ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh hunna (هُنَّ) adalah dhamir atau kata ganti orang ketiga, namun lebih spesifik lagi khusus hanya yang berjenis kelamin wanita dan jumlahnya banyak. Dalam konteks ayat ini maksudnya adalah para istri. Kata libas (لِبَاسٌ) artinya adalah pakaian. Ungkapan bahwa istri menjadi pakaian bagi suami punya kekuatan sastra yang cukup unik sebagaimana disinyalir para ulama tafsir.
1. Pakaian Sebagai Penutup Aurat
Perumpamaan pakaian itu dimaksudkan sebagai penutup aurat. Maksudnya ketika suami istri ketika berjima’, biasanya mereka tidak mengenakan pakaian.
Namun karena mereka saling berpelukan, seolah-olah tubuh suami menjadi pakaian yang menutupi tubuh telanjang istrinya. Begitu juga sebaliknya, tubuh suami yang telanjang itu ditutupi dengan tubuh istrinya.
2. Pakaian Sebagai Pelindung
Selain sebagai penutup aurat, fungsi pakaian biasanya juga sebagai pelindung tubuh dari cuaca panas, dingin dan lainnya. Maka dalam hal ini tubuh suami jadi pelindung bagi istri dari hal-hal yang diharamkan Allah, dan begitu juga berlaku sebaliknya.
3. Pakaian Sebagai Benda Pribadi
Biasanya orang dewasa memakai pakaian sebagai benda pribadi yang tidak digunakan oleh orang lain. Kondisi semacam ini menggambarkan karakter jima’ yang dilakukan pasangan suami istri yang sifatnya setia dengan satu pasangan yang itu-itu saja.