Kemenag RI 2019:Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pemelihara. Prof. Quraish Shihab:Dan milik Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. Prof. HAMKA:Dan bagi Allah-lah apa yang ada di semua langit dan apa yang ada di bumi, dan cukuplah Allah sebagai Pengawas.
"Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi."
Maka tujuan penggalan untuk menegaskan bahwa Allah Maha Luas kemurahan dan kedermawanan-Nya.
Kedua : Kepada Mereka Yang Kufur
Ungkapan yang kedua kali bahwa Allah SWT adalah pemilik langit dan bumi, diarahkan kepada orang-orang yang kufur, ingkar, dan tidak mau beriman. Seakan pesannya kepada orang kafir itu bahwa Allah SWT sama sekali tidak merasa rugi sedikitpun dengan ulah kalian yang sombong dan tidak mau beriman. Toh Allah SWT Maha Kaya Raya, sama sekali tidak butuh kepada makhluk ciptaan-Nya sendiri.
Ketiga : Allah Punya Banyak Umat
Ungkapan yang ketiga kali bahwa Allah SWT adalah pemilik langit dan bumi nampaknya terkait mendatangkan umat yang baru, sebagai pengganti umat yang lama. Sebab Allah SWT itu Maha Kaya, termasuk punya banyak makhluk yang beriman dan menyembahnya.
Jika Allah menghendaki, Dia akan memusnahkan kamu dan mendatangkan yang lain.
Membuang begitu saja makhluk yang kufur dan durhaka sama sekali tidak ada keberatan, sebab makhluk yang lain dan beriman sudah banyak yang menunggu giliran untuk dibangkitkan.
وَلِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ
Kata walillahi (وَلِلَّهِ) artinya : dan milik Allah. Kata maa fis-samawati (مَا فِي السَّمَاوَاتِ) artinya : apa-apa yang ada di semua langit atau banyak langit.
Kekayaan yang adanya di langit atau datang dari langit tidak lain ada banyak, diantaranya adalah air hujan, sinar matahari dan udara.
1. Hujan
Dengan air hujan itulah maka bumi atau tanah bisa menumbuhkan tanaman, sebagaimana firman Allah SWT :
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS. Al-Anbiya : 30)
Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima. (QS. Al-Anam : 99)
Karena penggalan ini sedang bicara tentang betapa Allah SWT itu Maha Kaya, maka Penulis coba buatkan ilustrasi yang lebih kekinian, sesuai dengan perkembangan teknologi yang terkini yang dikenal peradaban manusia.
2. Sinar Matahari
Kita tidak bicara tentang benda-benda luar angkasa nun jauh disana. Mari kita bicara benda luar angkasa yang tanpa sadar sebenarnya menjadi sumber kekayaan bagi umat manusia, yaitu matahari.
Sinar matahari menyediakan panas yang diperlukan untuk menguapkan air. Perbedaan suhu akibat sinar matahari menciptakan angin yang membantu sirkulasi uap air. Wilayah yang menerima lebih banyak sinar matahari cenderung mengalami lebih banyak penguapan, sehingga berpotensi menghasilkan hujan lebih sering di area tertentu.
Tanpa sinar matahari, siklus air tidak akan berlangsung. Tidak akan ada penguapan, sehingga tidak ada awan, dan akhirnya, tidak ada hujan. Hal ini menunjukkan betapa vitalnya peran sinar matahari dalam menjaga keseimbangan hidrologi Bumi.
Cahaya matahari memberikan panas yang membuat kehidupan di Bumi menjadi mungkin. Suhu yang dihasilkan oleh matahari memastikan bahwa kondisi suhu di Bumi tetap mendukung keberadaan makhluk hidup, termasuk manusia. Tanpa panas matahari, suhu Bumi akan terlalu dingin untuk mendukung kehidupan seperti yang kita kenal.
Sinar matahari membantu tubuh manusia dalam produksi vitamin D, yang sangat penting untuk kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan. Ketika kulit terkena sinar matahari, tubuh mengubah kolesterol menjadi vitamin D, yang membantu penyerapan kalsium dan fosfor, dua mineral yang penting untuk kesehatan tulang dan gigi.
3. Udara
Selain curah hujan dan sinar matahari, udara yang kita hirup ini merupakan kekayaan milik Allah SWT yang tiada duanya. Tanpa adanya udara, maka seluruh makhluk hidup akan mati.
Sebab semua makhluk hidup perlu udara untuk bernapas atau respirasi. Udara mengandung oksigen, yang diperlukan oleh hampir semua makhluk hidup untuk melakukan proses respirasi.
Pada manusia dan hewan, oksigen digunakan dalam sel-sel tubuh untuk menghasilkan energi melalui reaksi kimia yang disebut respirasi seluler. Proses ini menghasilkan energi yang diperlukan untuk berbagai aktivitas tubuh, seperti bergerak, berkembang, dan mempertahankan suhu tubuh.
Sedangkan pada tumbuhan, udara dibutuhkan terutama karbon dioksida (CO₂), untuk melakukan fotosintesis. Dalam proses ini, tumbuhan menyerap CO₂ dari udara dan menggunakannya bersama dengan air untuk menghasilkan glukosa (sebagai sumber energi) dan melepaskan oksigen ke atmosfer. Oksigen ini kemudian digunakan oleh makhluk hidup lain, seperti manusia dan hewan, untuk bernapas.
وَمَا فِي الْأَرْضِ
Di masa lalu, kekayaan yang terdapat di bumi umumnya berupa emas. Emas telah menjadi barang rebutan sejak peradaban manusia mengenalnya ribuan tahun yang lalu. Sebagai logam mulia yang tahan terhadap korosi, mudah dibentuk, dan memiliki kilauan abadi, emas menjadi simbol kekayaan, kekuasaan, dan kemuliaan.
Bangsa Mesir Kuno, misalnya, menggunakan emas sebagai lambang keabadian dan dewa-dewa mereka. Bangsa Yunani dan Romawi menggunakannya sebagai mata uang dan perhiasan.
Ketika bangsa Eropa menemukan dunia baru pada abad ke-15 dan 16, emas menjadi motivasi utama eksplorasi dan penjajahan. "Demam emas" melanda banyak tempat, seperti Amerika Selatan dan Afrika, di mana masyarakat asli dipaksa untuk menambang emas bagi penjajah. Emas menjadi pusat konflik dan peperangan karena dianggap sebagai sumber kekayaan tak terbatas yang bisa membiayai kekaisaran.
Namun begitu memasuki abad ke-20, revolusi industri dan penemuan teknologi berbasis bahan bakar fosil menggeser fokus dunia ke minyak bumi. Sebagai sumber energi utama untuk transportasi, industri, dan listrik, minyak bumi menjadi barang strategis yang menentukan kekuatan ekonomi dan militer suatu negara.
Penemuan cadangan minyak besar di Timur Tengah mengubah kawasan tersebut menjadi pusat konflik geopolitik. Negara-negara adidaya berlomba-lomba mengendalikan pasokan minyak melalui aliansi politik, perang, dan bahkan penjajahan terselubung. Krisis minyak tahun 1970-an menunjukkan betapa besarnya pengaruh minyak terhadap stabilitas dunia, menjadikannya komoditas yang lebih penting daripada emas di era modern.
Ke depan, barang yang menjadi rebutan kemungkinan besar akan bergeser lagi, mengikuti kebutuhan dan tantangan zaman. Beberapa kandidat utamanya adalah:
Air Bersih: Dengan perubahan iklim dan meningkatnya populasi, sumber air bersih semakin langka. Konflik atas sumber daya air, seperti sungai dan danau lintas negara, diperkirakan akan meningkat.
Logam Langka untuk Teknologi: Bahan seperti litium, kobalt, dan tanah jarang yang digunakan dalam baterai dan perangkat elektronik akan menjadi sangat berharga. Kebutuhan untuk kendaraan listrik dan energi terbarukan akan meningkatkan persaingan atas logam ini.
Data dan Teknologi: Di era digital, data menjadi "minyak baru." Perusahaan teknologi besar sudah bersaing memperebutkan kendali atas informasi global. Cyberwarfare dan monopoli teknologi kemungkinan menjadi bentuk konflik baru.
Antimateri atau Energi Baru: Jika teknologi memungkinkan penggunaan antimateri atau sumber energi baru lainnya, mereka bisa menjadi barang paling berharga yang akan diperebutkan di masa depan.
وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا
Kata wa kafaa (وَكَفَىٰ) artinya : dan cukuplah. Kata billahi (بِاللَّهِ) artinya : dengan Allah, atau kepada Allah. Kata wakila (وَكِيلًا) secara harfiyah artinya : menjadi wakil.
Kata wakil punya banyak makna, antara lain adalah pihak yang mengurus atau menjamin urusan yang diserahkan kepada-Nya. Dan secara mutlak yang berperan seperti itu hanya Allah SWT semata.
Dikatakan bahwa si fulan mewakilkan urusannya kepada si fulan, maka berarti dia memasrahkan segala kepentingannya kepada orang lain karena kepercayaannya pada orang itu dan karena ketidakmampuannya untuk mengurus sendiri.
Nama al-wakil di antara nama-nama Allah bermakna bahwa Allah SWT yang mengurus rezeki hamba-hamba-Nya. Allah SWT secara mandiri mengurus segala perkara yang diserahkan kepada-Nya.