dalam diri mereka, adalah laksana sebuah kebun di tanah subur, ditimpa dia oleh hujan maka datanglah hasilnya berlipat dua. Maka, walaupun dia tidak ditimpa hujan, hujan rintik pun jadilah. Dan, Allah atas apa yang kamu kerjakan adalah melihat.
Kemenag RI 2019:Apakah salah seorang di antara kamu ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di sana dia memiliki segala macam buah-buahan. Kemudian, datanglah masa tua, sedangkan dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil. Lalu, kebun itu ditiup angin kencang yang mengandung api sehingga terbakar. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan(-nya).
(
QS. Al-Baqarah : 266)
Quraish Shihab:Apakah (ada) salah seorang di antara kamu yang ingin memunyai kebun kurma dan anggur, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; di dalamnya dia memunyai berbagai macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua (pada orang itu) sedangkan dia memunyai keturunan yang (masih) kecil-kecil. Maka, (kebun itu) diterpa angin ribut yang membawa api, sehingga (kebun itu) terbakar. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan kuasa-Nya) kepada kamu supaya kamu memikirkan(-nya). HAMKA:Adakah suka seseorang di antara kamu bahwa ada baginya sebuah kebun dari kurma dan anggur, yang mengalir padanya sungai-sungai, dan ada pula baginya di kebun itu berbagai ma cam buah-buahan dan dia pun telah dijelang tua dan dia pun mempunyai anak-cucu yang lemah lemah. Maka, menyeranglah kepadanya angin puting beliung dan padanya ada api maka ter bakarlah (kebun itu ). Demikianlah Allah menjelas kan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu berpikir.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
(
QS. Al-Baqarah : 267)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah yang baik-baik sebagian dari hasil usaha kamu dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk, lalu kamu nafkahkan darinya, padahal kamu (sendiri) tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, lagi Maha Terpuji. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Belanjakan sebagian dari hasil-hasil usaha kamu yang baik-baik, dan dari apa yang telah Kami keluarkan untuk kamu dari bumi, dan janganlah kamu pilih pilih yang buruk darinya, lalu kamu belanjakan, dan kamu pun tidaklah akan menerimanya melainkan dengan memejamkan mata kamu. Dan, ketahuilah, sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Terpuji.
Kemenag RI 2019:Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan kamu ampunan dan karunia-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.
(
QS. Al-Baqarah : 268)
Quraish Shihab:Setan menjanjikan (menakuti-nakuti) kamu dengan kemiskinan, dan ia menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untuk kamu ampunan dan karunia dari-Nya. Allah Maha Luas (anugerah-Nya), lagi Maha Mengetahui. HAMKA:Setan mempertakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji. Sedang Allah adalah menyediakan ampunan dari-Nya dan karunia. Dan, Allah adalah Mahaluas (pintu rezeki terbuka) lagi Maha mengetahui.
Kemenag RI 2019:Dia (Allah) menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang dianugerahi hikmah, sungguh dia telah dianugerahi kebaikan yang banyak. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran (darinya), kecuali ululalbab.
(
QS. Al-Baqarah : 269)
Quraish Shihab:Dia (Allah swt.) menganugerahkan al-Hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dianugerahi al-Hikmah, maka sungguh dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (darinya) melainkan Ulul Albab (orang-orang yang berakal bersih, murni dan cerah) HAMKA:Dia menganugerahkan hikmah kepada barang siapa yang Dia kehendaki, dan barangsiapa yang diberi hikmah maka sesungguhnya dia telah diberi kekayaan yang banyak. Akan tetapi, tidaklah akan ingat melainkan orang-orang yang berpikiran dalam (yang mempunyai inti pikiran).
Kemenag RI 2019:Infak apa pun yang kamu berikan atau nazar apa pun yang kamu janjikan sesungguhnya Allah mengetahuinya. Bagi orang-orang zalim tidak ada satu pun penolong (dari azab Allah).
(
QS. Al-Baqarah : 270)
Quraish Shihab:Apa saja nafkah yang kamu nafkahkan atau nazar yang kamu nazarkan, ? maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Dan tidak ada bagi orang-orang zalim (satu) penolong (pun). HAMKA:Dan apa pun perbelanjaan yang kamu belanjakan ataupun nadzar yang kamu nadzarkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Dan, bagi orang-orang yang aniaya tidaklah ada orang orang yang akan menolong.
