ini_set('display_errors', 1); session_start(); if ($_SESSION['is_logged'] != 1) { header('Location: index.php'); exit(); } ?>
Lafazh in-kuntum (إِنْ كُنْتُمْ) maknanya : apabila kalian, sedangkan lafazh ta’lamun (تَعْلَمُونَ) maknanya kamu mengetahui. Lebih baik tetap puasa di bulan Ramadhan biar tidak perlu menggantinya di bulan lain. Punya hutang itu tidak enak apalagi membayar qadha’ puasa pun sendirian. Ketimbang mengambil keringanan lebih baik teruskan berpuasa saja. Ini berlaku kalau ‘illatnya sekedar safar dan bukan masyaqaah.
Fakhruddin Ar-Razi mengatakan bahwa yang dimaksud penggalan penutup ini terkait dengan perintah awal berpuasa, bahwa di balik dari Allah SWT perintahkan untuk berpuasa, pastinya ada kebenaran yang bisa kalian dapatkan.
Beliau menambahkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara awal ayat dengan akhir ayat, sehingga kalau diimajinasikan, kalimatnya kurang lebih sebagai berikut :
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيامُ وأنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكم إنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Telah diwajibkan atas kamu berpuasa. Dan berpuasa itu baik bagi kamu bila kamu mengetahui.
Maksudnya apabila kalian renungkan dan teliti secara cermat, pasti kalian akan mendapatkan bukti-bukti bahwa di balik puasa itu ada begitu banyak makna yang pada gilirannya bisa mengarahkan kepada taqwa dan berbagai macam manfaat lainnya.