ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Makna jidal (جِدَالَ) adalah pertengkaran meski hanya lewat mulut. Namun berbantah-bantahan itu cenderung dilakukan dengan berteriak dan menjerit-jerit satu dengan yang lain.
Sebuah perbuatan yang amat sangat memalukan dan merendahkan pelakunya sendiri. Padahal perbuatan seperti itu justru dilakukan di hadapan Allah SWT, yang seharusnya dilakukan adalah berkata-kata yang baik, sopan, bertutur kata baik serta meningkatkan rasa prasangka yang baik.
Dari ketiga larangan di atas, biasanya yang paling sering dilanggar justru bagian yang tidak boleh berbantah-bantahan ini. Sebab kondisi berjuta manusia yang datang ke satu titik dengan berjejal-jejal pastinya menimbulkan potensi bentrok, rebutan dan berbagai kerusuhan lainnya, baik dalam skala besar atau pun skala kecil.
Apalagi ditambah perut yang lapar karena suplai makanan terhalang, maka orang dalam suasana seperti itu akan cepat terbakar emosinya, lalu berkata kasar kepada orang lain. Sementara orang lain yang dikasari itu tidak terima dan tersinggung, lalu membalas berkata kasar lagi. Dan terjadilah ucapan-ucapan yang keras dengan nada meninggi serta kasar, yang semuanya dilakkan justru di even yang suci serta mulia. Maka kata-kata kasar inilah yang kemudian merusak suasana kesyahduan ibadah haji. Oleh karena itu Allah SWT secara khusus menyebutkan sebagai salah satu larangan tersendiri di dalam ayat ini.