ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh bayyinatin minal huda (بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ) artinya adalah penjelasan dari petunjuk itu. Maksudnya untuk bisa mendapatkan petunjuk dari Allah dan menjadi orang yang muhtadin, maka harus mengikuti berbagai petunjuk yang tersedia di dalam Al-Quran.
Salah satunya yang langsung terkait dengan ayat ke-185 ini adalah terkait syariat menjalankan ibadah puasa. Sebab puasa ini baru diperintahkan setelah perjalanan turunnya wahyu sudah berlangsung 15 tahun sejak pertama kali wahyu diturunkan. Dan rinciannya disebutkan dalam beberapa ayat berikut :
1. Terkait kewajiban awal puasa yang masih diperintahkan mengikuti dulu tata cara puasanya umat terdahulu (كما كتب على الذين من قبلكم)
2. Terkait proses penyempurnaan tata cara puasa yang diganti dengan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan (فمن شهد منكم الشهر فليصمه).
3. Terkait keringanan yang khusus berlaku pada umat Nabi Muhamamd SAW, yaitu boleh tidak berpuasa bila ada udzur syar’i seperti sakit, musafir dan tidak mampu. (فمن كان منكم مرشضا أو على سفر).
4. Terkait tata cara penggantiannya, apakah dengan qadha, fidyah atau gabungan kedua (فعدة من أيام أخر).
5. Terkait kebolehan berjima’ di malam hari, dimana umat terdahulu diwajibkan puasa hingga malam hari (أحل لكم ليلة الصيام الرفث إلى نسائكم).
6. Terkait bolehnya makan dan minum di makan hari hingga fajar (فكلوا واشربوا حتى يتبين لكم الخيط الأبيض من الخيط الأسود من الفجر)
7. Terkait batas akhir puasa yaitu hingga terbenam matahari. (ثم أتموا الصيام إلى الليل)