ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh ash-shabru (الصبر) secara bahasa berarti menahan, atau lengkapnya adalah :
حَبْسُ النَّفْسِ عَمّا تُنازَعُ إلَيْهِ
Menahan diri atas apa yang menimpa
Namun para mufassir punya beberapa pandangan yang berbeda terkait dengan apa yang dimaksud dengan sabar dalam ayat ini.
1. Puasa
Sebagian ulama seperti Miujahid ada yang menafsirkan sabar dalam ayat ini maksudnya adalah puasa, sehingga perintah lengkapnya kita disuruh puasa dan shalat. Oleh karena itu sebagaimana dijelaskan oleh Al-Qurtubi bahwa bulan Ramadhan disebut dengan bulan sabar, karena sabar itu maknanya adalah puasa.
Sufyan At-Tsauri meriwayatkan hadits yang menjelaskan bahwa puasa setengah dari sabar.
الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ
Puasa adalah setengah kesabaran
2. Menahan Diri Dari Maksiat
Sebagian ulama lainya mengatakan bahwa sabar itu adalah menahan diri dari perbuatan maksiat. Pendapat ini mendasari perkataan mereka di atas atsar dari Umar bin Al-Khattab yang berkata :
الصَّبْرُ صَبْرَانِ: صَبْرٌ عِنْدَ الْمُصِيبَةِ حَسَنٌ، وَأَحْسَنُ مِنْهُ الصَّبْرُ عَنْ محارم الله
Sabar itu ada dua macam. Pertama, sabar ketika mendapat musibah dan itu baik. Kedua, sabar dari mengerjakan perbuatan diharamkan Allah dan itu lebih baik.