ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh wa ma lahu (وَمَا لَهُ) artinya : tidak ada baginya. Maksudnya bagi orang-orang yang tidak percaya adanya hari akhir, dimana otomatis mereka pun tidak pernah meminta kepada Allah agar diberikan kebaikan di akhirat.
Lafazh fil-akhirah (فِي الْآخِرَةِ) artinya di negeri akhirat. Maksudnya pada kehidupan selanjutnya, setelah kematian dan kiamat, karena nanti seluruh manusia yang pernah hidup di muka bumi, baik dari semenjak zaman Nabi Adam hingga hari-hari menjelang kiamat, semuanya tanpa kecuali akan kembali dihidupkan dan akan dihisab di hadapan Allah SWT.
Sedangkan min khalaq (مِنْ خَلَاقٍ) artinya jatah, pembagian atau pemberian dari Allah SWT. Maksudnya mereka tidak akan masuk surga yang telah dijanjikan, oleh sebab keingkaran mereka kepada surga itu sendiri.
Penggalan akhir yang menjadi penutup ayat ini sepertinya lebih menegaskan lagi, bahwa hanya mereka yang beriman kepada hari akhir saja yang akan mendapatkan kebaikan-kebaikan di akhirat.
Sedangkan mereka yang tidak beriman terhadap hari akhir, dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Karena mereka tidak pernah menanam selagi di dunia, maka di akhirat nanti pun mereka tidak akan memanen apa-apa.
Namun ungkapan yang digunakan memang sangat halus, yaitu dibedakan berdasarkan lafazh doanya. Mereka yang kafir itu bukannya tidak berdoa, tetapi dari lafazh doanya saja bisa nampak jelas bahwa mereka tidak beriman kepada hari akhir. Terbukti mereka hanya meminta kebaikan di dunia saja.