Kemenag RI 2019:Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. (Akan tetapi,) jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahanmu. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 271)
Quraish Shihab:Jika kamu menampakkan sedekah-sedekah (kamu, dengan tujuan supaya dicontoh orang lain, bukan untuk riya), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu memberikannya kepada orang-orang fakir, maka (menyembunyikan) itu lebih baik bagi kamu. Dan Dia akan menghapuskan dari kamu sebagian dari kesalahan-kesalahan kamu; dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. HAMKA:Jika kamu tampakkan sedekah-sedekah itu, baguslah itu, dan jika kamu sembunyikan dia dan kamu berikan dia kepada orang-orang fakir maka itu pun terlebih baik lagi buat kamu. Dia
akan menghapuskan sebagian dari dosa-dosa kamu, dan Allah atas apa-apa yang kamu kerjakan adalah amat teliti.
Kemenag RI 2019:Bukanlah kewajibanmu (Nabi Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, (manfaatnya) untuk dirimu (sendiri). Kamu (orang-orang mukmin) tidak berinfak, kecuali karena mencari rida Allah. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi (pahala) secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi.
(
QS. Al-Baqarah : 272)
Quraish Shihab:Bukanlah kewajibanmu (Nabi Muhammad saw.) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah yang menganugerahkan petunjuk (kepada) siapa yang dikehendaki-Nya (berdasarkan kesiapan jiwa untuk menerima petunjuk). Dan apa saja (harta) yang baik yang kamu nafkahkan, maka (pahalanya) untuk diri kamu (sendiri). Dan janganlah kamu menafkahkan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja (harta) yang baik yang kamu nafkahkan, (niscaya) kamu akan diberi (pahalanya) dengan cukup, sedangkan kamu (sedikit pun) tidak dianiaya (dirugikan). HAMKA:Bukanlah kewajiban engkau memberi mereka petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang akan memberi petunjuk kepada barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan, apa yang kamu belanjakan dari kekayaan kamu maka itu adalah untuk dirimu sendiri; dan apa saja pun yang kamu belanjakan, janganlah selain mengharapkan wajah Allah. Dan, apa pun yang kamu belanjakan dari kekayaan, niscaya akan disempumakan untuk kamu, dan tidaklah kamu akan dianiaya.
Kemenag RI 2019:(Apa pun yang kamu infakkan) diperuntukkan bagi orang-orang fakir yang terhalang (usahanya karena jihad) di jalan Allah dan mereka tidak dapat berusaha di bumi. Orang yang tidak mengetahuinya mengira bahwa mereka adalah orang-orang kaya karena mereka memelihara diri dari mengemis. Engkau (Nabi Muhammad) mengenal mereka dari ciri-cirinya (karena) mereka tidak meminta secara paksa kepada orang lain. Kebaikan apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Tahu tentang itu.
(
QS. Al-Baqarah : 273)
Quraish Shihab:(Apa yang kamu nafkahkan) adalah untuk orang-orang fakir yang terhalangi (usahanya karena jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat memperoleh peluang usaha (untuk memenuhi kebutuhan) di bumi; orang yang tidak tahu mengira mereka (sebagai) orang-orang yang tidak butuh karena mereka memelihara diri dari mengemis. Engkau (Nabi Muhammad saw.) kenal mereka dengan (melihat) tanda-tanda mereka, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja (harta) yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah swt.), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. HAMKA:Untuk orang-orang fakir yang telah terikat pada jalan Allah, yang tidak sanggup lagi berusaha di bumi, disangka oleh orang-orang yang tidak tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang kaya dan sangat menahan diri, engkau akan dapat mengenal mereka dengan tanda mereka. Mereka tidak meminta-minta kepada manusia memaksa-maksa. Maka, apa pun kekayaan yang kamu belanjakan, sesungguhnya Allah amatlah mengetahuinya.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, baik secara rahasia maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih.
(
QS. Al-Baqarah : 274)
Quraish Shihab:Orang-orang yang menafkahkan harta mereka di malam dan di siang (hari) secara tersembunyi dan terang-terangan, maka bagi mereka pahala di sisi Tuhan Pemelihara mereka. Tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. HAMKA:Orang-orang yang membelanjakan harta benda mereka malam dan siang, secara rahasia dan terang-terangan maka untuk mereka itu adalah pahala di sisi Tuhan, dan tidaklah ada
ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.
