ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Kata lafi (لَفِي) artinya : “sungguh benar-benar berada di dalam”. Sedangkan lafazh syiqaq (شِقَاقٍ) itu bermakna perpecahan dan juga bisa bermakna penyimpangan. Dan lafazh ba’id (بَعِيدٍ) itu artinya adalah : jauh.
Memang demikianlah katakteristik dari sebuah perpecahan, boleh jadi awalnya hanya sekedar perbedaan yang amat sedikit dan nyaris tidak berarti. Namun di tangan-tangan yang tidak bertanggung-jawab, seringkali perbedaan yang sedikit itu akhir ya jadi jurang yang amat dalam dan menganga serta membentang jarak yang sedemikian jauh.
Katakanlah misalnya pertentangan kubu-kubu di kalangan kelompok aqidah yang tidak pernah selesai-selesai itu. Kalau kita tarik garis ke belakang, perbedaan aqidah itu awalnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan keyakinan tauhid atau pun keimanan kepada Allah.
Justru diawali dari pertikaian secara politis dan perebutan kekuasaan belaka. Namun karena ditunggangi dengan kekuatan politis itulah sampai akhirnya masing-masing kubu mencoba membuat semacam identitas diri, hingga masuk area yang jauh di luar masalah aslinya.