ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Ayat ke-228 ini ditutup dengan penggalan yang unik, dimana sifat Allah SWT yang diekspose adalah Maha Perkasa namun juga Maha Bijaksana. Maha Perkasa melambangkan kekuatan atau power yang tinggi, sedangkan Maha Bijaksana melambangkan kearifan atau ketepatan.
Kedua sifat itu sangat dibutuhkan saling berpadu. Manakala hanya super power saja, yang terjadi adalah kesewenang-wenangan. Sebaliknya bila hanya arif bijaksana belaka tapi tidak punya power, maka yang bisa dikerjakan hanya menghimbau, bahkan hanya menghiba. Tidak bisa memaksa. Dua-duanya adalah kelemahan.
Sedangkan Allah SWT, Dia Maha Perkasa dalam arti mutlak dan absolut. Namun bersamaan dengan itu Allah SWT juga Maha Bijaksana. Inilah bentuk kesempurnaan sifat-sifat Allah yang tidak dimiliki oleh makhluk-Nya.