.:: Per Jilid + Tafsir Al-Mahfuzh ::.

JILID 16 - JUZ 8-B

Hal. 152

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud ketika Aku menyuruhmu?” Ia (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau menciptakanku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. 7 : 12)
Prof. Quraish Shihab: Dia berfirman: “Apakah yang menghalangimu sehingga tidak bersujud ketika Aku menyuruhmu?” Ia (Iblis) berkata: “Aku lebih baik darinya, Engkau menciptakan aku dari api, sedangkan Engkau menciptakannya dari tanah.”
HAMKA: Dia berfirman, “Apakah yang menghambat engkau sampai tidak sujud ketika Aku perintahkan engkau?” Dia menjawab, “Aku lebih baik dari dia. Engkau telah menjadikan daku dari api dan Engkau telah menjadikannya dari tanah.”

قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu darinya (surga) karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.” (QS. 7 : 13)
Prof. Quraish Shihab: Dia berfirman: “Maka turunlah darinya (surga), karena engkau tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang hina.”
HAMKA: Berfirman Dia, “Turunlah engkau daripadanya karena tidaklah patut engkau menyombongkan diri. Maka keluarlah engkau, sesungguhnya engkau adalah daripada golongan orang yang kecil.”

قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Kemenag RI 2019: Ia (Iblis) menjawab, “Berilah aku penangguhan waktu sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. 7 : 14)
Prof. Quraish Shihab: Ia (Iblis) berkata: “Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan (dari alam Barzakh pada hari Kiamat).”
HAMKA: Dia berkata, “Beri kesempatanlah aku sampai kepada hari mereka akan dibangkitkan.”

قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi penangguhan waktu.” (QS. 7 : 15)
Prof. Quraish Shihab: Dia berfirman: “Sesungguhnya engkau termasuk mereka yang diberi tangguh.”
HAMKA: Dia berfirman, “Sesungguhnya engkau daripada orang-orang yang diberi kesempatan.”

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

Kemenag RI 2019: Ia (Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. (QS. 7 : 16)
Prof. Quraish Shihab: Ia (Iblis) berkata: “Karena Engkau telah menyesatkanku (karena kecenderungan hatinya untuk sesat), aku benar-benar akan duduk menghadapi (dan menghalang-halangi) mereka di jalan Engkau yang lebar, lagi lurus.
HAMKA: Dia berkata, “Demi sebab Engkau telah menyesatkan daku, maka sungguh aku halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus itu.

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Kemenag RI 2019: Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. 7 : 17)
Prof. Quraish Shihab: Kemudian, aku tentu akan mendatangi (menjerumuskan) mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka (sebagai) orang-orang yang bersyukur.”
HAMKA: Kemudian itu, aku akan mendatangi mereka dari hadapan mereka dan dari belakang mereka, dan dari kanan mereka dan dari kiri mereka, dan tidaklah akan Engkau dapati kebanyakan mereka itu berterima kasih.

قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَدْحُورًا ۖ لَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكُمْ أَجْمَعِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) berfirman, “Keluarlah kamu darinya (surga) dalam keadaan terhina dan terusir! Sungguh, siapa pun di antara mereka yang mengikutimu pasti akan Aku isi (neraka) Jahanam dengan kamu semua.” (QS. 7 : 18)
Prof. Quraish Shihab: Dia berfirman: “Keluarlah engkau darinya (surga, dalam keadaan) terhina, lagi terusir. Barang siapa di antara mereka benar-benar mengikutimu, Aku pasti akan memenuhi (neraka) Jahannam dengan kamu semua.
HAMKA: Dia berfirman, “Keluarlah engkau daripadanya dalam keadaan terhina dan terusir. Sesungguhnya barangsiapa yang mengikuti engkau di antara mereka, sesungguhnya akan Aku penuhkah Jahannam dengan kamu sekalian.”

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: (Allah berfirman,) “Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di surga (ini). Lalu, makanlah apa saja yang kamu berdua sukai dan janganlah kamu berdua mendekati pohon yang satu ini sehingga kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. 7 : 19)
Prof. Quraish Shihab: Dan wahai Adam! Diamilah olehmu dan istrimu surga (ini), maka makanlah oleh kamu berdua di mana dan kapan saja kamu berdua kehendaki, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, sehingga menyebabkan kamu berdua termasuk orang-orang zalim.”
HAMKA: Dan wahai Adam! Tinggallah engkau dan istri engkau di surga itu maka makanlah olehmu berdua mana-mana yang kamu sukai, tetapi janganlah kamu berdua mendekat kepada pohon ini, sebab kamu akan termasuk dari mereka yang zalim.

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, setan membisikkan (pikiran jahat) kepada keduanya yang berakibat tampak pada keduanya sesuatu yang tertutup dari aurat keduanya. Ia (setan) berkata, “Tuhanmu tidak melarang kamu berdua untuk mendekati pohon ini, kecuali (karena Dia tidak senang) kamu berdua menjadi malaikat atau kamu berdua termasuk orang-orang yang kekal (dalam surga).” (QS. 7 : 20)
Prof. Quraish Shihab: Maka, setan membisikkan (pikiran jahat) kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari aurat mereka berdua dan ia (setan) berkata: “Tuhan Pemelihara kamu berdua tidak melarang kamu berdua dari mendekati pohon ini, melainkan (karena Dia tidak senang) kamu berdua menjadi malaikat atau kamu berdua tidak menjadi kelompok mereka yang kekal (di surga).”
HAMKA: Maka setan pun membisikkan kepada mereka keduanya yang akan menampakkan kepada keduanya dari kemaluan mereka berdua dan berkata, “Tidakkah melarang Tuhan kamu berdua dari pohon ini, melainkan lantaran kamu berdua akan jadi malaikat atau lantaran kamu berdua akan jadi dari orang-orang yang kekal.”

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ

Kemenag RI 2019: Ia (setan) bersumpah kepada keduanya, “Sesungguhnya aku ini bagi kamu berdua benar-benar termasuk para pemberi nasihat.” (QS. 7 : 21)
Prof. Quraish Shihab: Dan ia (setan) bersumpah kepada keduanya: “Sesungguhnya aku bagi kamu berdua benar-benar termasuk para pemberi nasihat.”
HAMKA: Dan bersumpah dia kepada keduanya, “Sesungguhnyalah aku kepada kamu berdua dari orang yang memberi nasihat.”

فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ

Kemenag RI 2019: Ia (setan) menjerumuskan keduanya dengan tipu daya. Maka, ketika keduanya telah mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah pada keduanya auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (di) surga. Tuhan mereka menyeru mereka, “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” (QS. 7 : 22)
Prof. Quraish Shihab: Maka, ia (setan) menurunkan keduanya (dari ketaatan kepada kedurhakaan) dengan tipu daya. Maka, ketika keduanya telah merasakan (buah) pohon (itu), nampaklah bagi keduanya auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga. Dan Tuhan Pemelihara mereka menyeru mereka berdua: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua melampaui (mendekati) pohon itu dan telah Aku firmankan kepada kamu berdua, sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
HAMKA: Maka dia anjurkanlah keduanya dengan tipu daya. Maka setelah keduanya merasai pohon itu terbukalah bagi keduanya kemaluan keduanya dan bergegaslah keduanya menutup atas keduanya dengan daun-daunan surga. Dan menyerulah Tuhan mereka kepada keduanya, “Bukankah telah Aku larang kamu berdua dari pohon itu dan telah Aku katakan kepada kamu berdua sesungguhnya setan itu bagi kamu berdua adalah musuh yang nyata?”
Hal. 153

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Kemenag RI 2019: Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. 7 : 23)
Prof. Quraish Shihab: Keduanya berkata: “Tuhan Pemelihara kami, kami telah menganiaya diri kami, dan jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang rugi."
HAMKA: Keduanya menjawab, “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami dan jika tidaklah Engkau ampuni kami dan Engkau rahmati kami. Sesungguhnya jadilah kami dari orang-orang yang rugi.”

قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain serta bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang telah ditentukan.” (QS. 7 : 24)
Prof. Quraish Shihab: Dia berfirman: “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman (sementara) di bumi dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”
HAMKA: Dia berfirman, “Turunlah kamu semua! Yang sebagian kamu dari yang sebagian adalah musuh dan untuk kamu di dalam bumi itu adalah tempat menetap dan untuk bekal, sampai suatu ketika.”

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

Kemenag RI 2019: Dia (Allah) berfirman, “Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dikeluarkan (dibangkitkan).” (QS. 7 : 25)
Prof. Quraish Shihab: Dia berfirman: “Di dalamnya (bumi) kamu hidup dan di dalamnya (bumi) kamu mati, dan darinya (pula) kamu akan dikeluarkan (dibangkitkan di alam Barzakh).”
HAMKA: Firman-Nya (pula), “Di dalamnya kamu akan hidup dan di dalamnya kamu semua akan mati dan daripadanya kamu akan dikeluarkan.”

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan bulu (sebagai bahan pakaian untuk menghias diri). (Akan tetapi,) pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu merupakan sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Allah agar mereka selalu ingat. (QS. 7 : 26)
Prof. Quraish Shihab: Hai anak-cucu Adam! Sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu pakaian untuk menutupi aurat-aurat kamu dan bulu (sebagai bahan pakaian yang indah untuk menghias diri). Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
HAMKA: Wahai anak-anak Adam, sesungguhnya telah Kami turunkan atas kamu pakaian akan penutup kemaluan kamu dan pakaian perhiasan dan pakaian takwa, tetapi inilah yang lebih baik. Yang demikian itu adalah dari ayat-ayat Allah, mudah-mudahan mereka akan ingat.

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai anak cucu Adam, janganlah sekali-kali kamu tertipu oleh setan sebagaimana ia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat mereka berdua. Sesungguhnya ia (setan) dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak (bisa) melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu (sebagai) penolong ) bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. 7 : 27)
Prof. Quraish Shihab: Hai anak cucu Adam! Janganlah sekali-kali kamu ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan ibu-bapak kamu dari surga, ia mencabut dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat mereka berdua. Sesungguhnya ia (setan) dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak (bisa) melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan (sebagai) para pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”
HAMKA: Wahai anak-anak Adam, janganlah sampai menipu akan kamu setan itu, sebagaimana telah dikeluarkannya kedua ibu-bapakmu dari surga, dia tarik dari keduanya pakaian keduanya supaya kelihatan oleh keduanya kemaluan mereka. Sesungguhnya dia itu melihat kamu, dia dan golongannya, dalam pada itu kamu tidak melihat mereka. Sesungguhnya, Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, “Kami mendapati nenek moyang kami melakukan yang demikian dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan kekejian. ) Pantaskah kamu mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS. 7 : 28)
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji (seperti berzina, membuka aurat, berthawaf tanpa busana, lalu mendapat teguran), mereka berkata: “Kami mendapati atas dasar itulah nenek moyang kami (sehingga kami mengerjakannya) dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan (siapa pun untuk melakukan) kekejian. Pantaskah kamu menyatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”
HAMKA: Dan, apabila mereka mengerjakan sesuatu yang keji, mereka katakan, “Telah kami dapati bapak-bapak kami atas pekerjaan itu dan Allah pun telah memerintahkannya.” Katakanlah, “Sesungguhnya Allah tidaklah memerintahkan barang sesuatu yang keji-keji. Apakah kamu katakan atas Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui.”

قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۚ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tuhanku memerintahkan aku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) di setiap masjid dan berdoalah kepada-Nya dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Kamu akan kembali kepada-Nya sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan.” (QS. 7 : 29)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Tuhan Pemeliharaku memerintahkan (seluruh manusia) untuk (menegakkan) keadilan, dan luruskanlah wajah-wajah kamu (kepada Allah swt.) di setiap masjid dan berdoalah kepada-Nya dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan, (demikian pula) kamu akan kembali (kepada-Nya).”
HAMKA: Katakanlah, “Tuhanku telah memerintahkan dengan perimbangan dan supaya kamu tegakkan wajah-wajahmu di sisi tiap-tiap masjid dan serulah Dia, di dalam keadaan ikhlas agama untuk-Nya. Sebagaimana Dia telah memulakan (menjadikan) kamu, kamu pun akan kembali.”

فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلَالَةُ ۗ إِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ

Kemenag RI 2019: Sekelompok (manusia) telah diberi-Nya petunjuk dan sekelompok (lainnya) telah pasti kesesatan atas mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung ) selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 7 : 30)
Prof. Quraish Shihab: Sekelompok (manusia) telah diberi-Nya petunjuk dan sekelompok (lainnya) telah pasti kesesatan atas mereka (karena enggan memanfaatkan petunjuk). Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan (sebagai) para wali (pelindung) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
HAMKA: Satu golongan diberi-Nya petunjuk dan satu golongan (lagi) tertimpa atas mereka kesesatan. Sesungguhnya, mereka telah mengambil setan-setan jadi pemimpin-pemimpin selain Allah dan mereka mengira bahwa mereka adalah mendapat petunjuk.
Hal. 154

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Kemenag RI 2019: Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. (QS. 7 : 31)
Prof. Quraish Shihab: Hai anak-cucu Adam! Pakailah pakaian kamu yang indah setiap (memasuki dan berada di) masjid, dan makan serta minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (dalam segala hal).
HAMKA: “Wahai anak-anak Adam, pakailah perhiasan kamu pada tiap-tiap masjid dan makanlah kamu dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang berlebih-lebihan.”

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah yang mengharamkan perhiasan (dari) Allah yang telah Dia sediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, ‘Semua itu adalah untuk orang-orang yang beriman (dan juga tidak beriman) dalam kehidupan dunia, (tetapi ia akan menjadi) khusus (untuk mereka yang beriman saja) pada hari Kiamat.’” Demikianlah Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu kepada kaum yang mengetahui. (QS. 7 : 32)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah Dia keluarkan untuk para hamba-Nya dan (siapa pula yang mengharamkan) yang baik-baik dari rezeki?” Katakanlah: “Ia adalah untuk orang-orang yang beriman (dan juga yang tidak beriman) di kehidupan dunia, (tetapi ia akan menjadi) khusus (untuk mereka yang beriman saja) pada Hari Kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan secara rinci ayat-ayat (ketetapan-ketetapan hukum atau bukti-bukti kekuasaan Kami) kepada kaum yang mengetahui.
HAMKA: Katakanlah, “Siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang telah Dia keluarkan untuk hamba-hamba-Nya dan yang baik-baik dari karunia-Nya?” Katakanlah, “Dia adalah untuk orang-orang yang beriman di dalam hidup di dunia dan khusus (untuk mereka) di hari Kiamat. Demikianlah, Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mau mengetahui.”

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang tampak dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, dan perbuatan melampaui batas tanpa alasan yang benar. (Dia juga mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan bukti pembenaran untuk itu dan (mengharamkan) kamu mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. 7 : 33)
Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Sesungguhnya Tuhan Pemeliharaku hanya mengharamkan perbuatan-perbuatan yang keji; (baik) yang tampak dan yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, pelampauan batas tanpa (alasan yang) benar, dan (Dia mengharamkan) kamu menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Dia tidak menurunkan hujjah (bukti pembenaran) untuk itu dan (mengharamkan pula) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.”
HAMKA: Katakanlah, “Sesungguhnya yang diharamkan oleh Tuhanku hanyalah kejahatan-kejahatan, yang nyata dan yang tersembunyi dan dosa dan keaniayaan dengan tidak benar dan bahwa kamu persekutukan dengan Allah sesuatu yang tidak Dia turunkan keterangannya dan bahwa kamu katakan atas (nama) Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui.”

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Kemenag RI 2019: Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan. (QS. 7 : 34)
Prof. Quraish Shihab: Dan setiap umat mempunyai ajal (mengenai umur dan jatuhnya sanksi); maka apabila telah datang ajal mereka, mereka tidak dapat mengundurkan barang sesaat pun dan tidak (pula) memajukan-(nya).
HAMKA: Dan bagi tiap-tiap umat ada ajalnya. Maka apabila datang ajal mereka, tidaklah dapat mereka dimundurkan satu saat pun dan tidak dapat mereka minta dimajukan.

يَا بَنِي آدَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي ۙ فَمَنِ اتَّقَىٰ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Kemenag RI 2019: Wahai anak cucu Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, siapa pun yang bertakwa dan melakukan perbaikan, tidak ada rasa takut menimpa mereka dan tidak (pula) mereka bersedih. (QS. 7 : 35)
Prof. Quraish Shihab: Hai anak-cucu Adam! Jika datang kepada kamu para rasul dari kamu menyampaikan (dan menjelaskan) kepada kamu ayat-ayat-Ku, maka barang siapa bertakwa dan melakukan perbaikan, maka tidak ada rasa takut menimpa mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
HAMKA: Wahai, anak-anak Adam! Jika datang kepada kamu rasul-rasul dari antara kamu sendiri yang menceritakan kepada kamu ayat-ayat Kami maka barangsiapa yang bertakwa dan berbuat perbaikan, tidaklah ada ketakutan atas mereka dan tidaklah mereka akan berduka cita.

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. 7 : 36)
Prof. Quraish Shihab: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
HAMKA: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan membesarkan diri terhadapnya, mereka itu adalah ahli-ahli neraka. Mereka di dalamnya akan kekal.

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ ۚ أُولَٰئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُمْ مِنَ الْكِتَابِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوا أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالُوا ضَلُّوا عَنَّا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian (yang telah ditentukan) dari ketetapan Allah (di dunia) sehingga apabila datang kepada mereka para utusan (malaikat) Kami untuk mencabut nyawanya, mereka (para malaikat) berkata, “Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?” Mereka (orang-orang musyrik) menjawab, “Semuanya telah lenyap dari kami.” Mereka memberikan kesaksian terhadap diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir. (QS. 7 : 37)
Prof. Quraish Shihab: Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan memperoleh bagian (yang telah ditentukan) dari ketetapan Allah (di dunia) sehingga apabila datang kepada mereka para utusan Kami untuk mewafatkan mereka, (di waktu itu) mereka (para utusan Kami) bertanya: “Dimana yang biasa kamu sembah selain Allah?” Mereka (orang-orang musyrik) menjawab: “Semuanya telah lenyap dari kami,” dan mereka menyaksikan atas diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang kafir.
HAMKA: Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat kedustaan atas nama Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Mereka itu akan dicapai oleh nasib mereka dari dalam Al-Kitab sehingga apabila datang kepada mereka utusan-utusan Kami, yang akan mewafatkan mereka, sambil bertanya, “Di manakah apa yang telah kamu seru selain dari Allah itu?” Mereka menjawab, “Mereka telah hilang daripada kami dan mereka pun menyaksikan atas diri mereka sendiri-sendiri bahwasanya mereka dahulunya memang telah kafir.”
Hal. 155

قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ فِي النَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰ إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لِأُولَاهُمْ رَبَّنَا هَٰؤُلَاءِ أَضَلُّونَا فَآتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِنَ النَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَٰكِنْ لَا تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Allah berfirman, “Masuklah kamu ke dalam api neraka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum kamu dari (golongan) jin dan manusia.” Setiap kali suatu umat masuk, dia melaknat saudaranya, sehingga apabila mereka telah masuk semuanya, berkatalah orang yang (masuk) belakangan (kepada) orang yang (masuk) terlebih dahulu, “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami. Datangkanlah siksaan api neraka yang berlipat ganda kepada mereka.” Allah berfirman, “Masing-masing mendapatkan (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui.” (QS. 7 : 38)
Prof. Quraish Shihab: Dia berfirman: “Masuklah kamu bersama umat-umat yang sungguh telah berlalu sebelum kamu dari (golongan) jin dan manusia ke dalam neraka.” Setiap suatu umat masuk, dia mengutuk saudaranya sehingga apabila mereka semua telah masuk, berkatalah orang-orang yang masuk kemudian (para pengikut) di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu (para pemimpin): “Tuhan Pemelihara kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu berikanlah kepada mereka azab berlipat ganda dari neraka.” Dia berfirman: “Masing-masing mendapat (azab) berlipat ganda, tetapi kamu tidak mengetahui.”
HAMKA: Berfirman Dia, “Masuklah kamu bersama umat-umat yang telah dahulu dari sebelum kamu daripada jin dan manusia ke dalam neraka!” Tiap-tiap telah masuk suatu umat, melaknatlah dia akan saudaranya sehingga apabila telah berkumpul di dalamnya semuanya, berkatalah yang kemudian tentang mereka yang terdahulu itu: “Ya! Tuhan kami, mereka inilah yang telah menyesatkan kami. Maka berilah kepada mereka azab yang berlipat ganda dari neraka!” Dia berfirman, “Bagi tiap-tiapnya berlipat ganda. Tetapi, kamu tidak tahu.”

وَقَالَتْ أُولَاهُمْ لِأُخْرَاهُمْ فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ

Kemenag RI 2019: Orang yang (masuk) terlebih dahulu berkata kepada yang (masuk) belakangan, “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami. Maka, rasakanlah azab itu karena perbuatan yang telah kamu lakukan.” (QS. 7 : 39)
Prof. Quraish Shihab: Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu (para pemimpin) di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian (para pengikut): “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami, maka rasakanlah azab karena perbuatan yang telah kamu usahakan.”
HAMKA: Dan berkata mereka yang terdahulu kepada yang kemudian. Maka, tidaklah ada bagi kamu kelebihan atas kami. Sebab itu, rasakanlah azab karena apa yang telah kamu usahakan.

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya (bagi) orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit ) dan mereka tidak akan masuk surga sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. ) Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat durhaka. (QS. 7 : 40)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi (amalan, doa dan arwah) mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada para pendurhaka.
HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombong terhadapnya, tidaklah akan dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit dan tidaklah mereka akan masuk ke dalam surga sehingga menyelusuplah seekor unta ke dalam lubang jarum. Dan sebagaimana demikianlah Kami membalas orang-orang yang berdosa besar.

لَهُمْ مِنْ جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Bagi mereka (disediakan) alas tidur dari (api neraka) Jahanam dan di atas mereka ada selimut (dari api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim. (QS. 7 : 41)
Prof. Quraish Shihab: Bagi mereka hamparan (berupa api neraka) Jahanam dan di atas mereka ada selimut (dari api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang zalim.
HAMKA: Untuk mereka dari Jahannam adalah satu tempat yang sangat rendah dan di atas mereka ada beberapa penutup. Dan, sebagaimana demikianlah Kami membalas orang-orang yang zalim.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Kemenag RI 2019: (Adapun) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Mereka itulah penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya. (QS. 7 : 42)
Prof. Quraish Shihab: Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, Kami tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Mereka itulah para penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
HAMKA: Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, tidak Kami membebani suatu diri melainkan sekadar kesanggupannya. Adalah mereka itu penghuni surga. Mereka akan kekal di dalamnya.

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ ۖ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ ۖ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Kemenag RI 2019: Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, (di surga) mengalir di bawah mereka sungai-sungai. Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.” Diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu karena apa yang selalu kamu kerjakan.” (QS. 7 : 43)
Prof. Quraish Shihab: Dan Kami telah mencabut apa yang berada dalam dada-dada mereka dari semua kedengkian; (di surga sana, di mana mereka berada di tempat yang tinggi yang) di bawah mereka mengalir sungai-sungai, dan mereka berkata: “Segala puji hanya bagi Allah yang telah menunjuki kami (memberi kami bimbingan dan kemampuan untuk beramal sehingga mengantar kami) ke sini (surga ini), sedangkan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk jika seandainya Allah tidak memberi kami petunjuk. Demi (Allah)! Sungguh, telah datang para rasul Tuhan Pemelihara kami dengan haq (benar dan membawa kebenaran).” Dan diserukan kepada mereka: “Itulah surga yang diwariskan kepada kamu, disebabkan apa (amal-amal saleh) yang dahulu kamu kerjakan.”
HAMKA: Dan Kami cabut apa yang ada di dalam dada mereka dari rasa dengki. Mengalir dari bawahnya sungai-sungai, dan mereka berkata, “Sekalian puji untuk Allah yang telah menunjuki kita untuk ini dan tidaklah kita mendapat petunjuk, kalau tidakkah Allah yang menunjuki kita. Sesungguhnya, telah datang utusan-utusan Tuhan kita dengan kebenaran. Dan, mereka diseru, ‘Bahwa itulah dia surga yang telah diwariskan dia untuk kamu, tersebab dari apa yang telah kamu amalkan.’”
Hal. 156

وَنَادَىٰ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابَ النَّارِ أَنْ قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا ۖ قَالُوا نَعَمْ ۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ أَنْ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Para penghuni surga menyeru para penghuni neraka, “Sungguh, kami telah mendapati sesuatu (surga) yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah mendapati (pula) sesuatu (azab) yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?” Mereka menjawab, “Benar.” Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, “Laknat Allah bagi orang-orang yang zalim.” (QS. 7 : 44)
Prof. Quraish Shihab: Dan para penghuni surga menyeru kepada para penghuni neraka: “Sungguh, kami benar-benar telah mendapatkan apa (surga) yang pernah Tuhan Pemelihara kami janjikan kepada kami. Maka, apakah kamu benar-benar telah mendapatkan (pula) apa (azab) yang pernah Tuhan Pemelihara kamu janjikan?” Mereka menjawab: "Betul.” Kemudian, seorang penyeru mengumandangkan di antara mereka itu: “Laknat Allah ditimpakan atas orang-orang zalim.”
HAMKA: Dan berserulah penghuni surga kepada penghuni neraka, bahwa kami telah mendapati apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kami dengan sebenarnya. Maka sudahlah kamu mendapati apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kamu kamu dengan sebenarnya? Mereka menjawab, “Ya.” Maka berserulah seorang penyeru di antara mereka bahwa laknat Allah-lah atas orang-orang yang zalim.

الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُمْ بِالْآخِرَةِ كَافِرُونَ

Kemenag RI 2019: (Mereka adalah) orang-orang yang menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah serta menginginkan jalan itu menjadi bengkok dan mereka itu orang-orang yang mengingkari (kehidupan) akhirat. (QS. 7 : 45)
Prof. Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang yang (terus menerus) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkannya (jalan itu) menjadi bengkok (berliku-liku dan menyesatkan), dan mereka terhadap akhirat, adalah orang-orang kafir.
HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang memalingkan (manusia) daripada jalan Allah dan yang ingin supaya jalan itu bengkok, sedang mereka terhadap hari akhirat tidaklah mau percaya.

وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ ۚ وَعَلَى الْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّا بِسِيمَاهُمْ ۚ وَنَادَوْا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ

Kemenag RI 2019: Di antara keduanya (para penghuni surga dan neraka) ada batas pemisah dan di atas tempat yang tertinggi (al-a‘r?f) ) ada orang-orang yang saling mengenal dengan tandanya masing-masing. Mereka menyeru para penghuni surga, “Sal?mun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu).” Mereka belum dapat memasukinya, padahal mereka sangat ingin (memasukinya). (QS. 7 : 46)
Prof. Quraish Shihab: Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas pemisah; dan di atas A'raf (tempat tertinggi) ada beberapa laki-laki (orang-orang) yang mereka kenal, masing-masing dengan tanda-tanda (khusus) mereka. Dan (mereka yang di atas A'raf) menyeru penduduk surga: “Salamun 'alaikum (salam sejahtera bagi kamu).” Mereka belum (lagi) memasukinya, sedangkan mereka sangat ingin segera (memasukinya).
HAMKA: Dan di antara keduanya ada dinding dan di atas benteng itu ada beberapa laki-laki yang mereka mengenal akan tiap-tiap seseorang dengan tanda masing-masing dan menyerulah mereka kepada penghuni surga itu bahwa selamat sejahteralah atas kamu. Mereka belumlah masuk, padahal mereka amat ingin.

وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَارُهُمْ تِلْقَاءَ أَصْحَابِ النَّارِ قَالُوا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Kemenag RI 2019: Apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama kaum yang zalim itu.” (QS. 7 : 47)
Prof. Quraish Shihab: Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau jadikan (tempatkan) kami bersama kaum yang zalim.”
HAMKA: Dan apabila dipalingkan pemandangan mereka ke pihak ahli neraka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami bersama-sama kaum yang zalim.”

وَنَادَىٰ أَصْحَابُ الْأَعْرَافِ رِجَالًا يَعْرِفُونَهُمْ بِسِيمَاهُمْ قَالُوا مَا أَغْنَىٰ عَنْكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang di atas tempat yang tertinggi (al-a‘r?f) menyeru orang-orang yang mereka kenal dengan tanda-tanda (khusus) sambil berkata, “Tidak ada manfaatnya bagimu (harta) yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan. (QS. 7 : 48)
Prof. Quraish Shihab: Dan mereka yang di atas A‘raf menyeru beberapa laki-laki (beberapa orang dari penghuni neraka) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tanda (khusus) mereka, (dengan) mengatakan: “Tidak berguna untuk kamu apa yang kamu kumpulkan (di dunia berupa kekayaan atau kelompok) dan apa saja yang selalu kamu sombongkan.
HAMKA: Dan menyeru penghuni benteng tinggi itu kepada orang-orang laki-laki yang mereka kenal dari tanda mereka masing-masing, mereka berkata, “Bukankah tidak berfaedah kepada kamu apa yang kamu kumpul-kumpulkan itu dan apa yang telah kamu besar-besarkan?”

أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ ۚ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ

Kemenag RI 2019: Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah (ketika kamu hidup di dunia), bahwa mereka tidak akan diberi rahmat oleh Allah?” (Allah berfirman,) “Masuklah kamu ke dalam surga! Tidak ada rasa takut padamu dan kamu juga tidak akan bersedih.” (QS. 7 : 49)
Prof. Quraish Shihab: (Para penghuni surga) itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah (ketika kamu hidup di dunia) bahwa mereka tidak akan diberi rahmat oleh Allah?” (Allah swt. berfirman): “Masuklah ke surga, tidak ada rasa takut menimpa kamu dan tidak (pula) kamu bersedih hati.”
HAMKA: Apakah ini orang-orang yang pernah kamu sumpahkan bahwa tidaklah Allah akan mencapaikan rahmat kepada mereka, “Masuklah kamu ke dalam surga! Tidak ada ketakutan atas kamu dan tidaklah kamu akan berduka cita.”

وَنَادَىٰ أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ ۚ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ

Kemenag RI 2019: Para penghuni neraka menyeru para penghuni surga, “Tuangkanlah (sedikit) air kepada kami atau rezeki apa saja yang telah dikaruniakan Allah kepadamu.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya (air dan rezeki) bagi orang-orang kafir.” (QS. 7 : 50)
Prof. Quraish Shihab: Dan para penghuni neraka menyeru para penghuni surga: “Curahkanlah kepada kami sedikit air atau sedikit dari apa (rezeki) yang telah dikaruniakan Allah kepada kamu.” Mereka menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya atas orang-orang kafir.
HAMKA: Dan menyerulah ahli neraka itu kepada ahli surga, “Tuangkanlah kepada kami dari air atau dari apa-apa yang telah dikaruniakan Allah kepada kamu.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kedua-duanya itu atas orang-orang kafir.”

الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ نَنْسَاهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَاءَ يَوْمِهِمْ هَٰذَا وَمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ

Kemenag RI 2019: (Mereka adalah) orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai kelengahan dan permainan serta mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Maka, pada hari ini (Kiamat), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan hari ini dan karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (QS. 7 : 51)
Prof. Quraish Shihab: (Yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan kelengahan, dan (itu semua karena) kehidupan dunia telah memperdaya mereka.” (Allah swt. berfirman): “Maka, pada hari (Kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.”
HAMKA: (Yaitu) orang yang telah mengambil agama jadi kesia-siaan dan permainan dan mereka telah diperdayakan oleh kehidupan dunia. Maka pada hari ini, Kami lupakanlah mereka, sebagaimana mereka telah melupakan pertemuan hari mereka ini dan lantaran mereka telah tidak percaya kepada ayat-ayat Kami.
Hal. 157

وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami telah mendatangkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) yang telah Kami jelaskan secara terperinci atas dasar pengetahuan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. 7 : 52)
Prof. Quraish Shihab: Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah mendatangkan kepada mereka sebuah Kitab (al-Qur’an). Kami telah menjelaskannya secara rinci berdasarkan pengetahuan (Kami); ia menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
HAMKA: Dan sesungguhnya telah Kami datangkan kepada mereka sebuah kitab, yang telah Kami jelaskan dia dengan dasar pengetahuan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang mau percaya.

هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا تَأْوِيلَهُ ۚ يَوْمَ يَأْتِي تَأْوِيلُهُ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ فَهَلْ لَنَا مِنْ شُفَعَاءَ فَيَشْفَعُوا لَنَا أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ قَدْ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Kemenag RI 2019: Tidakkah mereka menunggu kecuali takwilnya (terwujudnya kebenaran Al-Qur’an). Pada hari bukti kebenaran itu tiba, orang-orang yang sebelum itu mengabaikannya berkata, “Sungguh, rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran. Maka adakah pemberi syafaat bagi kami yang akan memberikan pertolongan kepada kami atau agar kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami akan beramal tidak seperti perbuatan yang pernah kami lakukan dahulu?” Sungguh, mereka telah merugikan diri sendiri dan telah hilang lenyap dari mereka apa pun yang dahulu mereka ada-adakan. (QS. 7 : 53)
Prof. Quraish Shihab: Tidaklah mereka menunggu kecuali takwil-nya. Pada hari datangnya itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu: “Sungguh, telah datang para rasul Tuhan Pemelihara kami dengan haq (benar dan membawa kebenaran), maka adakah bagi kami para pemberi syafaat (yang membantu untuk memohonkan pertolongan kepada Allah swt.), sehingga memberi syafaat bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan, sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?” Sungguh, mereka telah merugikan diri sendiri dan telah lenyaplah dari mereka apa (sesembahan-sesembahan) yang dahulu mereka ada-adakan.
HAMKA: Tiadakah ada yang mereka tunggu selain kesudahannya. Pada hari datang kesudahannya itu, berkatalah orang-orang yang telah melupakannya terlebih dahulu itu, “Sesungguhnya telah datang utusan-utusan Tuhan kami dengan kebenaran. Lantaran itu adakah penolong-penolong yang akan datang menolong kami atau kami dikembalikan? Supaya akan kami amalkan, lain dari apa yang telah kami amalkan (dahulu).” Sungguh, mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyap dari mereka apa-apa yang mereka ada-adakan itu.

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, ) kemudian Dia bersemayam di atas ?Arasy. ) Dia menutupkan malam pada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk pada perintah-Nya. Ingatlah! Hanya milik-Nyalah segala penciptaan dan urusan. Maha Berlimpah anugerah Allah, Tuhan semesta alam. (QS. 7 : 54)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya Tuhan Pemelihara kamu ialah Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (enam masa), kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy (berkuasa dan mengatur segala yang diciptakan-Nya sehingga berfungsi sebagaimana yang Dia kehendaki). Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang, (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha banyak berkah Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam.
HAMKA: Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi di dalam enam hari, kemudian bersemayamlah Dia di atas Arsy. Dia tutupkan malam kepada siang, yang mengiringinya dengan cepat, dan matahari, bulan, dan bintang-bintang, semuanya tunduk kepada ketetapan-Nya. Ketahuilah, bagi-Nyalah seluruh penciptaan dan ketentuan. Mahasucilah Allah pemelihara sekalian alam.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Kemenag RI 2019: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. 7 : 55)
Prof. Quraish Shihab: Berdoalah kepada Tuhan Pemelihara kamu dengan berendah diri dan dengan (suara lembut seperti orang) merahasiakan (sesuatu). Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang orang yang melampaui batas.
HAMKA: Serulah Tuhanmu dengan merendahkan diri dan bersunyi. Sesungguhnya Dia tidaklah suka kepada orang-orang yang melewati batas.

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik. (QS. 7 : 56)
Prof. Quraish Shihab: Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi sesudah perbaikannya dan berdoalah kepada-Nya dalam keadaan takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang muhsin.
HAMKA: Dan janganlah kamu merusak di bumi sesudah selesainya dan serulah Dia dengan keadaan takut dan sangat harap. Sesungguhnya, rahmat Allah adalah dekat kepada orang-orang yang berbuat kebajikan.

وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Dialah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira yang mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan) sehingga apabila (angin itu) telah memikul awan yang berat, Kami halau ia ke suatu negeri yang mati (tandus), lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang mati agar kamu selalu ingat. (QS. 7 : 57)
Prof. Quraish Shihab: Dan Dia-lah yang mengirimkan aneka angin sebagai pembawa kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya (berupa hujan); sehingga apabila (aneka angin itu) telah memikul awan yang berat, Kami halau ia ke suatu negeri yang mati (tandus), lalu Kami turunkan hujan di sana, maka Kami keluarkan dengannya berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, supaya kamu selalu ingat (mengambil pelajaran darinya).
HAMKA: Dan Dialah yang mengirim berbagai angin sebagai pembawa berita gembira di hadapan rahmat-Nya sehingga apabila dia telah membawa mega yang berat, Kami tariklah dia ke negeri yang mati dan Kami turunkanlah dengan dia air. Maka, Kami keluarkanlah dengan (air) itu tiap-tiap tumbuh-tumbuhan. Demikian pulalah akan Kami hidupkan orang yang telah mati supaya kamu mau ingat.
Hal. 158

وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ ۖ وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ

Kemenag RI 2019: Tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur seizin Tuhannya. Adapun tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami jelaskan berulang kali tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur. (QS. 7 : 58)
Prof. Quraish Shihab: Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan Pemeliharanya; dan (tanah) yang buruk, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami berkali-kali menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
HAMKA: Dan negeri yang baik akan keluarlah tumbuh-tumbuhannya dengan izin Tuhannya dan yang buruk tidaklah akan keluar melainkan dengan susah-payah. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat bagi kaum yang mau berterima kasih.

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami telah mengutus Nuh (sebagai rasul) kepada kaumnya, lalu ia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah (karena) tidak ada tuhan bagi kamu selain Dia.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah) aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (hari Kiamat). (QS. 7 : 59)
Prof. Quraish Shihab: Demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah mengutus Nuh (sebagai nabi dan rasul) kepada kaumnya, lalu dia berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) bagi kamu melainkan Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang sangat besar (Hari Kiamat).”
HAMKA: Sesungguhnya telah Kami utus Nuh kepada kaumnya maka dia pun berkata, “Wahai kaumnya sembahlah olehmu akan Allah! Tidak ada bagi kamu barang mana pun Tuhan selain Dia. Sesungguhnya aku takut akan datang atas kamu azab hari yang besar.”

قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Kemenag RI 2019: Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami benar-benar melihatmu (berada) dalam kesesatan yang nyata.” (QS. 7 : 60)
Prof. Quraish Shihab: Para pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar melihatmu berada dalam kesesatan yang nyata.”
HAMKA: Berkatalah pemuka-pemuka dari kaumnya itu, “Sesungguhnya kami pandang engkau ini adalah di dalam kesesatan yang nyata.”

قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي ضَلَالَةٌ وَلَٰكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Nuh) menjawab, “Hai kaumku, tidak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah rasul dari Tuhan semesta alam. (QS. 7 : 61)
Prof. Quraish Shihab: Dia (Nabi Nuh as.) berkata: “Hai kaumku! Tidak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi sesungguhnya aku adalah rasul Tuhan Pemelihara seluruh alam.
HAMKA: Berkata dia, “Wahai kaumku, tidaklah padaku ini kesesatan. Akan tetapi, aku ini adalah Rasul daripada Tuhan sarwa sekalian alam.

أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنْصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Kemenag RI 2019: Aku sampaikan kepadamu risalah (amanat) Tuhanku dan aku memberi nasihat kepadamu. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS. 7 : 62)
Prof. Quraish Shihab: Aku sampaikan kepada kamu risalah-risalah (pesan dan amanah) Tuhan Pemeliharaku dan aku memberi nasihat kepada kamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.
HAMKA: Akan aku sampaikan kepada kamu risalah dari Tuhanku dan aku akan memberi nasihat kepada kamu dan aku mengetahui dari karunia Allah, hal-ihwal yang tidak kamu ketahui.

أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ وَلِتَتَّقُوا وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah kamu (tidak percaya dan) heran bahwa telah datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu kepada seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu, agar kamu bertakwa, dan agar kamu mendapat rahmat?” (QS. 7 : 63)
Prof. Quraish Shihab: Apakah kamu (tidak percaya dan) heran bahwa telah datang kepada kamu tuntunan dari Tuhan Pemelihara kamu atas seorang laki-laki dari (kalangan) kamu, supaya dia memberi peringatan kepada kamu dan (dengan harapan) kamu bertakwa dan supaya kamu mendapat rahmat?
HAMKA: Apakah kamu tercengang bahwa datang kepada kamu suatu peringatan dari Tuhan kamu dengan perantaraan seorang laki-laki dari antara kamu untuk mengancam kamu supaya kamu bertakwa dan supaya kamu diberi rahmat?”

فَكَذَّبُوهُ فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا عَمِينَ

Kemenag RI 2019: (Karena) mereka mendustakannya (Nuh), Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera serta Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya). (QS. 7 : 64)
Prof. Quraish Shihab: Maka, mereka mendustakannya (Nabi Nuh as.), lalu Kami menyelamat kan dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan Kami menenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).
HAMKA: Tetapi mereka dustakan dia. Maka, Kami selamatkanlah dia dan orang-orang yang besertanya dalam sebuah bahtera. Kami tenggelamkan orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta.

وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Kemenag RI 2019: (Kami telah mengutus) kepada (kaum) ‘Ad saudara mereka, Hud. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Tidakkah kamu bertakwa?” (QS. 7 : 65)
Prof. Quraish Shihab: Dan kepada (kaum) Ad (Kami telah mengutus) saudara mereka, Hud. Dia berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagi kamu satu Tuhan pun (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Maka, tidakkah kamu bertakwa?”
HAMKA: Dan kepada ‘Ad, saudara mereka Hud. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah olehmu akan Allah! Tidak ada bagi kamu barang mana pun Tuhan selain Dia. Apakah kamu tidak mau bertakwa?”

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَ

Kemenag RI 2019: Para pemuka yang kufur di antara kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menduga bahwa kamu termasuk para pembohong.” (QS. 7 : 66)
Prof. Quraish Shihab: Para pemuka orang-orang yang kafir di antara kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar melihatmu dalam kepicikan dan sesungguhnya kami benar-benar menyangkamu termasuk para pembohong."
HAMKA: Berkata pemuka-pemuka yang kufur dari kaumnya itu, “Sesungguhnya kami lihat engkau dalam keadaan pandir dan sesungguhnya berat sangka kami bahwa engkau ini adalah dari orang-orang yang mendusta.”

قَالَ يَا قَوْمِ لَيْسَ بِي سَفَاهَةٌ وَلَٰكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Hud) berkata, “Wahai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun, tetapi aku ini adalah rasul dari Tuhan semesta alam. (QS. 7 : 67)
Prof. Quraish Shihab: Dia (Nabi Hud as.) berkata: “Hai kaumku! Tidak ada padaku sedikit kepicikan pun, tetapi, aku adalah rasul dari Tuhan Pemelihara seluruh alam.
HAMKA: Dia berkata, “Wahai kaumku, bukanlah padaku ada kepandiran, akan tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan sarwa sekalian alam.
Hal. 159

أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَأَنَا لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ

Kemenag RI 2019: Aku sampaikan kepadamu risalah-risalah (amanat) Tuhanku dan aku terhadap kamu adalah penasihat yang tepercaya. (QS. 7 : 68)
Prof. Quraish Shihab: Aku sampaikan kepada kamu risalah-risalah (pesan dan amanah) Tuhan Pemeliharaku, dan aku terhadap kamu adalah penasihat yang jujur.”
HAMKA: Akan aku sampaikan kepada kamu risalah dari Tuhanku dan aku ini bagi kamu adalah pembawa nasihat yang dipercaya.”

أَوَعَجِبْتُمْ أَنْ جَاءَكُمْ ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ ۚ وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً ۖ فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Kemenag RI 2019: Apakah kamu (tidak percaya dan) heran bahwa telah datang kepadamu tuntunan dari Tuhanmu atas seorang laki-laki dari golonganmu supaya dia memberi peringatan kepadamu? Ingatlah, ketika Dia (Allah) menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum Nuh, dan melebihkan kamu dalam penciptaan (berupa) tubuh yang tinggi, besar, dan kuat. Maka, ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. 7 : 69)
Prof. Quraish Shihab: Apakah kamu (tidak percaya dan) heran bahwa telah datang kepada kamu tuntunan dari Tuhan Pemelihara kamu atas seorang laki-laki dari (kalangan) kamu, supaya dia memberi peringatan kepada kamu? Dan ingatlah, ketika Dia menjadikan kamu para khalifah (yang berkuasa) setelah kaum Nuh dan melebihkan untuk kamu dalam pencipraan (berupa) ketegaran (jasmani dan pikiran). Maka, ingatlah nikmat- nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
HAMKA: Apakah tercengang kamu bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhan kamu dengan perantaraan seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri untuk menyampaikan ancaman kepada kamu? Dan, ingatlah olehmu, tatkala Dia telah menjadikan kamu khalifah-khalifah sesudah kaum Nuh dan Dia lebihkan kamu pada kejadian. Maka, ingatlah olehmu akan nikmat-nikmat Allah itu supaya kamu berbahagia.

قَالُوا أَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ اللَّهَ وَحْدَهُ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا ۖ فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Apakah engkau (wahai Hud) datang kepada kami agar kami menyembah Allah semata dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? Maka, datangkanlah kepada kami apa yang kamu janjikan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS. 7 : 70)
Prof. Quraish Shihab: Mereka berkata: ‘Apakah engkau (Nabi Hud as.) datang kepada kami supaya kami menyembah Allah satu- satu-Nya dan kami tinggalkan apa yang selalu disembah oleh nenek moyang kami? Maka, datangkanlah apa (siksa) yang engkau janjikan kepada kami, jika engkau termasuk orang orang yang benar.”
HAMKA: Mereka bertanya, “Apakah engkau datang kepada kami supaya kami menyembah Allah sendirinya saja? Dan supaya kami tinggalkan apa-apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Kalau begitu, datangkanlah kepada kami apa yang telah engkau janjikan itu, jika engkau dari golongan orang-orang yang benar.”

قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌ ۖ أَتُجَادِلُونَنِي فِي أَسْمَاءٍ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا نَزَّلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ فَانْتَظِرُوا إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ

Kemenag RI 2019: Dia (Hud) berkata, “Sungguh, sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan Aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah tidak menurunkan sedikit pun hujah (alasan pembenaran) untuk itu? Maka, tunggulah (azab dan kemarahan itu)! Sesungguhnya aku bersamamu termasuk orang-orang yang menunggu.” (QS. 7 : 71)
Prof. Quraish Shihab: Dia (Nabi Hud as.) berkata: “Sungguh, telah jatuh atas kamu dari Tuhan Pemelihara kamu siksa dan murka. Apakah kamu membantah aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu menamainya dan (demikian juga) nenek moyang kamu, padahal Allah tidak menurunkan tentangnya sedikit pun hujjah (alasan pembenaran); maka tunggulah (siksa dan murka Allah swt.)! Sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang- orang yang menunggu.”
HAMKA: Dia berkata, “Sesungguhnya telah tertimpa ke atas kamu penyiksaan dan kemurkaan dari Tuhan kamu. Apakah kamu akan membantah tentang nama-nama yang kamu namakan itu? Kamu dan bapak-bapak kamu? Tidaklah ada Allah menurunkan tentang itu dari satu keterangan pun. Maka, tunggulah olehmu, sesungguhnya aku pun bersama kamu daripada orang-orang yang menunggu pula.”

فَأَنْجَيْنَاهُ وَالَّذِينَ مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَقَطَعْنَا دَابِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۖ وَمَا كَانُوا مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, Kami selamatkan dia (Hud) dan orang-orang yang bersamanya karena rahmat yang besar dari Kami, dan Kami binasakan sampai akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka bukanlah orang-orang mukmin. (QS. 7 : 72)
Prof. Quraish Shihab: Maka, Kami menyelamatkannya (Nabi Hud as.) dan orang-orang yang bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami binasakan sampai ke akar-akarnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka tidak pernah merupakan orang-orang mukmin.
HAMKA: Maka, Kami selamatkanlah dia dan orang-orang yang beserta dia, dengan rahmat daripada Kami. Dan Kami putuskanlah akar dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami itu karena bukanlah mereka daripada orang-orang yang beriman.

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ ۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: (Kami telah mengutus) kepada (kaum) Samud saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada bagi kamu tuhan selain Dia. Sungguh, telah datang kepada kamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini adalah unta betina Allah untuk kamu sebagai mukjizat. Maka, biarkanlah ia makan di bumi Allah dan janganlah kamu mengganggunya dengan keburukan apa pun sehingga kamu ditimpa siksa yang sangat pedih.” (QS. 7 : 73)
Prof. Quraish Shihab: Dan kepada (kaum) Tsamud (Kami utus) saudara mereka, Shaleh. Dia berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagi kamu satu Tuhan pun (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Sungguh, telah datang kepada kamu bukti yang nyata dari Tuhan Pemelihara kamu; ini adalah unta betina dari Allah sebagai tanda (mukjizat) bagi kamu, oleh sebab itu, biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan jangan kamu menyentuhnya dengan keburukan sehingga menyebabkan kamu ditimpa siksa yang sangat pedih.”
HAMKA: Dan kepada Tsamud, saudara mereka, Shalih. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah olehmu Allah! Tidak ada bagi kamu sembarang Tuhan pun selain Dia. Telah datang kepada kamu suatu keterangan daripada Tuhan kamu. Inilah dia unta Allah untuk kamu sebagai satu tanda, maka biarkanlah dia makan dari bumi Allah dan janganlah kamu ganggu dia dengan suatu kejahatan pun. Karena akan menimpa kepada kamu azab yang pedih.”
Hal. 160

وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِنْ سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا ۖ فَاذْكُرُوا آلَاءَ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Kemenag RI 2019: Ingatlah ketika (Allah) menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah ‘Ad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu membuat pada dataran rendahnya bangunan-bangunan besar dan kamu pahat gunung-gunungnya menjadi rumah. Maka, ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan. (QS. 7 : 74)
Prof. Quraish Shihab: Dan ingatlah ketika (Allah swt.) menjadikan kamu pata khalifah (yang berkuasa) setelah (kaum) ‘Ad, dan Dia menempatkan kamu di bumi; kamu membuat pada dataran-dataran rendahnya bangunan-bangunan besar, dan kamu pahat gunung-gunungnya menjadi rumah-rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi sebagai orang-orang yang berbuat kerusakan.
HAMKA: Dan ingatlah oleh kamu ketika Dia telah menjadikan kamu khalifah-khalifah dari sesudah ‘Ad, dan Dia beri kekukuhan kamu di bumi, kamu jadikan dari tanahnya yang rata mahligai-mahligai dan kamu pahat gunung-gunung untuk rumah-rumah. Maka, ingatlah olehmu nikmat-nikmat Allah itu dan janganlah kamu bersemarahaja-lela di bumi membuat kebinasaan.”

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لِلَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا لِمَنْ آمَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَالِحًا مُرْسَلٌ مِنْ رَبِّهِ ۚ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلَ بِهِ مُؤْمِنُونَ

Kemenag RI 2019: Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, “Tahukah kamu bahwa Saleh diutus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami beriman kepada apa (wahyu) yang dibawanya.” (QS. 7 : 75)
Prof. Quraish Shihab: Para pemuka dari kaumnya yang sangat sombong berkata kepada orang- orang yang dianggap lemah, yakni yang beriman di antara mereka: 'Apakah kamu mengetahui (percaya) bahwa Shaleh diutus oleh Tuhan Pemeliharanya?” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami beriman kepada apa (wahyu yang Nabi Shaleh as.) diutus untuk (menyampai kan) nya.”
HAMKA: Berkata pemuka-pemuka dari orang-orang yang menyombong di dalam kaumnya itu kepada orang-orang yang lemah, bagi yang beriman di antara mereka, “Apakah kamu mengetahui bahwa Shalih itu diutus dari Tuhannya?” Mereka menjawab, “Kami ini percaya kepada apa yang disuruh dia menyampaikan itu.”

قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ

Kemenag RI 2019: Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkari apa yang kamu imani.” (QS. 7 : 76)
Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang sombong berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.”
HAMKA: Berkata orang-orang yang membesarkan diri itu, “Sesungguhnya kami dengan apa yang kamu percayai itu adalah menolak.”

فَعَقَرُوا النَّاقَةَ وَعَتَوْا عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُوا يَا صَالِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ

Kemenag RI 2019: Lalu, mereka memotong unta betina itu dan mereka melampaui batas terhadap perintah Tuhan mereka, dan mereka berkata, “Wahai Saleh, datangkanlah kepada kami apa (ancaman siksa) yang engkau janjikan kepada kami jika engkau termasuk orang-orang yang diutus (Allah).” (QS. 7 : 77)
Prof. Quraish Shihab: Kemudian, mereka menyembelih unta betina (itu) dan mereka melampaui batas terhadap perintah Tuhan Pemelihara mereka dan berkata: “Wahai Shaleh! Datangkanlah kepada kami apa (siksa) yang engkau janjikan kepada kami, jika engkau termasuk para rasul (yang diutus Allah swt.).”
HAMKA: Maka mereka sembelihlah unta itu. Maka mendurhakalah mereka dari perintah Tuhan mereka, seraya mereka berkata, “Hai Shalih, datangkanlah kepada kami apa yang telah engkau janjikan kepada kami itu, jika benar engkau dari orang yang diutus.”

