ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh fa minannasi (فَمِنَ النَّاسِ) artinya dari sebagian manusia, maksudnya bangsa Arab jahiliyah di masa sebelum datangnya agama Islam. Lafazh man yaqulu (مَنْ يَقُولُ) artinya ada yang berkata, maksudnya bangsa Arab di masa lalu.
Lafazh rabbana (رَبَّنَا) maknanya Ya tuhan kami, sedangkan aatinaa (آتِنَا) merupakan fi’il amr yang secara umum bermakna perintah. Namun karena perintah ini datang dari pihak hamba kepada tuhannya, tidak disebut dengan perintah melainkan sebuah permohonan atau permintaan.
Maknanya adalah : “berikan kepada kami”. Lalu lafazh fid-dun-ya (فِي الدُّنْيَا) artinya di dunia. Maksudnya permintaan dan doa yang mereka panjatkan hanya terbatas pada hal-hal yang terkait dengan mashalahat duniawiyah semata. Seperti mereka meminta diberikan unta, kambing atau pun juga meminta diberikan kemenangan dalam peperangan yang akan mereka hadapi.
Doa yang dipanjatkan oleh bangsa Arab sebelum Islam hanya sebatas permintaan yang bersifat duniawi. Contohnya sebagai berikut :
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ عَامَ غَيث وَعَامَ خصْب وَعَامَ وَلَادٍ حَسَن
Ya Allah, jadikan tahun ini tahun yang banyak hujan, tahun yang subur serta banyak lahir anak-anak yang baik.
Namun mereka tidak pernah berdoa meminta agar diberikan kebaikan di akhirat. Pertanyaannya : kenapa mereka tidak meminta kemaslahatan akhirat? Jawabannya karena mereka tidak pernah tahu adanya kehidupan di akhirat. Malah bukan tidak tahu tetapi mereka memang sejak awal sudah mengingkari keberadaan kehidupan akhirat. Permusuhan dan peperangan yang mereka lancarkan terhadap dakwah Nabi Muhammad SAW semata-mata karena mereka menentang keyakinan adanya kehidupan akhirat itu.
Maka amat wajar bila doa dan permintaan mereka kepada Allah SWT hanya sebatas kemaslahatan duniawiyah semata.