Rumah Fiqih Indonesia
Ukuran Teks:
Jilid : 21 Juz : 11 | At-Taubah : 114
At-Taubah 9 : 114
Mushaf Madinah | hal. 204 | Mushaf Kemenag RI

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ

Kemenag RI 2019: Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, ) tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah dia ikrarkan kepadanya. Maka, ketika jelas baginya (Ibrahim) bahwa dia (bapaknya) adalah musuh Allah, dia (Ibrahim) berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim benar-benar seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.
Prof. Quraish Shihab: Dan bukanlah permohonan ampun Ibrahim (kepada Allah swt.) untuk bapaknya, kecuali hanyalah karena janji yang telah diikrarkannya kepadanya (bapaknya); maka ketika telah jelas baginya bahwa dia (bapaknya) adalah musuh Allah, dia (Nabi Ibrahim as.) berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim adalah benar-benar orang yang sangat lembut hatinya, lagi penyantun.
Prof. HAMKA: Dan tidaklah permohonan ampun Ibrahim itu ayahnya, melainkan karena suatu janji yang telah dijanjikan kepadanya. Tetapi tatkala telah jelas baginya bahwa dia itu musuh bagi Allah, berlepas dirilah dia darinya. Sesungguhnya Ibrahim itu seorang yang penghiba lagi penyabar.

TAFSIR AL-MAHFUZH
REFERENSI KITAB TAFSIR
🔐