ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Kata laisa (لَيْسَ) bermakna “bukanlah”. Sedangkan al-birr (الْبِرَّ) secara umum diterjemahkan menjadi : “kebaikan”. Secara bahasa asalnya dari al-barr (البَرّ) yang maknanya daratan luas.
Namun para ulama mengatakan makna yang lebih dalam adalah berbuat kebaikan sebesar-besarnya. Thahir Ibnu Asyur dalam At-Tahrir wa At-Tanwir menyebutkan bahwa maknanya adalah :
سِعَةُ الإحْسانِ وشِدَّةُ المَرْضاةِ والخَيْرُ الكامِلُ الشّامِلُ
Luasnya sikap ihsan, mendalamnya keridhaan dan kebaikan yang sangat lengkap dan menyeluruh.
Namun penggunakan kata ini cukup banyak di dalam Al-Quran dengan makna dan pengertian yang berbeda-beda. Yang pertama bahwa al-birru merupakan salah satu nama Allah. Allah disebut sebagai Tuhan yang melimpahkan pahala, yaitu al-barru-rahim (البَرّ الرَّحِيم).
إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ
Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang. (QS. Ath-Thur : 28)
Lafazh al-birr (الْبِرَّ) di dalam Al-Quran juga terkait dengan berbakti kepada kedua orang tua.
وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا
dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. (QS. Maryam : 14)