ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh wa in thallaqtum (وَإِنْ طَلَّقْتُمُ) terdiri huruf wawul-‘athf yang berfungsi menyambungkan dengan ayat sebelumnya. Lalu ada kata (إِنْ) yang berposisi sebagai syarthiyah yaitu merupakan syarat yang maknanya apabila.
Sedangkan lafazh thallaqtum (طَلَّقْتُمُ) adalah fi’il madhi dari kata dasarnya (طَلَّقَ – يُطَلِّقُ - تَطْلِيْقًا) artinya kamu telah mentalak. Sedangkan lafazh hunna (هُنَّ) artinya adalah istri-istrimu.
Lafazh min qabli an tamassu-hunna (مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ) artinya : “dari sebelum kamu menyentuh mereka.” Maksudnya adalah melakukan jima’ dengan mereka.