ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Tema terkait ayat ke-189 ini nampaknya balik lagi ke tema puasa, karena membicarakan tentang hilal yang amat erat kaitannya dengan penetapan awa Ramadhan. Padahal ayat sebelumnya yaitu ayat ke-188 justru spin-off ke masalah muamalah maliyah.
Namun kalau kita amati lebih jauh, ternyata Allah SWT tidak sedang membahas bulan sabit atau hilal dalam konteks penetapan awal Ramadhan. Yang terjadi justru para shahabat bertanya tentang hilal, yaitu bagaimana bulan itu bisa berubah-ubah bentuknya setiap hari, kadang hanya berupa sabit, tapi kadang bisa penuh purnama. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya lebih dekat kepada ilmu astronomi ketimbang pertanyaan terkait dengan masalah ketentuan jadwal ibadah.
Namun di luar ekspektasi, ternyata jawaban dari Allah SWT seperti malah menghindar dan tidak mau menjawab pertanyaan itu yang mengarah kepada pembahasan ilmiyah astronomis. Sebaliknya nampak bahwa Allah SWT malah seperti mengalihkan pembicaraan kepada tema dan persolaan terkait jadwal peribadatan dan hubungannya dengan hilal.