Kemenag RI 2019:kecuali jalan ke (neraka) Jahanam. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Hal itu bagi Allah (sangat) mudah. Prof. Quraish Shihab:Kecuali ke jalan menuju (neraka) Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Prof. HAMKA: Kecuali jalan ke Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal tersebut adalah mudah bagi Allah.
Sebaliknya mereka malah akan diarahkan masuk ke jalan yang menuju ke neraka Jahanam. Mereka akan berada di dalamnya secara terus menerus, kekal selama-lamanya.
إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ
Kata illa (إِلَّا) artinya : kecuali. Kata thariqa (طَرِيقَ) artinya : jalan. Kata jahannama (جَهَنَّمَ) artinya : neraka jahannam.
Penggalan ini memang sambungan dari ayat sebelumnya, sehingga membacanya pun harus diulangi lagi dari ayat sebelumnya, yaitu :
Dan (Allah) tidak akan memberi mereka jalan, kecuali jalan ke neraka Jahanam.
Di akhirat nanti tidak ada jalan bagi mereka, kecuali jalan itu membawa mereka ke neraka. Barangkali mereka sudah berupaya untuk menghindar jalan yang menuju ke neraka Jahannam. Tetapi tetap saja ujung-ujungnya mereka akan tiba ke tujuan yang sama, yaitu neraka Jahannam.
Istilahnya forced re-route dalam GPS. Secara paksa akan terarahkan terus menuju ke arah neraka jahannam.
خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا
Kata khalidina (خَالِدِينَ) artinya : mereka kekal. Kata fiha (فِيهَا) artinya : di dalamnya. Kata abada (أَبَدًا) artinya : abadi.
Kata khalidin (خَالِدِينَ) dan abadan (أَبَدًا) sebenarnya sama-sama berkaitan dengan konsep keabadian, tetapi menurut sebagian kalangan, kedua istilah itu masing-masing memiliki perbedaan dalam makna dan penggunaannya. Kata khalidin (خَالِدِينَ) berarti menempati suatu tempat dalam waktu yang lama, baik surga atau neraka. Namun ungkapan ini masih memungkinkan juga punya batas akhir, dimana semua tergantung pada kehendak Allah.
Sementara kata abadan (أَبَدًا) adalah kata keterangan yang bukan hanya lama dan panjang, tetapi sejak awal sudah berarti sesuatu yang tidak ada akhirnya.
Bagaimana tidak kekal dan abadi neraka, sebab neraka jahannam itu tidak punya jalan keluar. Semua jalan yang ada hanya punya satu arah saja, yaitu arah masuk ke dalam neraka. Kalau sudah masuk, maka tidak bisa keluar, karena tidak ada jalan keluarnya.
Penggalan ayat ini menjelaskan perbedaan paling hakiki antara seorang muslim dengan bukan muslim, yaitu masalah keabadian di neraka. Batasan seseorang disebut kafir adalah mereka yang kalau mati, di akhirat nanti mereka dimasukkan ke dalam neraka dengan status sebagai penghuni tetap atau penguni abadi.
Sedangkan bila seorang mati dalam status sebagai muslim, seandainya dia punya banyak dosa, maka dosa-dosanya itu memang akan membuatnya masuk neraka. Namun statusnya bukan sebagai penghuni tetap, dia akan berada sementara saja di dalam neraka.
Tidak dibedakan apakah di nerakanya itu lama atau sebentar, namun kalau dia muslim meski pahalanya amat sangat sedikit, maka pasti akan dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke surga. Sedangkan orang kafir, kalau dia mati dimasukkan ke dalam neraka dengan status sebagai penghuni abadi.
وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا
Kata wa kaana (وَكَانَ) artinya : dan adalah. Kata dzalika (ذَٰلِكَ) artinya : hal yang demikian itu, yaitu memasukkan orang Yahudi ke dalam neraka jahannam. Kata ‘alallahi (عَلَى اللَّهِ) artinya : bagi Allah. Kata yasira (يَسِيرًا) artinya : perkara yang mudah.
Para pemeluk Yahudi mengaku-ngaku bahwa diri mereka itu tidak mempan dibakar api neraka. Sebab mereka merasa diri mereka adalah orang-orang yang terpilih dan dekat dengan Allah. Kalau pun mereka masuk neraka, paling hanya sebentar saja. Sebagaimana perkataan mereka :
Hal itu adalah karena mereka mengaku: "Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung". Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan. (QS. Ali Imran : 24)
Ternyata mereka tertipu oleh para tokoh agama mereka sendiri yang bicara sembarangan, menjamin mereka tidak akan bisa dimasukkan ke dalam neraka. Padahal ternyata mereka dipastikan masuk neraka.
Maka memasukkan para pendosa ke dalam neraka bagi Allah SWT bukan hal yang sulit. Dengan mudahnya Allah SWT akan masukkan siapa saja ke dalam neraka, tanpa pandang bulu, tanpa pandang siapa itu.
Sebagian kalangan mengaitkan kenapa Allah SWT begitu mudah memasukkan hamba-Nya sendiri ke dalam neraka? Sebabnya karena mereka itu melakukan dosa dengan cara yang disengaja dan menunjukkan penentangan.
Akan jadi berbeda bila mereka melakukannya karena ketidak-tahuan, atau karena keterpaksaan, atau pun juga karena dahulu belum disyariatkan. Tetapi ketika sebuah larangan yang jelas dan pasti dengan sengaja dilanggar, dengan cara-cara yang sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah, maka mudah sekali bagi Allah SWT untuk menceburkan mereka ke dalam neraka.