ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh la ya’qiluna syai-an (لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا) artinya tidak berakal, namun dengan ungkapan yang lebih tegas yaitu sama sekali tidak mengetahui sesuatu. Sedangkan lafaz la yahtadun (وَلَا يَهْتَدُونَ) artinya tidak mendapatkan petunjuk, dalam arti tidak menerima wahyu atau pun juga petunjuk samawi.
Dalam ayat ini Allah SWT menyebutkan bahwa panutan mereka yaitu nenek moyang mereka itu tidak pantas untuk diikuti. Alasannya ada dua, yaitu tidak berakal dan tidak mendapat petunjuk samawi.