ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Kata laisa (لَيْسَ) bermakna “bukanlah”. Sedangkan al-birr (الْبِرَّ) secara umum diterjemahkan menjadi : “kebaikan”. Secara bahasa asalnya dari al-barr (البَرّ) yang maknanya daratan luas.
Namun para ulama mengatakan makna yang lebhi dalam adalah berbuat kebaikan sebesar-besarnya. Thahir Ibnu Asyur dalam At-Tahrir wa At-Tanwir menyebutkan bahwa maknanya adalah :
سِعَةُ الإحْسانِ وشِدَّةُ المَرْضاةِ والخَيْرُ الكامِلُ الشّامِلُ
Luasnya sikap ihsan, mendalamnya keridhaan dan kebaikan yang sangat lengkap dan menyeluruh.[1]
Namun penggunakan kata ini cukup banyak di dalam Al-Quran dengan maknaa dan pengertian yang berbeda-beda, antara lain :
1. Salah Satu Nama Allah
Allah disebut sebagai Tuhan yang melimpahkan pahala, yaitu al-barru-rahim (البَرّ الرَّحِيم).
إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ
Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. (QS. Ath-Thur : 28)
2. Taqwa
Al-Quran juga menggunakan kata al-birr (الْبِرَّ) ini untuk kebaikan yang dilakukan oleh orang yang bertaqwa.
وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَىٰ
Tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah : 189)
3. Berbakti Kepada Orang Tua
Lafazh al-birr (الْبِرَّ) di dalam Al-Quran juga terkait dengan berbakti kepada kedua orang tua.
وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا
dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. (QS. Maryam : 14)
[1] Thahir Ibnu Asyur (w. 1393 H), At-Tahrir wa At-Tanwir (Tunis, Darut-Tunisiyah li An-Nasyr, Cet-1, 1984), jilid 2 hal. 128