ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh la tudharra (لَا تُضَارَّ) artinya : tidak mengalami madharat, atau tidak menyusahkan. Makna walidatun (وَالِدَةٌ) adalah ibu yang melahirkan. Lafazh bi-waladiha (بِوَلَدِهَا) artinya : dengan sebab anaknya. Maksudnya jangan sampai seorang ibu harus sampai menderita kesengsaraan disebab anaknya.
Lafazh wa laa mauludun lahu bi waladih (وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ) kurang lebih maknanya merupakan kebalikan dari penggalan sebelumnya. Artinya jangan sampai juga si ayah mengalami madharat dibuat susah karena anaknya.
Pertanyaannya : apa yang dimaksud ibu mendapat mudharat karena anaknya? Dan apa yang dimaksud dengan ayah mendapat mudharat karena anaknya?
Ketika ayah si bayi melarang dan menghalangi ibunya menyusui bayinya sendiri, maka itu termasuk bentuk madharat bagi si ibu. Itulah yang dimaksud (لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا). Sedangkan contoh bagaimana si ayah mendapat mudharat ketika si ibu tidak mau menyusui anaknya, padahal anak itu hanya mau disusui olehnya.