ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Kata ittabi’u (اتَّبِعُوا) adalah fi’il amr yang artinya ikutilah. Dalam hal ini maksudnya perintah untuk memeluk agama Islam. Dalam hal ini yang digunakan adalah ungkapan maa anzallah (مَا أَنْزَلَ اللَّهُ) yang secara harfiyah artinya : “apa yang Allah SWT turunkan”.
Yang diturunkan itu tentunya adalah kitab suci samawi, bisa saja Taurat, Injil, Zabur dan kitab-kitab suci lainnya. Namun kalau dikaitkan dengan perintah ini datang dari Nabi Muhammad SAW, maka yang lebih tepat maksudnya adalah kitab suci Al-Quran.
Menjadi pengikut Al-Quran tentu aja maksudnya adalah masuk Islam. Dan itulah dakwah yang dilakukan oleh Nabi SAW.
Dan perintah ini tetap bisa diterapkan dalam tiga versi para mufassir di atas. Bisa saja dikatakan kepada orang-orang musyrikin Mekkah agar masuk Islam dan menerima Al-Quran sebagai kitab suci.
Namun bisa juga diarahkan kepada orang-orang Yahudi yang sebenarnya mereka juga sudah punya kitab suci samawi yaitu Taurat. Namun ajakan ini berarti ajakan untuk meninggalkan Taurat dan menerima Al-Quran sebagai penggantinya.