ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh yasytaruna (يَشْتَرُونَ) adalah fi’il mudhari’ dari kata (اشترى - يشتري) yang maknanya : membeli. Lawannya adalah menjual yaitu (باع-يبيع). Namun di hampir semua versi terjemahan kata yastari ini malah diterjemahkan dengan lawan katanya yaitu menjual.
Terjemah Prof. Buya HAMKA adalah : “dan mereka jual dia dengan harga yang sedikit,”. Begitu juga dengan Prof. Quraish Shihab yang menerjemahkannya : “dan menjualnya dengan harga yang sedikit”. Namun terjemahan Kemenag RI agak beda, terjemahnnya bukan membeli atau pun menjual, tetapi menukar. “Dan menukarkannya dengan harga murah”. Rasanya kalau dimaknai dengan menukar maka amanlah dari pertanyaan. Toh menjual atau membeli itu pada dasarnya memang tukar menukar, bukan? Bukankah aktifitas membeli itu pada dasarnya menjual juga?
Tinggal mau pakai sudut pandang yang mana. Kalau dilihat dari yang punya barang, ketika barangnya dia berikan kepada pembeli, maka apa yang dilakukannya adalah menjual atau dalam bahasa Arabnya yabi’u (يَبِيْعُ). Sedang kalau dilihat dari sisi yang mendapatkan barang dan memberikan uang pembayaran, maka yang dia lakukan adalah aktifitas membeli atau yasytari (يَشْتَرِي).
Lafazh bihi (بِهِ) artinya : “dengannya”, namun apa yang dimaksud dengan kata -nya disini ada dua penafsiran. Pertama, yang dimakusd dengan-nya adalah al-kitman yaitu ‘tindakan menyembunyikan’. Kedua, yang dimaksud dengan-nya adalah kitab yang Allah SWT turunkan yaitu Taurat.
Lafazh tsamanan qalila (ثمنا قليلا) artinya harga yang sedikit atau murah. Pertanyaannya : apa yang dimaksud dengan ‘menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit’?
Ada beberapa alternatif jawaban yang dikemukakan oleh para mufassir, salah satunya bahwa para agamawan itu menerima bayaran untuk membela pihak-pihak yang tidak suka dengan kedatangan nabi Muhammad SAW, dengan membuat pernyataan bahwa informasi kenabian Muhammad itu tidak ada di dalam Taurat. Dan untuk itu mereka menerima uang kompensasi yang nilainya tidak sepadan dengan dosa yang akan mereka terima nanti di akhirat.