ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Para ulama berbeda pendapat ketika menjelaskan siapakah yang saling bertikai dan berbeda pendapat dalam penggalan ayat ini.
1. Antar Yahudi dan Nasrani
Sebagian ulama menyebutkan bahwa terjadi perselisihan antara kaum Yahudi dan Nasrani tentang konten yang ada di dalam kitab Taurat. Kaum Nasrani mengklaim bahwa di dalam Taurat ada disebutkan tentang Nabi Isa alaihissalam dengan segala sifatnya yang terpuji. Namun kaum Yahudi menampik klaim sepihak itu dan mengingkari bahwa yang dimaksud adalah Nabi Isa.
2. Antara Sesama Yahudi
Ada juga sebagai yang berpendapat bahwa perselisihan yang terjadi justru antara sesama kaum yahudi sendiri secara internal. Yang mereka perselisihkan adalah selain berkenaan dengan masalah-masalah hukum yang ada di dalam Taurat itu sebagiannya, namun yang paling utama justru terkait dengan informasi kenabian Muhammad.
Sebagian dari mereka meyakini kepastiannya bahwa Nabi Muhammad SAW itu akan segera datang dan harus disambut. Namun yang lain mengatakan bahwa tidak ada cerita tentang kedatangan nabi terakhir di dalam Taurat dan menuduh mereka salah tafsir dan keliru memahami isi Taurat.
3. Antara Sesama Kaum Musyrikin Mekkah
Sebagian mengatakan bahwa yang saling berikhtilaf itu bukan Yahudi secara internal, juga bukan antara Yahudi dan Nasrani, tetapi justru para pemuka musyrikin Arab. Yang mereka perselisihkan adalah sosok Nabi Muhammad SAW dengan ajaran yang dibawanya.
Sebagian dari mereka memprofilkan Nabi Muhammad SAW sebagai orang yang ulung dalam ilmu sihir. Alasannya ajaran yang dibawanya itu bisa menyihir seluruh penduduk Mekkah menjadi pengikutnya. Bahkan banyak suami istri pasangan-pasangan yang tadinya akur dan hidup rukun, tiba-tiba minta pisah dan bercerai. Dan kalau perpisahan suami istri terjadi dalam bentuk masal dan bersamaan, jelas dia adalah sorang penyihir ulung dengan guna-guna yang tidak ada obatnya. Begitu kental melanda orang satu Mekkah.
قَالَ الْكَافِرُونَ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ مُبِينٌ
Orang-orang kafir berkata: "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata". (QS. Yunus : 2)
Namun pemuka musyrikin Arab yang lain tidak terima profil Nabi Muhammad dibuat seburuk itu, karena biar bagaimana pun Muhammad itu tidak punya ciri-ciri sebagai tukang sihir. Sehingga profil yang lebih tepat disematkan ke dirinya adalah sebagai penyair yang ulung sehingga kata-kata yang diklaim sebagai wahyu samawi itu adalah karya dan gubahannya.
Dan karena saking indahnya kata-kata itu, sudah seperti sihir yang bisa melenakan banyak orang Arab di masa itu yang pada dasarnya mudah terlena dengan kata-kata yang indah.
بَلْ قَالُوا أَضْغَاثُ أَحْلَامٍ بَلِ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ فَلْيَأْتِنَا بِآيَةٍ كَمَا أُرْسِلَ الْأَوَّلُونَ
Bahkan mereka berkata (pula): "(Al Quran itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagai-mana rasul-rasul yang telah lalu di-utus". (QS. Al-Anbiya : 5)
Sebagian pemuka musyrikin yang lain tidak terima kedua pendapat di atas, karena menurut pandangannya, apa yang terjadi pada diri seorang Muhamamd itu adalah sebuah kegilaan, namun bercampur dengan kemampuan dalam bersyair. Maka yang lebih tepat menurut pendapat ketiga ini Muhammad itu adalah seorang penyair gila.
وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ
Dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?" (QS. Ash-Shaffat : 36)