ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Makna wa la ta’tadu (وَلَا تَعْتَدُوا) artinya jangan melampaui batas. Yang disebut dengan melampaui batas adalah perang membunuh orang-orang yang tidak boleh dibunuh, seperti membunuh wanita, anak-anak, orang tua, pendeta, termasuk juga membakar pohon dan menebangnya, membakar rumah penduduk, dan seterusnya.
Ketentuan untuk tidak boleh gegabah dalam perang seperti ini juga dikuatkan dalam hadits nabi :
اغْزُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ، قَاتِلُوا مَنْ كَفَرَ بِالْلَّهِ، اغْزُوا وَلَا تَغُلّوا، وَلَا تَغْدروا، وَلَا تُمَثِّلُوا، وَلَا تَقْتُلُوا وَلِيدًا، وَلَا أَصْحَابَ الصَّوَامِعِ
Berperanglah di jalan Allah, perangilah orang yang kafir kepada Allah. Berperanglah tanpa berlebihan, dan janganlah berkhianat, dan janganlah menyamar, dan janganlah membunuh bayi, dan janganlah membunuh penghuni tempat ibadah. (HR. Ahmad)
Ibnu Umar meriwayatkan :
وجُدت امْرَأَةٌ فِي بَعْضِ مَغَازِي النَّبِيِّ ﷺ مَقْتُولَةً، فَأَنْكَرَ رسولُ اللَّهِ ﷺ قتلَ النِّسَاءِ وَالصِّبْيَانِ
Aku menemukan pada sebagian peperangan nabi ada korban-korban tak bersalah yang terbunuh. Maka Nabi SAW melarang dibunuhnya para wanita dan anak-anak. (HR. Bukhari)