ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh wat-taqullah (وَاتَّقُوا اللَّهَ) secara harfiyah bermakna : “dan takutlah mau kepada Allah”. Muncul pertanyaan, kenapa tiba-tiba Allah SWT mengingatkan untuk takut kepada Allah? Dalam rangka apa Nabi SAW dan para shahabat harus takut kepada Allah? Dan bagaimana bentuk teknis dari melakukan aktifitas ‘takut’ kepada Allah?
Prof. Dr. Quraish Shihab di dalam Al-Mishbah menjelaskan bahwa peringatan dari Allah SWT kepada Nabi SAW maksudnya agar Beliau SAW jangan berlebihan dalam melakukan pembalasan dalam peperangan. Sebab biar bagaimana pun kejadiannya di bulan haram yang aslinay memang tidak boleh berperang, selain itu tempat kejadian perkaranya juga di tanah haram, yang aslinya tidak boleh terjadi pertumpahan darah.
Peringatan ini dirasa perlu agar jangan sampai nanti ada yang mengira bahwa kebolehan ini tanpa batasan, sehingga membalas dengan balasan yang lebih keras dan berlebihan.
Perintah wa’lamu (وَاعْلَمُوا) artinya : ketahuilah, maksudnya ingatlah dan camkan baik-baik. Lafazh annllaha ma’al muttaqin (أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ) artinya bahwa Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. Maksudnya adalah kebersamaan dalam arti Allah SWT akan tetap terus memberi pertolongan, bantuan serta ampunan kepada mereka yang bertaqwa.