ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Penggalan ini bermakna : “Allah tidak akan mengajak mereka bicara”. Dan memang manusia tidak bisa bicara langsung dengan Allah, baik di dunia atau pun di akhirat. Lalu kalau memang tidak sanggup untuk berbicara langsung dengan Allah SWT, lantas kenapa ayat ini menyebutkan bahwa mereka tidak akan diajak bicara oleh Allah? Bagaimana kita menjelaskan hal-hal semacam ini?
Ada tiga alternatif jawaban yang dikemukakan oleh para ulama, sebagaimana dikemukakan oleh Fakhruddin Ar-Razi :[1]
1. Allah SWT tidak akan menyambut dengan tahiyah dan salam.
2. Bahwa Allah SWT tidak akan berbicara kepada orang kafir, karena mereka ada di neraka. Sedangkan orang-orang beriman, nanti di surga akan bicara langsung dengan Allah SWT, bahkan bisa melihat Allah SWT secara langsung.
3. Tidak diajak bicara itu sebuah bentuk ungkapan metafora dari murka Allah SWT kepada mereka.
[1] Fakhruddin Ar-Razi (w. 606 H), Mafatih Al-Ghaib, (Beirut, Daru Ihya’ At-Turats Al-Arabi, Cet. 3, 1420 H), jilid 5 hal. 205