ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Terjemahan dari penggalan penutup ini diterjemahkan menjadi : “Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”.
Ketika Allah SWT secara telak menegaskan bahwa Allah SWT itu Maha Mengetahui, sementara kamu sebagai makhluk lemah tidak tahu, maka pikiran kita menerawang membayangkan apa-apa yang manusia tidak sanggup untuk mengetahuinya.
Dari sekian banyak yang tidak bisa diketahui manusia adalah mau dibawa kemana jalan hidup dan nasib manusia, khususnya dalam masalah perjodohan ini. Kadang kita berpikir bahwa jodoh kita adalah orang ini, padahal ternyata Allah SWT berkehendak lain. Dengan demikian, kita tidak perlu terlalu idealis dalam berkeinginan dan bercita-cita.
Namun di sisi lain, yang juga merupakan misteri besar bagi manusia, dimana dirinya juga tidak akan pernah bisa tahu adalah hatinya sendiri. Boleh jadi di suatu ketika dia merasa cinta dengan pasangan hidupnya, namun seiring berjalannya waktu, rasa cinta itu perlahan sirna berganti menjadi kebencian yang berujung kepada perceraian. Betapa banyak kita menyaksikan hal-hal seperti itu di tengah umat manusia.
Tetapi apapun yang terjadi, Allah SWT lebih mengetahui dari manusia. Ternyata setelah melewati masa perpisahan yang cukup, muncul lagi rasa rindu untuk kembali menyatu. Kita tidak pernah tahu hal-hal semacam itu, semua kembali kepada Sang Maha Mengetahui, yaitu Allah SWT.