ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh fid-dunya (فِي الدُّنْيَا) artinya di dunia, sedangkan lafazh wal-akhirah (وَالْآخِرَةِ) artinya di akhirat. Para mufassir kemudian mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan ungkapan : ‘di dunia dan di akhirat’ dengan beberapa versi penafsiran, antara lain sebagai berikut :
Pertama, ada yang mengatakan bahwa lafazh (فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ) terkait dengan lafazh ishlah lahum khair (إِصْلَاحٌ لَهُمْ خَيْر) yang terdapat dalam ayat ini. Sehingga kalau mau diurutkan menjadi sebagai berikut :
قُلْ إِصْلَاحٌ لَهُمْ خَيْر فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Katakanlah melakukan perbaikan kepada mereka itu lebih baik di dunia dan di akhirat.
Kedua, ada juga yang mengatakan bahwa lafazh (فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ) terkait dengan lafazh yubayyinullah lakumul ayat (يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيات) yang ada di ayat sebelumnya. Sehingga kalau dijejerkan menjadi kalimat sebagai berikut :
يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيات فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Allah menjelaskan kepadamu tanda-tanda-Nya di dunia dan di akhirat
Ketiga, ada lagi yang mengatakan bahwa lafazh (فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ) terkait dengan lafazh la’allakum tatafakkarun (تَتَفَكَّرُونَ) di ayat sebelumnya juga. Sehingga kalau diurutkan menjadi sebagi berikut :
لَعَلَّكٌم تَتَفَكَّرُونَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Agar kamu memikirkannya di dunia dan di akhirat.