ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Dalam ayat ini, ada beberapa makna:
Pertama, Allah SWT telah memberi karunia kepada orang-orang yang telah dimatikan-Nya dengan membangkitkan mereka kembali. Hal ini karena mereka telah keluar dari dunia dalam keadaan bermaksiat, maka Allah SWT mengembalikan mereka ke dunia dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertaubat dan bersatu kembali.
Kedua, orang-orang Arab yang mengingkari hari kebangkitan pada masa itu, sangat berpegang teguh pada perkataan orang-orang Yahudi dalam banyak hal. Ketika Allah SWT mengingatkan orang-orang Yahudi tentang peristiwa ini yang telah diketahui oleh mereka, dan mereka menceritakannya kepada orang-orang Arab yang mengingkari hari kebangkitan, maka jelaslah bahwa orang-orang Arab yang mengingkari itu akan kembali dari agama yang batil, yaitu mengingkari, kepada agama yang benar, yaitu mengakui kebangkitan dan hari pembalasan.
Dengan demikian, mereka akan terbebas dari hukuman dan berhak mendapatkan pahala. Maka, penyebutan peristiwa ini merupakan karunia dan kebaikan dari Allah SWT bagi orang-orang Arab yang mengingkari itu.
Ketiga, peristiwa ini menunjukkan bahwa takut mati tidaklah bermanfaat. Peristiwa ini mendorong manusia untuk senantiasa berbuat taat kepada Allah SWT, bagaimanapun keadaannya, dan menghilangkan rasa takutnya akan kematian. Dengan demikian, penyebutan peristiwa ini menjadi sebab menjauhkan diri dari kemaksiatan dan mendekatkan diri kepada ketaatan, yang dengannya manusia akan memperoleh pahala yang besar. Maka, penyebutan peristiwa ini merupakan karunia dan kebaikan dari Allah SWT bagi hamba-Nya.