ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Sesungguhnya Allah SWT tidak suka orang-orang yang melampaui batas, yaitu orang-orang yang gemar berperang, harus darah dan rajin membunuh nyawa manusia, namun mengatas-namakan perintah Allah SWT.
Padahal Allah SWT sendiri tidak memerintahkan dirinya untuk membunuh nyawa manusia. Karena satu nyawa manusia yang dibunuh itu nilainya seperti membunuh seluruh umat manusia.
مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
Siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. (QS. Al-Maidah : 32)
Mereka yang gemar perang dan haus darah sering mengatakan bahwa ayat ini mansukh dan tidak berlaku lagi dengan turunnya ayat lain yang intinya memerintahkan kaum muslimin untuk membunuh semua orang kafir yang tersisa. Pemahaman semacam ini tumbuh subur di tengah kalangan kelompok jihadis dan teroris di masa sekarang. Padahal kemansukhan ayat ini masih jadi titik perdebatan, bukan sesuatu yang disepakati para ulama.