| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : (Ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan ) (yang kamu hadapi) adalah milikmu, sedangkan kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah milikmu. Akan tetapi, Allah hendak menetapkan yang benar (Islam) dengan ketentuan-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya |
| Prof. Quraish Shihab : Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) menjadi milikmu, sedangkan kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan (senjata) yang untuk kamu, dan Allah menghendaki untuk menetapkan yang haq (kebenaran yang sempurna, yakni agama Islam) dengan kalimat-kalimat-Nya, dan memusnahkan orang-orang kafir hingga ke akar-akarnya. |
| HAMKA : Dan, (ingatlah) tatkala Allah menjanjikan kepada kamu salah satu dari dua golongan, bahwa dia itu adalah untuk kamu;, tetapi kamu ingin supaya yang tidak bersenjata itu untuk kamu. Dan, Allah berkehendak membuktikan kebenaran dengan kalimat-kalimat-Nya dan me-mutus akar-akar kaum yang kafir. |
| 3. Tafsir وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : agar Allah menetapkan yang benar (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik), walaupun para pendosa (musyrik) itu tidak menyukai(-nya). |
| Prof. Quraish Shihab : Supaya Allah menetapkan yang haq (kebenaran sempurna, yakni agama Islam) dan membatalkan yang batil (salah dan sesat), walaupun para pendurhaka tidak menyukai (ketetapan Allah swt. itu). |
| HAMKA : Supaya Dia tetapkan kebenaran dan Dia hapuskan kebatilan walaupun tidak suka orang-orang yang berdosa itu. |
| 3. Tafsir لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : (Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan(-nya) bagimu (seraya berfirman), “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut.” |
| Prof. Quraish Shihab : (Ingatlah), ketika kamu (Nabi Muhammad saw.) memohon pertolongan kepada Tuhan Pemeliharamu, lalu Allah mengabulkan permohonanmu (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” |
| HAMKA : (Ingatlah) tatkala kamu memohon per tolongan kepada Tuhan kamu, lalu Dia perkenan-kan bagi kamu, (seraya kata-Nya), "Sesungguhnya Aku akan membantu kamu dengan seribu dari malaikat yang beriring-iring. |
| 3. Tafsir إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Allah tidak menjadikannya (bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira (bagi kamu) dan agar hatimu merasa tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. |
| HAMKA : Dan, tidaklah Allah menjadikan bantuan itu, melainkan sebagai berita gembira dan supaya tenteramlah dengan dia hati kamu; dan tidaklah ada kemenangan melainkan dari sisi Allah; se sungguhnya Allah adalah Mahagagah lagi Bijak sana. |
| 3. Tafsir وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : (Ingatlah) ketika Allah membuat kamu mengantuk sebagai penenteraman dari-Nya dan menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu, menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu, dan menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu. |
| Prof. Quraish Shihab : (Ingatlah), ketika rasa kantuk meliputi kamu sebagai suatu penenteraman dari Allah, dan Dia menurunkan air dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengannya dan menghilangkan darimu gangguan setan (berupa kekhawatiran), serta untuk menguatkan hatimu dan meneguhkan dengan air itu telapak kakimu (agar tidak goyah). |
| HAMKA : Dan, (ingatlah) tatkala Dia jadikan kamu mengantuk sebagai keamanan daripada-Nya dan Dia turunkan atas kamu air dari langit, untuk membersihkan kamu dan menghabiskan dari kamu kekotoran setan dan supaya Dia perkuat hati kamu dan Dia teguhkan dengan dia pendirian kamu. |
| 3. Tafsir إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : (Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersamamu. Maka, teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang beriman. Kelak Aku akan menimpakan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kufur. Maka, tebaslah bagian atas leher mereka dan potonglah tiap-tiap ujung jari mereka. ) |
| Prof. Quraish Shihab : (Ingatlah), ketika Tuhan Pemeliharamu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah pendirian orang-orang yang beriman. Akan Aku masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.” |
| HAMKA : (Ingatlah) tatkala Tuhan engkau mewahyu kan kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku adalah beserta kamu. Oleh sebab itu tetapkanlah hati orang-orang beriman. Akan Aku masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang kafir. Maka, pancunglah di atas kuduk dan pukullah daripada mereka tiap-tiap ujung jari mereka." |
| 3. Tafsir إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا ۚ سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. |
| Prof. Quraish Shihab : Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah sangat keras pembalasan-Nya. |
| HAMKA : Yang demikian ialah karena mereka telah melanggar Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa yang melanggar Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah adalah sangat pedih siksaan-Nya. |
| 3. Tafsir ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ وَمَنْ يُشَاقِقِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Demikian itu (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu). Maka, rasakanlah hukuman itu, dan (di hari Kiamat) sesungguhnya bagi orang-orang kafir ada azab neraka. |
| Prof. Quraish Shihab : Itulah (siksa duniawi yang dijatuhkan atas kamu, hai para pembangkang), maka rasakanlah! Dan sesungguhnya bagi orang-orang kafir itu ada (lagi) azab neraka. |
| HAMKA : Begitulah maka rasakanlah olehmu itu; dan sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir adalah siksaan neraka. |
| 3. Tafsir ذَٰلِكُمْ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابَ النَّارِ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertemu orang-orang kafir yang akan menyerangmu, janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur). |
| Prof. Quraish Shihab : Hai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang siap berperang (menyerbu kamu), maka janganlah kamu membelakangi mereka. |
| HAMKA : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang,orang yang kafr itu dalam suatu penyerbuan, janganlah kamu memalingkan punggung dari mereka. |
| 3. Tafsir يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Siapa yang mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, dia pasti akan kembali dengan membawa kemurkaan Allah. Tempatnya adalah (neraka) Jahanam dan (itulah) seburuk-buruk tempat kembali. |
| Prof. Quraish Shihab : Barang siapa membelakangi mereka (yakni mundur karena takut) pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (menerapkan siasat) peperangan atau menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sungguh dia kembali dengan kemurkaan dari Allah, dan tempatnya adalah (neraka) Jahanam. Dan (itulah) seburuk-buruk tempat kembali. |
| HAMKA : Dan, barangsiapa yang memalingkan pung gung dari antara mereka di hari Itu, kecuali ka-rena hendak mengatur siasat perang atau karena hendak menggabungkan diri dengan suatu rombongan maka sesungguhnya dia telah kermbal dengan kemurkaan dari Allah dan tempat mereka adalah dalam neraka Jahannam. Dan, itulah seburuk-buruk tempat kembali. |
| 3. Tafsir وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ |