| Hal. 162 |
|
قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَكَ مِنْ قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۚ قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ Kemenag RI 2019: Para pemuka yang sombong dari kaumnya berkata, “Wahai Syu'aib, sungguh, kami akan mengusirmu bersama orang-orang yang beriman kepadamu dari negeri kami, kecuali engkau benar-benar kembali kepada agama kami.” Syu?aib berkata, “Apakah (kami kembali padanya) meskipun kami membenci(-nya)? (QS. 7 : 88)Prof. Quraish Shihab: Para pemuka dari kaumnya yang sangat sombong berkata: “Wahai Syuaib! sungguh, kami pasti mengusirmu dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami atau engkau harus benar-benar kembali ke agama kami.” Dia (Nabi Syuaib as.) menjawab: “Apakah (kamu akan mengusir atau mengembalikan kami ke keadaan semula) walaupun kami tidak menyukai (apa yang kamu kerjakan)? HAMKA: Berkata pemuka-pemuka yang menyombong dari kaumnya itu, “Sesungguhnya akan kami keluarkan engkau, hai Syu’aib dan orang-orang yang beriman beserta engkau dari desa kami atau kamu sungguh-sungguh kembali kepada agama kami.” Dia berkata, “Bagaimana kalau kami tidak suka?” |
|
قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِي مِلَّتِكُمْ بَعْدَ إِذْ نَجَّانَا اللَّهُ مِنْهَا ۚ وَمَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَعُودَ فِيهَا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۚ عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا ۚ رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ Kemenag RI 2019: Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan besar kepada Allah jika kami kembali pada agamamu setelah Allah menyelamatkan kami darinya. Tidaklah patut kami kembali padanya, kecuali jika Allah Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Wahai Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik.” (QS. 7 : 89)Prof. Quraish Shihab: Sungguh, kami telah mengada-adakan kebohongan besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agama kamu sesudah Allah menyelamatkan kami darinya. Dan tidaklah patut kami kembali (masuk) ke dalamnya kecuali jika Allah, Tuhan Pemelihara kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan Pemelihara kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah kami bertawakkal. Tuhan Pemelihara kami, putuskanlah antara kami dan antara kaum kami dengan haq (adil) dan Engkaulah Pemberi putusan yang sebaik-baiknya.” HAMKA: Sesungguhnya kami telah mengadakan dusta kepada Allah jika kami kembali kepada agama kamu sesudah kami diselamatkan Allah daripadanya dan tidaklah bagi kami akan kembali kepadanya kecuali jika dikehendaki Tuhan kami. Amat luaslah pengetahuan Tuhan kami atas tiap-tiap sesuatu, kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami! Bukakanlah kebenaran di antara kami dan di antara kaum kami karena Engkaulah yang sebaik-baik pembuka kebenaran. |
|
وَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ Kemenag RI 2019: Para pemuka orang-orang yang kufur dari kaumnya berkata (kepada sesamanya), “Sungguh, jika kamu mengikuti Syu?aib, niscaya kamu benar-benar menjadi orang-orang yang rugi.” (QS. 7 : 90)Prof. Quraish Shihab: Dan para pemuka orang-orang yang kafir dari kaumnya berkata: “Jika kamu benar-benar mengikuti Syuaib sesungguhnya kamu—jika demikian—menjadi orang-orang yang rugi.” HAMKA: Dan berkata pemuka-pemuka yang kufur dari kaumnya itu, “Jika kamu mengikuti Syu’aib sesungguhnya kamu itu adalah orang-orang yang rugi.” |
|
فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ Kemenag RI 2019: Maka, gempa (dahsyat) menimpa mereka sehingga mereka menjadi (mayat-mayat yang) bergelimpangan di dalam (reruntuhan) tempat tinggal mereka. (QS. 7 : 91)Prof. Quraish Shihab: Maka, mereka ditimpa gempa (yang dahsyat), maka jadilah mereka (mayat-mayat) yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka. HAMKA: Maka ditimpalah mereka oleh suatu gempa lalu terbenamlah mereka di tempat tinggal mereka. |
|
الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۚ الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَ Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mendustakan Syu'aib seakan-akan belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syu?aib itulah orang-orang yang rugi. (QS. 7 : 92)Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang mendustakan Syuaib seolah-olah mereka belum pernah bertempat tinggal di dalamnya (negeri mereka), orang-orang yang mendustakan Syuaib mereka itulah orang-orang yang rugi. HAMKA: Orang-orang yang mendustakan Syu’aib, seakan-akan tidak pernah ada di situ; orang-orang yang telah mendustakan Syu’aib adalah mereka orang-orang yang rugi. |
|
فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ ۖ فَكَيْفَ آسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَافِرِينَ Kemenag RI 2019: (Ketika Syu?aib yakin azab akan menimpa kaum kafir,) ia meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku, sungguh aku benar-benar telah menyampaikan risalah Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihatimu. Maka, bagaimana aku akan bersedih terhadap kaum kafir?” (QS. 7 : 93)Prof. Quraish Shihab: (Akibat kebinasaan yang menimpa kaumnya), maka dia (Nabi Syuaib as.) meninggalkan mereka (seraya) berkata: “Hai kaumku, demi (Allah)! Sungguh, aku telah menyampaikan kepada kamu risalah-risalah (pesan dan amanah) Tuhan Pemeliharaku dan aku telah menasihati kamu, maka bagaimana aku bersedih terhadap kaum kafir?” HAMKA: Lalu berpalinglah dia dari mereka dan berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya telah aku sampaikan kepada kamu segala risalah dari Tuhanku dan telah aku nasihati kamu maka betapalah aku akan bersedih atas kaum yang kafir.” |
|
وَمَا أَرْسَلْنَا فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا أَخَذْنَا أَهْلَهَا بِالْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ Kemenag RI 2019: Kami tidak mengutus seorang nabi pun di suatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu,) melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka (tunduk dengan) merendahkan diri. (QS. 7 : 94)Prof. Quraish Shihab: Dan Kami tidak mengutus kepada (penduduk) suatu negeri seorang nabi pun (lalu mereka mendurhakai nabi itu), melainkan Kami timpakan terhadap penduduknya kesulitan dan penderitaan supaya mereka tunduk (merendahkan diri, dan) bermohon (ampun dan keselamatan pada Allah swt.). HAMKA: Dan, tidaklah Kami utus seorang nabi pun pada suatu negeri melainkan Kami kenakan kepada penduduknya kesusahan dan kemelaratan supaya mereka mau merendahkan diri. |
|
ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ السَّيِّئَةِ الْحَسَنَةَ حَتَّىٰ عَفَوْا وَقَالُوا قَدْ مَسَّ آبَاءَنَا الضَّرَّاءُ وَالسَّرَّاءُ فَأَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ Kemenag RI 2019: Kemudian, Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan (sehingga keturunan dan harta mereka) bertambah banyak. Lalu, mereka berkata, “Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan.” Maka, Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari. (QS. 7 : 95)Prof. Quraish Shihab: Kemudian, Kami mengganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga (keturunan dan harta) mereka bertambah banyak dan mereka berkata: “Sungguh, nenek moyang kami pun telah disentuh penderitaan dan kesenangan.” Maka, Kami timpakan (siksa) atas mereka secara tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadari. HAMKA: Kemudian Kami gantikanlah kebaikan itu di tempat keburukan sehingga mereka berkembang biak dan mereka berkata, “Sesungguhnya kemelaratan dan kesenangan telah menyentuh bapak-bapak kami.” Lalu Kami siksa mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidaklah sadar. |
| Hal. 163 |
|
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ Kemenag RI 2019: Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan. (QS. 7 : 96)Prof. Quraish Shihab: Padahal, jika seandainya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami melimpahkan kepada mereka berkah-berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami), maka Kami timpakan (siksa) atas mereka disebabkan apa yang selalu mereka usahakan. HAMKA: Dan, jika penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, sesungguhnya akan Kami bukakan kepada mereka beberapa berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka telah mendustakan maka Kami siksa mereka dengan sebab apa yang telah mereka usahakan. |
|
أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ Kemenag RI 2019: Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari siksa Kami yang datang pada malam hari ketika mereka sedang tidur? (QS. 7 : 97)Prof. Quraish Shihab: Apakah penduduk negeri-negeri (itu) merasa aman dari kedatangan siksa Kami kepada mereka di waktu malam saat mereka sedang tidur? HAMKA: Maka merasa amankah penduduk negeri-negeri itu bahwa datang kepada mereka siksaan Kami di waktu malam padahal mereka sedang tidur. |
|
أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَىٰ أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ Kemenag RI 2019: Atau, apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari siksa Kami yang datang pada waktu duha (waktu menjelang tengah hari) ketika mereka sedang bermain? (QS. 7 : 98)Prof. Quraish Shihab: Atau apakah penduduk negeri-negeri (itu) merasa aman dari kedatangan siksa Kami kepada mereka di waktu Dhuha (ketika matahari naik sepenggalah) saat mereka sedang bermain? HAMKA: Atau merasa amankah penduduk negeri-negeri itu bahwa datang kepada mereka siksaan Kami menjelang tengah hari padahal mereka sedang bermain-main? |
|
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ Kemenag RI 2019: Atau, apakah mereka merasa aman dari siksa Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada orang yang merasa aman dari siksa Allah, selain kaum yang rugi. (QS. 7 : 99)Prof. Quraish Shihab: Atau apakah mereka merasa aman dari makar (siksa) Allah? Tidak ada yang merasa aman dari makar Allah kecuali kaum yang rugi. HAMKA: Adakah mereka merasa aman dari siasat Allah? Maka tidaklah ada yang aman (merasa) aman dari siasat Allah melainkan kaum yang rugi. |
|
أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ Kemenag RI 2019: Ataukah belum juga jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri setelah (lenyap) penduduknya, bahwa seandainya Kami menghendaki, Kami benar-benar akan menimpakan (siksa) kepada mereka karena dosa-dosanya? Kami akan mengunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran). (QS. 7 : 100)Prof. Quraish Shihab: Apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa jika seandainya Kami menghendaki, pasti Kami timpakan terhadap mereka (siksa) disebabkan dosa-dosa mereka; dan Kami mengunci mati hati mereka, sehingga mereka tidak (dapat) mendengar. HAMKA: Apakah tidak jelas oleh orang-orang yang mewarisi bumi sesudah ahlinya bahwa kalau Kami mau, niscaya Kami siksa lah mereka dengan sebab dosa-dosa mereka dan Kami cap hati mereka lantaran mereka tidak mau mendengar. |
|
تِلْكَ الْقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَائِهَا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا مِنْ قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ الْكَافِرِينَ Kemenag RI 2019: Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu Kami ceritakan sebagian kisahnya kepadamu (Nabi Muhammad). Sungguh, rasul-rasul mereka telah datang dengan membawa bukti-bukti yang nyata kepada mereka. Akan tetapi, mereka tidak mau beriman pada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang kafir. (QS. 7 : 101)Prof. Quraish Shihab: Itulah negeri-negeri (yang telah Kami binasakan), Kami kisahkan kepadamu (Nabi Muhammad saw.) sebagian dari berita-berita (penting)-nya. Dan demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, telah datang kepada mereka para rasul mereka dengan bukti-bukti nyata, maka mereka tidak beriman kepada apa yang dahulu telah mereka dustakan. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang kafir. HAMKA: Negeri-negeri itu, Kami ceritakan kepada engkau berita-beritanya dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan keterangan-keterangan, tetapi mereka tidak mau percaya kepada apa yang telah mereka dustakan terlebih dahulu. Demikianlah Allah mencap atas hati orang-orang yang kafir. |
|
وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِمْ مِنْ عَهْدٍ ۖ وَإِنْ وَجَدْنَا أَكْثَرَهُمْ لَفَاسِقِينَ Kemenag RI 2019: Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sesungguhnya Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. 7 : 102)Prof. Quraish Shihab: Dan Kami tidak mendapati bagi kebanyakan mereka (menepati) sedikit janji (pun). Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang benar-benar fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). HAMKA: Dan tidaklah Kami dapati kebanyakan mereka itu menepati janji, tetapi sesungguhnya Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. |
|
ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَظَلَمُوا بِهَا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ Kemenag RI 2019: Kemudian, Kami utus Musa setelah mereka dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami kepada Fir‘aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Lalu, mereka mengingkarinya. Perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 7 : 103)Prof. Quraish Shihab: Kemudian Kami mengutus sesudah mereka Musa dengan ayat-ayat (mukjizat dan tanda-tanda kebesaran) Kami kepada Firaun dan para pemuka kaumnya, lalu mereka menganiayanya, maka perhatikanlah bagaimana kesudahan para perusak. HAMKA: Kemudian itu Kami bangkitkan sesudah mereka itu Musa dengan ayat-ayat Kami kepada Fir’aun dan orang-orang besarnya, tetapi mereka telah berlaku zalim terhadap ayat-ayat itu. Maka, pandanglah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan. |
|
وَقَالَ مُوسَىٰ يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ Kemenag RI 2019: Musa berkata, “Wahai Fir‘aun, sesungguhnya aku adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam. (QS. 7 : 104)Prof. Quraish Shihab: Dan Musa berkata: “Hai Firaun! Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan Pemelihara seluruh alam HAMKA: Dan, berkata Musa, “Wahai Fir’aun! Sesungguhnya aku ini adalah utusan dari Tuhan Pemelihara seluruh alam. |
| Hal. 164 |
|
حَقِيقٌ عَلَىٰ أَنْ لَا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ Kemenag RI 2019: Wajib atasku tidak mengatakan (sesuatu) terhadap Allah, kecuali yang hak (benar). Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka, lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku.” (QS. 7 : 105)Prof. Quraish Shihab: Wajib atasku tidak mengatakan (sesuatu) terhadap Allah, kecuali yang haq (benar). Sungguh, aku datang kepada kamu dengan membawa bukti yang nyata (berupa aneka mukjizat yang bersumber) dari Tuhan Pemelihara kamu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku (menuju Bait al-Maqdis). HAMKA: Betul-betul aku tidak mengatakan melainkan yang benar. Sesungguhnya aku datang kepada kamu dengan keterangan dari Tuhan kamu maka biarkanlah bersama aku Bani Israil itu.” |
|
قَالَ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ بِآيَةٍ فَأْتِ بِهَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ Kemenag RI 2019: Dia (Fir‘aun) berkata, “Jika benar engkau membawa suatu bukti, tunjukkanlah, kalau kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS. 7 : 106)Prof. Quraish Shihab: Dia (Firaun) berkata: “Jika benar engkau telah membawa suatu bukti, maka datangkanlah (bukti itu) jika engkau termasuk orang-orang yang benar.” HAMKA: Dia berkata, “Jika adalah kedatangan engkau ini dengan suatu ayat maka datangkanlah dia jika adalah engkau dari orang-orang yang benar.” |
|
فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ Kemenag RI 2019: Maka, dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkat itu) menjadi ular besar yang nyata. (QS. 7 : 107)Prof. Quraish Shihab: Maka, dia (Nabi Musa as.) melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba ia (berubah menjadi) ular yang nyata. HAMKA: Maka, dilemparkanlah tongkatnya lalu tiba-tiba dia menjadi satu ular yang nyata. |
|
وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ Kemenag RI 2019: Dia menarik tangannya, tiba-tiba ia (tangan itu) menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihat(-nya). (QS. 7 : 108)Prof. Quraish Shihab: Dan dia menarik tangannya (dari dalam lubang leher bajunya), lalu tiba-tiba ia (tangan itu) menjadi putih bercahaya (yang tampak jelas) bagi orang-orang yang melihat-(nya). HAMKA: Dan, dia kembangkan tangannya lalu tiba-tiba dia putih kelihatan bagi orang-orang yang melihat. |
|
قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ Kemenag RI 2019: Para pemuka kaum Fir‘aun berkata, “Sesungguhnya orang ini benar-benar penyihir yang sangat pandai. (QS. 7 : 109)Prof. Quraish Shihab: Para pemuka dari kaum Firaun berkata: “Sesungguhnya ini (Nabi Musa as.) benar-benar adalah penyihir yang sangat pandai. HAMKA: Berkata pemuka-pemuka dari kaum Fir’aun itu, “Sesungguhnya dia ini adalah seorang ahli sihir yang berpengetahuan. |
|
يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ ۖ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ Kemenag RI 2019: Dia hendak mengusir kamu dari negerimu.” (Fir‘aun berkata,) “Maka, apa saran kamu?” (QS. 7 : 110)Prof. Quraish Shihab: Dia (Nabi Musa as.) hendak mengeluarkan kamu dari negeri kamu. Maka, apakah yang kamu perintahkan?” HAMKA: Dia hendak mengeluarkan kamu dari bumi kamu; apakah yang akan kamu perintahkan? |
|
قَالُوا أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَأَرْسِلْ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ Kemenag RI 2019: Mereka (para pemuka) itu menjawab, “Beri tangguhlah dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para penyihir) (QS. 7 : 111)Prof. Quraish Shihab: Mereka (para pemuka kaum Firaun) berkata: “Beri tangguhlah dia dan saudaranya (Nabi Harun as.) serta kirimlah ke kota-kota (beberapa orang yang) akan mengumpulkan (para ahli sihir), HAMKA: Mereka berkata, “Berilah dia dan saudaranya kesempatan dan kirimlah (utusan-utusan) ke kota-kota buat mengumpulkan orang. |
|
يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ Kemenag RI 2019: (agar) mereka membawa semua penyihir yang pandai kepadamu.” (QS. 7 : 112)Prof. Quraish Shihab: (supaya) mereka membawa kepadamu semua penyihir yang sangat pandai.” HAMKA: Nanti mereka akan datang kepada engkau dengan tiap-tiap ahli sihir yang berpengetahuan.” |
|
وَجَاءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوا إِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ Kemenag RI 2019: Para penyihir datang kepada Fir‘aun. Mereka berkata, “(Apakah) kami benar-benar akan mendapat imbalan jika kami menang?” (QS. 7 : 113)Prof. Quraish Shihab: Dan datanglah para penyihir itu kepada Firaun mengatakan: “(Apakah) kami benar-benar akan memperoleh upah, jika sesungguhnya kami yang (menjadi) para pemenang?” HAMKA: Dan, datanglah ahli-ahli sihir itu kepada Fir’aun dan mereka berkata, “Sesungguhnya tentulah untuk kami ada upah jika adalah kami yang menang.” |
|
قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ Kemenag RI 2019: Dia (Fir‘aun) menjawab, “Ya, bahkan sesungguhnya kamu pasti termasuk orang-orang yang didekatkan (kedudukannya kepadaku).” (QS. 7 : 114)Prof. Quraish Shihab: Dia (Firaun) berkata: “Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar (akan) termasuk orang-orang yang didekatkan (kedudukannya padaku).” HAMKA: Dia jawab, “Ya! Bahkan kamu akan jadi orang-orang yang didekatkan.” |
|
قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ نَحْنُ الْمُلْقِينَ Kemenag RI 2019: Mereka (para penyihir) berkata, “Wahai Musa, engkaukah yang akan melemparkan (lebih dahulu) atau kami yang melemparkan?” (QS. 7 : 115)Prof. Quraish Shihab: Mereka (para penyihir) berkata: “Wahai Musa! Engkau yang melemparkan (terlebih dahulu), dan bisa (juga) kami yang menjadi pelempar.” HAMKA: Mereka berkata, “Hai Musa! Engkaukah yang akan melempar kart (lebih dahulu) atau kamikah yang akan terlebih dahulu melemparkan?” |
|
قَالَ أَلْقُوا ۖ فَلَمَّا أَلْقَوْا سَحَرُوا أَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَاءُوا بِسِحْرٍ عَظِيمٍ Kemenag RI 2019: Dia (Musa) menjawab, “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka, ketika melemparkan (tali-temali), mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan mereka takut. Mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan). (QS. 7 : 116)Prof. Quraish Shihab: Dia (Nabi Musa as.) menjawab: “Lemparkanlah (terlebih dahulu apa yang hendak kamu lempar)!” Maka, ketika mereka melemparkan (tali temali itu), mereka menyihir mata orang banyak (tali temali terlihat bagaikan ular-ular yang bergerak dan bertumpuk satu sama lain) dan menjadikan mereka sangat takut, dan mereka (para penyihir itu) mendatangkan sihir yang sangat besar. HAMKA: Dia jawab, “Lemparkanlah!” Maka tatkala telah mereka lemparkan, mereka sihirilah mata manusia dan mereka pertakut-takuti mereka dan datangkanlah mereka dengan sihir yang besar. |
|
وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ Kemenag RI 2019: Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, tiba-tiba ia menelan (habis) segala kepalsuan mereka. (QS. 7 : 117)Prof. Quraish Shihab: Dan telah Kami wahyukan kepada Musa: “Lemparkanlah tongkatmu!” Maka, tiba-tiba ia menelan apa yang mereka bohongkan (yakni sihir dan sulap yang mereka lakukan). HAMKA: Dan, Kami wahyukan kepada Musa, “Lemparkanlah tongkatmu itu!” Tiba-tiba ditelannya apa yang mereka pertunjukkan itu. |
|
فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ Kemenag RI 2019: Maka, terbuktilah kebenaran dan sia-sialah segala yang mereka kerjakan. (QS. 7 : 118)Prof. Quraish Shihab: Maka, nyatalah yang haq (benar dan mantap) dan batallah apa yang selalu mereka kerjakan. HAMKA: Maka tetaplah yang benar dan batallah segala apa yang mereka berbuat itu. |
|
فَغُلِبُوا هُنَالِكَ وَانْقَلَبُوا صَاغِرِينَ Kemenag RI 2019: Mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. (QS. 7 : 119)Prof. Quraish Shihab: Maka mereka (para penyihir) dikalahkan di tempat itu dan berbaliklah mereka menjadi orang-orang yang hina. HAMKA: Lantaran itu, kalahlah mereka semua di sana dan berbaliklah mereka menjadi kecil. |
|
وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ Kemenag RI 2019: Para penyihir itu tersungkur dalam keadaan sujud. ) (QS. 7 : 120)Prof. Quraish Shihab: Dan para penyihir itu disungkurkan (oleh rasa takut kepada Allah swt. dan oleh rasa kagum pada mukjizat Nabi Musa as.) dalam keadaan bersujud (kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai tanda syukur dan juga tanda berlepas diri dari kekufuran dan kepatuhan kepada Firaun). HAMKA: Dan, tunduklah ahli-ahli sihir itu bersujud. |
| Hal. 165 |
|
قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ Kemenag RI 2019: Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (QS. 7 : 121)Prof. Quraish Shihab: Mereka (para penyihir) berkata: “Kami telah beriman kepada Tuhan Pemelihara seluruh alam, HAMKA: Mereka katakan, “Kami telah percaya kepada Tuhan Pemelihara sekalian alam. |
|
رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ Kemenag RI 2019: (yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.” (QS. 7 : 122)Prof. Quraish Shihab: Tuhan Pemelihara Musa dan Harun.” HAMKA: (Yaitu) Tuhan Musa dan Harun.” |
|
قَالَ فِرْعَوْنُ آمَنْتُمْ بِهِ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَمَكْرٌ مَكَرْتُمُوهُ فِي الْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُوا مِنْهَا أَهْلَهَا ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ Kemenag RI 2019: Fir‘aun berkata, “Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini untuk mengusir penduduknya. Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini). (QS. 7 : 123)Prof. Quraish Shihab: Dia (Firaun) berkata: “Apakah kamu beriman kepadanya (Nabi Musa as.) sebelum aku memberi izin kepada kamu? Sesungguhnya ini adalah makar yang telah kamu rencanakan di kota ini, supaya kamu mengeluarkan penduduknya darinya; maka kelak kamu mengetahui (akibat perbuatan kamu itu).” HAMKA: Berkata Fir’aun, “Kamu percaya kepadanya, sebelum aku berizin kepadamu. Sesungguhnya ini adalah suatu tipu daya yang telah kamu perbuat di dalam negeri ini untuk mengeluarkan penduduknya dari dalamnya. Lantaran itu kamu akan tahu sendiri. |
|
لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ ثُمَّ لَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ Kemenag RI 2019: Pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang (tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya) kemudian sungguh akan aku salib kamu semua.” (QS. 7 : 124)Prof. Quraish Shihab: (Aku bersumpah), Demi (kekuasaanku)! Sesungguhnya aku benar-benar akan memotong tangan-tangan dan kaki-kaki kamu secara bersilang, kemudian sungguh aku benar-benar akan menyalib kamu semua.” HAMKA: Sungguh, akan aku potong tangan kamu dan kaki kamu cara berselang kemudian itu akan aku salibkan kamu semuanya.” |
|
قَالُوا إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ Kemenag RI 2019: Mereka (para penyihir) menjawab, “Sesungguhnya kami hanya akan kembali kepada Tuhan kami. (QS. 7 : 125)Prof. Quraish Shihab: Mereka (para penyihir) menjawab: “Sesungguhnya kami hanya akan kembali kepada Tuhan Pemelihara kami. HAMKA: Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami akan pulang kepada Tuhan. |
|
وَمَا تَنْقِمُ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَا ۚ رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ Kemenag RI 2019: Engkau (Fir‘aun) tidak menghukum kami, kecuali karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.” (Mereka berdoa,) “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).” (QS. 7 : 126)Prof. Quraish Shihab: Dan engkau tidak membenci kami, melainkan (karena) kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan Pemelihara kami ketika (ayat-ayat itu) datang kepada kami. Tuhan Pemelihara kami, curahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan Muslim (tunduk patuh dan berserah diri kepada Allah swt.).” HAMKA: Dan, tidaklah engkau mendendam kepada kami melainkan karena kami telah percaya kepada ayat-ayat Tuhan kami setelah dia datang kepada kami. Ya Tuhan kami, lapangkanlah kami dalam keadaan sabar dan wafatkanlah kami di dalam Islam! |
|
وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوْمَهُ لِيُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَآلِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءَهُمْ وَنَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُونَ Kemenag RI 2019: Para pemuka dari kaum Fir‘aun berkata, “Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya sehingga mereka berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan dia (Musa) meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?” (Fir‘aun) menjawab, “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.” (QS. 7 : 127)Prof. Quraish Shihab: Dan berkatalah para pemuka dari kaum Firaun: “Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya sehingga akibatnya mereka membuat kerusakan di bumi dan meninggalkanmu kamu serta sesembahan-sesembahanmu?” Dia (Firaun) menjawab: “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup (anak-anak) perempuan mereka (untuk disiksa dan dilecehkan) dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.” HAMKA: Dan, berkata pemuka-pemuka dari kaum Fir’aun itu, “Apakah akan engkau biarkan Musa dan kaumnya membuat kerusakan di bumi dan dia tinggalkan engkau dan tuhan-tuhan engkau?” Dia berkata, “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka karena sesungguhnya kita atas mereka adalah sangat berkuasa.” |
|
قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا ۖ إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ Kemenag RI 2019: Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah. Dia akan mewariskannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. 7 : 128)Prof. Quraish Shihab: Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi milik Allah, diwariskan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari para hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) bagi orang-orang yang bertakwa.” HAMKA: Berkata Musa kepada kaumnya, “Bermohon pertolonganlah kepada Allah dan bersabarlah, sesungguhnya bumi ini adalah kepunyaan Allah. Dia wariskan kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan akibat kebaikan terakhir adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” |
|
قَالُوا أُوذِينَا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ Kemenag RI 2019: Mereka (kaum Musa) berkata, “Kami telah ditindas (oleh Fir‘aun) sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang.” (Musa) menjawab, “Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu penguasa di bumi lalu Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu.” (QS. 7 : 129)Prof. Quraish Shihab: Mereka (kaum Nabi Musa as.) berkata: “Kami telah diganggu sebelum engkau datang kepada kami dan sesudah engkau datang.” Dia (Nabi Musa as.) menjawab: “Mudah-mudahan Tuhan Pemelihara kamu membinasakan musuh kamu dan menjadikan kamu penguasa di bumi, lalu Dia akan melihat bagaimana kamu berbuat.” HAMKA: Mereka berkata, “Telah disakiti kami sebelum engkau datang kepada kami dan sesudah engkau mendatangi kami!” Dia berkata, “Mudah-mudahan Tuhan kamu akan membinasakan musuh kamu dan menjadikan kamu khalifah di bumi. Namun, Dia akan melihat bagaimana kamu bekerja.” |
|
وَلَقَدْ أَخَذْنَا آلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ Kemenag RI 2019: Sungguh, Kami telah menghukum Fir‘aun dan kaumnya dengan (mendatangkan) kemarau panjang dan kekurangan buah-buahan agar mereka mengambil pelajaran. (QS. 7 : 130)Prof. Quraish Shihab: Demi (keagungan dan kekuasaan Kami)! Sungguh, Kami telah menghukum (Firaun dan) kaum Firaun dengan masa-masa sulit dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran. HAMKA: Dan, sesungguhnya telah Kami timpakan kepada keluarga Fir’aun itu kekeringan dan kekurangan hasil buah-buahan supaya maulah mereka ingat. |
| Hal. 166 |
|
فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُوا لَنَا هَٰذِهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَىٰ وَمَنْ مَعَهُ ۗ أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ Kemenag RI 2019: Maka, apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka, mereka berkata, “Kami pantas mendapatkan ini (karena usaha kami).” Jika ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang bersamanya. Ketahuilah, sesungguhnya ketentuan tentang nasib mereka (baik dan buruk) di sisi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. 7 : 131)Prof. Quraish Shihab: Maka, apabila celah datang kepada mereka (kaum Firaun) kebaikan, mereka berkata: “Bagi kami hal ini (wajar).” Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan kesialan kepada Musa dan siapa yang bersamanya. Ketahuilah, sesungguhnya ketentuan tentang kadar (baik dan buruk) mereka adalah (ketetapan) dari Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. HAMKA: Maka, apabila datang kepada mereka suatu kebaikan, mereka berkata, “Untuk kitalah ini!” Dan jika menimpa kepada mereka suatu kesukaran, mereka pun mempersalahkan Musa dan orang-orang yang serta dengan dia. Ketahuilah, tidak lain kesialan mereka itu hanyalah dari sisi Allah. Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak mau tahu. |
|
وَقَالُوا مَهْمَا تَأْتِنَا بِهِ مِنْ آيَةٍ لِتَسْحَرَنَا بِهَا فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ Kemenag RI 2019: Mereka (kaum Fir‘aun) berkata (kepada Musa), “Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk menyihir kami dengannya, kami tidak akan beriman kepadamu.” (QS. 7 : 132)Prof. Quraish Shihab: Mereka (kaum Firaun) berkata: “Betapapun engkau mendatangkan tanda kepada kami (berupa mukjizat atau bukti kebenaranmu) untuk menyihir kami dengannya, maka tidaklah kami menjadi orang-orang mukmin padamu.” HAMKA: Dan, mereka berkata, “Apa jua pun keterangan yang engkau bawakan kepada kami, untuk menyihir kami dengan dia, tetapi kami tidaklah percaya kepada engkau.” |
|
فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ Kemenag RI 2019: Maka, Kami kirimkan kepada mereka (siksa berupa) banjir besar, belalang, kutu, katak, dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas dan terperinci. Akan tetapi, mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum pendurhaka. (QS. 7 : 133)Prof. Quraish Shihab: (Disebabkan kedurhakaan Firaun dan kaumnya), Kami kirimkan kepada mereka (siksa berupa) topan, belalang, kutu, katak-katak dan darah sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka sangat menyombongkan diri dan mereka adalah kaum pendurhaka. HAMKA: Maka, Kami kirimlah kepada mereka angin topan, belalang, kutu-kutu, kodok-kodok, dan darah sebagai bukti yang terpisah-pisah, tetapi mereka menyombong juga dan adalah mereka itu kaum yang durhaka. |
|
وَلَمَّا وَقَعَ عَلَيْهِمُ الرِّجْزُ قَالُوا يَا مُوسَى ادْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِنْدَكَ ۖ لَئِنْ كَشَفْتَ عَنَّا الرِّجْزَ لَنُؤْمِنَنَّ لَكَ وَلَنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِي إِسْرَائِيلَ Kemenag RI 2019: Ketika azab (yang telah diterangkan itu) menimpa mereka, mereka pun berkata, “Wahai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.” (QS. 7 : 134)Prof. Quraish Shihab: Dan ketika siksa (itu) menimpa mereka, mereka berkata: “Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhan Pemeliharamu dengan apa (yakni perkenan-Nya mengabulkan doamu, atau kenabianmu atau rahasia Ilahi yang engkau peroleh) yang dianugerahkan padamu. Sesungguhnya jika engkau (dengan doamu berhasil) melenyapkan siksa (itu) dari kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan pasti kami akan membiarkan Bani Israil pergi bersamamu.” HAMKA: Dan, tatkala telah menimpa kepada mereka bencana itu, mereka berkata, “Wahai Musa! Doakanlah untuk kami kepada Tuhan engkau dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepada engkau. Sesungguhnya jika telah engkau lepaskan kami dari bencana itu, sungguh kami akan percaya kepada engkau dan akan kami serahkan bersama engkau Bani Israil itu.” |
|
فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الرِّجْزَ إِلَىٰ أَجَلٍ هُمْ بَالِغُوهُ إِذَا هُمْ يَنْكُثُونَ Kemenag RI 2019: Namun, setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi, ternyata mereka ingkar janji. (QS. 7 : 135)Prof. Quraish Shihab: Maka, setelah Kami lenyapkan siksa (itu) dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka memungkirinya. HAMKA: Maka, tatkala telah Kami lepaskan mereka dari bencana itu sehingga suatu masa yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka pun mungkir. |
|
فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ Kemenag RI 2019: Maka, Kami membalas mereka (dengan siksa yang lebih berat). Kami tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang lengah terhadapnya. (QS. 7 : 136)Prof. Quraish Shihab: Maka, Kami membalas mereka (dengan siksa yang lebih berat), maka (ketika siksa itu datang), Kami tenggelamkan mereka di laut (Merah), karena sesungguhnya mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang lalai padanya. HAMKA: Maka, Kami balaslah kepada mereka dan Kami tenggelamkan mereka ke dalam laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan adalah mereka itu lalai daripadanya. |
|
وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ Kemenag RI 2019: Kami wariskan kepada kaum yang selalu tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya ) yang telah Kami berkahi. (Dengan demikian,) telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Kami hancurkan apa pun yang telah dibuat Fir‘aun dan kaumnya serta apa pun yang telah mereka bangun. ) (QS. 7 : 137)Prof. Quraish Shihab: Dan Kami wariskan kepada kaum yang telah ditindas (itu), (negeri-negeri) bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan (dengan demikian) telah sempurnalah kalimat (janji) Tuhan Pemelihara kamu yang baik untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Firaun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun. HAMKA: Dan, telah Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu timur-timur bumi dan barat-baratnya yang telah Kami berkat padanya dan sempurnalah kalimat Tuhan engkau yang sebaik-baiknya atas Bani Israil, lantaran kesabaran mereka dan telah Kami hancurkan apa-apa yang diperbuat oleh Fir’aun dan kaumnya dan apa-apa yang telah mereka dirikan. |
| Hal. 167 |
|
وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتَوْا عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَىٰ أَصْنَامٍ لَهُمْ ۚ قَالُوا يَا مُوسَى اجْعَلْ لَنَا إِلَٰهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ Kemenag RI 2019: Kami menyeberangkan Bani Israil (melintasi) laut itu (dengan selamat). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang masih tetap menyembah berhala, mereka (Bani Israil) berkata, “Wahai Musa, buatlah untuk kami tuhan (berupa berhala) sebagaimana tuhan-tuhan mereka.” (Musa) menjawab, “Sesungguhnya kamu adalah kaum yang bodoh.” (QS. 7 : 138)Prof. Quraish Shihab: Dan Kami seberangkan Bani Israil ke (suatu tempat, menjauhi) lautan itu, lalu setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tekun menyembah berhala-berhala kepunyaan mereka, mereka (Bani Israil) b HAMKA: |
|
إِنَّ هَٰؤُلَاءِ مُتَبَّرٌ مَا هُمْ فِيهِ وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ Kemenag RI 2019: Sesungguhnya apa yang mereka anut (kemusyrikan) akan dihancurkan dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 7 : 139)Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya mereka (para penyembah berhala) itu akan dihancurkan apa (kepercayaan) yang sedang mereka anut, dan akan batal (tidak bermanfaat sedikitpun) apa yang selalu mereka kerjakan. HAMKA: Sesungguhnya mereka itu akan dibinasakanlah keadaan mereka dan batallah apa yang mereka kerjakan itu. |
|
قَالَ أَغَيْرَ اللَّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَٰهًا وَهُوَ فَضَّلَكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ Kemenag RI 2019: Dia (Musa) berkata (kepada kaumnya), “Apakah aku mencarikan untukmu tuhan selain Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu)?” (QS. 7 : 140)Prof. Quraish Shihab: Dia (Nabi Musa as.) berkata: “Patutkah aku mencari Tuhan selain Allah untuk kamu, padahal Dia-lah yang telah melebihkan kamu atas seluruh alam (umat di masanya).” HAMKA: Apakah yang selain dari Allah akan aku carikan untuk menjadi Tuhan? Padahal Dia telah memuliakan kamu daripada sekelian manusia. |
|
وَإِذْ أَنْجَيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ ۖ يُقَتِّلُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ Kemenag RI 2019: (Ingatlah wahai Bani Israil) ketika Kami menyelamatkan kamu dari para pengikut Fir‘aun yang menyiksa kamu dengan siksaan yang paling buruk. Mereka membunuh anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Pada yang demikian itu terdapat cobaan yang besar dari Tuhanmu. (QS. 7 : 141)Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika Kami menyelamatkan kamu dari para pengikut Firaun; mereka menimpakan kepada kamu seburuk-buruk siksa, mereka membunuh anak-anak kamu yang laki-laki dan membiarkan hidup (anak-anak kamu yang) perempuan (untuk disiksa dan dilecehkan). Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan yang sangat besar dari Tuhan Pemelihara kamu. HAMKA: Dan (ingatlah) tatkala Kami telah menyelamatkan kamu dari keluarga Fir’aun padahal mereka sedang menyakiti kamu dengan sejahat-jahat siksaan. Mereka bunuh anak-anak laki-laki kamu dan mereka biarkan hidup perempuan-perempuan kamu sedang pada yang demikian itu adalah suatu bala yang amat besar dari Tuhan kamu. |
|
وَوَاعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ Kemenag RI 2019: Kami telah menjanjikan Musa (untuk memberikan kitab Taurat setelah bermunajat selama) tiga puluh malam. Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi). Maka, lengkaplah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Musa berkata kepada saudaranya, (yaitu) Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. 7 : 142)Prof. Quraish Shihab: Dan telah Kami janjikan kepada Musa (untuk bermunajat kepada Kami dan Kami akan menganugerahkan kitab Taurat sesudah berlalu waktu) tiga puluh malam, dan Kami menyempurnakannya dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhan Pemeliharanya, (yaitu) empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah engkau mengikuti jalan para pembuat kerusakan.” HAMKA: Dan (ingatlah) telah Kami janjikan kepada Musa tiga puluh malam dan telah Kami cukupkan dia dengan sepuluh lagi sehingga sempurnalah dengan (tambahan) itu, waktu perjanjian dari Tuhannya itu empat puluh malam. Dan, berkatalah Musa kepada saudaranya Harun, “Gantikanlah aku pada kaummu dan berbuat baiklah dan jangan engkau ikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.” |
|
وَلَمَّا جَاءَ مُوسَىٰ لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَٰكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ Kemenag RI 2019: Ketika Musa datang untuk (bermunajat) pada waktu yang telah Kami tentukan (selama empat puluh hari) dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, dia berkata, “Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.” Dia berfirman, “Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu. Jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala), niscaya engkau dapat melihat-Ku.” Maka, ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) pada gunung itu, ) gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, “Maha Suci Engkau. Aku bertobat kepada-Mu dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.” (QS. 7 : 143)Prof. Quraish Shihab: Dia berfirman: “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku telah memilihmu atas manusia untuk membawa risalah-risalah-Ku (pesan dan amanah-Ku) dan firman-Ku, maka berpegang teguhlah kepada apa yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.” HAMKA: Dan, tatkala Musa telah datang di waktu yang telah Kami tentukan itu dan telah bercakap Tuhannya kepadanya, berkatalah dia, “Ya Tuhanku! Tunjukkanlah diri-Mu, aku ingin melihat Engkau.” Dia bersabda, “Sekali-kali engkau tidak akan dapat melihat Aku. Namun, lihatlah ke gunung itu; jika dia telah tetap pada tempatnya maka engkau akan melihat Daku. Maka, tatkala Tuhannya telah menunjukkan diri pada gunung itu maka menjadi hancurlah dia dan tersungkurlah Musa, pingsan. Setelah dia sadar, berkatalah dia, “Mahasuci Engkau. Aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama sekali beriman.” |
| Hal. 168 |
|
قَالَ يَا مُوسَىٰ إِنِّي اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسَالَاتِي وَبِكَلَامِي فَخُذْ مَا آتَيْتُكَ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ Kemenag RI 2019: Dia berfirman, “Wahai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia (yang lain) untuk membawa risalah dan berbicara (langsung) dengan-Ku. Maka, berpegang teguhlah pada apa yang Aku berikan kepadamu dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.” (QS. 7 : 144)Prof. Quraish Shihab: Dan telah Kami tuliskan untuknya pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu, sebagai pelajaran dan penjelasan secara rinci bagi segala sesuatu (yang dibutuhkan oleh Bani Israil pada masa itu), maka ambillah ia (Taurat) dengan teguh dan suruhlah kaummu mengambil yang terbaik darinya (perintahkan mereka melaksanakan kandungannya), kelak Aku perlihatkan kepada kamu negeri orang-orang fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). HAMKA: Dia berkata, “Wahai, Musa! Sesungguhnya Aku telah memilih engkau atas sekelian manusia dengan risalah-risalah-Ku dan kalam-Ku. Sebab itu, ambillah apa yang telah Aku berikan kepada engkau itu dan jadilah engkau dari orang-orang yang bersyukur.” |
|
وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الْأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا بِأَحْسَنِهَا ۚ سَأُرِيكُمْ دَارَ الْفَاسِقِينَ Kemenag RI 2019: Kami telah menuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) ) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal. Lalu (QS. 7 : 145)Prof. Quraish Shihab: Aku akan memalingkan dari ayat-ayat (tanda-tanda kebesaran dan keagungan)-Ku orang-orang yang sangat angkuh di bumi tanpa haq (alasan yang benar). Jika mereka melihat setiap ayat-(Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan (yang membawa kepada) petunjuk (menuju kebenaran dan kebajikan), mereka tidak menjadikannya jalan (yang seharusnya mereka tempuh), tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menjadikannya jalan. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka terhadapnya selalu lalai. HAMKA: Dan, Kami tuliskan untuknya di dalam loh tiap-tiap sesuatu sebagai pengajaran dan penjelasan bagi tiap-tiap sesuatu. Lantaran itu ambillah dia dengan teguh dan perintahkanlah akan engkau magangkan sebagi yang sebaik-baiknya. Akan Aku tunjukkan kepada kamu tempat orang-orang yang berbuat fasik. |
|
سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا عَنْهَا غَافِلِينَ Kemenag RI 2019: Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku). Jika mereka melihat semua tanda-tanda itu, mereka tetap tidak mau beriman padanya. Jika mereka melihat jalan kebenaran, mereka tetap tidak mau menempuhnya. (Sebaliknya,) jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya. (QS. 7 : 146)Prof. Quraish Shihab: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan pertemuan (yang dijanjikan Allah swt. di) akhirat, sia-sialah amal-amal mereka. Apakah mereka tidak dibalas melainkan dengan (balasan yang setimpal dengan) apa yang telah mereka kerjakan? HAMKA: Akan Aku palingkan dari ayat-ayat-Ku orang-orang yang takabur di bumi dengan tidak benar dan jika mereka melihat tiap-tiap ayat, mereka tidak mau beriman kepadanya. Dan, meskipun mereka melihat jalan petunjuk, mereka tidak juga (mau) mengambilnya jadi jalan. Namun, jika melihat jalan sesat, mereka ambillah dia jadi jalan. Demikian itu karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka daripadanya adalah lalai. |
|
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاءِ الْآخِرَةِ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mendustakan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan adanya pertemuan akhirat, sia-sialah amal mereka. Bukankah mereka (tidak) akan dibalas, kecuali (sesuai dengan) apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 7 : 147)Prof. Quraish Shihab: Dan kaum Musa, sesudah (kepergian)-nya (ke gunung Thur untuk bermunajat kepada Allah swt.), membuat dari perhiasan-perhiasan mereka (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara. Tidakkah mereka melihat bahwa ia (patung anak sapi itu) tidak dapat berbicara kepada mereka dan tidak dapat menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sesembahan) dan mereka adalah orang-orang zalim. HAMKA: Dan, orang-orang yang mendustakan ayat Kami dan pertemuan akhirat, gugurlah segala amalan mereka. Apakah akan dibalas mereka kecuali dengan apa yang mereka amalkan? |
|
وَاتَّخَذَ قَوْمُ مُوسَىٰ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ حُلِيِّهِمْ عِجْلًا جَسَدًا لَهُ خُوَارٌ ۚ أَلَمْ يَرَوْا أَنَّهُ لَا يُكَلِّمُهُمْ وَلَا يَهْدِيهِمْ سَبِيلًا ۘ اتَّخَذُوهُ وَكَانُوا ظَالِمِينَ Kemenag RI 2019: Kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai), membuat (sembahan berupa) patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) ) dari perhiasan emas mereka. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan (kebaikan) kepada mereka? (Bahkan,) mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang zalim. (QS. 7 : 148)Prof. Quraish Shihab: Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka sungguh telah tersesat (dari jalan kebenaran), mereka pun berkata: “Jika Tuhan Pemelihara kami benar-benar tidak merahmati kami dan mengampuni kami, tentulah kami benar-benar termasuk orang-orang rugi.” HAMKA: Dan, telah mengambil kaum Musa sesudah dia, dari perhiasan mereka seekor anak sapi bertubuh yang memiliki suara. Apakah tidak mereka perhatikan bahwasanya dia tidak bisa bercakap dengan mereka dan tidak (bisa) menunjuki mereka jalan? Mereka mengambilnya (sebagai berhala); dan mereka itu adalah orang-orang yang zalim. |
|
وَلَمَّا سُقِطَ فِي أَيْدِيهِمْ وَرَأَوْا أَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّوا قَالُوا لَئِنْ لَمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ Kemenag RI 2019: Setelah mereka (sangat) menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka benar-benar sesat, mereka berkata, “Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi.” (QS. 7 : 149)Prof. Quraish Shihab: Dan Musa memilih dari kaumnya tujuh puluh lelaki (untuk memohonkan taubat) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka, ketika mereka ditimpa gempa (yang dahsyat), dia (Nabi Musa as.) berkata: “Tuhan Pemeliharaku, jika seandainya Engkau menghendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini (kami menghadap ke hadirat-Mu). Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang picik di antara kami? (Apa yang dilakukan oleh para penyembah patung anak sapi) itu hanyalah cobaan dari-Mu (terhadap mereka dan terhadap kami), Engkau sesatkan dengannya siapa yang Engkau kehendaki (kesesatannya setelah nyata kehendak mereka untuk sesat) dan Engkau beri petunjuk siapa yang Engkau kehendaki (berdasarkan kesiapan jiwa untuk menerima petunjuk). Engkau-lah Wali (Pemimpin dan Pelindung) kami, maka ampunilah kami dan rahmatilah kami dan Engkau adalah sebaik-baik Pemberi ampun. HAMKA: Dan, setelah jatuh dari tangan mereka dan mereka lihat bahwasanya mereka telah tersesat, mereka berkata, “Sungguh, jika tidaklah memberi ampun kita Tuhan kita dan tidak merahmati kita, sesungguhnya jadilah kita orang-orang yang rugi.” |
| Hal. 169 |
|
وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَىٰ إِلَىٰ قَوْمِهِ غَضْبَانَ أَسِفًا قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِي مِنْ بَعْدِي ۖ أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ ۖ وَأَلْقَى الْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُ إِلَيْهِ ۚ قَالَ ابْنَ أُمَّ إِنَّ الْقَوْمَ اسْتَضْعَفُونِي وَكَادُوا يَقْتُلُونَنِي فَلَا تُشْمِتْ بِيَ الْأَعْدَاءَ وَلَا تَجْعَلْنِي مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ Kemenag RI 2019: Ketika Musa kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah lagi sedih, dia berkata, “Alangkah buruknya perbuatan yang kamu kerjakan selama kepergianku! Apakah kamu hendak mendahului janji Tuhanmu?” ) Musa pun melemparkan lauh-lauh (Taurat) itu dan memegang kepala (menjambak) saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya. (Harun) berkata, “Wahai anak ibuku, kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku. Oleh karena itu, janganlah engkau menjadikan musuh-musuh menyorakiku (karena melihat perlakuan kasarmu terhadapku). Janganlah engkau menjadikanku (dalam pandanganmu) bersama kaum yang zalim.” (QS. 7 : 150)Prof. Quraish Shihab: Dan ketika Musa telah kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah dan sedih (karena mengetahui kaumnya menyembah patung anak sapi), berkatalah dia (khususnya kepada Nabi Harun as. dan para pemuka kaumnya): “Alangkah buruknya pelaksanaan tugas yang kamu lakukan sesudah (kepergian)-ku! Apakah kamu hendak mendahului urusan (mempercepat jatuhnya siksa) Tuhan Pemelihara kamu?” Dan (Nabi Musa as.) melemparkan lauh-lauh (yang diterima dari Allah swt. melalui malaikat ketika bermunajat) dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Nabi Harun as.) sambil menariknya ke arahnya. Dia (Nabi Harun as.) berkata: “Wahai putra ibu-(ku)! Sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku, sebab itu janganlah engkau menjadikan musuh-musuh bergembira melihatku (dengan kecamanmu yang keras ini), dan janganlah engkau jadikan aku bersama kaum yang zalim.” HAMKA: Dan, tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dalam keadaan marah, ia hati, berkatalah dia, “Buruk sekali apa yang kamu kerjakan, menggantikan aku sepeninggalku. Apakah patut kamu mendahului perintah Tuhan kamu?” Lalu dilemparkannya alwah itu dan dipegangnya kepala saudaranya seraya ditariknya. Dia berkata, “Wahai anak ibuku, sesungguhnya kaum itu memandangku lemah dan nyarislah mereka membunuhku. Sebab itu, janganlah engkau gembirakan musuh terhadap aku dan janganlah engkau masukkan aku bersama kaum yang zalim.” |
|
قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِأَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ Kemenag RI 2019: Dia (Musa) berdoa, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku serta masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Engkaulah Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (QS. 7 : 151)Prof. Quraish Shihab: Dia (Nabi Musa as.) berkata: “Tuhan Pemeliharaku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu, dan Engkau adalah Maha Pengasih di antara para pengasih.” HAMKA: Berkata dia, “Ya Tuhanku, ampunilah akan daku dan akan saudaraku dan masukkanlah kiranya kami ke dalam rahmat Engkau karena Engkau adalah Yang Paling Penyayang dari segala yang penyayang.” |
|
إِنَّ الَّذِينَ اتَّخَذُوا الْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَذِلَّةٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُفْتَرِينَ Kemenag RI 2019: Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahan) kelak akan menerima kemurkaan dan kehinaan dari Tuhan mereka dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang mengada-ada. (QS. 7 : 152)Prof. Quraish Shihab: Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), kelak menimpa mereka murka dari Tuhan Pemelihara mereka dan kehinaan di kehidupan dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan. HAMKA: Sesungguhnya orang-orang yang telah mengambil ‘ijil itu, akan mencapai kepada mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan pada hidup di dunia. Dan, demikianlah Kami akan membalas orang-orang yang membuat dusta. |
|
وَالَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ ثُمَّ تَابُوا مِنْ بَعْدِهَا وَآمَنُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ Kemenag RI 2019: Orang-orang yang mengerjakan keburukan, kemudian setelah itu bertobat dan beriman, sesungguhnya Tuhanmu, setelah (tobat) itu, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 7 : 153)Prof. Quraish Shihab: Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan-kejahatan, kemudian bertaubat sesudah (kedurhakaan yang dilakukannya) itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan Pemeliharamu, pasti sesudahnya (taubat yang disertai iman) Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. HAMKA: Dan, orang-orang yang beramal dengan kejahatan, kemudian mereka pun tobat sesudahnya dan beriman pula; sesungguhnya Tuhan engkau sesudah itu adalah Maha Pengampun lagi Penyayang. |
|
وَلَمَّا سَكَتَ عَنْ مُوسَى الْغَضَبُ أَخَذَ الْأَلْوَاحَ ۖ وَفِي نُسْخَتِهَا هُدًى وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُونَ Kemenag RI 2019: Setelah amarah Musa mereda, dia mengambil (kembali) lauh-lauh (Taurat) itu. Di dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya. (QS. 7 : 154)Prof. Quraish Shihab: Dan sesudah reda amarah Musa, dia mengambil lauh-lauh itu; dan dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat untuk orang-orang yang kepada Tuhan Pemelihara mereka, selalu takut. HAMKA: Dan, tatkala telah surut dari Musa kemarahan itu, dia ambillah alwah itu dan di dalam naskahnya ada petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang ada rasa takut kepada Tuhan mereka. |
|
وَاخْتَارَ مُوسَىٰ قَوْمَهُ سَبْعِينَ رَجُلًا لِمِيقَاتِنَا ۖ فَلَمَّا أَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُمْ مِنْ قَبْلُ وَإِيَّايَ ۖ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاءُ مِنَّا ۖ إِنْ هِيَ إِلَّا فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاءُ وَتَهْدِي مَنْ تَشَاءُ ۖ أَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۖ وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ Kemenag RI 2019: Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon tobat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Ketika mereka ditimpa gempa bumi, Musa berkata, “Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? (Penyembahan terhadap patung anak sapi) itu hanyalah cobaan dari-Mu. Engkau menyesatkan siapa yang Engkau kehendaki dengan cobaan itu dan Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki. ) Engkaulah Pelindung kami. Maka, ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi ampun.” (QS. 7 : 155)Prof. Quraish Shihab: Dan Musa memilih dari kaumnya tujuh puluh lelaki (untuk memohonkan taubat) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka, ketika mereka ditimpa gempa (yang dahsyat), dia (Nabi Musa as.) berkata: “Tuhan Pemeliharaku, jika seandainya Engkau menghendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini (kami menghadap ke hadirat-Mu). Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang picik di antara kami? (Apa yang dilakukan oleh para penyembah patung anak sapi) itu hanyalah cobaan dari-Mu (terhadap mereka dan terhadap kami), Engkau sesatkan dengannya siapa yang Engkau kehendaki (kesesatannya setelah nyata kehendak mereka untuk sesat) dan Engkau beri petunjuk siapa yang Engkau kehendaki (berdasarkan kesiapan jiwa untuk menerima petunjuk). Engkau-lah Wali (Pemimpin dan Pelindung) kami, maka ampunilah kami dan rahmatilah kami dan Engkau adalah sebaik-baik Pemberi ampun. HAMKA: Dan, dipilihlah oleh Musa dari kaumnya itu tujuh puluh laki-laki untuk pertemuan Kami. Maka, tatkala gempa datang menimpa mereka, berkatalah dia, “Ya Tuhanku! Kalau Engkau kehendaki, tentu telah Engkau binasakan mereka terlebih dahulu dan aku sendiri pun. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang pandir di antara kami. Ini tidak lain hanyalah percobaan Engkau juga, akan Engkau sesatkan dengan dia barangsiapa yang Engkau kehendaki dan akan Engkau beri petunjuk barangsiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah pelindung kami, sebab itu ampunilah kami dan rahmatilah kami, sedang Engkau adalah yang sebaik-baik pemberi ampun.” |
| Hal. 170 |
|
وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ ۖ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ Kemenag RI 2019: Tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa dan menunaikan zakat serta bagi orang-orang yang beriman pada ayat-ayat Kami.” (QS. 7 : 156)Prof. Quraish Shihab: Dan tetapkanlah untuk kami hasanah (segala yang baik) di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami telah kembali (bertaubat) kepada-Mu.” Dia berfirman: “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka, akan Aku tetapkan (rahmat-Ku yang khusus dan berkesinambungan) untuk orang-orang yang bertakwa, (terutama) yang menunaikan zakat dan mereka yang terhadap ayat-ayat Kami terus menerus beriman.” HAMKA: Dan, tuliskanlah kiranya untuk kami suatu kebaikan di dunia dan (juga) di akhirat; sesungguhnya kami telah bertobat kepada Engkau. Dia berfirman, “Azab-Ku akan Aku kenakan dia kepada barangsiapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi tiap-tiap sesuatu. Maka, akan Aku tuliskan dia untuk orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang mengeluarkan zakat dan orang-orang yang percaya kepada ayat-ayat Kami.” |
|
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ Kemenag RI 2019: (Yaitu,) orang-orang yang mengikuti Rasul (Muhammad), Nabi yang ummi (tidak pandai baca tulis) yang (namanya) mereka temukan tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka. Dia menyuruh mereka pada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, menghalalkan segala yang baik bagi mereka, mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban serta belenggu-belenggu yang ada pada mereka. ) Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan bersamanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung. (QS. 7 : 157)Prof. Quraish Shihab: Orang-orang yang mengikuti Rasul (Nabi Muhammad saw.), Nabi yang ummi (yang tidak pandai membaca dan menulis) yang mereka (ulama Yahudi dan Nasrani) mendapatinya tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. Dia (Nabi Muhammad saw.) menyuruh mereka kepada yang maruf (kebaikan) dan mencegah mereka dari yang munkar (keburukan) dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan atas mereka segala yang buruk dan menyingkirkan dari mereka beban-beban mereka dan belenggu-belenggu yang tadinya ada pada mereka. Maka, orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang (tuntunan yang diturunkan al-Qur’an) bersamanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. HAMKA: (Yaitu) orang-orang yang menuruti akan Rasul, Nabi yang ummi, yang mereka dapati akan dia tertulis di sisi mereka dalam Taurat dan Injil, yang menyuruh akan mereka berbuat yang ma’ruf dan mencegah akan mereka berbuat yang mungkar dan yang menghalalkan bagi mereka akan yang baik-baik dan mengharamkan atas mereka yang keji-keji; dan yang menanggalkan dari mereka beban yang memberati mereka dan belenggu-belenggu yang ada di atas diri mereka. Maka, orang-orang yang beriman kepadanya dan memuliakannya dan menolong akan dia dan mengikut akan cahaya yang diturunkan bersamanya dia, itulah orang-orang yang akan beroleh kejayaan. |
|
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ Kemenag RI 2019: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai manusia, sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada tuhan selain Dia, serta Yang menghidupkan dan mematikan. Maka, berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) nabi ummi (tidak pandai baca tulis) yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. 7 : 158)Prof. Quraish Shihab: Katakanlah (Nabi Muhammad saw.): “Hai (seluruh) manusia! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu semua, yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (Yang Kuasa dan berhak disembah) melainkan Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi (tidak pandai membaca dan menulis), yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab)-Nya dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” HAMKA: Katakanlah, “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini adalah rasul Allah kepada kamu sekalian; (Tuhan) Yang mempunyai kerajaan semua langit dan bumi; tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang menghidupkan dan yang mematikan. Maka, percayalah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya yang ummi, yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya; dan ikutilah dia, mudah-mudahan kamu mendapat petunjuk-Nya.” |
|
وَمِنْ قَوْمِ مُوسَىٰ أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ Kemenag RI 2019: Di antara kaum Musa terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil. ) (QS. 7 : 159)Prof. Quraish Shihab: Dan di antara kaum Musa terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada umat manusia, khususnya Bani Israil) dengan (cara dan tujuan yang) haq (benar), dan dengannya mereka selalu berlaku adil. HAMKA: Dan daripada kaum Musa itu ada satu umat yang memimpin dengan kebenaran dan dengan (kebenaran) itu mereka berlaku adil. |
| Hal. 171 |
|
وَقَطَّعْنَاهُمُ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا أُمَمًا ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ إِذِ اسْتَسْقَاهُ قَوْمُهُ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانْبَجَسَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ ۚ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْهِمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ۚ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ Kemenag RI 2019: Kami membagi mereka (Bani Israil) menjadi dua belas suku yang tiap-tiap mereka berjumlah besar. Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!” Maka, memancarlah dari (batu) itu dua belas mata air. Sungguh, setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Kami naungi mereka dengan awan dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. ) (Kami berfirman), “Makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu.” Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi merekalah yang selalu menzalimi dirinya sendiri. (QS. 7 : 160)Prof. Quraish Shihab: Dan Kami cerai-beraikan dan pencarkan mereka (orang-orang Yahudi) menjadi dua belas suku (sebagai) umat-umat (besar), dan telah Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya: “Pukullah batu (itu dengan tongkatmu)!” Maka, memancarlah darinya dua belas mata air. Sungguh, setiap orang (suku) telah mengetahui tempat minum mereka. HAMKA: Dan Kami bagi-bagi mereka kepada dua belas keluarga, sebagai umat-umat; dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta minuman kepadanya, supaya engkau pukul batu itu dengan tongkatmu itu. Lalu, terpancarlah daripadanya dua belas mata air, yang telah tahu saja tiap-tiap manusia di mana tempat minum mereka. Dan, telah Kami tudungi atas mereka awan dan telah kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. Makanlah dari yang baik-baik yang telah Kami karuniakan kepada kamu. Dan, tidaklah mereka menganiaya Kami. Akan tetapi, adalah mereka menganiaya diri mereka sendiri. |
|
وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ اسْكُنُوا هَٰذِهِ الْقَرْيَةَ وَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُوا حِطَّةٌ وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا نَغْفِرْ لَكُمْ خَطِيئَاتِكُمْ ۚ سَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ Kemenag RI 2019: (Ingatlah) ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), “Tinggallah di negeri ini (Baitulmaqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)-nya di mana saja kamu kehendaki, serta katakanlah, ‘Bebaskanlah kami dari dosa,’ lalu masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk! (Jika kamu melakukan itu semua,) niscaya Kami mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” Kami akan menambah (karunia) kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. 7 : 161)Prof. Quraish Shihab: Dan (ingatlah), ketika dikatakan (oleh Allah swt. melalui rasul) kepada mereka: “Tinggallah di negeri ini (Baitul Maqdis atau Yerusalem Lama) dan makanlah dari (hasil bumi)-nya di mana (dan kapan) saja yang kamu kehendaki.” Dan katakanlah: “Hiththah (bebaskanlah kami dari dosa-dosa kami yang banyak dan besar) dan masukilah pintu gerbang sambil membungkuk, pasti Kami ampuni kesalahan-kesalahan kamu.” Kelak Kami tambah (anugerah Kami) kepada orang-orang HAMKA: Dan, (ingatlah) tatkala dikatakan kepada mereka, “Berdiamlah di negeri ini dan makanlah dari padanya mana-mana yang kamu sukai dan katakanlah, ‘Kami mohon ampun.’ Dan masuklah ke dalam pintu itu dalam keadaan sujud, niscaya akan Kami ampuni kesalahan-kesalahan kamu, akan Kami tambah bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.” |
|
فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَظْلِمُونَ Kemenag RI 2019: Maka, orang-orang yang zalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak diperintahkan kepada mereka. ) Lalu, Kami timpakan kepada mereka azab dari langit karena mereka selalu berbuat zalim. (QS. 7 : 162)Prof. Quraish Shihab: Kemudian, orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan yang diperintahkan itu) dengan perkataan yang tidak di katakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka siksa dari langit disebabkan kezaliman mereka. HAMKA: Maka, menggantikanlah orang-orang yang zalim dari mereka, dengan kata lain yang bukan dikatakan kepada mereka. Lantaran itu Kami turunkanlah kepada mereka suatu bencana dari langit, akibat dari kezaliman mereka itu. |
|
وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِي السَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ ۙ لَا تَأْتِيهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ Kemenag RI 2019: Tanyakanlah kepada mereka tentang negeri ) yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabat, ) (yaitu) ketika datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka bermunculan di permukaan air. Padahal, pada hari-hari yang bukan Sabat ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka karena mereka selalu berlaku fasik. (QS. 7 : 163)Prof. Quraish Shihab: Dan tanyakanlah (Nabi Muhammad saw.) kepada mereka tentang negeri yang terletak di dekat laut (teluk Aqabah, kota Aylah sekarang) ketika mereka melanggar (aturan) pada hari Sabtu, ketika datang kepada mereka ikan-ikan mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka (sering kali) berbuat fasik (keluar dari ketaatan kepada Allah swt.). HAMKA: Dan, tanyakanlah kepada mereka perihal negeri yang di dekat laut itu, seketika mereka melanggar peraturan pada hari Sabtu, ketika datang kepada mereka ikan-ikan itu berkilat-kilat di hari mereka bersabat itu, sedang di hari mereka tidak bersabat (ikan-ikan) itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka dengan sebab mereka adalah kaum yang fasik. |