| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab, “Tidak. Kami tetap mengikuti kebiasaan yang kami dapati pada nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka (itu) tidak mengerti apa pun dan tidak mendapat petunjuk? |
| Prof. Quraish Shihab : Apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah dengan sungguh-sungguh apa yang telah diturunkan Allah!” Mereka menjawab: “(Tidak!), tetapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati atasnya nenek moyang kami.” Apakah (mereka akan mengikuti juga) walaupun nenek moyang mereka (itu) tidak memahami sesuatu dan tidak (juga) mendapat petunjuk? |
| HAMKA : Dan apabila dikatakan kepada mereka, "lkutlah apa yang diturunkan Allah!" Mereka katakana, "Bahkan kami {hanya) mau mengikut apa yang telah terbiasa atasnya nenek moyang kami." Bagaimana kalau keadaan nenek moyang mereka itu tidak mengerti suatu apa pun dan tidak mendapat petunjuk? |
| 3. Tafsir وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۗ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Perumpamaan (penyeru) orang-orang yang kufur adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (gembalaannya) yang tidak mendengar (memahami) selain panggilan dan teriakan (saja). (Mereka) tuli, bisu, dan buta sehingga mereka tidak mengerti. |
| Prof. Quraish Shihab : Perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang yang kafir (kepada kebenaran) adalah seperti (penggembala) yang berteriak memanggil (binatang) yang tidak mendengar (tidak memahami atau tidak dapat memanfaatkan suara panggilan itu) selain panggilan dan seruan (saja). Mereka tuli, bisu, dan buta, maka mereka tidak berpikir. |
| HAMKA : Dan perumpamaan orang-orang yang tidak mau percaya itu ialah seumpama orang yang mengimbau kepada barang yang tidak mendengar kecuali panggllan dan seruan; tuli, bisu, buta. Oleh sebab itu, tidaklah mereka berakal. |
| 3. Tafsir وَمَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا كَمَثَلِ الَّذِي يَنْعِقُ بِمَا لَا يَسْمَعُ إِلَّا دُعَاءً وَنِدَاءً ۚ صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya. |
| Prof. Quraish Shihab : Hai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami anugerahkan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya. |
| HAMKA : Wahai, orang-orang yang beriman! Makanlah daripada yang baik-baik apa yang telah Kami karuniakan kepada kamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jikalau memang hanya kepada-Nya kamu menyembah. |
| 3. Tafsir يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Akan tetapi, siapa yang terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. |
| Prof. Quraish Shihab : Sesungguhnya (Allah swt.) hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi`*¹ dan apa (binatang) yang (ketika) disembelih (disebut nama) selain Allah. Tetapi, barang siapa (dalam keadaan) terpaksa (memakannya) sedangkan dia tidak menginginkan-(nya) dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Pengasih. |
| HAMKA : Sesungguhnya, tidakada yang Dia haramkan atas kamu selain bangkai dan darah dan daging babi dan apa yang disembelih untuk yang selain Allah. Akan tetapi~ barangsiapa yang terpaksa, bukan melanggar dan bukan melampaui batas maka tidaklah ada dosa atasnya. Sesungguhnya, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. |
| 3. Tafsir إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab (Taurat), dan menukarkannya dengan harga murah, mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya. Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang sangat pedih. |
| Prof. Quraish Shihab : Sesungguhnya orang-orang yang (sedang dan akan) menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu al-Kitab, dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu (sebenarnya) tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka azab yang sangat pedih. |
| HAMKA : Sesungguhnya, orang-orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan Allah dari Kitab, dan mereka jual dia dengan harga yang sedikit, itulah mereka yang tidak ada di makannya dalam perutnya selain dari api neraka. Dan, tidaklah akan bercakap Allah dengan mereka di hari kiamat, dan tidaklah Dia akan membersihkan mereka, dan untuk mereka adalah adzab yang pedih. |
| 3. Tafsir إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۙ أُولَٰئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan azab dengan ampunan. Maka, alangkah beraninya mereka menentang api neraka. |
| Prof. Quraish Shihab : Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka, alangkah beraninya mereka menentang api neraka. |
| HAMKA : ltulah orang-orang yang telah membeli kesesatan dengan petunjuk, dan adzab dengan ampunan. Alangkah sabamya mereka atas neraka. |
| 3. Tafsir أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ |
| 1. Makna Per Kata
|
| 2. Terjemah |
| Kemenag RI 2019 : Yang demikian itu disebabkan Allah telah menurunkan kitab suci dengan hak. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (kebenaran) kitab suci itu benar-benar dalam perpecahan yang jauh. |
| Prof. Quraish Shihab : Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah telah menurunkan al-Kitab dengan haq (benar dan mengandung kebenaran); dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) al-Kitab (Taurat dan Injil), benar-benar dalam penyimpangan yang jauh. |
| HAMKA : Yang demikian ialah karena sesungguhnya Allah telah menurunkan Kitab dengan kebenaran. Dan, sesungguhnya yang masih berselisih dari hal kitab itu adalah di dalam pecah-belah yang jauh. |
| 3. Tafsir ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ نَزَّلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِي الْكِتَابِ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ |