| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Mengapa Allah tidak mengazab mereka, sedangkan mereka menghalang-halangi (orang) untuk (beribadah di) Masjidilharam? Mereka bukanlah orang-orang yang berhak menjadi pengurusnya. Orang yang berhak menjadi pengurusnya hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. |
| Prof. Quraish Shihab : Mengapa Allah tidak menyiksa mereka, sedangkan mereka (wajar untuk disiksa, karena mereka) menghalang-halangi (ibadah dan pengamatan) kepada Masjidil Haram, padahal mereka bukanlah para walinya (pemeliharanya). Sesungguhnya para wali-nya tidak lain kecuali orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. |
| HAMKA : Dan, mengapa mereka tidak (patut) disiksa oleh Allah, padahal mereka menghambat orang dari Masjidil Haram, sedang mereka bukanlah pe.ngurusnya. Tidaklah ada penguasa-penguasanya, melainkan orang-orang yang bertakwa. Akan tetapl, kebanyakan mereka tidaklah mengetahui. |
| 3. Tafsir وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ اللَّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَا كَانُوا أَوْلِيَاءَهُ ۚ إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلَّا الْمُتَّقُونَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Salat mereka di sekitar Baitullah tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka, rasakanlah azab ini karena kamu selalu kufur. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan tidaklah shalat mereka di dekat Baitullah, kecuali hanya siulan dan tepuk tangan. Maka, (kelak ketika azab telah jatuh, dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah azab disebabkan kamu terus-menerus melakukan kekufuran!” |
| HAMKA : Dan, tidaklah ada shalat mereka di sisi rumah suci itu melainkan bersiulsiul dan bertepuk tangan, Maka, rasakanlah olehmu adzab, akibat dari kekufuruan kamu itu, |
| 3. Tafsir وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً ۚ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sesungguhnya orang-orang yang kufur menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian (hal itu) menjadi (sebab) penyesalan yang besar bagi mereka. Akhirnya, mereka akan dikalahkan. Ke (neraka) Jahanamlah orang-orang yang kufur itu akan dikumpulkan |
| Prof. Quraish Shihab : Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Maka, mereka akan menafkahkannya, lalu (apa yang mereka lakukan itu) menjadi (sebab) penyesalan besar bagi mereka, kemudian mereka akan dikalahkan. Dan ke (neraka) Jahanam orang-orang yang kafir akan dikumpulkan. |
| HAMKA : Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkah harta benda mereka untuk meng hambat orang daripada jalan Allah. Maka, me reka akan membelanjakan harta itu. Akan tetapi kemudian dia akan menjadi penyesalan atas me-reka. Kemudian itu mereka akan dikalahkan. Dan, orang orang yang kafir itu kepada Jahannamlah mereka akan dikumpulkan. |
| 3. Tafsir إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu Dia menumpukkan semuanya. Kemudian, Dia menjadikannya ke dalam (neraka) Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi. |
| Prof. Quraish Shihab : Supaya (dengan penjelasan itu) Allah membedakan yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan manusia) yang buruk sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, maka dijadikan-Nya (semua tumpukan itu) dalam (neraka) Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi. |
| HAMKA : Karena Allah hendak menyisihkan yang buruk dari yang baik. Dan, akan Dia jadikan yang buruk itu setengahnya atas yang setengah, lalu Dia tumpukkan sekaliannya, kemudian Dia masukkan ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang.orang yang rugi. |
| 3. Tafsir لِيَمِيزَ اللَّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَىٰ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Katakanlah (Nabi Muhammad) kepada orang-orang yang kufur itu, “Jika mereka berhenti (dari kekufurannya dan masuk Islam), niscaya akan diampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu. Jika mereka kembali lagi (memerangi Nabi), sungguh berlaku (kepada mereka) sunah (aturan Allah untuk menjatuhkan sanksi atas) orang-orang terdahulu.” |
| Prof. Quraish Shihab : Katakanlah (Nabi Muhammad saw.) kepada orang-orang yang kafir: “Jika mereka berhenti (dari kekufuran dan memeluk Islam), pasti Allah akan mengampuni mereka (atas) dosa-dosa yang sudah telah lalu; dan jika mereka kembali (melakukan dosa serupa), maka (Allah swt. akan menjatuhkan sanksi atas mereka) sebagaimana telah dijatuhkan sanksi atas orang-orang terdahulu.” |
| HAMKA : Katakanlah kepada orang orang yang kafritu, "Jika mereka mau berhenti akan diampunilah bagi mereka apa yang telah berlalu. Jika mereka ka kembali lagi maka sungguh telah berlalu contohorang orang yang terdahulu”. |
| 3. Tafsir قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah (penganiayaan atau syirik) dan agama seutuhnya hanya bagi Allah. Jika mereka berhenti (dari kekufuran), sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah (penganiayaan dan atau syirik) dan supaya agama (ketaatan) seluruhnya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari penganiayaan dan atau kemusyrikan), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. |
| HAMKA : Dan, perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi dan jadilah agama seluruhnya untuk Allah. Maka, ika mereka berhenti maka sesungguhnya Allah terhadap apa yang mereka kerjakan itu adalah melihat. |
| 3. Tafsir وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Jika mereka berpaling, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. |
| Prof. Quraish Shihab : Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa Allah Pelindung kamu. (Dia-lah) sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. |
| HAMKA : Dan, jika mereka berpaling maka ketahuilah olehmu bahwasanya Allah adalah pelindungmu, semula mulia pelindung, semulia mulia penolong. |
| 3. Tafsir وَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ ۚ نِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ |