ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Ayat ke-204 ini nampaknya tidak ada hubungan dengan ayat sebelumnya, karena secara materi dan tema pembicaraan sudah jauh berbeda. Kalau di ayat ke-203 masih bicara tentang rangkaian ibadah haji, maka ayat ke-204 ini dan ayat selanjutnya temanya sudah beralih jadi membicarakan perilaku orang-orang munafikin di Madinah.
Menurut para mufassir, ayat ini turun terkait tokoh munafik di Madinah bernama Al-Akhnas bin Syariq At-Tsaqafi, seorang yang terikat perlindungan dengan Bani Zuhrah. Manis tutur kata dan rupawan wajahnya, merupakan salah satu dari bangsawan Bani Tsaqif dan memiliki status terhormat di kalangan orang Arab maupun suku Quraisy, juga pemimpin Bani Zuhrah yang bijaksana, cerdik, manis tutur katanya dan tampan.
Nama aslinya adalah Ubay, namun dijuluki akhnas karena dia mundur bersama tiga ratus orang sekutunya dari Bani Zuhrah sewaktu perang Badar dalam memerangi Nabi SAW, sebagaimana yang tercantum dalam surat Ali-Imran.
Dia mendatangi Nabi SAW sambil menampakkan keislamannya di hadapan beliau dan berkata : Allah mengetahui bahwa aku jujur dalam hal ini (keislaman), lalu ia melarikan diri setelah itu, kemudian ia melewati kebun dan ternak milik kaum muslimin, tetapi kemudian ia membakar kebun tersebut serta menyembelih keledai mereka.
Al-Mahdawi berkata : atas kejadian itu turun pula ayat yang berbunyi : "Dan jangan sekali-kali engkau menuruti perkataan orang yang suka mengumbar sumpah".