Kemenag RI 2019:Orang-orang yang memakan (bertransaksi dengan) riba tidak dapat berdiri, kecuali seperti orang yang berdiri sempoyongan karena kesurupan setan. Demikian itu terjadi karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Siapa pun yang telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhannya (menyangkut riba), lalu dia berhenti sehingga apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Siapa yang mengulangi (transaksi riba), mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
(
QS. Al-Baqarah : 275)
Quraish Shihab:Orang-orang yang makan (bertransaksi dengan) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang dibingungkan oleh setan, (sehingga dia tidak tahu arah) disebabkan sentuhan-(nya) (Keadaan mereka) yang demikian itu adalah karena mereka berkata: “Sesungguhnya jual-beli sama dengan riba,” padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Maka, barang siapa telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhan Pemeliharanya (menyangkut riba), lalu dia berhenti (dari praktik riba), maka baginya apa yang telah diperolehnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (kembali) kepada Allah. Dan barang siapa kembali (bertransaksi riba), maka mereka itu adalah para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. HAMKA:Orang-orang yangmemakan riba itu tidaklah akan berdiri, melainkan sebagaimana berdirinya orang yang diharu biru setan dengan tamparan. Menjadi demikian karena sesungguhnya mereka berkata, "Tidak lain perdagangan itu hanyalah seperti riba juga." Sedang Allah telah menghalalkan perdagangan dan mengharamkan riba.
Lantaran itu, barangsiapa yang telah kedatangan pengajaran dari Tuhannya lalu dia berhenti maka baginyalah apa yang telah berlalu, dan perkaranya terserahlah kepada Allah, akan tetapi barangsiapa yang kembali (lagi) maka mereka itu menjadi ahli neraka; mereka akan kekal di dalamnya.
Kemenag RI 2019:Allah menghilangkan (keberkahan dari) riba dan menyuburkan sedekah. Allah tidak menyukai setiap orang yang sangat kufur lagi bergelimang dosa.
(
QS. Al-Baqarah : 276)
Quraish Shihab:Allah memusnahkan riba (sedikit demi sedikit) dan menyuburkan sedekah-sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sangat ingkar, lagi berbuat banyak dosa. HAMKA:Allah membasmi riba dan Dia menyuburkan sedekah-sedekah, dan Allah tidaklah suka kepada orang-orang yang sangat ingkar, lagi pembuat dosa.
Kemenag RI 2019:Sesungguhnya orang-orang yang beriman, beramal saleh, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih.
(
QS. Al-Baqarah : 277)
Quraish Shihab:Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, melaksanakan shalat secara sempurna dan menunaikan zakat, bagi mereka ganjaran mereka di sisi Tuhan Pemelihara mereka. Tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. HAMKA:Sesungguhnya, orang-orang yang beriman dan beramal yang saleh, dan mereka pun mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat, untuk mereka pahala di sisi Tuhan, dan tidaklah ada
ketakutan mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang mukmin.
(
QS. Al-Baqarah : 278)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan apa yang tersisa dari riba, jika kamu orang-orang mukmin. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Takwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa dari riba itu, jikalau benar-benar kamu orang-orang yang beriman.
Kemenag RI 2019:Jika kamu tidak melaksanakannya, ketahuilah akan terjadi perang (dahsyat) dari Allah dan Rasul-Nya. Akan tetapi, jika kamu bertobat, kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan).
(
QS. Al-Baqarah : 279)
Quraish Shihab:Maka, jika kamu tidak melaksanakan (apa yang diperintahkan sehingga memungut sisa riba yang belum dipungut), maka ketahuilah akan terjadi perang (dahsyat) dari Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw.). Dan jika kamu bertaubat, maka bagi kamu pokok harta kamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. HAMKA:Akan tetapi, jika tidak kamu kerjakan begitu maka terimalah satu pernyataan perang dari Allah dan Rasul-Nya. Namun, jika kamu bertobat maka bolehlah kamu ambil pokok
harta kamu; tidak kamu dianiaya dan tidak pula kamu menganiaya.
Kemenag RI 2019:Jika dia (orang yang berutang itu) dalam kesulitan, berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Kamu bersedekah (membebaskan utang) itu lebih baik bagimu apabila kamu mengetahui(-nya).
(
QS. Al-Baqarah : 280)
Quraish Shihab:Dan jika dia (orang yang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tangguh sampai dia lapang. Dan bersedekah itu lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahui. HAMKA:Dan jika ada yang kesusahan maka berilah tempo sampai ada kelapangan, tetapi kalau kamu bersedekah, adalah itu lebih baik buat kamu jikalau kamu ketahui.
