ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Disebutkan bahwa Allah SWT itu Maha Mendengar sekaligus juga Maha Mengetahui. Ini adalah perpaduan yang saling melengkapi. Sedangkan manusia terkadang hanya bisa mendengar saja, tetapi tidak mengetahui atau tidak memahami apa yang didengarnya.
Hal yang sama juga terjadi pada diri jin atau setan, yaitu disebutkan bahwa mereka suka mencuri dengar berita-berita dari langit. Namun berita yang mereka dengar itu tidak utuh, alias sepotong-sepotong. Intinya, meski bisa mencuri dengar, namun tetap saja mereka tidak mengetahuinya secara mendalam.
إِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُبِينٌ
kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. (QS. Al-Hijr : 18)
إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ
akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang. (QS. Ash-Shaffat : 10)