ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Makna penggalan ini adalah : “Tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur”. Ungkapan seperti ini sejalan dengan firman Allah di dalam surat lain yaitu :
فَأبى أكْثَرُ النّاسِ إلّا كُفُورًا
Tetapi kebanyakan manusia tidak mau kecuali mengingkari.﴾ (QS. Al-Isra: 89)
Pada ayat ini, Allah SWT menyatakan bahwa Dia memiliki karunia yang besar atas manusia. Karunia ini dapat berupa karunia berupa hidayah, kesehatan, kekayaan, dan lain sebagainya. Namun, pada ayat ini, Allah SWT secara khusus menyebutkan karunia-Nya berupa kebangkitan.
Kebangkitan merupakan karunia yang besar karena kebangkitan merupakan janji Allah SWT yang pasti akan terjadi. Kebangkitan merupakan kesempatan bagi manusia untuk memperbaiki kesalahan yang telah mereka lakukan di dunia. Kebangkitan juga merupakan kesempatan bagi manusia untuk bertemu dengan Allah SWT dan menerima balasan atas perbuatan mereka di dunia.
Oleh karena itu, Allah SWT mengingatkan manusia tentang karunia ini. Namun, sayangnya, kebanyakan manusia tidak bersyukur atas karunia ini. Mereka lebih memilih untuk mengingkari hari kebangkitan dan berbuat maksiat kepada Allah SWT.
Semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur atas karunia Allah SWT, termasuk karunia kebangkitan.