Kemenag RI 2019:Waspadalah terhadap suatu hari (kiamat) yang padanya kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian, setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya dan mereka tidak dizalimi.
(
QS. Al-Baqarah : 281)
Quraish Shihab:Jagalah diri kamu dari (azab yang terjadi pada) suatu hari (yaitu Hari Kiamat), yang (pada waktu itu) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap diri diberi (pahalanya) dengan cukup atas apa yang telah diusahakan(nya), sedangkan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya (dirugikan). HAMKA:Dan hendaklah kamu takut akan suatu hari yang di hari itu kamu akan dikembalikan kepada Allah; kemudian akan disempurnakan ganjaran tiap-tiap orang dan apa yang telah mereka
usahakan. Dan, tidaklah mereka akan dianiaya.
Kemenag RI 2019:Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu mencatatnya. Hendaklah seorang pencatat di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah pencatat menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajar-kan kepadanya. Hendaklah dia mencatat(-nya) dan orang yang berutang itu mendiktekan(-nya). Hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia menguranginya sedikit pun. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya, lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Mintalah kesaksian dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada) sehingga jika salah seorang (saksi perempuan) lupa, yang lain mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Janganlah kamu bosan mencatatnya sampai batas waktunya, baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu pada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perniagaan tunai yang kamu jalankan di antara kamu. Maka, tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak mencatatnya. Ambillah saksi apabila kamu berjual beli dan janganlah pencatat mempersulit (atau dipersulit), begitu juga saksi. Jika kamu melakukan (yang demikian), sesungguhnya hal itu suatu kefasikan padamu. Bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(
QS. Al-Baqarah : 282)
Quraish Shihab:Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bermuamalah (bertransaksi) tidak secara tunai sampai waktu yang ditentukan, maka hendaklah kamu menulisnya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulis(nya) dengan adil. Dan janganlah penulis enggan menulisnya, karena Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah dia menulis, dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhan Pemeliharanya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun darinya. Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia (sendiri) tidak mampu mendiktekan, maka hendaklah walinya mendiktekan dengan adil. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki di antara kamu. Jika bukan dua orang (saksi) laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan dari para saksi yang kamu ridhai, supaya (jika) seorang (dari saksi perempuan) lupa, maka yang seorang (lagi) mengingatkannya. Janganlah para saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulisnya (utang itu), (baik) kecil maupun besar, sampai batas waktu (membayar)-nya. Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada ketidakraguan kamu. Kecuali, jika ia (muamalah atau transaksi tersebut) merupakan perniagaan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual-beli; dan janganlah penulis dan saksi mendatangkan mudharat bagi yang bertransaksi (dan jangan juga yang bertransaksi mendatangkan mudharat bagi para saksi dan penulis). Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya (hal) itu adalah suatu kefasikan pada diri kamu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarkan kepada kamu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. HAMKA:Wahai, orang-orang yang beriman! Apabila kamu mengadakan suatu perikatan utang-utang buat dipenuhi di suatu masa yang tertentu maka tuliskanlah dia. Hendaklah menulis di antara kamu seorang penulls dengan adil, dan fanganlah enggan seorang penulis menullskan sebagaimana yang telah diafarkan akan dia oleh Allah. Maka, hendaklah dia menuliskan, dan hendaklah merencanakan orang yang berkewajiban atasnya; dan hendaklah dia takut kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya. Maka, jika orang berkewajiban itu seorang yang safih atau lemah, atau dia tidak sanggup merencanakan maka hendaklah walinya yang merencanakan dengan adil. Dan, hendaklah kamu adakan dua saksi dari laki-laki kamu. Akan tetapi, jika tidak ada dua laki-laki, maka. (bolehlah) seorang laki-laki dan dua perempuan, di antara saksi-saksi yang kamu sukai. Supaya jika seorang di antara kedua (perempuan) itu keliru, supaya diperingatkan oleh yang seorang lagi. Dan, janganlah enggan saksi-saksi apabila mereka diundang Qadi saksi}. Dan, janganlah kamu jemu menuliskannya, kecilataupunbesar, buat dipenuhi pada masanya. Yang demikian itulah yang lebih adil di sisi Allah dan lebih teguh dekat untuk tidak ada keragu-raguan. Kecuali perdagangan tunai yang kamu adakan di antara kamu maka tidaklah mengapa tidak kamu tuliskan. Dan, hendaklah kamu mengadakan saksi jika kamu berjual bell. Dan, tidak boleh dipersusahkan penulis dan tidak pula saksi. Karena, kalau kamu berbuat begitu aka yang begitu adalah suatu kedurhakaan pada diri kamu masing-masing. Dan, hendaklah kamu bertakwa kepada Allah, dan Allah akan mengafar kamu. Dan, Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Maha Mengetahui.
Kemenag RI 2019:Jika kamu dalam perjalanan, sedangkan kamu tidak mendapatkan seorang pencatat, hendaklah ada barang jaminan yang dipegang. Akan tetapi, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya. Janganlah kamu menyembunyikan kesaksian karena siapa yang menyembunyikannya, sesungguhnya hatinya berdosa. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(
QS. Al-Baqarah : 283)
Quraish Shihab:Jika kamu dalam perjalanan, sedangkan kamu tidak mendapatkan seorang penulis, maka (hendaklah ada) barang tanggungan yang dipegang (oleh yang memberi utang). Tetapi, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhan Pemeliharanya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa menyembunyikannya, maka sesungguhnya dia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. HAMKA:Dan jlka kamu di dalam perjalanan, sedang kamu tidak mendapat seorang penulls maka hendaklah kamu pegang barang-barang agunan. Akan tetapi, jika percaya yang setengah kamu akan yang setengah maka hendaklah orang yang diserahi amanah itu menunaikan amanahnya, dan hendaklah takwa kepada Allah, Tuhannya. Dan, janganlah kamu sembunyikan kesaksian. Dan, barangsiapa yang menyembunylkan (kesaksian) itu maka sesungguhnya telah berdosalah hatinya. Dan, Allah mengetahul apa yang kamu kerjakan.
Kemenag RI 2019:Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(
QS. Al-Baqarah : 284)
Quraish Shihab:Milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Jika kamu menampakkan apa yang ada dalam hati kamu atau kamu menyembunyikannya, (pasti) Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang (perbuatan kamu) itu. Maka, Dia mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya (bagi yang menyesali perbuatannya, dan bertekad untuk tidak mengulangi dan memohon ampunan) dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya (bagi yang tetap bergelimang dalam dosa); dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. HAMKA:Kepunyaan Allah apa yang di semua langit dan apa yang di bumi. Dan, jika kamu tampakkan apa yangdihatikamu ataupun kamu sembunyikan, tetapi Allah akan memperhatikannya jua. Maka, akan diberi ampun-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki dan akan disiksa-Nya barangsiapa yang Dia kehendaki. Dan, Allah atas tiap-tiap sesuatu adalah Mahakuasa.
Kemenag RI 2019:Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.”
(
QS. Al-Baqarah : 285)
Quraish Shihab:Rasul (Nabi Muhammad saw.) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhan Pemeliharanya, demikian pula orang-orang mukmin. Semua telah beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari para rasul-Nya,” dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat. Kami (memohon) ampunan-Mu, Tuhan Pemelihara kami, hanya kepada Engkau-lah tempat kembali.” HAMKA:Rasul itu percaya kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan ( demikian juga) orang-orang yang beriman. Tiap-tiap mereka percaya kepada Allah dan Malaikat-Nya dan kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. Tidaklah Kami membeda-bedakan di antara seorang ( dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya. Dan, mereka pun berkata, "Kami dengar dan kami taati. Ampunan-Mu, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali."
Kemenag RI 2019:Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.”
(
QS. Al-Baqarah : 286)
Quraish Shihab:Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Baginya (pahala dari) apa (kebajikan) yang telah diusahakannya, dan baginya (siksa dari) apa (kejahatan) yang diusahakannya. (Mereka berdoa): “Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami (beban) yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami (memikul)-nya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka menangkanlah kami atas kaum kafir.” HAMKA:Tidaklah Allah memberati suatu diri melainkan sekadar terpikul olehnya. Dia akan mendapat pahala dari apa yang dia usahakan dan akan mendapat siksa atas apa yang dia usahakan pula. Ya, Tuhan kami! Janganlah Engkau tuntut kami di atas kealpaan kami dan kekeliruan kami. Ya, Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan ke atas kami siksa, sebagaimana yang pemah Engkau pikulkan atas orang-orang yang sebelum kami. Ya, Tuhan kami! Janganlah Engkau timpakan ke atas kami perintah yang tidak bertenaga
kami dengan dia, dan maafkanlah (dosa-dosa) kami dan ampunilah kami dan kasihanilah kami; Engkaulah penolong kami. Maka, tolonglah kami atas mengalahkan kaum yang tidak mau percaya.