Rumah Fiqih Indonesia
Al-Anfal 8 : 67
Tafsir Al-Mahfuzh Jilid 19 Juz 10 [8] Al-Anfal : 67 (مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَىٰ)
[8] AL-ANFAL : 67

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Kemenag RI 2019

Tidaklah (sepatutnya) bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawi, sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Prof. Quraish Shihab

Tidak (sepatutnya dan tidak mungkin terjadi) bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia kukuh (dengan mengalahkan musuh dan menetapkan kekuasaannya) di bumi. Kamu (orang-orang yang mengusulkan penerimaan tebusan) menghendaki harta duniawi, sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat bagi kamu. Dan Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana.

Prof. HAMKA

Tidaklah patut bagi seorang nabi bahwa ada baginya beberapa orang tawanan, sampai dia porak-porandakan (musuh) di bumi. Kamu menginginkan harta benda dunia, sedang Allah menghendaki akhirat. Dan Allah adalah Maha-gagah, lagi Bijaksana.

TAFSIR AL-MAHFUZH

Lihat Referensi Kitab →
🔐 Login Admin