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, gempa (dahsyat) menimpa mereka sehingga mereka menjadi (mayat-mayat yang) bergelimpangan di dalam (reruntuhan) tempat tinggal mereka. (QS. 7 : 78)
Prof. Quraish Shihab: (Karena kesombongan dan perbuatan yang melampaui batas itu), mereka ditimpa gempa (yang dahsyat), maka jadilah mereka (mayat-mayat yang) bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
HAMKA: Maka menimpalah kepada mereka gempa. Lalu jadilah mereka di dalam rumah mereka menjadi kaku.

فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَٰكِنْ لَا تُحِبُّونَ النَّاصِحِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, dia (Saleh) meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku, sungguh aku telah menyampaikan kepadamu risalah (amanat) Tuhanku dan aku telah menasihatimu, tetapi kamu tidak menyukai para pemberi nasihat.” (QS. 7 : 79)
Prof. Quraish Shihab: Maka, dia (Nabi Shaleh as.) meninggalkan mereka (seraya) berkata: “Hai kaumku! Demi (Allah)! Sungguh, aku telah menyampaikan kepada kamu risalah (pesan dan amanah) Tuhan pemeliharaku dan aku telah menasihati kamu, tetapi kamu tidak menyukai para pemberi nasihat.
HAMKA: Maka berpalinglah dia daripada mereka dan dia berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya telah aku sampaikan kepada kamu risalah dari Tuhanku dan aku telah bernasihat kepada kamu, tetapi kamu tidak suka kepada orang-orang yang bernasihat.”

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

Kemenag RI 2019: (Kami juga telah mengutus) Lut (kepada kaumnya). (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Apakah kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini? (QS. 7 : 80)
Prof. Quraish Shihab: Dan (Kami juga telah mengutus) Luth.lsl (Ingatlah), ketika dia berkata kepada kaumnya: “Apakah kamu mengerjakan fdhisyah (perbuatan yang sangat buruk, yaitu homoseksual)ls3 yang tidak satu pun (makhluk hidup) mendahului kamu (mengerjakannya) di seluruh alam?
HAMKA: Dan Luth, tatkala dia berkata kepada kaumnya, “Apakah kamu berbuat suatu kekejian yang belum pernah dikerjakan oleh seseorang pun dan isi alam ini?”

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

Kemenag RI 2019: Sesungguhnya kamu benar-benar mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwat, bukan kepada perempuan, bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. 7 : 81)
Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya kamu benar-benar telah mendatangi laki-laki untuk (melampiaskan) syahwat, bukan (mendatangi) wanita, bahkan kamu adalah kaum pelampau batas.”
HAMKA: Sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki dengan syahwat, bukan kepada perempuan, bahkan kamu ini adalah suatu kaum yang telah melampau.
Hal. 161

وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

Kemenag RI 2019: Tidak ada jawaban kaumnya selain berkata, “Usirlah mereka (Lut dan pengikutnya) dari negerimu ini. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menganggap dirinya suci.” (QS. 7 : 82)
Prof. Quraish Shihab: Tidak ada jawaban kaumnya selain mengatakan: “Usirlah mereka (Nabi Luth as.) dari kota kamu, sesungguhnya mereka adalah orang-orang (lemah) yang (terus-menerus) sangat menyucikan diri.”
HAMKA: Dan, tiadalah ada jawab kaumnya melainkan bahwa mereka berkata, “Keluarkanlah mereka itu dari desa-desa kamu. Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang ingin suci.”

فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ

Kemenag RI 2019: Maka, Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk (orang-orang kafir) yang tertinggal. (QS. 7 : 83)
Prof. Quraish Shihab: Maka Kami selamatkan dia (Nabi Luth as.) dan keluarganya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
HAMKA: Maka Kami selamatkanlah dia dan ahlinya kecuali istrinya, adalah dia ini termasuk orang-orang yang tertinggal.

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ

Kemenag RI 2019: Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Perhatikanlah, bagaimana kesudahan para pendurhaka. (QS. 7 : 84)
Prof. Quraish Shihab: Dan Kami hujani atas mereka hujan (batu), maka perhatikanlah bagaimana kesudahan para pendurhaka.
HAMKA: Dan Kami hujankanlah atas mereka semacam hujan. Maka lihatlah betapa jadinya akibat orang-orang yang berdosa besar.

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Kemenag RI 2019: Kepada penduduk Madyan, Kami (utus) saudara mereka, Syu?aib. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah. Tidak ada bagimu tuhan (yang disembah) selain Dia. Sungguh, telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka, sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah merugikan (hak-hak) orang lain sedikit pun. Jangan (pula) berbuat kerusakan di bumi setelah perbaikannya. ) Itulah lebih baik bagimu, jika kamu beriman.” (QS. 7 : 85)
Prof. Quraish Shihab: Dan (Kami telah mengutus) kepada (kaum) Madyan” saudara mereka, Syuaib. Dia berkata: “Hai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagi kamu satu Tuhan pun (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia. Sungguh, telah datang kepada kamu bukti yang nyata dari Tuhan Pemelihara kamu; maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu merugikan manusia menyangkut (takaran dan barang-barang timbangan yang akan kamu berikan kepada) mereka dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi sesudah perbaikannya. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu, jika kamu orang-orang mukmin.
HAMKA: Dan kepada Madyan saudara mereka, Syu’aib. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah olehmu akan Allah, tidak ada bagi kamu sembarang Tuhan pun selain Dia. Sesungguhnya, telah datang kepada kamu satu keterangan daripada Tuhan kamu. Sebab itu, cukuplah sukatan dan timbangan dan janganlah kamu rugikan atas manusia hak milik mereka, dan janganlah kamu berbuat kusut di bumi sesudah selesainya. Begitulah yang baik bagi kamu jika kamu mau percaya.”

وَلَا تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ وَاذْكُرُوا إِذْ كُنْتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْ ۖ وَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

Kemenag RI 2019: Janganlah kamu duduk di setiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah, serta ingin membelokkannya. Ingatlah ketika kamu dahulunya sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Perhatikanlah, bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 7 : 86)
Prof. Quraish Shihab: Dan janganlah kamu duduk di setiap jalan (menuju kebaikan dunia dan akhirat, dengan maksud) menakut-nakuti dan menghalang-halangi (siapa) yang beriman dari jalan Allah dan menginginkannya supaya (jalan Allah swt. itu) menyimpang. Dan ingatlah, ketika dahulu kamu berjumlah) sedikit, lalu Dia memperbanyak kamu, dan perhatikanlah bagaimana kesudahan para perusak.
HAMKA: Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan menakut-nakuti dan memalingkan dari jalan Allah terhadap orang-orang yang beriman kepada-Nya, dan kamu ingin menjadikannya bengkok. Dan, ingatlah olehmu ketika kamu masih sedikit, Dia telah membanyakkan kamu. Dan, perhatikanlah olehmu betapa jadinya akibat orang-orang yang berbuat kerusakan.

وَإِنْ كَانَ طَائِفَةٌ مِنْكُمْ آمَنُوا بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ وَطَائِفَةٌ لَمْ يُؤْمِنُوا فَاصْبِرُوا حَتَّىٰ يَحْكُمَ اللَّهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ

Kemenag RI 2019: Jika ada segolongan di antara kamu yang beriman kepada (ajaran) yang aku diutus menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, bersabarlah sampai Allah menetapkan keputusan di antara kita. Dia adalah pemberi putusan yang terbaik. (QS. 7 : 87)
Prof. Quraish Shihab: Dan jika ada segolongan dari kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah hingga Allah memutuskan (perkara) diantara kita dan Dia adalah sebaik-baik Pemberi putusan.
HAMKA: Dan, jika ada suatu golongan daripada kamu yang telah percaya pada apa yang disuruh aku menyampaikannya itu, sedang satu golongan lagi tidak mau percaya. Maka, tunggulah sehingga Allah menghukum di antara kita. Karena, Allah adalah sebaik-baik penghukum.