ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Adapun hasanah di akhirat itu sudah disepakati seluruh ulama bahwa itu surga, maksudnya diperkenankannya seorang hamba masuk ke dalam surga yang telah Allah SWT janjikan. Para ulama sepakat berijma’ bahwa hasanah di akhirat tidak lain maksudnya adalah surga dengan segala kenikmatannya.
Meskipun tidak mungkin menjabarkan satu per satu apa saja yang termasuk kenikmatan surga, namun setidaknya salah satu yang jadi kenikmatan di surga adalah keabadian hidup yang tiada akhir. Kenikmatan yang satu ini yang dahulu Nabi Adam alaihissalam belum bisa mendapatkannya, meski pun sudah ada di dalam surga. Oleh karena itulah Adam terbujuk rayu Iblis yang menipunya dengan modus makan buah yang terlarang agar bisa hidup abadi di surga.
Selain bisa hidup abadi, kenikmatan di surga adalah bisa melihat wajah Allah SWT secara langsung.
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat. (QS. Al-Qiyamah : 22-23)
Dan tentu saja surga itu di dalamnya berlimpah kenikmatan, baik berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, bahkan termasuk juga pendamping dan pasangan-pasangan hidup.
Intinya bahwa permohonan atas hasanah di akhirat adalah masuknya seorang hamba Allah ke dalam surga.