ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh aziz (عَزِيزٌ) artinya dalam terjemahan Kemenag dan Prof. Quraish adalah : “Maha Perkasa”, sedangkan terjemahan Buya HAMKA adalah : “Maha gagah”. Makna aslinya adalah kuat tidak terkalahkan.
Lafazh hakim (حَكِيمٌ) artinya Maha Bijaksana. Perpaduan antara dua sifat Allah yaitu ‘aziz (عَزِيزٌ) dan hakim (حَكِيمٌ) sebenarnya agak bertentangan. Keperkasaan itu biasanya identik dengan kekuatan yang bersifat mutlak dan tidak dibatasi dengan apapun. Sebab kalau kekuatannya masih terbatas, tidak bisa dikatakan perkasa.
Namun ternyata selain bersifat perkasa, rupanya Allah SWT juga Maha Bijaksana, sebuah karakter yang justru menjadi anti-tesis dari sifat keperkasaan.
Namun alih-laih bertentangan, justru penyebutan kedua sifat itu malah saling menguatkan makna. Bahwa Allah itu Maha Perkasa namun di balik sifat perkasa itu justru Allah SWT tidak berlaku sewenang-wenang kepada para hamba-Nya. Justru Allah SWT Maha Bijaksana dan sangat adil kepada hamba-Nya.
Maka adanya sifat Maha Perkasa namun sekaligus Maha Bijaksana adalah bentuk kesempurnaan itu sendiri.
Contoh yang paling mudah untuk dijadikan bahan kajian bahwa meski banyak hamba Allah SWT yang ingkar, membangkang, serta telah menodai kesucian agama yang Allah SWT turunkan, namun Allah SWT tetap memberikan segala sesuatunya, baik rejeki, keturunan, kenikmatan duniawi dan lainnya.
Tidak mentang-mentang ada hamba yang ingkar, lantas mereka langsung dihukum mati saat itu juga. Fir’aun itu masih diberi batas waktu untuk hidup dan berkuasa dengan sewenang-wenang.
Termasuk juga Iblis laknatullah yang enggan bersujud kepada Adam alaihissalam, padahal itu merupakan perintah Allah SWT langsung. Namun ketika Iblis minta dipanjangkan umur hingga hari kiamat, doanya pun dikabulkan Allah SWT.
Sebab biar bagaimana pun Iblis pernah jadi hamba yang shalih, taat dan tunduk kepada Allah. Maka semua ibadahnya itu tidak disia-siakan oleh Allah. Pahalanya diberikan dalam bentuk dikabulkannya permintaan untuk bisa hidup abadi.
Demikian pula dengan manusia kafir di dunia ini. Walaupun mereka kafir dan membangkang, namun banyak juga yang diterima doanya