ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Penggalan ayat ini sekilas terkesan seperti keluar dari topik yang sedang dibicarakan, yaitu terkait larangan dalam haji untuk tidak melakukan rafats, fusuk dan jidal.
Namun sebenarnya penggalan ini justru amat sangat erat kaitannya dengan larangan, yaitu justru menjadi perintah khusus untuk berlaku yang sebaliknya. Sehingga kita harus memahaminya bahwa dalam berhaji itu janganlah melakukan rafats, tetapi lakukan perbuatan baik yang lainnya agar tidak sampai terkena larangan rafats. Begitu juga ayat ini memerintahkan kita mengerjakan perbuatan lain yang bisa mencegah dari perbuatan fusuq dan jidal ketika berhaji.
Namun seperti apa bentuk pengalihan itu, silahkan masing-masing tentukan sendiri-sendiri. Pendeknya apapun perbuatan yang baik. Maka apapun yang kamu lakukan dari semua bentuk kebaikan itu akan diketahui oleh Allah SWT dan tentunya akan dibalas dengan pahala.
Secara teknis, biasanya selama berihram itu lebih utama diisi dengan kegiatan ibadah, seperti shalat, dzikir, membaca Al-Quran, atau pun menuntut ilmu agama yang akan menambah wawasan dan keilmuan.