ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh wa-lau syaa’allah (وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ) diartikan menjadi : “seandainya Allah SWT menghendaki”.
Lafazh la a’nata-kum (لَأَعْنَتَكُمْ) adalah fi’il madhi, mashdarnya al-i’tina’ (الإعْنأت) yang artinya membuat kamu kesulitan, atau mengakibatkan kamu keberatan atau memberikan kepada kamu masyaqqah.
Maksudnya apabila Allah SWT menghendaki bisa saja Allah SWT tidak memberikan rukhshah atau keringanan seperti yang disebutkan dalam ayat ini, yaitu harus dipisahkan secara ketat antara anak yatim dengan pengasuhnya, baik dalam makanan, pakaian, tempat tinggal dan lainnya.
Namun ternyata Allah SWT memberikan keringanan alias rukhshah, sehingga tidak mengapa apabila ada sedikit pencampuran dengan anak yatim.