ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Ayat ke-186 ini sekilas nampak agak spin-out atau keluar dari tema puasa Ramadhan, karena membicarakan doa. Namun ini hanya pandangan sekilas saja, Fakhruddin Ar-Razi menuliskan ada tiga hubungan yang sangat erat antara ayat ke-186 ini dengan ayat sebelum dan sesudahnya.
Pertama, ayat ini memerintahkan berdoa yang sebenarnya masih sangat erat kaitannya dengan bertakbir (وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ) dan bersyukur (وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ) sebagaimana terdapat dua perintah itu pada ayat sebelumnya.
Kedua, di antara adab berdoa dan meminta kepada Allah SWT adalah mengawalinya memuji Allah SWT. Dan takbir serta syukur itu bagian dari pujian kepada Allah SWT. Hal itu didasarkan pada adab berdoa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim alaihissalam dalam rangkaian berikut :
الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat". (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. (QS. Asy-Syu’ara’ : 78-83)
Ketiga, perintah berdoa di ayat ini ada penyebab yang langsung terkait dengan puasa, yaitu taubatnya Umar bin Al-Khattab yang sempat melanggar larangan berjima’ di malam hari bulan Ramadhan. Hal itu terjadi karena pada awalnya puasa itu bukan dimulai sejak shubuh tetapi sejak selesai berbuka di waktu Maghrib.
Di luar dari apa yang dijelaskan oleh Fakhruddin Ar-Razi di atas, dapat juga kita tambahkan bahwa perintah untuk berdoa ini kalau dikaitkan dengan malam-malam bulan Ramadhan memang waktunya berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, baik dengan shalat tarawih, tahajjud, witir, i’tikaf dan lainnya.