ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Penggalan ini bermakna : “atau ada gangguan di kepala”. Diriwayatkan bahwa seorang shahabat bernama Ka’ab bin Ujrah yang kepalanya dipenuhi dengan kutu.
عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَ أَتَى عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أُوقِدُ تَحْتَ قِدْرٍ وَالْقَمْلُ يَتَنَاثَرُ عَلَى وَجْهِي أَوْ قَالَ عَلَى حَاجِبَيَّ فَقَالَ أَيُؤْذِيكَ هَوَامُّ رَأْسِكَ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فَاحْلِقْهُ وَصُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ أَوْ أَطْعِمْ سِتَّةَ مَسَاكِينَ أَوْ انْسُكْ نَسِيكَةً
Ka'ab bin Ujrah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang menemuiku saat aku sedang menyalakan api di bawah periuk (untuk masak), sementara saat itu banyak kutu yang bertebaran di mukaku, atau ia mengatakan, "di alisku. Beliau kemudian bertanya: "Apakah kutu itu melukai kepalamu?" Ka'ab berkata, "Saya menjawab, "Benar." Beliau bersabda: "Kalau begitu maka cukurlah rambutmu. Lalu berpuasalah tiga hari, atau berilah makan kepada enam orang miskin.(HR. Ahmad)
Satu-satunya cara untuk menghindarinya hanya dengan cara menggundulinya, padahal dalam ibadah haji atau umrah ada larangan untuk memotong rambut, apalagi sampai menggundulinya.
Namun penggalan ayat ini memberikan keringanan kepadanya untuk menggunduli rambutnya ketika sedang berihram.
Lafazh fa-fidyatun (فَفِدْيَةٌ) asal katanya dari fida’ (فِدَاء) yang berarti tebusan. Maksudnya boleh saja orang yang sakit atau kepalanya harus digunduli untuk membatalkan larangan dalam ihram, asalkan dia membayar tebusan.